NovelToon NovelToon
Kau Yang Ku Rawat Hingga Sembuh

Kau Yang Ku Rawat Hingga Sembuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: SulSya

Selama 5 tahun Maya mengorbankan seluruh hidup dan cita-citanya demi merawat bagas, Suaminya yang koma dan lumpuh akibat akibat kecelakaan.

Maya harus bekerja keras banting tulang untuk biaya ruah sakit dan selalu setia menemani sang suami dengan air mata dan doa.

Akhirnya membuahkan hasil, Bagas perlahan-lahan sembuh.

Tapi apa yang Maya dapat, Setelah sembuh, Bagas mendapatan pekerjaan bagus dan ia malah menjalin hubungan dengan teman kantornya yang bernama Rania, Karena ia malu memiliki istri seperti Maya yang terlibat kusam akibat penderitaan selama bertahun-tahun.

Perceraian itu akhirnya terungkap saat Maya menemukan surat cerai di saat hari pernikahan mereka yang ke-7 tahun.

Maya pun harus bangkit dari kehidupan, pengorbanannya selama ini ternyata sia-sia, iya akan menunjukkan ketulusannya akan menjadi penyesalan terbesar Bagas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SulSya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 26

Di balik pilar teras yang agak gelap, Aris berdiri membeku.

Ia yang berniat datang untuk memberikan ancaman finansial baru kepada Nayla, justru menghentikan langkahnya tepat saat mendengar suara mesin mobil mewah terparkir di depan.

Melalui celah jendela kaca yang sedikit terbuka, setiap kata yang diucapkan Clarissa terdengar sangat jelas di telinganya.

"—Tulis berapa pun nominal yang kau butuhkan... Dia bisa memastikan kau keluar dari pernikahan ini tanpa kehilangan hak-hakmu."

Aris mengepalkan tangannya di dalam saku celana. Rahangnya mengetat. Pria yang Clarissa sebut sebagai pengacara terbaik di ibu kota itu adalah nama besar yang bahkan sulit dijangkau oleh relasi Aris sendiri.

Rencana anggunnya untuk memeras energi dan tabungan Nayla hingga wanita itu menyerah, kini terancam hancur berantakan.

Namun, alih-alih meledak marah atau menerobos masuk, Aris menarik napas panjang.

Ia mengatur kembali helaan nafasnya, memperbaiki kerah kemejanya, lalu melangkah keluar dari area tersembunyi dengan wajah tenang—seolah baru saja tiba.

Klek.

Suara engsel pintu depan yang terbuka membuat percakapan di ruang tamu terhenti seketika. Nayla dan Clarissa menoleh bersamaan.

"Oh, ada tamu rupanya," ujar Aris dengan nada suara santai, hampir ramah.

Ia melangkah masuk dengan santai, melepas jam tangannya, lalu meletakkannya di atas meja konsol.

Nayla langsung berdiri refleks, matanya memancarkan rasa waspada. "Aris? Sedang apa kau di sini?"

Aris tersenyum tipis, menatap Nayla lalu beralih pada Clarissa. "Ini rumah istriku, Nayla. Apa salah jika seorang suami pulang untuk menjenguk istrinya?"

"Kita sedang dalam proses cerai, Aris," sahut Nayla cepat, suaranya agak bergetar namun berusaha tetap tegar. "Jangan berakting seolah tidak ada apa-apa."

Clarissa tetap duduk tenang di kursinya. Matanya menatap Aris dari atas ke bawah dengan tatapan dingin dan penuh ketidaksukaan.

"Karaktermu tidak berubah ya, Aris. Masih pandai bersilat lidah."

Aris tertawa kecil, suara tawa yang hampa tanpa kehangatan.

Ia berjalan mendekati meja tamu, melirik sekilas ke arah cek kosong dan kartu nama pengacara yang masih tergeletak di sana.

"Lama tidak bertemu, Clarissa," kata Aris tenang sembari menarik salah satu kursi dan duduk di hadapan mereka.

"Aku tidak tahu kalau sepupu kaya yang selama ini tinggal di luar negeri tiba-tiba peduli pada urusan rumah tangga orang lain."

"Ini bukan sekadar urusan rumah tangga ketika kau mulai menindas saudaraku," balas Clarissa tegas, menyilangkan kakinya.

"Kau menahan proses cerai ini hanya karena kau tahu Nayla tidak punya uang untuk menyewa pengacara, kan?"

Aris menyandarkan tubuhnya, menyilangkan tangan di dada. Raut wajahnya sama sekali tidak menunjukkan rasa terkejut atau panik.

"Menindas?" Aris menaikkan sebelah alisnya. "Aku hanya berusaha menyelamatkan pernikahan kami, Clarissa.

Masalah finansial dan perbedaan pendapat itu hal biasa dalam rumah tangga. Jangan memperkeruh suasana dengan menyuntikkan ambisi dan uangmu ke sini."

"Menyelamatkan pernikahan?" Nayla menyela, suaranya meninggi.

"Dengan cara mengancam akan menghabiskan seluruh tabunganku di pengadilan? Dengan menolak menandatangani surat cerai agar aku tersiksa?"

Aris menatap Nayla dengan tatapan teduh yang dibuat-buat. "Nayla, emosimu sedang tidak stabil.

Kau terpengaruh oleh orang luar. Kita bisa membicarakan ini baik-baik tanpa harus melibatkan pengacara mahal atau uang pameran seperti ini."

Clarissa terkekeh sinis. "Uang pameran? Aris, jangan pura-pura buta.

Kau tahu betul siapa nama yang tertera di kartu nama itu. Dan kau tahu betul bahwa mulai hari ini, kau tidak bisa lagi bermain-main dengan Nayla."

Aris menatap kartu nama pengacara ternama itu selama beberapa detik. Ia lalu menatap Clarissa tepat di matanya, senyum tipis masih terpatri di bibirnya.

"Kau pikir uang dan pengacara hebat bisa membeli segalanya, Clarissa?" bisik Aris pelan, namun penuh penekanan.

"Persidangan bukan cuma soal siapa yang membayar pengacara paling mahal. Persidangan adalah soal bukti, hukum, dan ketahanan mental. Dan aku... punya cukup kesabaran untuk menghadapi kalian berdua."

Aris kemudian berdiri, merapikan kemejanya tanpa terburu-buru.

Wajahnya tetap tenang tanpa setitik pun emosi lepas kontrol, sebuah topeng sempurna yang justru membuat suasana ruangan terasa makin mencekam.

"Silakan pakai pengacara itu, Nayla," ujar Aris lembut, menatap istrinya.

"Kita lihat saja sejauh mana bantuan sepupumu ini bisa membawamu. Sampai jumpa di pengadilan."

Tanpa menunggu jawaban, Aris berbalik dan melangkah keluar rumah dengan tenang, meninggalkan keheningan yang tebal di ruang tamu.

1
Ma Em
Bagas tdk tau diri diwaktu dia sakit Maya yg mengurusnya sekarang setelah sehat malah mau menyingkirkan Maya tanpa memberi kompensasi apapun , semoga usaha Bagas yg dia agung agungkan itu bangkrut dan menerima karma yg sangat menyedihkan karena sdh berkhianat .
SulSya
👍terimakasih kk penyemangat maya
Ma Em
Ayo Maya bangkit tunjukan pada Bagas bahwa tanpa dia Maya bisa cari uang dan sukses , buat Bagas menyesal karena sdh menceraikan mu Maya .
Ma Em
Alhamdulillah Maya selamat dan ada orang yg menolong .
Ma Em
Maya kamu kok bisa kalah dari Bagas sampai ngemis ngemis bikin malu saja , semoga Maya bisa sukses balas si Bagas buat dia menyesal dan berlutut minta maaf sama Maya tapi jgn mau untuk memaafkan nya .
Ma Em
Bagus Maya kamu hrs tegas jgn bisanya cuma nangis itu wanita lemah , Maya hrs berani buat Bagas menyesal setelah ditinggalkan sama Maya .
Ma Em
Thor yg benar nama suami Maya itu sebenarnya Bagas atau Aris jadi bingung , sebentar dipanggil Bagas sebentar dipanggil Aris .
SulSya: Rania mengaku kepada Maya bahwa nama pacar nya itu Aris kepada Maya agar tidak ketahuan sama maya
total 1 replies
Ma Em
Maya kamu jgn cuma nangis cepat bergerak dan selidiki kelakuan Bagas diluar rumah seperti apa kelakuan nya .
SulSya: iya itu, ini malah nangis aja
total 1 replies
SulSya
🙏🙏
Ma Em
Lelaki modelan Bagas yg tdk pantas ditolong sama maya dulu lbh baik biarkan saja dia cacat dan tdk bisa berjalan lagi , sungguh menyebalkan setelah sehat dan mapan malah melupakan Maya yg merawat dan banting tulang untuk membiayai Bagas .
SulSya: bener banget tuh kak, besok kita siksa dia
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!