NovelToon NovelToon
The System'S Guide To Ruining The Villainess

The System'S Guide To Ruining The Villainess

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi / CEO
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: DinaRyu

Up setiap hari

Stella Odette Rosewood terbangun dengan reputasi hancur, dikelilingi teman toxic, dan adik tiri bermuka dua yang ingin merebut segalanya termasuk Neo Hayes Blake, CEO dingin incaran banyak orang.

Satu-satunya jalan keluar adalah "Vix", sistem berwujud rubah ekor sembilan cerewet yang memaksanya menjalankan berbagai misi demi bertahan hidup. Stella pun mengubah taktik: membuang orang-orang toxic, merombak penampilannya, dan sengaja mendekati Neo untuk menghancurkan rencana adik tirinya.

Awalnya, interaksi mereka canggung dan Neo terlihat tak peduli. Namun, di balik kelakuan absurd dan omelan Stella pada sesuatu yang tak kasatmata, Neo melihat sosok wanita cerdas yang mati-matian berjuang sendirian.

Saat bahaya sesungguhnya dari intrik keluarga mulai mengancam nyawa Stella, sang CEO mengambil langkah.

Pria dingin itu kini menjadi pelindung posesif yang tak segan menghancurkan siapa pun yang berani mengusik miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DinaRyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 34: Trik Kecil Nona Tengil

System Glicth

Pria itu sudah mengenakan jas charcoal-nya dengan sempurna, sedang berbicara pelan dengan Liam.

Menyadari suara hak sepatu Stella, Neo berbalik. Tatapan obsidiannya langsung mengunci sosok Stella dari kejauhan.

Pria itu melangkah mendekat, auranya yang gelap dan kuat membelah keheningan lobi.

"Sudah selesai bermain bos, Rosewood?" sapa Neo dengan nada serak yang selalu berhasil membuat bulu kuduk Stella berdiri.

"Semuanya sesuai jadwal, Tuan Blake," jawab Stella santai, menjaga jarak aman agar tidak terhipnotis oleh wangi pria itu.

"Aku akan pulang sekarang."

Neo melirik ke luar kaca lobi. Hujan mulai turun cukup deras. "Mobilku ada di depan. Aku akan mengantarmu."

Bukan sebuah tawaran, melainkan perintah mutlak.

Stella menaikkan sebelah alisnya. "Seorang CEO mengantarkan rekan bisnisnya pulang? Apa ini termasuk ke dalam pelayanan premium Blake Group?"

"Ini termasuk ke dalam asuransiku agar kau tidak tersandung di jalanan gelap dan membuat jadwal proyekku tertunda besok pagi," balas Neo dengan seringai tipis yang luar biasa tampan.

Pria itu memberikan gestur dengan tangannya agar Stella berjalan lebih dulu.

Di dalam mobil yang melaju menembus hujan, keheningan menyelimuti mereka berdua. Hanya ada alunan musik klasik yang terdengar sangat pelan.

Stella duduk bersandar, memejamkan matanya, menikmati kehangatan kabin mobil tersebut.

Di sebelahnya, Neo duduk dalam diam, matanya terpaku pada pantulan wajah Stella di kaca jendela mobil yang gelap.

Tiba-tiba, layar biru menyala di balik kelopak mata Stella yang terpejam.

[ Ding! ]

[ Misi Harian Diaktifkan! ]

[ Misi: Jadilah wanita yang tidak mudah dilupakan. Saat mobil berhenti di tujuan, lepaskan salah satu jepit rambutmu dan selipkan diam-diam di sela-sela jok mobil tepat di sebelah Neo. Buat dia memikirkanmu sepanjang malam! ]

[ Hadiah: 20 Poin Karma. ]

[ Hukuman Gagal: Host akan melupakan kode sandi pintu apartemen sendiri dan terpaksa tidur di lorong luar semalaman. ]

Stella langsung membuka matanya. Ia menatap nanar ke arah layar yang perlahan menghilang.

Tidur di lorong yang dingin saat hujan deras? Mutlak bukan pilihan.

Mobil SUV raksasa itu akhirnya berhenti dengan mulus di depan gedung apartemen tua Madeline Claire.

Liam dengan sigap turun untuk membukakan pintu belakang dengan payung di tangannya.

Stella menarik napas dalam-dalam. Tangannya bergerak cepat dan natural ke rambutnya, menarik sebuah jepit rambut berbahan logam emas kecil berhiaskan mutiara yang menjepit poni sampingnya.

Dengan gerakan yang sangat lihai dan tak terlihat, ia menjatuhkan jepit rambut itu tepat di batas antara kursinya dan kursi Neo, menyelipkannya sedikit di lipatan kulit jok mobil mewah tersebut.

"Terima kasih atas tumpangannya, Tuan Blake," Stella tersenyum manis ke arah Neo, senyuman yang penuh arti rahasia.

"Sampai jumpa besok pagi."

Neo hanya menganggukkan kepalanya pelan, matanya tidak berkedip menatap Stella hingga wanita itu melangkah keluar dari mobil dan menghilang di balik pintu lobi apartemen.

"Kembali ke rumah, Liam," perintah Neo serak.

Mobil kembali melaju.

Neo menyandarkan punggungnya ke belakang, menghela napas panjang.

Udara di dalam mobil ini tiba-tiba terasa sangat kosong setelah wangi White Tea & Peony perlahan memudar.

Neo menggerakkan tubuhnya sedikit untuk memperbaiki posisi duduknya. Tiba-tiba, ujung jarinya menyentuh sebuah benda logam kecil yang dingin di sela-sela jok kulitnya.

Alis Neo bertaut. Ia mengambil benda itu dan mengangkatnya ke depan wajah.

Sebuah jepit rambut mutiara.

Sisa wangi teh putih yang sangat halus menguar dari jepit rambut tersebut, langsung menyerbu indra penciuman Neo tanpa ampun.

Pria itu terdiam mematung, menatap benda kecil di telapak tangannya yang besar dan kokoh.

Neo Hayes Blake bukanlah pria yang mudah ditipu. Ia tahu persis bagaimana cara kerja otak musuh-musuhnya.

Stella tidak mungkin 'tidak sengaja' menjatuhkan barang pribadi seperti ini di wilayah kekuasaannya. Wanita itu melakukannya dengan sengaja.

Sebuah trik murahan untuk memastikan eksistensinya tertinggal di sini, menginvasi ruang pribadi Neo bahkan saat tubuhnya sudah tidak ada.

Trik yang sangat manipulatif, sangat tengil, sangat licik dan... sangat berhasil.

Bukannya merasa muak, seringai lebar yang luar biasa gelap dan berbahaya perlahan terbit di wajah tampan Neo.

Ibu jarinya mengusap mutiara kecil di jepit rambut itu dengan gerakan membelai yang posesif.

Darahnya mendidih oleh sebuah antusiasme mematikan.

"Pintar sekali kau bermain trik, Stella," bisik Neo rendah, suaranya dipenuhi oleh rasa lapar yang selama ini terkunci rapat.

Pria itu mengepalkan tangannya perlahan, menyimpan jepit rambut itu di dalam genggamannya seolah itu adalah jaminan bahwa wanita pembuat onar tersebut tidak akan pernah bisa benar-benar lepas dari radarnya.

To be Continued

1
Puch🍒❄
lah loh hah eh kok bukannya dh diambil lg sama stella yak lah kok masih dia sih lah loh heh🤨
aku
ngabrut baca ini astaga 🤣🤣🤣
paijo londo
🤣🤣🤣yg datang ternyata tuan blake y waduh misi suruh kedip tuh awaasss entar tuan blake terpesona looohhh😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!