NovelToon NovelToon
Maharaja Harem: Sistem Penguasa Jagat

Maharaja Harem: Sistem Penguasa Jagat

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Sistem / Epik Petualangan
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: RIOR

Dibuang dan dibiarkan mati di kegelapan Alas Purwo, Satria Pamungkas justru membangkitkan "Sistem Penguasa Jagat". Di dunia Nusantara Kuno yang kejam, kesaktian adalah segalanya. Satria tidak peduli pada moralitas; ia menghancurkan musuh hingga ke akar-akarnya dan melipatgandakan energinya setiap kali menaklukkan wanita-wanita paling berpengaruh di jagat raya. Dari seorang buangan, sang anti-hero bangkit menembus ranah dewa, membangun imperium harem tak terbatas, dan memaksa seluruh Dwipantara bertekuk lutut!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIOR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: Puncak Pembantaian Segoro Getih dan Peningkatan Toko Kategori 4

Momentum menukik Satria Pamungkas dari langit malam laksana bintang jatuh yang membawa takdir kehancuran.

Udara di sekeliling tubuhnya mendesis hebat, terbelah oleh ketajaman aura Pedang Bintang Delapan Kosmik Kedewaan yang digenggamnya.

Tekanan berat dari efek pasif Kosmik Presesi kian memadat seiring berkurangnya jarak antara Satria dan dua target utamanya di atas sisa-sisa dek kapal perang yang bergoyang hebat.

Wakil Tetua Guntur dan Wakil Tetua Geling merinding hebat. Sebagai pendekar yang telah lama mengarungi kerasnya Ranah Senopati Tahap 1, mereka belum pernah merasakan intimidasi spiritual sepekat ini dari seorang pemuda.

Aura emas yang membungkus tubuh Satria terasa begitu murni, sementara hawa dingin dari bilah pedangnya terus-menerus menusuk meridian mereka.

"Adikku, jangan menahan diri lagi! Jika kita tidak menyatukan jiwa kita sekarang, kita tidak akan punya kesempatan untuk melihat matahari esok hari!" raung Guntur dengan mata memerah.

"Baik, Kakak! Jiwa Gurita Hitam, Bangkit!" balas Geling seraya melompat mendekat ke arah saudara kembarnya.

Keduanya menyilangkan lengan mereka yang penuh tato gurita purba.

Detik berikutnya, sisa Prana hitam di dalam dantian mereka bergolak liar, keluar dari pori-pori kulit mereka dan menyatu menjadi satu entitas ghaib raksasa di udara.

Sesosok hantu gurita hitam setinggi tiga puluh meter dengan puluhan tentakel yang dilapisi duri berbisa mewujud, memancarkan raungan spiritual yang mampu memecahkan gendang telinga manusia biasa.

Ini adalah Ajian Manunggal Jiwa Segoro, teknik rahasia terlarang yang memungkinkan dua pendekar Ranah Senopati Tahap 1 menggabungkan seluruh esensi kehidupan mereka untuk sementara waktu, mendobrak kekuatan mereka hingga menyamai Ranah Senopati Tahap 3 puncak.

"Bocah sialan! Mati kau di bawah jeratan naga laut kami!" teriak kedua Wakil Tetua itu bersamaan. Hantu gurita raksasa tersebut menggerakkan empat tentakel terbesarnya secara serentak, mencengkeram jalur menukik Satria dari empat penjuru dengan kecepatan yang telah membelah angin badai.

Satria yang berada di udara hanya menatap pemandangan itu dengan senyum sinis di balik caping bambunya. Sifat anti-hero-nya yang angkuh namun penuh perhitungan tahu betul bahwa kekuatan gabungan ini hanyalah perjuangan sia-sia dari mangsa yang terdesak. Struktur Tubuh Fisik Sisik Naga-nya bergetar samar, siap menyerap sisa benturan jika ada energi yang lolos dari pedangnya.

"Sistem, aktifkan slot permata kedelapan secara penuh. Salurkan esensi Prana Arus Dalam Samudra yang telah dimurnikan untuk memotong ikatan jiwa mereka," perintah Satria secara mutlak.

[Bip! Mengaktifkan Slot Kedelapan: Permata Safir Kosmik Kelam!]

[Mengkonsumsi esensi energi internal... Ketajaman pedang meningkat 200% terhadap entitas berbasis jiwa spiritual!]

WUUUSH!

Kristal safir hitam yang tertanam di pangkal bilah Pedang Bintang Delapan Kosmik Kedewaan mendadak memancarkan lingkaran cahaya hitam yang pekat, menelan kilau perak dari tujuh permata rasi bintang lainnya. Bilah pedang Satria kini tampak bagaikan lubang hitam mini yang bergerak memotong realitas.

"Ajian Pedang Pembelah Lautan... Tebasan Keenam: Tebasan Jiwa Memutus Sunyi!"

Satria mengayunkan pedangnya dalam satu garis lurus yang sangat tipis ke arah hantu gurita raksasa tersebut. Tidak ada gelombang kejut yang menggelegar, tidak ada ledakan cahaya yang menyilaukan. Serangan ini begitu sunyi, namun efeknya jauh lebih mengerikan daripada tebasan-tebasan sebelumnya.

Sreeet...

Garis hitam tipis yang dilepaskan oleh pedang Satria melintas melewati empat tentakel ghaib dan langsung memotong tepat di tengah-tengah tubuh hantu gurita raksasa tersebut. Begitu garis hitam itu lewat, entitas spiritual yang semula tampak sangat solid dan mengerikan itu mendadak membeku. Warna hitamnya memudar menjadi kelabu, sebelum akhirnya retak dan pecah menjadi jutaan serpihan debu spiritual yang langsung lenyap ditelan angin malam.

"B-Bagaimana mungkin... ajian manunggal kami pecah dalam satu tebakan sunyi?!" Guntur memuntahkan seteguk darah hitam, tubuhnya limbung ke depan akibat efek umpan balik spiritual yang menghancurkan dantiannya.

Geling di sampingnya tidak sempat mengeluarkan suara. Ikatan jiwa yang terputus secara paksa membuat meridian di sekujur tubuhnya meledak dari dalam. Kulitnya yang penuh tato gurita retak, mengeluarkan darah segar yang terus mengalir tanpa henti.

Satria mendarat dengan anggun tepat di depan kedua Wakil Tetua yang kini telah berlutut tanpa daya di atas dek kapal yang perlahan mulai tenggelam. Tanpa memberikan waktu bagi mereka untuk memohon atau mengancam, Satria membalikkan pergelangan tangannya dan mengayunkan pedangnya dua kali dengan sangat cepat.

CRASH! CRASH!

Dua kepala Wakil Tetua Faksi Laut Selatan itu menggelinding ke atas papan kayu yang basah, menyusul takdir ratusan anak buah mereka yang telah lebih dulu menjadi santapan ikan laut.

[Bip! Anda telah menumpas Wakil Tetua Guntur (Ranah Senopati Tahap 1) dan Wakil Tetua Geling (Ranah Senopati Tahap 1).]

[Mendapatkan: 50.000 Poin Sistem!]

[Memicu pembersihan sisa-sisa armada patroli (350 Kultivator tersisa tenggelam).]

[Mendapatkan Tambahan: 35.000 Poin Sistem.]

[Total Saldo Poin Keseluruhan: 182.500 Poin!]

[Pemberitahuan: Akumulasi poin di atas 180.000 memicu pembukaan otomatis Toko Kategori 4 (Ranah Raja & Manipulasi Ruang Tingkat Lanjut). Sinkronisasi sedang berlangsung...]

Melihat angka di layar batinnya yang kini melonjak drastis, Satria menarik napas dalam-dalam, merasakan kepuasan yang luar biasa. Ia menyarungkan kembali pedang kosmiknya ke punggung, lalu melompat kembali menuju kapal perang utamanya yang masih terlindung dengan aman di bawah kubah Mantra Cundamani milik Dyah Sekar Ayu.

Begitu kakinya menapak di atas geladak, kubah cahaya putih keemasan itu perlahan memudar. Sekar Ayu melangkah mendekat, wajah esnya tampak sedikit pucat karena harus mempertahankan pelindung berskala besar di tengah badai, namun sepasang matanya tetap memancarkan kekaguman mutlak kepada pria di hadapannya.

"Seluruh armada patroli luar mereka telah musnah dalam waktu kurang dari satu penanakan nasi, Satria," ucap Sekar Ayu dengan suara yang sedikit bergetar karena takjub. "Kekuatanmu... benar-benar melampaui logika para pendekar di Dwipantara."

"Ini baru langkah pembersihan luar, Sekar Ayu. Sarang utama mereka sudah dekat, dan aku butuh sesuatu yang lebih kuat untuk menghadapi Pemimpin Besar mereka," jawab Satria dingin. Ia berjalan menuju ruang kapten kapal, meninggalkan perintah pendek, "Jaga kemudi tetap stabil menuju koordinat utama. Aku akan melakukan meditasi singkat untuk menyinkronkan item baru dari sistem."

"Hamba mengerti," Sekar Ayu membungkuk hormat, sebelum akhirnya berbalik menuju anjungan kemudi dengan kewaspadaan penuh.

Di dalam ruang kapten yang sunyi, Satria langsung duduk bersila di atas lantai kayu. Ia menutup matanya dan memanggil antarmuka sistem yang kini telah berubah warna menjadi keunguan pekat, menandakan Toko Kategori 4 telah terbuka sepenuhnya.

"Sistem, tampilkan semua item tingkat Ranah Raja yang bisa kubeli dengan saldo 182.500 poin saat ini," instruksi Satria di dalam benaknya.

[Bip! Membuka Toko Kategori 4 (Ranah Raja & Warisan Kosmik):]

• Pil Melompati Batasan Raja (Tingkat Surga Awal) – Harga: 100.000 Poin. (Memicu evolusi dantian secara instan untuk membentuk Inti Emas Ranah Raja, meningkatkan kapasitas Prana sebesar 500% dan membuka kemampuan terbang tanpa bantuan alat ghaib).

• Kitab Langkah Bayang Angkasa (Teknik Gerakan Ranah Raja) – Harga: 60.000 Poin. (Memungkinkan Inang melakukan teleportasi jarak pendek sejauh 50 meter secara instan dengan memanfaatkan celah ruang spiritual).

• Esensi Sumsum Tulang Dewa Warak – Harga: 75.000 Poin. (Material pemurnian tulang tingkat legendaris. Meningkatkan ketahanan Tubuh Fisik Sisik Naga menjadi Tubuh Abadi Zirah Naga Langit, kebal terhadap racun tingkat tinggi dan serangan Ranah Raja Tahap 1).

Satria menganalisis tiga pilihan tersebut dengan kalkulasi yang sangat cermat. Ia selalu mengutamakan efisiensi bertarung tahu bahwa menghadapi Pemimpin Besar Faksi Laut Selatan yang dirumorkan berada di Ranah Raja membutuhkan fleksibilitas taktis dan mobilitas yang tinggi, bukan sekadar kekuatan mentah.

"Sistem, beli Pil Melompati Batasan Raja dan Kitab Langkah Bayang Angkasa. Sisa poin biarkan tersimpan untuk penyesuaian ranah nanti," putus Satria tanpa ragu.

[Bip! Memotong 160.000 Poin Sistem. Saldo Anda saat ini: 22.500 Poin.]

[Proses pengiriman selesai! Dua item telah dimasukkan ke dalam Ruang Kesadaran Inang. Memulai proses penyerapan Kitab Langkah Bayang Angkasa secara instan...]

WUUUSH!

Sebuah aliran informasi spiritual yang sangat masif mendadak meledak di dalam otak Satria, memaksanya untuk memahami jutaan rumus pergeseran ruang dan manipulasi titik koordinat spiritual hanya dalam beberapa hela napas. Di saat yang sama, sebuah pil berwarna ungu tua yang memancarkan aroma wewangian surga muncul di telapak tangannya.

Satria menatap pil tersebut dengan tatapan yang sarat akan ambisi kejam. Dengan pil ini dan teknik pergeseran ruang yang baru dipahaminya, bentangan Samudra Selatan yang ganas ini tidak akan lagi menjadi tempat persembunyian yang aman bagi para bajak laut ghaib tersebut. Ia akan memastikan bahwa ketika kapal mereka tiba di markas utama musuh, yang tersisa hanyalah keputusasaan dan lautan darah yang akan mengukuhkan posisinya sebagai penguasa baru wilayah perairan Dwipantara.

1
Anata diya
/Smile//Smile//Smile/
Ranah Pengangguran Bintang 5
Semangat Thor!!! Jangan Sampai Putus Ditengah Jalan....
Tante Mimi
Bagus.. ceritanya seru, tapi sayang bab-nya masih sedikit /Sob/ semangat, jangan lupa update yang banyak/Chuckle/
RIOR'CC
Jangan Lupa Follow & Like Guys 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!