KETERANGAN: Di harap kan untuk membaca novel "Wanita Taruhan Elvan" karena novel ini adalah anak nya🤭🤭
Ini adalah lanjutan kisah cinta anak-anak dari ke dua sahabat yang pernah berselisih paham di masa lalu. Dengan ketulusan hati, persahabatan mereka kembali seperti semula hingga mereka menjadi tua dan anak-anak mereka saling jatuh cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26.Kau Mengenalnya?
"Zava, ini kenalin kakak ku." ujar Kinara yang mengajak Zava ke bengkel Rayaan.
"Loh kak Kean?" ucap nya "Aku kan sudah kenal."
Kinara dan Rayaan saling lirik kemudian tertawa, "Maaf, selama ini aku tidak pernah memberi tahu mu jika kak Kean memiliki kembaran." ujar Kinara kemudian tertawa kembali kerena tidak tahan melihat ekspresi Zava.
"Hallo Zava...." sapa Rayaan sembari mengulurkan tangan nya.
"Haii...kak." balas nya masih bingung. "Mirip banget ya." ucap nya tidak percaya.
"Sudah ku bilang aku memiliki tiga kakak laki-laki. Tapi maaf jika aku tidak bilang jika mereka kembar."
Masih belum fokus, Zava bahkan menjitak kepala nya sendiri. "Aku seperti bermimpi." ujar nya membuat Rayaan dan Kinara tertawa.
"Kau ini sangat lucu!" ucap Rayaan.
Mereka kemudian mengobrol tanpa mereka sadari ada Arka yang baru saja tiba di bengkel untuk menservis bulanan mobil nya. Kenapa tidak menyuruh orang? karena Arka tidak terlalu percaya dengan orang lain.
Kinara dan Arka sejenak saling beradu pandang. Wajah Arka terlihat dingin dengan sorot mata tajam nya. Rayaan dan Kinara bisa merasakan hawa panas yang mulai datang menyerang.
"Bukankah pria ini yang ku lihat di video kemarin?" batin Arka.
"Tumben ke sini ada apa Arka?" tanya Rayaan memecah keheningan.
"Seperti biasa kak." jawab nya datar. "Siapa?" tanya nya pura-pura tidak tahu sambil menunjuk ke arah Zava.
"Teman Kinara saat sekolah di luar negeri." jawab Rayaan jujur.
Zava yang tidak tahu menahu mengulurkan tangan mengajak Arka berkenalan. Arka sejenak melirik ke arah tangan Zava lalu membalas uluruan tangan tersebut. Kinara kemudian menarik tangan Zava.
"Kak, kami pergi dulu." ujar Kinara tanpa berkata sepatah kata pun pada Arka.
Arka hanya memandang kepergian mereka dengan perasaan marah di dada nya. Hei kau Arka? siapa kau yang mau marah?
Rayaan pergi meninggalkan Arka sendiri, pria itu tidak ingin mendengarkan pertanyaan dari Arka. "Mereka terlihat sangat akrab." batin Arka.
Tak berapa lama, Rayaan kembali menghampiri Arka dengan membawa satu buah paper bag.
"Apa ini kak?" tanya Arka.
"Oleh-oleh dari Kinara." jawab Rayaan.
"Kenapa dia tidak memberi nya secara langsung?"
"Karena dia tahu kau pasti akan menolak nya." jawab Rayaan kemudian pergi lagi.
Arka terpaku, dengan meminjam mobil Rayaan ia kembali ke kantor nya. Di dalam ruangan nya, Arka membuka paper bag tersebut. Isi nya adalah sebuah setelan jas berwarna hitam dan secarik kertas.
"Ini oleh-oleh dari ku. Aku tahu jika kau lulus kuliah langsung bekerja jadi aku belikan jas ini sebagai tanda semangat dari ku.
Begitulah isi secarik kertas tersebut. Arka menyimpan kembali setelan jas tersebut dan menyalipakan secarik kertas itu di dalam laci.
Arka menghela nafas panjang lalu melanjutkan pekerjaan nya.
Sedangkan Kinara dan Zava memilih pergi ke cafe untuk sekedar mengisi perut mereka. Mereka saling mengobrol namun tiba-tiba ada suara menyapa dan suara tersebut sangat du kenal mereka.
"Zava...." tegur Viana terperangah dan lebih terkejut lagi saat Viana mendapati Kinara yang duduk di depan Zava. "Kalian saling kenal?" tanya Viana bingung.
"Kenapa?" tanya datar Kinara namun Zava hanya diam saja.
Viana yang kebingungan memilih pergi. Apalagi ia tak mendapati respon dari Zava.
"Zava, kau dan Viana saling kenal?" tanya Kinara sedikit penasaran.
"Dia mantan yang selama ini aku ceritakan." jawab Zava membuat Kinara terperangah tidak percaya. "Kau juga mengenal nya?" tanya Zava.
"Dia teman satu kelas saat aku kuliah dulu." jawab Kinara. "Tapi dia tidak menyukai ku."
"Kenapa?" tanya Zava penasaran.
"Dia menyuakai orang yang sama dengan ku. Terakhir ku dengar mereka pacaran tapi tidak tahu kalau sekarang."
Zava hanya menghela nafas dalam lalu meminum jus nya. Pria itu mengalihkan pembicaraan mereka ke topik yang lain.