"Kamu di diagnosa kanker otak stadium 3,tapi masih gejala awal jadi tingkat kesembuhan masih ada 75 % lagi,asal secepatnya operasi"
"Jika aku tidak operasi?"
"Jangan gila,kau bahkan tidak akan bertahan sampai 5 bulan"
"Kalau begitu biarkan saja"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ternyata dia adik tiri ku
Hermanto Kusuma,pria paruh baya berusia 50 tahun dengan setelan jas rapi dan tubuh tinggi yang berisi,menatap wanita muda yang saat ini duduk di depannya dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Kau pasti ingat tempat ini kan",tanya nya dengan senyum samar melemparkan tatapanya ke sekitar dengan ingatan yang juga berpetualang.
"Tentu saja,ini adalah tempat dimana aku masih memiliki kebahagiaan,sebelum itu semua di rebut oleh tuhan sehingga aku kehilangan kedua orang tua ku selamanya.
Pria paruh baya bernama Herman itu tampak sedikit terkejut dengan ucapan putrinya yang duduk di hadapanya,sejak wanita muda itu memang tidak bersahabat dengannya,"Maafkan papa...,"
"Papa saya sudah meninggal sejak saya berusia 6 tahun".
Adeline kembali membuka suaranya membenarkan dan mengingatkan pria paruh baya itu dengan tegas,karna bagi seorang anak yang tidak di inginkan dan di buang sejak kecil oleh Orangtuanya sama saja sudah tidak mempunyai orang tua.Ya,sejak Ia di buang ke panti asuhan sejak usia 6 tahun dan selama 10 tahun di sana hingga Ia tumbuh dewasa,tidak ada yang namanya orangtua,atau satupun di antara mereka yang pernah mendatanginya atau mencari keberadaanya,seolah mereka tidak pernah mempunyai anak.
"Jaga ucapanmu,kau menyumpahi orangtua mu!"
Pada saat itu seorang wanita paruh baya dengan penampilan yang masih modis dan wajah yang masih awet muda datang dengan wajah angkuh dan terlihat marah, begitu saja duduk di samping sang pria paruh baya bernama Hermanto itu dan langsung memotong pembicaraan.
Adeline kenal wanita itu,dia adalah Kayla istri Hermanto kusuma yang dulu langsung di bawa oleh pria itu begitu bercerai dan istri sah nya pergi,membawa putrinya yang seusia dengannya dan berkuasa di rumahnya hingga melemparkannya keluar dari rumahnya sendiri.
"Pa sudahlah,anak ini memang tidak bisa di lembuti.Cepat katakan tujuan kita memanggil nya kemari Jangan membuang waktu dengan nya", sarkas nya langsung dengan angkuh.
"Baiklah,kau yang meminta ku untuk berbicara tegas."Raut wajah Herman berubah tegas dan dingin,seolah lelah dan berhenti bepura-pura."Aku ingin kau bercerai dengan suami mu"
"Apa hak mu menyuruh ku bercerai dengan suamiku?,kau bukan siapa-siapa"
"Ya,kami memang bukan siapa-siapa kamu,tapi Damar seharusnya menjadi suami dari putri kami.Kau telah merebut calon suami putri ku!",wanita paruh baya itu menyambar dengan cepat dan dengan suara yang sedikit melengking.
"Putri mu?",Wajah seseorang yang belum lama ini Ia kenal tergambar di pikiran nya namun Ia akan menolak pikirannya itu,karna dunia tidak mungkin sesempit itu kan?
"Ya putri ku.SHAKIRA KUSUMA berpendidikan tinggi seorang wanita karir yang sukses,dia adalah putri ku yang tidak bisa di bandingkan dengan mu sedikitpun"
"Kau tidak mungkin tidak mengenalinya,dia adalah selebriti terkenal dan pastinya kalian sudah bertemu kemarin kan saat dia datang kembali ke keluarga Pradipta untuk mengambil posisinya sebagai istri dari Damar Pradipta pewaris utama perusahaan keluarga Pradipta"
Ucap wanita itu dengan senyum cemooh dan perasaan yang bangga memperkenalkan putrinya.
"Shakira Kusuma?",gumamnya dengan suara pelan namun Ia tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya,Ia bahkan linglung dan diam bak patung beberapa saat.Rasanya Ia tidak percaya setelah mendengarnya,dunia benar-benar begitu sempit dan mempermainkannya dengan tak main-main seolah kehidupan nya adalah sebuah lelucon."Haha...hahaha...,ahahaha"
Kedua pasangan paruh baya itu terkejut saat wanita muda di hadapan mereka tiba-tiba tertawa dan bertuk tangan seperti orang gila sehingga menarik perhatian pengunjung lain.
"Pa,dia kenapa?.Apa dia punya kelainan jiwa?"
"...,Tidak mungkin.Dia mungkin saja hanya syok "
"Tidak,dia pasti sudah gila pa.Cepat selesaikan dan tinggalkan dia di sini,memalukan sekali."
"Dengar,Kalaupun kau tidak setuju untuk bercerai.Kau juga akan tetap di ceraikan,karna sejak awal Damar san Shakira sudah di takdirkan sejak kecil,mereka sudah di jodohkan sejak kecil dan yang paling penting mereka itu saling mencintai dan setara"
Setelah mengatakannya,Kayla menarik suaminya yang tetap duduk menatap Adeline yang masih tertawa bak ada sesuatu yang begitu lucu sehingga membuatnya tidak bisa berhenti tertawa.
Herman menoleh ke belakang melihat putrinya yang berangsur-angsur berhenti tertawa,hingga semakin jauh istrinya menarik Ia pergi semakin hilang pula putrinya dari pandangan nya.
"Haha..ha..ha"
Air mata sudah membanjiri wajah Adeline saat ini meski Ia tertawa,hingga tawa itu berangsur-angsur berganti menjadi isak tangis.
"Kenapa harus aku hiks?,kenapa harus aku yang menjalani takdir ini?"
"Aku lelah,aku tidak mengerti bagaimana aku harus menjalani kehidupan ku?"
"Hiks..."
***
Sore hari Adeline kembali ke rumah yang Ia tingali bersama Damar selama 4 tahun menikah,rumah yang pernah Ia anggap sebagai tempat pulang yang paling nyaman dan rumah yang Ia impikan sebagai tempat Ia akan merawat anak-anaknya dengan bahagai,dan pernah Ia janjikan tidak akan membuat anak-anaknya mengalami nasib yang sama dengan nya.
Namun kenyataannya selama 4 tahun menikah,nyatanya Ia tidak memiliki anak karna Ia hanya istri yang tidak di inginkan dan akan di singkirkan,setelah wanita yang sebenarnya di cintai suaminya dan keluarga suaminya kembali.
Tadinya Ia berpikir untuk menyerah dan pergi dengan ikhlas,tapi kenapa?
Kenapa wanita yang di cintai suaminya adalah saudara tirinya sendiri?,anak dari perempuan selingkuhan ayahnya,perempuan yang merebut ayahnya dari ibunya.
Perempuan yang membuat keluarganya hancur.
Apakah Ia juga harus menyerah dan kalah sama seperti ibunya?,dimana wanita yang ingin merebut suaminya anak dari wanita yang merebut ayahnya?
Ia duduk di atas ranjang king size yang dingin dan sunyi seolah menggambarkan hubungan nya. Pandangan berhenti pada posisi dimana Damar suaminya biasa tertidur."Apakah aku harus berjuang sekali lagi?,atau aku akan membiarkan mereka sekali lagi menang dengan cara yang sama lagi"
"Tidak,aku tidak bisa membiarkan nya.Damar sudah menjadi suami ku,dan sudah sepantasnya aku mempertahankan hubungan kami"
Ia kemudian mengambil ponsel nya,ingin menanyakan dimana suaminya itu saat ini,tapi saat membuka ponselnya dan menghidupkan data sebuah pesan masuk dari ibu mertuanya yang masuk beberapa menit lalu.
''Damar tidak akan pulang malam ini,dia akan menginap di sini jadi kau tidak usah menunggu nya pulang ya"
Pesan yang bersamaan dengan sebuah foto yang di kirimkan,dimana suaminya yang sedang bekerja di ruang kerjanya di mansion keluarga Pradipta,namun di sana Shakira duduk di sebelahnya juga ikut bekerja,keduanya tampak serius.
***
Jangan lupa like komen ya😘💖💖💖
pengen lihat adel bangkit dan melihat karma si dua perempua jahat itu
jangan mau Terima apapun dr mereka Adeline..