NovelToon NovelToon
SEESAW

SEESAW

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Terjebak dalam pernikahan tanpa cinta bersama Arthur Bond, Rexana Nycekerh hidup bagai pajangan mahal di dalam sangkar emas. Demi menyelamatkan perusahan ayahnya yang terancam runtuh, Rex terpaksa menelan bulat-bulat dinginnya penghinaan dan tuduhan atas rahasia masa lalu yang enggan ia bocorkan. Namun, ketika kembali ke New York, takdir memainkan lelucon paling kejam.

Lexana, kakaknya sendiri, secara terang-terangan memamerkan kekasih barunya—Diedrick Glodereus Ashford.
Pria itu adalah pemilik masa lalu Rex, cinta pertamanya yang kini hadir kembali membawa dendam dan kepahitan.

Di tengah kepungan tuntutan keluarga yang tak berhati dan intrik kekuasaan, Rex harus berdiri sendirian di antara dua pria yang membencinya.

Akankah rahasia di balik perpisahan masa lalu mereka terkuak, atau justru Rex akan benar-benar hancur dalam permainan pembalasan dendam ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#26

Matahari mulai meninggi di atas langit Manhattan, tetapi bagi Rexana, setiap detik yang berlalu terasa bagaikan dentang lonceng kematian yang semakin nyaring.

Sejak acara sarapan selesai, Rexana telah mencoba berbagai alasan untuk lepas dari jangkauan Diedrick. Ia memohon izin untuk kembali ke Mansion Nycekerh demi mengambil barang-barang pribadinya yang tersisa, namun Diedrick hanya menyuruh Asisten Mark dan puluhan pengawal untuk membereskan segalanya tanpa membiarkan Rexana melangkah satu meter pun keluar dari garis pandangnya.

Kegilaan Diedrick hari ini benar-benar di luar kendali.

Pria itu menempel pada Rexana bagaikan bayangan yang tak terpisahkan.

Sikap posesifnya membuat seluruh penghuni Mansion Ashford membelalakkan mata.

Bahkan ketika Rexana pamit untuk pergi ke kamar mandi di lantai dua, Diedrick tanpa tahu malu berdiri tepat di depan pintu yang tertutup rapat, mengetuknya setiap tiga puluh detik.

KNOCK! KNOCK!

"Bellerina? Kenapa lama sekali? Buka pintunya, aku ingin masuk," panggil Diedrick dari luar dengan suara berat yang santai dan tanpa dosa.

Di dalam kamar mandi, Rexana memejamkan matanya rapat-rapat, memegang pinggiran wastafel dengan jemari gemetar. Pipi porselennya memerah padam. "Diedrick! Ini kamar mandi! Bisakah kau menungguku di luar dengan sopan?!"

"Kenapa harus di luar kalau aku bisa menunggumu di dalam?" sahut Diedrick santai dari balik pintu, memutar gagang pintu yang untungnya telah dikunci oleh Rexana dari dalam.

"Lagipula, tidak ada bagian dari tubuhmu yang belum kulihat atau kusentuh, Bellerina. Cepat buka, atau kubongkar engsel pintu ini sekarang."

"Diedrick Ashford!" histeris Rexana menahan teriakan.

Tuan Kaetos yang kebetulan melintas di lorong lantai dua bersama Nyonya Parrie menghentikan langkahnya. Pria paruh baya itu memijit pelipisnya yang berdenyut kencang, menatap putra kembarnya dengan raut wajah yang benar-benar muak.

"Diedrick!" gertak Kaetos dengan suara menggelegar, menunjuk wajah putranya dengan tongkat aristokratnya. "Bisakah kau menjaga harga dirimu sebagai seorang Ashford?! Wanita itu bahkan tidak bisa buang air kecil dengan tenang karena kelakuan mesummu! Menjauh dari pintu itu sebelum aku melemparmu keluar dari rumah ini!"

Diedrick hanya menyunggingkan senyum miring yang sangat menyebalkan, melipat kedua tangannya di dada tanpa niat sedikit pun untuk bergerak dari depan pintu kamar mandi. Parrie hanya bisa mengelus dada, terkekeh canggung melihat tingkah putranya yang benar-benar kehabisan akal sehat sejak Rexana kembali.

Waktu terus bergulir hingga malam hari akhirnya jatuh memeluk New York.

Kegagalan demi kegagalan yang dialami Rexana sepanjang hari membuatnya terjebak dalam kecemasan yang teramat sangat. Penerbangan pesawat pribadi keluarga Whitmore ke Zurich telah tertunda berjam-jam karena ketidakhadirannya.

Saat jam dinding menunjukkan pukul sebelas malam dan suasana mansion mulai hening, Rexana akhirnya melangkah pelan menuju balkon luar kamar utama.

Angin malam yang dingin mengibarkan helai rambut pendeknya saat ia menggenggam ponsel di tangannya, menekan nomor kontak sang kakak kembar, Shopia.

Klik.

"Shopia..." bisik Rexana dengan suara gemetar penuh penyesalan, menatap pendar lampu Manhattan di kejauhan.

"Maafkan aku... aku sangat memohon maaf pada Dad dan padamu. Sejak pagi tadi aku benar-benar tidak diberikan kesempatan satu detik pun untuk melangkah pergi oleh Diedrick."

Di balik layar telepon, suara lembut Shopia terdengar menghela napas panjang, campur aduk antara rasa khawatirnya dan rasa maklum atas situasi kembarannya.

"Aku dan Dad sudah menduga hal ini, Rexana," sahut Shopia pelan dari ruang VIP bandara.

"Dad sempat sangat marah karena jadwal penerbangan terganggu, tetapi Dad mengerti... kau sudah dewasa dan kau berhak mengambil keputusan. Hanya saja... Dad berjanji, jika pria Ashford Casanova itu membuatmu menderita lagi, Dad benar-benar akan menguliti kulitnya hidup-hidup tanpa belas kasihan."

Rexana tersenyum tipis di balik air matanya yang menetes. "Terima kasih, Shopia... katakan pada Daddy aku sangat mencintainya. Begitu situasi skandal ini mereda di New York, aku bersumpah akan langsung terbang ke Zurich untuk memeluk Mommy."

Panggilan telepon terputus.

Rexana menghembuskan napas panjang yang terasa sangat berat, menyapu air mata di pipinya.

Namun, Rexana sama sekali tidak menyadari bahwa di balik tembok pembatas balkon yang gelap, sebuah sosok tegap berdiri membisu sejak awal percakapan itu dimulai.

Diedrick bersandar di dinding luar, memegang gelas kristal berisi wiski yang belum tersentuh. Kegelapan malam menyembunyikan kilatan mata elangnya yang menyala.

Saat mendengar seluruh percakapan rahasia antara Rexana dan keluarga Whitmore, bukannya marah atau terkejut, sebuah senyum penuh kemenangan yang teramat dingin dan mengintimidasi justru terukir di bibir tegap Diedrick.

Penyelamatan diri... tameng pelarian...

Diedrick terkekeh pelan tanpa suara. Pria itu melangkah keluar dari balik bayangan tembok, memamerkan senyum miringnya yang sarat akan dominasi murni saat melangkah mendekati Rexana.

Klek. Klek.

Suara ketukan pantofel Diedrick membuat Rexana tersentak kaget. Wanita itu buru-buru menyembunyikan ponselnya di balik punggung, menatap Diedrick dengan mata membelalak panik.

"D-Diedrick? Kau... belum tidur?" bisik Rexana, suaranya tercekat di kerongkongan.

Diedrick meletakkan gelas wiskinya di atas pembatas balkon, lalu melangkah maju hingga memangkas seluruh jarak di antara mereka.

Pria itu menyudutkan Rexana ke sudut pembatas besi, menahan kedua sisi tubuh wanita itu dengan lengan tegapnya.

"Kenapa kau tampak begitu panik, Bellerina?" tutur Diedrick dengan suara serak, rendah, dan mencekam, menundukkan kepalanya hingga hembusan napas hangatnya menyapu kulit leher Rexana.

"Apa kau baru saja menyelesaikan panggilan telepon dengan keluargamu untuk merencanakan pelarianmu dariku?"

Deg.

Seluruh darah di tubuh Rexana serasa membeku seketika. Pipi porselennya mendadak pucat pasi.

"K-kau... kau mendengar—"

"Aku mendengar setiap kata yang meluncur dari bibir manismu, Rexana Ballerina Whitmore," potong Diedrick tajam, menangkup dagu Rexana dengan jemari besarnya, memaksa mata bulat wanita itu menatap lurus ke dalam pupil mata elangnya yang membakar.

Senyum kemenangan di bibir Diedrick kian melebar, senyuman seorang pemenang yang telah membaca seluruh alur permainan lawannya.

"Kau pikir kau bisa mengulang trik murah yang sama seperti empat tahun lalu, Bellerina?" desis Diedrick dengan nada suara yang penuh rasa percaya diri murni.

"Kau berpura-pura bersikap manis sepanjang hari, menempel padaku saat sarapan, dan mengajakku ke kamar tidur lebih awal dengan harapan aku akan kelelahan di atas ranjang lalu tertidur lelap agar kau bisa kabur ke bandara di tengah malam... begitu?"

Rexana menahan napasnya, bibirnya bergetar hebat. Seluruh rencananya telah terbongkar tanpa tersisa.

"Dengar aku baik-baik, Bellerina," lanjut Diedrick, matanya menyala oleh rasa pemujaan dan dominasi yang tak tertandingi.

"Aku tahu satu fakta mutlak yang tidak bisa kau bantah: kau tidak akan pernah bisa melangkah pergi meninggalkanku lagi! Empat tahun lalu kau rela masuk ke dalam neraka Arthur Bond, mengaku hamil, dan mengambil seluruh risiko penderitaan hanya demi kebaikanku. Dan kau pikir hari ini aku akan membiarkanmu melakukan hal bodoh yang sama dengan alasan 'melindungi namaku' dari skandal?!"

Diedrick mendekatkan bibirnya ke telinga Rexana, meremas pinggang ramping wanita itu hingga tubuh mereka tak berjarak.

"Empat tahun aku hidup bagaikan mayat tanpa menyentuh satu pun wanita di New York!" bisik Diedrick dengan kecabulan liar yang merayapi setiap patah katanya. "Empat tahun aku menahan rasa laparku hanya untuk rahim dan tubuh indahmu ini! Dan kau... kau suka melihatku bertingkah bodoh seolah aku dipermainkan olehmu sejak pagi, bukan?"

Rexana mengepalkan tangannya di atas dada bidang Diedrick, napasnya memburu kencang oleh campur aduk antara rasa malu, kehangatan yang terintimidasi. Tatapan tegar yang biasanya ia pertahankan luluh lantak di bawah kungkungan Diedrick.

Dengan sisa keberaniannya dan bibir yang bergetar hebat, Rexana menatap lurus ke dalam mata Diedrick, meluncurkan kalimat pertamanya yang belum pernah diucapkannya seumur hidup:

"Lalu kenapa... kenapa kau tidak mengocok seluruh isi tubuhku di atas ranjang sampai aku tidak punya tenaga lagi untuk melangkah pergi satu sentimeter pun darimu, Diedrick Ashford?!"

Deg.

Diedrick membeku seketika.

Sepasang mata elangnya membelalak kaget mendengar tantangan dan kepasrahan vulgar yang meluncur dari bibir porselen wanita yang selama ini dikenal polos dan lembut itu.

Sebuah tawa liar dan berbahaya mendadak meledak dari kerongkongan Diedrick.

Tanpa memberi kesempatan pada Rexana untuk bernapas atau memproses kalimatnya sendiri, Diedrick menyambar tubuh ramping Rexana ke dalam gendongannya, membalikkan badannya, dan melangkah tegap menerobos masuk ke dalam kamar utama.

"Perkataanmu adalah perintah untukku, Baby," desis Diedrick tajam saat menutup pintu kamar dengan tendangan keras, mengunci mereka berdua di dalam malam panjang yang tak akan pernah memberi jalan untuk sebuah perpisahan.

1
Yusry Ajay
cerita ezquil dlu aja Thor 🤗🤗
Rosdianah 🌷: mohon maaf nggak bisa upload hari ini, karena author benar² sedang sibuk di dunia nyata.
total 1 replies
Yusry Ajay
waduh uda dewasa aja ya anaknya Thor 😁😁
Mei TResna Rahmatika
udah hampir se umuran brarti mereka sama anaknya james hazel🤣kaya nya ceritanya ezquil dulu deh kak seru soalny sama bar"nya kaya jett cm kalo jett kan dalem rumah goodboy bener kalo di luar bringas🤣
Rosdianah 🌷: bisa aja kak Reader 🤭🤣
total 1 replies
Isma Nayla
berasa sekejap bacanya Thor
boleh up lagi gak Thor 🤭
Rosdianah 🌷: arggg Esokkk ya kak🤭🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
lanjut up Thor 🤗💪
Mei TResna Rahmatika
otw baby moon ke helsinki thor🤭
Rosdianah 🌷: nah kejutan 🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
selamat diedrick and rexana baby twins kirain triplets kaya 3D thor🤣
dan diedrick pria ashford paling bar" gak bisa tahan🤣
Mei TResna Rahmatika: ehh galfok kirain twins kak🤣
total 2 replies
Mei TResna Rahmatika
rexana sensitif apa hamil thor🤭
Mei TResna Rahmatika: wkwkwk biar anaknya penny punya saudara thor🤣 abis itu anaknya dom sama Ester otw🤣
total 2 replies
Mei TResna Rahmatika
lanjut kak🤭
Yusry Ajay
moga aja ga ada pelakor thor😁😁
Rosdianah 🌷: nggak janji🤭🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat up Thor,..💪🤗
Rosdianah 🌷: huhu author benar² minta maaf karena belum bisa double bab 🫶🙏🏻
total 1 replies
Yusry Ajay
duhhh...so sweet bgt Thor 🤗🤗🤗
Mei TResna Rahmatika
ada Dominic yg masih jomblo Sophia 🤣kalo Draxler udah punya si ember🤣
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤭 Demi kak readers 😍🫶
total 5 replies
Yusry Ajay
hu ... akhirnya bahagia 🤗🤗🤗
Mei TResna Rahmatika
apapun nanti badainya yg pntg diedrick sama rexana udah nikah🤣
Rosdianah 🌷: nah benar 🤭🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
semoga jangan ada huru hara lagii ya thor🤭
Rosdianah 🌷: wkwkwk kak reader emang de best 🤭
total 3 replies
Yusry Ajay
mkasih uda up Thor 🤗🤗
Mei TResna Rahmatika
tenang sophia,jodohmu lagi di siapin sama author🤣
Rosdianah 🌷: wah wah boleh juga 🤣🤣
total 3 replies
Mei TResna Rahmatika
penasaran thor ada rahasia apa diedrick sama sophia
Mei TResna Rahmatika
banyak bgtt tantangan hubungan mereka thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!