NovelToon NovelToon
Menikahi Duda Kaya Raya

Menikahi Duda Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yayalifeupdate

Dinzy Aurora, gadis berusia 21tahun yang hidup sebatang kara di Ibukota, mengadukan nasibnya berharap memiliki kehidupan yang layak. Saat ini Dinzy baru saja lulus dari kampus terbaik di kota tersebut, mendapatkan gelar cumlaude bukan berarti Dinzy bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Setalah 2 bulan menerima Ijazahnya, Dinzy belum juga mendapat panggilan wawancara kerja. Dan selama 2 bulan tersebut sambil tetap mencari pekerjaan baru, Dinzy masih bekerja di sebuah coffee shop. Selama Dinzy tinggal di Ibukota, Dinzy memang melakukan pekerjaan paruh waktu untuk menyambung hidupnya, meskipun Dinzy mendapatan beasiswa dan juga biaya hidup, namun itu tidak menghalangi Dinzy untuk tetap bekerja. Dinzy tumbuh di sebuah panti asuhan di pesisir Ibukota. Ia tidak mengenal siapa Ayah dan Ibunya. Meskipun ia sangat penasaran, tapi pihak panti juga tidak bisa membantu Dinzy karena saat itu, Ibunya Dinzy hanya menyerahkan Dinzy begitu saja dan meninggalkan Dinzy di panti asuhan tersebut. Hanya nama yang Dinzy terima dari Ibunya, nama pemberian dari sang Ibu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

Dinzy benar-benar menerima undangan dari Arka. Dan ternyata Arka tidak datang sendirian, melainkan bersama dengan calon istrinya.

 

"Dinzy ya" ucap Salsa

 

"Iya" jawabnya ramah

 

"Maaf ya kita maksa kirim undangan, soalnya kalian kan saling mengenal. Tidak ada salahnya kan kami mengundang kamu datang ke acara pernikahan kami?"

"Gak apa-apa, aku justru senang"

 

Salsa sedikit terdiam, karena melihat ekspresi Dinzy yang berbeda dari yang dia harapkan. Salsa befikir Dinzy akansedih atau berontak, nyatanya Dinzy sangat tenang.

 

"Jangan lupa datang ya Dinzy, keluarga Arka pasti senang bisa ketemu kamu lagi"

"Iya, pasti kok. Jangan hawatir, selamat ya untuk kalian"

 

Salsa dan Arka meninggalkan rumah Dinzy, kemudian Dinzy hanya diam menatap kepergian mereka.

 

Dinzy mengambil ponsel di dalam tasnya, kemudian mengirimkan pesan kepada Luca jika ia sudah menerima undangan pernikahan tersebut.

 

"Minggu depan pernikahan mereka?" - Luca

"Iya, hari Minggu" - Dinzy

"Besok pulang kerja, aku bisa bantu kamu carikan gaun untuk datang ke pesta mereka sayang" - Luca

"Gaun?" - Dinzy

"Iya, kamu harus cantik" - Luca

 

Dinzy meletakkan ponselnya, kemudian ia segera mandi dan menyiapkan beberapa pekerjaannya yang belum selesai, karena besok adalah hari senin, dan seperti biasa Dinzy harus kembali bekerja.

 

.

.

 

Pagi ini seperti biasa, Dinzy dijemput oleh Luca kemudian mereka berangkat ke kantor bersama. Meskipun gossip tentang mereka begitu kencang di kalangan kantor tempat Dinzy bekerja namun Dinzy tidak peduli dengan apa yang ia dengar.

 

Luca selalu mengingatkan selama apa yang mereka lakukan tidak merugikan siapapun, Dinzy tidak perlu mendengarkan apa yang mereka katakan.

 

"Nanti aku jemput agak telat ya sayang" ucap Luca lembut

 

"Iya, gak apa-apa kok kalau kamu masih sibuk"

"Depan ada coffee shop, kamu bisa tunggu aku disana sambil makan"

"Oke sayang"

 

Dinzy kemudian keluar dari mobil Luca dan masuk ke dalam kantornya. Sementara Luca kembali ke kantornya dan memulai semua pekerjaannya.

 

Meskipun hari ini Luca sangat sibuk, tapi itu semua tidak menghalangi dia untuk tetap menjemput Dinzy dan memastikan Dinzy baik-baik saja.

 

"Hai Din" sapa Maya

 

"Mbak Maya, pagi" ucap Dinzy

 

"Pagi, wah sekarang gak sama Siska tapi sama Pak Luca ya"

"Iya Mbak, gak bisa di tolak. Aku bilang berangkat lebih awal, dia pun sudah parkir depan rumah"

"Din, harus disyukuri. Gak semua cewek dapat effort cowok seperti yang di lakuin Pak Luca"

"Iya sih Mbak"

"Itung-itung bisa ketemu setiap hari hehehe"

"Mbak Maya ini bisa aja"

"Eh, aku titip ini dong. Aku mau beli bubur, mau gak?"

"Aku sudah makan Mbak, Mbak Maya aja"

"Yah kok gitu sih Din"

"Serius Mbak, aku sudah kenyang"

"Ya sudah, aku titip dokumen ini ya"

"Oke Mbak Maya, hati-hati nyebrangnya"

"Oke Dinzy"

 

Maya meninggalkan Dinzy, kemudian Dinzy menuju lift untuk segera naik ke ruangannya. Di dalam ruangannya, Dinzy meletakkan dokumen milik Maya kemudian kembali ke mejanya.

 

Ruangan tersebut masih sepi karena waktu masih menunjukan pukul 8.30 dan biasanya beberapa orang akan datang 10 menit sebelum jam kerja di mulai.

 

"Pagi Din" sapa Hendra

 

"Pagi Mas" jawabnya

 

"Mana Siska, belum datang jam segini"

"Iya Mas, terlambat mungkin"

"Kita janjian pagi, mau ketemu GM"

"Coba di telepon dulu Mas. Mungkin masih di jalan"

"Iya, tumben aja belum datang"

 

Hendra menghubungi Siska namun tidak ada jawaban. Dinzy muai terlihat panik karena dia mengingat kejadian sebelumnya.

1
falea sezi
jangan percaya🤣 uda sering cek. in dia sis
falea sezi
lanjjtt
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
wah bisa nih foto nya dikirim ke istrinya alvin biar mampus si moza ditangan istrinya alvin 🤭
Wahyuni Abuzar
iihh bisa yaa gitu tanpa babibu main sp aja...🤪
Scd: Iya ihhh kesel kan🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!