NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:983k
Nilai: 4.8
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Kejutan Ulang Tahun Bu Karina

     "Cepat datang, kami menunggu kalian." Suara Bu Karina kembali mengaung di daun telinganya, mendesak. Membuat Ardana semakin dilanda bingung.

     "Memangnya kejutan apa, Ma? Katakan saja. Nayra sepertinya malas untuk keluar. Dia sedang di ruangan favoritnya." Ardana membuat alasan.

    "Tidak bisa, pokoknya sekarang Mama tungguin. Kalian jangan buat orang-orang yang sudah menunggu kecewa lho."

     Bersamaan dengan itu bunyi klik terdengar, pertanda Bu Karina langsung menutup panggilan telpon.

     "Ya ampun, aku harus bagaimana? Alasan apa lagi supaya membuat Mama bisa melupakan kedatangan kami?"

     Setengah jam kemudian, panggilan di ponsel Ardana kembali berdering. Nama Mama Karina muncul di layar. Terpaksa Ardana berbohong kalau ia saat ini sedang dalam perjalanan.

     "Arda sedang dalam perjalanan. Mama tunggu saja."

     "Cepat, Mama tidak mau menunggu lebih lama lagi," tegas Mama Karina dalam telpon.

     Dengan langkah gontai, Ardana melangkah menuju mobil, lalu mobil itu melaju menuju kediaman orang tuanya yang jaraknya hanya bisa ditempuh kurang lebih lima belas menit saja.

     Akhirnya mobil Ardana tiba di depan halaman rumah Bu Karina dan Pak Idris. Saat Ardana menuruni mobil, tubuhnya tiba-tiba keringat dingin. Ia mengalami rasa panik yang lumayan hebat.

     "Ya Tuhan, aku harus bagaimana? Aku jelaskan saja yang sejujurnya?" gumamnya bertanya di dalam hati.

     "Assalamualaikum."

     Ardana mengucap salam, kakinya mulai menapaki lantai ruang tamu orang tuanya, namun ia seakan tidak menapak. Sementara tatapan kedua orang tuanya dan orang tua Nayra, seperti sedang menatapnya tajam dan siap menerkam.

     "Waalaikumsalam. Akhirnya yang kita tunggu datang juga. Eh...di mana mantu Mama, kenapa dia belakangan? Kamu ini ya, kenapa membiarkan Nayra belakangan? Harusnya kalian jalan barengan, lho," sambut Bu Karina sembari berjalan mendekati Ardana dan melewatinya, bermaksud menyambut Nayra sang menantu.

     "Nay, Sayang, kamu ngapain? Masih di dalam mobil?" heran Bu Karina mencari, sampai tiba di mobil Ardana.

     Ardana terpaku, gelagatnya mengundang penasaran Pak Idris maupun kedua orang tua Nayra, Bu Lila dan Pak Kemal saling lempar tatap. Namun tidak lama, Ardana melangkah dan mendekati kedua mertuanya, meraih tangan mereka lalu menciumnya.

     "Bapak dan Ibu sehat?" sapa Ardana sedikit gugup, mukanya memerah. Tidak bisa dibohongi kalau kini ia sedang mengalami rasa takut yang hebat.

     "Alhamdulilah sehat. Kamu gimana? Pekerjaan kamu lancar-lancar saja?" Pak Kemal balik bertanya sambil menatap Ardana penuh perhatian.

     "Alhamdulillah Arda sehat, Pak, Bu. Pekerjaan juga lancar, hanya akhir-akhir ini memang sangat sibuk, sering jaga malam."

     "Ohhh...." respon Pak Kemal tidak berkepanjangan.

     "Arda, di mana menantuku? Dia tidak ada di mobil?" Bu Karina masuk rumah, dengan wajah yang heran. Matanya menatap Arda lekat, seakan sedang mencari sebuah jawaban yang jujur dari Ardana.

     Ardana terhenyak, kakinya seakan terkunci di lantai yang ia tapaki. Sementara reaksi Pak Idris dan kedua orang tua Nayra, sama terhenyaknya. Mata mereka kompak melihat ke arah luar, mencari dan meyakinkan keberadaan Nayra.

     "Iya, ke mana istrimu? Kalian bukannya berangkat sama-sama, kan? Jangan katakan istrimu datang ke sini dengan menaiki motor listriknya itu. Gimana sih kamu ini?" omel Pak Idris sembari keluar dari rumah.

     "Iya, ih...jangan-jangan Nayra naik motor listrik. Dan kamu biarkan. Dia itu baru saja sembuh dari sakit dua hari yang lalu," ceplos Bu Karina tanpa sadar.

     "Nayra sakit? Kok aku nggak tahu, Jeng?" Bu Lila menatap Bu Karina kaget.

     "Iya, Lila. Anakmu Nayra sempat sakit selama dua hari. Dan dua hari yang lalu dia juga baru sembuh. Aku yang jaga dan rawat dia. Aku sengaja tidak beritahu kamu, karena aku tidak mau merepotkan kamu yang jauh. Selama ada aku, apa yang terjadi pada menantuku, seperti sakit, biar aku yang tangani," jelas Bu Karina terdengar tulus.

     "Ya ampun, Jeng Karin, tulus banget kamu. Aku terimakasih banyak, karena kamu sudah menyayangi anakku sedemikian rupa. Sampai kamu rela menjaga dan merawat anakku saat sakit."

     "Itu bukan masalah Lila. Dia sudah seperti putriku. Aku tidak merasa dia mantuku," balas Bu Karina diimbuhi senyum yang tulus.

     Pak Idris tiba-tiba masuk, wajahnya terlihat merah padam. Hal itu membuat Ardana ketar-ketir. Jantungnya seketika berdebar sangat kencang.

     "Arda, di mana istri kamu, kenapa dia tidak Papa temukan? Kamu biarkan dia menaiki motor listrik? Gimana kalau ada apa-apa? Kamu ini benar-benar tidak perhatian. Keterlaluan!" semprot Pak Idris sudah diliputi emosi.

     Semua mata kini beralih pada Arda yang gemetar dan bingung. Keadaan Arda nyaris bukan seorang tentara yang tangguh seperti biasanya di lapangan. Melihat semua mata menatapnya dan menghakiminya atas ketidakadaan Nayra di mobil, sudah membuat Ardana seakan nyawanya melayang, apalagi jika mereka mendengar Nayra pergi.

     "Arda, di mana Nayra?" sentak Bu Karina marah, diliputi perasaan was-was yang mulai menggelayuti dadanya.

     "A~anu, Ma. Nayra, per~gi," akunya terbata, suaranya bergetar.

     "Pergi? Pergi ke mana? Maksud kamu pergi ke sini pakai motor listrik atau gimana sih? Jelaskan yang tenang, jangan seperti orang takut seperti itu," sentak Pak Idris memperingatkan.

     Ardana mulai mengatur napas, lalu perlahan menguatkan hati untuk bicara yang sejujurnya. Meskipun resiko terpahit akan ia terima saat ini juga.

     "Nak Arda, tolong jelaskan ke mana Nayra pergi, kenapa dia belum sampai?" Pak Kemal menimpali dengan sikap dibuat tenang.

     Ardana seakan mendapat kekuatan, lalu ia menghampiri Pak Kemal dan tiba-tiba bersimpuh. "Pak, maafkan Arda. Nayra...Nayra pergi."

     Pak Kemal terkejut karena Ardana bersimpuh di hadapannya dengan wajah penuh dosa. Begitu juga yang lain, menatapnya keheranan. Selain itu, kalimat yang diucapkan Ardana mulai dicurigai oleh semua.

     "Pergi ke mana maksudnya?" tanya Pak Kemal masih tenang, sembari mengangkat tangan Ardana supaya berdiri kembali.

     "Maafkan Arda, Pak. Nayra pergi. Nayra pergi dari rumah," ulang Ardana lebih lengkap.

     Pak Kemal dan semua saling lempar tatap satu sama lain. Tatapannya kini bukan lagi tatapan ketenangan, melainkan sebuah ketegangan.

     Pak Idris menghampiri Ardan, wajahnya sudah memerah sejak tadi dilengkapi urat-urat wajah yang mulai menegang. "Apa maksudmu? Jelaskan pergi ke mana dia. Pergi karena emosi atau pergi berlibur, jelaskan?" sentaknya.

    Semua tersentak kaget termasuk Pak Kemal yang berada tidak jauh dari Ardana.

     Bu Karina mendekat, tidak kalah emosi. "Katakan? Pergi ke mana, ke mana mantuku kau buat pergi?" Napas Bu Karina sudah turun naik.

     "Nayra...Nayra pergi entah ke mana? Arda sudah mencarinya ke semua biro perjalanan, tapi tidak ditemukan nama Nayra," sahutnya lemah, wajahnya menunduk.

     "Kurang ajar kamu, ini pasti karena kelakuanmu. Kamu yang sudah membuat dia pergi," tuduh Bu Karina sembari melayangkan telapak tangannya di wajah Ardana keras.

     Wajah Ardana terhempas saking kerasnya tamparan sang Mama.

     "Kamu sengaja memberi Mama kejutan di hari ulang tahun Mama? Ini kejutan terburuk sepanjang hidup Mama. Kamu kurang ajar, kamu keterlaluan," umpat Bu Karina lagi seraya melayangkan tangannya untuk yang kedua kali.

     Ardana tidak beranjak, hanya wajahnya yang bergerak karena tamparan Bu Karina. Ia sudah siap dengan semua resiko terpahit yang akan diterimanya. Ia mengaku salah.

     "Jadi, hari ini ulang tahun Mama? Maafkan Arda, Ma. Arda bahkan lupa dan sudah membuat hari ulang tahun Mama menjadi hari terburuk," gumamnya dalam hati penuh sesal.

1
PNC
klo sy lbh milih ga bersama lg
maaf ini sy pribadi
utk anak tetap boleh dekat
tp tdk hrs bersama lg
itu klo sy
Lina Zascia Amandia: Iya Kak. Pilihan ada di masing2 kita.... 🙏🙏... lanjut ya Kak...
total 1 replies
PNC
lagian demi kemanusiaan kenapa manggil si mantan sayang
penting ya menyembuhkan dengan manggil panggilan ditambah sayang
PNC
dokter kok jadi saraf juga
psikolog apa itu
edi edi 123
lanju6
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya sayang banget Tiana ga happy ending sm Setyadi padalah kalo nikah bisa namain anaknya Setiana hehe
Lina Zascia Amandia: Heheh.. iya bnr ya Kak? Beneran nih Kakak mau kisah Tiana dan Setyadi? Nanti sy siapin deh. Asal mampir ya... 😄😄🙏🙏
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Jadinya nama nya Setyadi ya bukan Sutikno 😆
Lina Zascia Amandia: Wkwkwkwkkwk
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah kok jd Setyadi wkwk perasaan waktu itu namanya Suktino, inget banget aku sampe komentar : dia selingkuh dr Ardana ke Sutikno 🤣 sekarang malah Setiyadi 🤣 kamu selingkuh berapa kali Tia 😆
Lina Zascia Amandia: Ah yg bnr, biar sy cek. Gini nih kalo nulis gak sy catat nama pemerannya di buku. Suka kelupaan.
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kasian juga si nepa 3 taun bantu ngurusin mbak nya yg stress mana hubungan persahabatan nya juga jd renggang 🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
dih, cemburu sama tama.. tama bukan tiana ya yg stress wkwk tama bisa dikasitau baik2 ga kayak tiana dikit2 tantrum 😛
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
disini nih kak bi neni nya wkwk
Lina Zascia Amandia: Wah... nanti sy revisi deh ya... makasih atas ketelitiannya.
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
perasaan di atas nama nya bi neni jd bi ratni 🤣
Lina Zascia Amandia: Siap, nanti sy revisi ya.
total 3 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya temen situ juga sangat mengecewakan dipikir jd nayra selama tiga taun ga banyak makan ati apa 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
setelah ku pikir2 nama tokoh nya trah Ar-ana semua ya wkwk Ardana, Arkana, Aryana cuma beda huruf ketiganya doang 😆
Lina Zascia Amandia: Hehehe... iya Kak..... 🤭🤭
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah mama nya arda ganti nama wkwk perasaan karina kok jd kirana 😂
Lina Zascia Amandia: Karina Kak. Wah... kayaknya sy salah tulis. Nanti direvisi ya...
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wah belum tau dia, perempuan kalo pergi dengan kemarahan & kecewa bisa tiba2 jd mandiri, apalagi kalo ada duit bisa tiba2 ke paris padahal kalo di dalem kota aja gatau mana utara selatan barat sm timur 😂🙏
Lina Zascia Amandia: Betul.. mm
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwk lu kata nayra jin apa ya di suruh muncullah 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
HAHAHA kena deh 🫵🏻😛
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
harusnya kalo dia tau ardana suami sahabatnya dr awal dia bisa langsung kasitau ardana kalo mbak nya stress wkwk tp gpp walaupun terlambat untung si nepa masih waras ga pro ke pelakor 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini nepa ga di kenalin sm ardana juga sama si nayra? ga dateng di nikahannya nayra kah? kok pas ketemu ardana di rs dia ga ngenalin ardana juga sebagai suami sahabatnya.. kalo dia tau ardana suami sahabatnya dr lama kan pas di rs dia tau tuh kalo mbak nya berusaha ngejebak dan di nikahin ardana harusnya bisa kasitau ardana dr awal kisah mbak nya jd rumah tangga ardana sm nayra ga gugur bunga 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
aku masih bingung ini nepa temenan sm nayra udah lama kan ya? apa cuma temen nongkrong yg kadang2 aja? kok bisa ga tau kakak nya si nepa udah tahunan temenan 🙄 aku kalo udah temenan bertahun tahun apalagi udah sampe main ke rumah pasti sedikit banyak tau kakak/adeknya temen trus ortunya slnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!