NovelToon NovelToon
Setelah Menikah, Aku Jadi Ratu Gosip!

Setelah Menikah, Aku Jadi Ratu Gosip!

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Live/Variety Show
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Ly-Ra?

Setelah menikah dengan Silas Crane, Nara Aeris mulai merasakan kebosanan. Hidupnya hanya dipenuhi dengan berbaring, makan, dan menghabiskan uang suaminya.

Tapi ternyata itu cuman bertahan beberapa hari.

Sejak sebuah sistem informasi harian yang bernama Lyra, tiba-tiba muncul di atas kepalanya dan memberikan satu informasi setiap hari. Hidupnya tidak jadi membosankan!

Hari-hari dipenuhi gosip menyenangkan.

【 Ketua Cabang Grup Ardent diam-diam memindahkan tiga puluh miliar sebelum menandatangani surat perceraian. 】

【 Pewaris keluarga Rothwell menikahi sekretarisnya secara diam-diam. 】

Mata Nara berbinar.

"Bukankah gosip seperti ini terlalu menyenangkan?"

Karena Nara Aeris suka berbagi, ia akan selalu melakukan siaran langsung untuk berbagi kepada para penggemarnya. Tentu saja! Gosip bagus harus dibagikan.

Internet mulai macet akibat tingkah laku Nara, dan dia dijuluki Ratu Gosip.

Let's Start The Story!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ly-Ra?, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Kejahatan Tersembunyi

Setelah kedua keluarga pergi, Nara menjadi sibuk di dapur. Hari ini, dia sengaja ingin memasak sendiri untuk Silas. Setelah menghabiskan cukup banyak waktu, akhirnya beberapa hidangan berhasil ia siapkan. Melihat hasil masakannya yang tampak menggugah selera, Nara merasa cukup puas.

Dia bahkan tidak sabar menunggu Silas untuk mencicipinya.

Setelah semuanya tersaji di meja makan, Nara memanggil suaminya. Silas yang baru keluar dari toilet segera menghampirinya.

Mereka duduk berhadapan. Silas mulai mencicipi ayam tumis saus bawang yang disiapkan Nara. Laki-laki itu mengunyah beberapa kali sebelum mengangguk pelan.

"Bagaimana?" tanya Nara penuh harap.

"Agak menarik."

Nara langsung tersenyum. "Maksudnya enak?"

Silas mengambil air minum tanpa menjawab.

Melihat reaksinya, Nara merasa yakin masakannya berhasil. Dia segera mengambil sepotong ayam tumis dan memasukkannya ke dalam mulut.

Namun, baru beberapa detik mengunyah, ekspresinya langsung berubah. Ia buru-buru meraih gelas dan meneguk air.

"Ya ampun! Kenapa asin sekali?"

Silas Crane menatapnya dengan tertawa kecil.

Nara menoleh, lalu menyipitkan mata. "Kamu sengaja, ya?"

"Aku tidak bilang rasanya enak."

"Tapi kamu tidak bilang kalau rasanya asin!"

"Bukankah tadi aku sudah bilang rasanya agak menarik?"

Nara terdiam sesaat, sebelum akhirnya tertawa. "Dasar! Aku kira kamu sedang memuji masakanku."

"Setidaknya penampilannya memang bagus."

"Jadi, cuma penampilannya yang bagus?"

Silas tersenyum tipis. "Lain kali, kita masak bersama saja."

Nara mengangguk. "Boleh, tapi aku harus bisa memasak sendiri. Masa sudah menikah masih tidak bisa menyiapkan makanan untuk suami?"

"Tidak ada yang mengharuskan kamu melakukan itu."

"Aku tahu, aku cuman ingin sesekali memasak untukmu."

Silas menatapnya sejenak, sebelum mengambil sendok lagi. "Kalau begitu, aku akan menghabiskan yang ini."

Nara langsung tertawa. "Jangan dipaksakan, nanti kamu malah sakit perut."

"Aku masih bisa memakannya."

"Kalau begitu, aku ambilkan air lebih banyak."

Suasana makan siang mereka berlangsung santai. Setelah selesai, Nara dan Silas pindah ke ruang keluarga. Silas membawa beberapa dokumen pekerjaan, sedangkan Nara duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.

Tidak lama kemudian, sebuah panggilan masuk muncul di layar.

Nama Selena tertera di sana.

Nara sedikit terkejut. Selena adalah teman kuliahnya dulu di Akademi Seni Peran dan Perfilman Lyrantara. Mereka memang jarang bertemu setelah sama-sama sibuk dengan pekerjaan masing-masing, tetapi hubungan keduanya masih cukup baik.

Nara Aeris segera mengangkat panggilan itu.

"Nara! Akhirnya diangkat juga."

Nara tersenyum mendengar suara temannya. "Memangnya kenapa? Kamu menelepon berkali-kali?"

"Enggak, cuma sekali. Tapi aku sudah hampir berpikir kamu sengaja menghindariku."

"Kalau aku mau menghindar, dari tadi juga tidak akan kuangkat. Tadi agak sibuk aja jadinya gak angkat. Ada apa memang?"

"Enggak, aku cuman mau memastikan kamu baik-baik saja. Berita tentang tugas pembunuhan yang mengincarmu sudah menyebar ke mana-mana. Aku cukup kaget waktu bacanya."

Nara bersandar di sofa. "Aku baik-baik saja, jangan khawatir."

"Bagaimana bisa enggak khawatir? Kamu itu teman kuliahku, aku bahkan sempat berpikir mau datang menjenguk kamu."

"Tidak perlu repot-repot, semuanya sudah ditangani."

Selena masih menanyakan beberapa hal. Dia ingin tahu apakah Nara mengalami kesulitan setelah berita tersebut tersebar, dan apakah orang-orang di sekitarnya sudah membantu. Nara menjawab seperlunya, memastikan temannya tidak perlu terlalu cemas.

Setelah merasa lebih tenang, Selena mulai membicarakan hal lain. Mereka sempat mengenang masa kuliah, membahas beberapa teman lama, dan tertawa mengingat kejadian-kejadian konyol yang pernah mereka alami.

Namun, beberapa menit kemudian, Selena kembali mengeluh. "Ngomong-ngomong, aku sekarang sedang pusing memikirkan keponakanku."

"Kenapa? Dia sakit?"

"Bukan, anak itu kecanduan internet parah. Kalau sudah pegang ponsel, susah sekali disuruh berhenti. Makan sambil main game, tidur sampai larut malam, bahkan pernah bolos belajar gara-gara terlalu asyik menonton video."

Nara mengangkat alis. "Sudah dibawa ke psikolog?"

"Belum, kakakku masih mencoba mencari cara lain. Kebetulan, dia mendengar ada lembaga pembinaan anak yang khusus menangani kecanduan internet."

"Lembaga seperti apa?"

"Namanya Akademi Pembinaan Digital Bina Insan. Katanya, mereka punya program tinggal di asrama selama beberapa bulan. Anak-anak akan dijauhkan dari ponsel dan perangkat digital, lalu dibimbing supaya kebiasaan mereka kembali normal."

Selena terdengar cukup yakin, ketika menjelaskan tempat tersebut.

"Biayanya memang mahal, tapi kakakku tidak terlalu memikirkan uang. Dia cuma ingin anaknya berubah. Bahkan, minggu depan keponakanku sudah mau dikirim ke sana."

Jari Nara Aeris yang semula bergerak di layar ponsel mendadak berhenti.

Pada saat yang sama, sebuah panel transparan muncul di hadapannya.

[ Sistem Informasi Harian — Lyra ]

[ Informasi Harian #3 ]

[ Jenis : Kejahatan Tersembunyi ]

[ Topik: Rahasia Kelam Akademi Pembinaan Digital Bina Insan. ]

[ Akademi Pembinaan Digital Bina Insan yang berlokasi di pinggiran Kota Virelia, Provinsi Lumina. Selama ini dikenal sebagai lembaga rehabilitasi khusus bagi anak-anak yang mengalami kecanduan internet dan permainan digital. ]

[ Namun, di balik citranya sebagai tempat pemulihan, lembaga tersebut ternyata menjadi lokasi berlangsungnya berbagai tindak kejahatan terhadap anak-anak. ]

[ Sejumlah peserta didik mengalami kekerasan fisik, pelecehan seksual, intimidasi psikologis, pengurungan, serta pembatasan komunikasi dengan keluarga. ]

[ Tindakan tersebut bukan dilakukan oleh satu atau dua orang saja. Beberapa pengasuh asrama, tenaga pembina, petugas keamanan, hingga pihak pengelola terlibat langsung dalam praktik tersebut. ]

[ Anak-anak yang mencoba melaporkan kejadian, justru diancam akan menerima hukuman lebih berat. Sebagian dipaksa mengakui bahwa luka yang mereka alami, merupakan akibat dari perilaku mereka sendiri. ]

[ Ada pula korban yang sengaja dipisahkan dari peserta didik lainnya, agar tidak bisa saling bertukar informasi. Mereka yang dianggap sulit dikendalikan ditempatkan di ruangan khusus, dan mendapati perlakuan lebih buruk. ]

[ Pihak pengelola juga memanipulasi catatan kesehatan, membuat laporan kedisiplinan palsu, serta memberikan keterangan yang tidak sesuai kepada keluarga. Dalam beberapa kasus, orangtua bahkan diberitahu bahwa anak mereka sedang menjalani proses pemulihan dengan baik, padahal kenyataannya jauh berbeda. ]

[ Kejahatan tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun, dan melibatkan jaringan yang saling melindungi. ]

[ Sebagian dana yang dibayarkan keluarga untuk program rehabilitasi dialihkan ke rekening pribadi. Uang tersebut kemudian dibagikan kepada sejumlah staf, dan pihak luar yang membantu menutupi berbagai pelanggaran. ]

[ Dokumentasi bukti telah dikirimkan ke ponsel pengguna Nara Aeris. ]

[ Isi Berkas:

Dokumentasi Foto

Kumpulan foto kondisi sejumlah ruangan, fasilitas asrama, ruangan isolasi, serta dokumentasi luka fisik yang dialami para korban. Beberapa foto juga memperlihatkan kondisi fasilitas yang sengaja disembunyikan dari keluarga saat melakukan kunjungan.

Rekaman Video

Rekaman kamera pengawas dan perangkat lain yang memperlihatkan tindakan kekerasan, intimidasi, serta perlakuan tidak pantas terhadap peserta didik. Beberapa video juga memperlihatkan staf membawa anak-anak ke ruangan tertutup tanpa prosedur resmi.

...----------------...

1
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Nurlaila Hidayah
tak kira mau diambil itu uang'a🤔
Ly-Ra?: uangnya memang diambil sayang~
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
novel yg menghibur, semoga up tiap hari sampai tamat ya kak
tetap sehat dan semangat Thor
Ly-Ra?: 😍 Terimakasih sudah doain Lyra, kamu juga sehat² ya
total 1 replies
Nurlaila Hidayah
waaaah jangan sampai yah thor persahabatan mereka brantakan gra2 misi, klo bisa dibalik nanti thor
Ly-Ra?: 🤭 Kenapa gak boleh berantakan, bagus tau~
total 1 replies
Nurlaila Hidayah
jeaaaah dmna2 polisi pasti dtg klo udh beres🤦🤭
Nurlaila Hidayah: iya ka, skrg mah kya'a ngikutin polisi indo🤣🤣🤣
total 2 replies
Nurlaila Hidayah
lanjut thor
Ly-Ra?: pasti 💪
total 1 replies
Nurlaila Hidayah
tmben lama amat thor up'a🤔
Nurlaila Hidayah: oke siap, maacih /Kiss/
total 2 replies
Nurlaila Hidayah
mntap, itu baru 3 yg dsbutin nama marga yg sdah mlai menolak blom yg lain'aa yg ga dsbutin, mampus kau ethan laga'a kau bilg cinta vivian. bilg aja kau emg kata keranjang ga tau diri sx kau udh dbntu Mlah menggigit😡😡😡
Nurlaila Hidayah
Waaah habis kau klrga hale gra2 1org smua kna dmpak'a, lnjut lgi thor
Nurlaila Hidayah
mau nabung smpai end eh ga bsa krna pnasaran klnjutan'a sperti apa jdi weee dibuka dah bab slnjut'a🤭
Ly-Ra?: Hahaha, gapapa 🤭 author jadi senang kalau ada yg baca
total 1 replies
Nurlaila Hidayah
lanjut thor dtggu smpe end soalnya ga enak klo spotong2 baca'a
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!