Apa jadinya jika bertemu dengan sosok pria dingin tapi tampan dan pria itu menjadi pacar bohongan kita?
Nasib percintaan seorang Alexa Stefani selalu gagal dimana dirinya yang selalu dikihanati cinta pertama nya hingga dikhianati sahabatnya sendiri. Hingga suatu hari dirinya bertemu dengan sosok pria dingin yang akhirnya menjadi pacar nya meskipun bohongan.
*
Mahendra Alan Angkasa, sosok pria dingin dan tampan membuat semua wanita selalu mendekatinya dengan takut takut. Hingga suatu hari dimana iya harus berpacaran bohongan dengan seorang gadis yang memiliki paras cantik namun ceroboh.
Akankah mereka selalu bersama selamanya?
#SEQUEL MY LITTLE WIFE
( ANAKNYA ALITA DAN IVAN)
#WAJIB BACA MY LITTLE WIFE YAHH GAESSS
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wdy_k26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cemburunya Alan
Alexa berjalan dengan kesal, rasanya ia sangat ini menonjok pria dingin itu
"Dasar Alan brengsek" ucap nya sambil menghentakkan kakinya dengan kesal
"Kakak kenapa?" Ucap seorang anak kecil yang tiba tiba mendekat ke arahnya saat ia sudah duduk di sebuah bangku yang ada di taman rumah sakit.
"Ah adik kecil, kakak gak kenapa napa kok. Oh iya nama kamu siapa?" Tanya Alexa yang memperhatikan gadis kecil tersebut
"Nama aku sasha kak" ucap gadis kecil tersebut yang membuat Alexa mengangguk mengerti
"Sasha mau gak temani kakak disini? Kebetulan kakak sendiri gak ada teman"
"Mau kak, Sasha mau temani kakak" ucap sasha dengan anggukan semangat.
*****
Dilain sisi, Alan membolak balikkan tubuhnya. Jujur saja dirinya tidak bisa tidur dengan nyenyak.
"Astagaa aku kenapa? Kenapa aku gak bisa tidur" gumam Alan dengan kesal
Ia memutuskan untuk berjalan ke arah jendela yang ada di ruangannya dan kebetulan sekali jendela tersebut menghadap ke arah taman rumah sakit ini
"Alexa? Ngapain gadis itu di sana?" Gumam Alan saat melihat Alexa duduk dengan seorang anak kecil.
Alan menatap dengan cermat apa yang dilakukan gadis itu, dimulai tertawa bersama anak kecil itu, bermain dan sampai tiba dimana anak kecil itu dijemput oleh perawatnya.
"Kenapa gadis itu masih disini? Bukan kah lebih baik dia kesini" gumam Alan dengan kesal.
Alan berjalan ke arah tombol yang ada di dekat tempat tidurnya dan menekannya
"Bawakan saya kursi roda"
*******
Alexa menghela nafas sedih, baru saja dirinya memiliki teman tiba tiba anak itu sudah dijemput oleh perawat. Ayolah dia sangat bosan dan lapar, dia sangat ingin kembali ke ruangan proa dingin itu tapi mau ditarok dimana muka nya ini?
"Astaga aku laparr" gumam Alexa dengan kesal
"Makanlah" ucap seseorang yang memberikan sebungkus roti kepadanya.
Alexa menatap seseorang yang memberikan nya roti tersebut, ia benar benar terperangah. Benarkah pria ini yang memberikan rotinya?
"Eh makasih tapi tidak perlu" ucap Alexa yang langsung mengembalikan roti tersebut
"Aku bukan orang jahat, kau tenang saja. Oh iya nama ku edward" ucap Edward sambil duduk di sebelah Alexa
"Alexa" balas Alexa sambil menatap Edward
"Kenapa tidak makan? Tenang saja aku bukan penjahat kok" ucap Edward yang membuat Alexa tersenyum malu.
"Kau ingin menjenguk siapa disini?" Ucap Alexa yang memulai percakapan
"Aku menjenguk teman kuliah ku, oh iya kau?" Tanya Edward dengan heran
"Aku menjenguk tetangga apartemen ku" ucap Alexa dengan senyum manis di bibirnya.
"Lalu kenapa kau disini? Kenapa tidak ke ruangan tetanggamu saja?"
"Aku hanya mencari angin, kau?" Tanya Alexa sambil memakan roti tersebut
"Aku melihat gadis cantik yang sedang murung, tentu saja aku kesini" ucap Edward dengan percaya diri yang membuat Alexa tertawa kecil.
Dilain sisi, Alan menatap Alexa yang sedang berbincang dengan seorang pria. Ayolah, dia sudah capek capek kesini sambil membawakan makanan yang dibawakan gadis itu namun apa yang di dapatnya? Gadis itu sedang berbahagia dengan pria yang tidak dikenalnya.
"Brengsek" gumam Alan sambil membuang melemparkan makanan itu ke tong sampah.
"Bawa saya kembali ke ruangan" ucap Alan yang dibalas anggukan perawat yang saat ini membantunya kesini.
*****
Tanpa terasa Alexa telah menghabiskan roti yang telah diberikan Edward kepadanya.
"Terimakasih Edward, roti ini sangat enak" ucap Alexa dengan wajah bahagianya.
"Tidak usah sungkan, aku hanya membeli 2 dan kebetulan juga aku mendengar mu mengatakan bahwa kau lapar. Ya sudah aku memberikannya untuk mu" ucap Edward yang membuat Alexa menunduk malu.
"Kenapa wajahmu merah? Apa kau sakit?" Tanya Edward yang membuat Alexa menggelengkan kepalanya dengan malu.
"Hahaha gadis cantik seperti mu ini bisa malu ternyata" ucap Edward dengan tawa keras dari mulutnya.
*****
Vote and komen