NovelToon NovelToon
Di Khianati Kakak, Di Pinang Milliader

Di Khianati Kakak, Di Pinang Milliader

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam / Pengkhianatan
Popularitas:19.9k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Sebulan menjelang pernikahan, Dera harus menelan kenyataan pahit saat Vivian, kakak kandungnya sendiri, mengaku hamil anak Galih, calon suaminya.

Lebih menyakitkan lagi, kedua orang tua mereka justru merestui pernikahan Galih dan Vivian, sementara Dera harus merelakan semua persiapan pernikahan yang dibayar dari hasil kerja kerasnya.

Hancur dan dikhianati keluarganya sendiri, Dera memilih pergi ke Jakarta untuk memulai hidup yang baru.

Tak disangka, pertemuannya dengan seorang miliarder tampan mengubah takdirnya. Pria itu bukan hanya menawarkan cinta, tetapi juga sebuah pernikahan yang akan membuat semua orang yang pernah merendahkannya menyesal.

Namun, mampukah Dera menemukan kebahagiaan, atau justru terjebak dalam permainan cinta sang miliarder?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

Sepulang kerja, Dera tidak langsung pulang ke kosan. Perempuan itu justru memilih berjalan kaki menuju sebuah taman kota yang tidak terlalu jauh dari tempatnya bekerja. Ia membutuhkan waktu untuk menenangkan pikirannya sebelum kembali ke kamar kecil yang selama beberapa minggu terakhir menjadi tempatnya beristirahat.

Langit sore perlahan berubah jingga. Cahaya matahari yang mulai meredup menyelinap di antara pepohonan, sementara suara kendaraan dari jalan raya terdengar bersahutan. Orang-orang berlalu lalang dengan kesibukan masing-masing. Ada yang berjalan bersama pasangan, ada yang menggandeng anak kecil, dan ada pula yang duduk santai sambil menikmati jajanan dari pedagang di sekitar taman.

Dera memilih sebuah bangku kosong di bawah pohon besar. Ia meletakkan tas kerjanya di samping tubuhnya, lalu menyandarkan punggung sambil menatap kendaraan yang melintas di jalan raya.

Pandangannya kosong. Pikirannya justru melayang jauh ke kampung halaman, ke rumah yang dahulu selalu ia anggap sebagai tempat paling aman untuk pulang.

Dera mengeluarkan ponsel dari dalam tas. Layarnya menyala, menampilkan beberapa pemberitahuan dari aplikasi media sosial dan pesan dari Rere. Namun, tidak ada satu pun pesan dari papa atau mamanya.

Dera membuka daftar percakapan, menatap nama kedua orang tuanya yang masih tersimpan di sana.

Tidak ada panggilan tak terjawab, tidak ada pesan singkat yang menanyakan kabarnya. Bahkan tidak ada ucapan yang menunjukkan bahwa mereka menyadari kepergiannya.

Sudah beberapa minggu sejak Dera meninggalkan rumah dan memulai kehidupan barunya di Jakarta. Selama itu pula, kedua orang tuanya sama sekali tidak pernah menghubunginya.

Awalnya, Dera berusaha berpikir positif. Mungkin papanya sedang sibuk. Mungkin mamanya sedang membutuhkan waktu untuk menenangkan diri setelah pertengkaran mereka. Mungkin mereka masih marah karena Dera menjual cincin pemberian Galih. Ia terus mencari alasan untuk membenarkan sikap kedua orang tuanya.

Namun, semakin hari, semakin sulit baginya untuk mempertahankan harapan itu. Sebab, sesibuk apa pun seseorang, bukankah hanya dibutuhkan beberapa detik untuk mengirimkan pesan? Bahkan sekadar menanyakan apakah dirinya masih hidup dan baik-baik saja tidak mereka lakukan.

Dera menunduk, mengusap layar ponselnya dengan ibu jarinya. Ia membuka percakapan dengan mamanya, membaca pesan-pesan lama yang masih tersimpan di sana.

Dulu, sebelum semua ini terjadi, mamanya sering mengirimkan pesan sederhana kepadanya.

Dera, nanti pulang beli gula, ya.

Dera, kamu sudah makan belum?

Jangan lupa istirahat. Jangan terlalu capek kerja.

Pesan-pesan itu mungkin terdengar biasa bagi orang lain. Namun, bagi Dera, semuanya pernah menjadi bentuk perhatian yang membuatnya merasa dibutuhkan.

"Papa, apa papa benar-benar tidak merindukanku?" bisiknya lirih.

Tentu saja tidak ada jawaban. Hanya suara kendaraan yang terus melintas, seolah dunia tidak peduli pada seorang perempuan yang sedang berusaha menahan tangis di bangku taman.

Dera mengangkat wajahnya, berusaha menghirup udara dalam-dalam. Ia tidak ingin menangis di tempat umum. Ia sudah terlalu sering menangis sejak pengkhianatan Galih dan Vivian menghancurkan hidupnya.

Namun, bagaimana caranya berhenti merindukan orang-orang yang justru membuatnya merasa tidak diinginkan?

Selama ini, Dera selalu berusaha menjadi anak yang baik. Ia bekerja keras, membantu kebutuhan rumah ketika mampu, dan berusaha tidak membebani orang tuanya. Bahkan, untuk pernikahannya sendiri, ia memilih menggunakan hasil kerja kerasnya selama berbulan-bulan agar tidak meminta banyak uang kepada orang tua.

Namun, pada akhirnya, justru dirinya yang disingkirkan. Lebih menyakitkan lagi, uang yang sudah dikeluarkannya seolah tidak pernah berarti bagi siapa pun. Kedua orang tuanya hanya sibuk mempertahankan pernikahan Galih dengan Vivian, seakan-akan pengorbanan Dera tidak pernah ada.

Seolah-olah perasaannya tidak penting.

Dera mengusap sudut matanya.

"Apa aku memang seburuk itu?" gumamnya. "Apa aku melakukan kesalahan sebesar itu sampai papa dan mama bahkan tidak mau mencariku?"

Pertanyaan itu telah berkali-kali muncul di benaknya sejak ia tiba di Jakarta. Namun, sampai sekarang, ia belum menemukan jawabannya.

Ponselnya tiba-tiba bergetar. Dera memejamkan mata sejenak sebelum membuka pesan tersebut.

"Kamu sekarang hidup enak di Jakarta? Sudah lupa keluarga sendiri?"

Belum sempat Dera meletakkan ponselnya, pesan kedua masuk.

"Jangan berpura-pura menjadi korban. Gara-gara kamu, Ayah dan Ibu jadi kepikiran. Kalau kamu memang masih punya hati nurani, pulanglah dan minta maaf kepada mereka"

Dera menatap layar dengan tangan yang mulai bergetar. Ia tidak tahu dari mana Vivian mendapatkan keberanian untuk mengatakan hal semacam itu. Kakaknya itulah yang mengambil Galih darinya. Kakaknya pula yang berdiri di samping pria itu pada hari yang seharusnya menjadi hari pernikahan Dera.

Bukankah kamu yang seharusnya meminta maaf kepadaku? Ia menatap kalimat itu selama beberapa detik.

Ada begitu banyak hal yang ingin ia katakan. Ia ingin bertanya apakah Vivian pernah merasa bersalah. Apakah kakaknya itu pernah memikirkan betapa hancurnya perasaan Dera ketika mengetahui pengkhianatan mereka. Apakah Vivian pernah teringat bahwa gaun pengantin, dekorasi, dan semua persiapan pernikahan itu dibayar menggunakan uang hasil kerja kerasnya.

Namun, sebelum mengirimkan pesan, Dera menghapus seluruh kalimat tersebut.

Untuk apa? Apakah Vivian akan mengakui kesalahannya? Apakah kakaknya akan tiba-tiba menyadari bahwa dirinya telah menyakiti seseorang yang selama ini mempercayainya?

Dera menyandarkan kepala ke bangku, menatap langit yang kini semakin gelap.

"Kenapa kamu tidak pernah berhenti, Kak?" bisiknya. "Apa mengambil Galih dariku belum cukup? Apa kamu masih harus membuatku merasa bersalah setiap hari?"Air matanya jatuh juga.

Tak lama kemudian, sebuah suara tiba-tiba mengagetkan Dera yang masih duduk termenung di bangku taman.

“Tidak baik seorang perempuan menangis sendirian di tempat seperti ini. Nanti kesedihanmu bisa dimanfaatkan orang lain. Banyak orang jahat di Jakarta.”

Dera tersentak. Ia buru-buru menghapus air mata di pipinya, lalu menoleh untuk melihat siapa orang yang berani mengganggu kesendiriannya.

Begitu melihat sosok pria berjas hitam yang berdiri di hadapannya, wajah Dera langsung berubah kesal.“Kamu lagi!” serunya sambil mendengus. “Kenapa sih aku selalu bertemu denganmu?”

Mario terkekeh melihat reaksi perempuan itu. Alih-alih tersinggung, ia justru merasa terhibur. Tanpa meminta izin, pria itu kemudian mendudukkan tubuhnya di samping Dera.

“Memangnya kenapa? Apa aku tidak boleh berada di taman ini?” tanyanya santai.

“Boleh saja. Taman ini bukan milikku. Tapi, kenapa harus kamu yang muncul setiap kali aku sedang ingin sendirian?” Dera menatapnya dengan wajah masam.

Mario mengangkat kedua tangannya, seolah menyerah.“Wah, aku tidak tahu kalau kehadiranku begitu mengganggu.”

“Memang!”Jawaban cepat Dera membuat Mario tertawa kecil.

Sebenarnya, Mario tidak berniat mengganggu perempuan itu. Saat perjalanan pulang dari perusahaan, ia tanpa sengaja melihat Dera sedang duduk sendirian di taman. Dari balik jendela mobil, ia sempat memperhatikan perempuan itu yang terlihat termenung dengan wajah murung.

Awalnya, Mario hanya meminta David memperlambat laju mobil. Namun, setelah melihat Dera mengusap pipinya berkali-kali, ia memutuskan turun dan menghampirinya.Ada sesuatu yang membuatnya khawatir.

Ia tidak tahu apa yang sedang dihadapi perempuan itu, tetapi melihat Dera menangis sendirian membuatnya tidak tega membiarkannya begitu saja.

“Tidak capek apa menangis terus?” tanyanya tiba-tiba.

Dera mengerutkan kening. “Apa maksudmu?”

“Nanti kalau air matamu kering, susah, lho, untuk isi ulangnya.”

Dera menoleh tajam. “Mana ada air mata bisa diisi ulang? Yang ada itu air minum!”

Mario terdiam sesaat, kemudian tertawa lepas.

“Hahaha! Astaga, ternyata kamu bisa juga melawan perkataanku.”

“Memangnya kamu pikir aku ini apa? Patung yang hanya bisa diam ketika kamu bicara?”

“Bukan begitu.” Mario masih tersenyum lebar. “Aku hanya senang melihatmu seperti ini.”

Dera mengernyit curiga. “Seperti apa?”

“Lebih hidup. Lebih berani. Tidak hanya duduk diam sambil menangis.”

1
Melda Agustin
Vivian terlalu SMS(senang melihat orang susah) (susah melihat orang senang)
sunaryati jarum
Nah gitu Dera abaikan keluargamu di kampung biar mereka uring- uringan atau buat fitnah terus.Jangan biarkan bayang- bayang mereka mengganggu,tapi buat Vivian selalu panas hatinya, yang akan beresiko membahayakan kandungannya
sunaryati jarum
Lama- lama Vivian jadi gila.Mungkin Mario sudah memerintahkan seseorang untuk memantau gerak-gerik gerak keluarga Dera, untuk antisipasi menjaga keselamatan Dera.Teruslah cari tahu keadaan Dera Vivian,tapi Dera sekarang punya pelindung yang tidak bisa kamu dan orangtuamu lawan,sekali kedipan mata kalian hancur, jika berani mengusik Dera .
Siti Zaid
Lelaki tukang selingkuh kayak Galih patut dibuang Dera..tunggu karma utk vivian dan galih😠
Oma Gavin
mario tolong bahagiakan dera biar bisa nampar vivian dan galih bahwa pecundang kalian berdua akan mendapatkan balasan yg setimpal awas jgn syok jantungan saat dera jadi istri mario milyader tampan
sutiasih kasih
ada baiknya.... smpe kpanpun... km g usah kmbali ke keluargamu yg toxic dera...
sayangi dan cintai dirimu sndiri dera....
sutiasih kasih
dgr galih..... nnti lm" km akn mnyesal sdh salah memilih pndamping hidup....
krna istrimu jg org tuanya sifatnya pda buruk & g waras smua....
dan satu"nya org yg waras dan normal di keluarga istrimu.... cuma dera....
sunaryati jarum: 🤣🤣🤣🤭 benar
total 1 replies
sutiasih kasih
cari tau aj trus.... biar km makin kpanasan... lm" sinting n jdi pnghuni rsj...
sunaryati jarum: Setuju /Good//Good/
total 1 replies
sunaryati jarum
Nah , tepat pengalihan fokus dan pikiran Dera, dari inisiatif Nak Mario.Semoga memang Nak Mario jodoh kamu Nak Dera
sunaryati jarum
Mario benar' -benar mencintai Dera,semoga setelah ini Dera tidak lemah dan bodoh lagi, emak jadi gregeten lho
Siti Zaid
Moga aja Mario menjadi satu2 nya orang yg dpt menyembuhkan luka dihati Dera...😊
Siti Zuhrotul Hilaliyah
masih bersambung gak kak, Seru banget pengin tahu lanjutan ceritanya
fabdul: ​Izin promosi novel ya, Kak! 🥹🙏
​Judul: Air Mata Pernikahan Belian
​Ringkasan Cerita:
Demi ibunya, Aira terpaksa menikahi Devan—CEO dingin yang cuma butuh istri formalitas. Dianggap cuma "transaksi yang dibeli uang", Aira memilih bertahan dengan harga dirinya. Tapi saat Devan mulai peduli, rahasia masa lalu suaminya muncul kembali.
​Apakah ketulusan Aira bisa meluluhkan hati dingin Devan?
​Mampir yuk, Kak! Semoga suka dengan jalannya cerita. Terima kasih banyak! 💕
total 1 replies
Meee
dera harusnya ganti nmr buat apa orang tuamu g perduli.jadilah kuat ini mah lemah bnget.
sunaryati jarum
Emak kok merasa jika Dera itu wanita lemah dan bodoh cuma menangis setelah baca pesan.Mending ganti no hp beres,fokus kerja tidak usah pikirkan keluarga jajalaknat yg telah banyak menyakiti hatinya
Putri Wulandari
bodohh jadi ceritanya jelek ga tegas
Talnis Marsy
apa dera bukan anak kandung thor..
bikin dera pintar dikit apa thor..bikin gemes aja sama pola pikir deraa
Asriani Rini
Dera kenapa sih kamu bodoh betul coba ganti nomot ponselmu
Sri Widiyarti
blokir aja sih nomor keluarganya biar ga diganggu terus ..
Siti Zaid
Kasih ibu sepanjang masa..tapi tidak berlaku utk Dera..dia malah dibuang ibu nya..selalu disalahi dan dizalimi tanpa tahu apa kesalahan yg sudah dia lakukan...😠
Ariany Sudjana
dera terlalu lemah dan bodoh, sudah tahu keluarga ga peduli, masih saja keras kepala pakai nomor lama, kenaapa ga ganti nomor baru saja, jadi keluarga ga bisa seenaknya saja meneror kamu
sutiasih kasih: g niat untuk hidup tenang....
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!