NovelToon NovelToon
Kaget, Tiba-Tiba Jadi Istri Bos

Kaget, Tiba-Tiba Jadi Istri Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rizza Khan

Aisha Senjani mahasiswa matematika yang baru menyelesaikan pendidikannya di universitas luar negeri dan mendapatkan pekerjaan di sana. Setelah kurang lebih sebulan ia mengambil cuti untuk pulang ke tanah air, sejak menyelesaikan pendidikannya ia belum pernah sama sekali pulang kampung. Dihari kepulangannya ternyata di rumah sedang ada acara pernikahan sang kakak, ia tidak tahu sama sekali tentang hal itu.

Namun, sang kakak kabur disaat mempelai Pria dan rombongan sudah datang. Pihak pria tidak ingin membatalkan karena akan merusak nama baik keluarganya. Sehingga sang mempelai meminta Aisha jadi penggantinya.

Apakah Aisha akan menerima perkawinan tiba-tiba ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizza Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Pintu kayu tebal berukir gaya Skotlandia klasik itu didorong pelan oleh Anton. Hawa hangat beraroma kayu pinus langsung menyergap mereka, menggantikan dinginnya malam Isle of Skye yang menusuk tulang.

Aisha melangkah masuk, dan seketika ia terpaku di tempatnya. Matanya membelalak takjub mengagumi arsitektur interior vila dua lantai tersebut.

Vila itu memadukan kemewahan furnitur kayu mahoni tua dengan sentuhan gaya pedesaan Skotlandia yang hangat.

Di tengah ruang utama yang luas, terdapat perapian batu alam yang memancarkan pijar api keemasan, dikelilingi set sofa kulit tebal dan karpet rajut lembut.

Dinding-dindingnya dilapisi batu alam ekspos dengan sentuhan ornamen kayu, sementara jendela-jendela kaca besar mengarah langsung ke lanskap bukit Cuillin di luar sana.

"Masya Allah... tempatnya indah dan hangat banget," puji Aisha, matanya tak berhenti mengedarkan pandangan ke setiap sudut rumah.

Anton meletakkan koper-koper di tepi tangga, lalu memutar tubuhnya menatap Aisha dan adiknya.

"Di lantai atas ada tiga kamar tidur terpisah," terang Anton.

"Kamar utama di sebelah kanan itu yang paling luas, fasilitasnya lengkap, dan ada balkon pribadi. Kamu dan Tania pakai kamar utama di atas itu ya. Biar kalian bisa istirahat dengan nyaman berdua."

"Wah, pas banget!" timpal Tania riang seraya menggamit lengan Aisha. "Ayo Aisha, kita langsung naik! Aku sudah nggak sabar mau selonjoran di kasur empuk!"

Aisha tersenyum ramah dan mengangguk. "Terima kasih banyak ya, Pak Anton, sudah menyiapkan vila yang luar biasa ini."

"Sama-sama, Aisha. Selamat beristirahat."

***

Waktu berlalu begitu cepat. Tiga hari berturut-turut di Isle of Skye diisi dengan jadwal kunjungan kerja dan rapat maraton yang cukup padat di kantor cabang.

Anton menjalankan tugasnya sebagai pimpinan dengan sangat tegas dan profesional, sementara Aisha membuktikan kapabilitasnya sebagai staf yang cekatan dan serba bisa.

Di sela-sela kesibukan, Tania terus menjadi pemecah suasana yang riang dan tak henti-hentinya melayangkan godaan halus pada sang kakak.

Hari keempat tiba di Isle of Skye. Sinar matahari pagi musim semi merekah hangat, membiaskan kilau keemasan di atas tebing-tebing batu pegunungan Cuillin yang berselimut kabut tipis.

Sesuai dengan kesepakatan awal dan permintaan Anton sebelumnya, jadwal kepulangan Tania dan Aisha ke Edinburgh seharusnya dilakukan pada hari ini karena mereka hanya dijadwalkan menemani selama tiga hari.

Namun, rencana itu mendadak mendapat perlawanan sengit dari Tania begitu mereka selesai merapikan barang-barang di ruang tengah vila.

Tania melangkah mendekati Anton yang sedang merapikan dokumen di meja, lalu melipat kedua tangannya di dada dengan ekspresi memohon sekaligus memaksa.

"My lovely Brother..." rengek Tania. "Ayolah, jangan kaku-kaku amat jadi bos! Hari ini kita jangan langsung pulang dulu ke Edinburgh, ya?"

Anton mengernyitkan dahi, menatap adiknya penuh curiga. "Maksud kamu? Jadwal kereta kalian sudah dipesan sejak jauh-jauh hari."

"Ya tinggal di-reschedule, apa susahnya sih?!" seru Tania tak mau kalah, lalu menoleh ke arah Aisha yang berdiri canggung di dekat sofa.

"Iya kan, Aisha? Kamu pasti setuju kan kalau hari ini kita healing dulu sepuasnya di sini, terus baru balik besok? Selama tiga hari kemarin kan kita diperas tenaganya buat rapat sama Bos dingin ini!"

Aisha tersentak pelan, "Eh? Saya... saya mengikut saja, Miss. Kalau memang jadwalnya harus hari ini, saya siap kok..."

"Dengerin tuh, Pak Anton! Aisha mah nurut aja karena nggak enakan sama atasannya!" potong Tania cepat, lalu kembali menatap kakaknya dengan mata memelas dibuat-buat.

"Ayolah, Kak... Sebentar saja. Selama tiga hari kemarin kita sibuk banget bolak-balik kantor cabang tanpa sempat menikmati indahnya Isle of Skye. Sayang banget kan pemandangan sekeren ini kalau dilewatkan begitu saja? Biar kita balik besok aja, ya?"

Anton terdiam sejenak, menghela napas panjang sambil melirik ke arah Aisha.

"Baiklah," ucap Anton akhirnya.

"Kita undur kepulangan kalian sampai besok."

"Yes! I love it! Emang paling mengerti deh Bos kita ini!" seru Tania girang sambil menepuk tangan.

"Tuh kan, Aisha! Bujukanku nggak pernah gagal kalau urusan jalan-jalan!"

Aisha mengulum senyum, merasa sangat lega sekaligus bersyukur.

1
Rian Moontero
mampiir👍
Rizza: Makasih udh mampir Kak🙏 semoga suka ceritanya😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!