NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:785.1k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Kejutan Ulang Tahun Bu Karina

     "Cepat datang, kami menunggu kalian." Suara Bu Karina kembali mengaung di daun telinganya, mendesak. Membuat Ardana semakin dilanda bingung.

     "Memangnya kejutan apa, Ma? Katakan saja. Nayra sepertinya malas untuk keluar. Dia sedang di ruangan favoritnya." Ardana membuat alasan.

    "Tidak bisa, pokoknya sekarang Mama tungguin. Kalian jangan buat orang-orang yang sudah menunggu kecewa lho."

     Bersamaan dengan itu bunyi klik terdengar, pertanda Bu Karina langsung menutup panggilan telpon.

     "Ya ampun, aku harus bagaimana? Alasan apa lagi supaya membuat Mama bisa melupakan kedatangan kami?"

     Setengah jam kemudian, panggilan di ponsel Ardana kembali berdering. Nama Mama Karina muncul di layar. Terpaksa Ardana berbohong kalau ia saat ini sedang dalam perjalanan.

     "Arda sedang dalam perjalanan. Mama tunggu saja."

     "Cepat, Mama tidak mau menunggu lebih lama lagi," tegas Mama Karina dalam telpon.

     Dengan langkah gontai, Ardana melangkah menuju mobil, lalu mobil itu melaju menuju kediaman orang tuanya yang jaraknya hanya bisa ditempuh kurang lebih lima belas menit saja.

     Akhirnya mobil Ardana tiba di depan halaman rumah Bu Karina dan Pak Idris. Saat Ardana menuruni mobil, tubuhnya tiba-tiba keringat dingin. Ia mengalami rasa panik yang lumayan hebat.

     "Ya Tuhan, aku harus bagaimana? Aku jelaskan saja yang sejujurnya?" gumamnya bertanya di dalam hati.

     "Assalamualaikum."

     Ardana mengucap salam, kakinya mulai menapaki lantai ruang tamu orang tuanya, namun ia seakan tidak menapak. Sementara tatapan kedua orang tuanya dan orang tua Nayra, seperti sedang menatapnya tajam dan siap menerkam.

     "Waalaikumsalam. Akhirnya yang kita tunggu datang juga. Eh...di mana mantu Mama, kenapa dia belakangan? Kamu ini ya, kenapa membiarkan Nayra belakangan? Harusnya kalian jalan barengan, lho," sambut Bu Karina sembari berjalan mendekati Ardana dan melewatinya, bermaksud menyambut Nayra sang menantu.

     "Nay, Sayang, kamu ngapain? Masih di dalam mobil?" heran Bu Karina mencari, sampai tiba di mobil Ardana.

     Ardana terpaku, gelagatnya mengundang penasaran Pak Idris maupun kedua orang tua Nayra, Bu Lila dan Pak Kemal saling lempar tatap. Namun tidak lama, Ardana melangkah dan mendekati kedua mertuanya, meraih tangan mereka lalu menciumnya.

     "Bapak dan Ibu sehat?" sapa Ardana sedikit gugup, mukanya memerah. Tidak bisa dibohongi kalau kini ia sedang mengalami rasa takut yang hebat.

     "Alhamdulilah sehat. Kamu gimana? Pekerjaan kamu lancar-lancar saja?" Pak Kemal balik bertanya sambil menatap Ardana penuh perhatian.

     "Alhamdulillah Arda sehat, Pak, Bu. Pekerjaan juga lancar, hanya akhir-akhir ini memang sangat sibuk, sering jaga malam."

     "Ohhh...." respon Pak Kemal tidak berkepanjangan.

     "Arda, di mana menantuku? Dia tidak ada di mobil?" Bu Karina masuk rumah, dengan wajah yang heran. Matanya menatap Arda lekat, seakan sedang mencari sebuah jawaban yang jujur dari Ardana.

     Ardana terhenyak, kakinya seakan terkunci di lantai yang ia tapaki. Sementara reaksi Pak Idris dan kedua orang tua Nayra, sama terhenyaknya. Mata mereka kompak melihat ke arah luar, mencari dan meyakinkan keberadaan Nayra.

     "Iya, ke mana istrimu? Kalian bukannya berangkat sama-sama, kan? Jangan katakan istrimu datang ke sini dengan menaiki motor listriknya itu. Gimana sih kamu ini?" omel Pak Idris sembari keluar dari rumah.

     "Iya, ih...jangan-jangan Nayra naik motor listrik. Dan kamu biarkan. Dia itu baru saja sembuh dari sakit dua hari yang lalu," ceplos Bu Karina tanpa sadar.

     "Nayra sakit? Kok aku nggak tahu, Jeng?" Bu Lila menatap Bu Karina kaget.

     "Iya, Lila. Anakmu Nayra sempat sakit selama dua hari. Dan dua hari yang lalu dia juga baru sembuh. Aku yang jaga dan rawat dia. Aku sengaja tidak beritahu kamu, karena aku tidak mau merepotkan kamu yang jauh. Selama ada aku, apa yang terjadi pada menantuku, seperti sakit, biar aku yang tangani," jelas Bu Karina terdengar tulus.

     "Ya ampun, Jeng Karin, tulus banget kamu. Aku terimakasih banyak, karena kamu sudah menyayangi anakku sedemikian rupa. Sampai kamu rela menjaga dan merawat anakku saat sakit."

     "Itu bukan masalah Lila. Dia sudah seperti putriku. Aku tidak merasa dia mantuku," balas Bu Karina diimbuhi senyum yang tulus.

     Pak Idris tiba-tiba masuk, wajahnya terlihat merah padam. Hal itu membuat Ardana ketar-ketir. Jantungnya seketika berdebar sangat kencang.

     "Arda, di mana istri kamu, kenapa dia tidak Papa temukan? Kamu biarkan dia menaiki motor listrik? Gimana kalau ada apa-apa? Kamu ini benar-benar tidak perhatian. Keterlaluan!" semprot Pak Idris sudah diliputi emosi.

     Semua mata kini beralih pada Arda yang gemetar dan bingung. Keadaan Arda nyaris bukan seorang tentara yang tangguh seperti biasanya di lapangan. Melihat semua mata menatapnya dan menghakiminya atas ketidakadaan Nayra di mobil, sudah membuat Ardana seakan nyawanya melayang, apalagi jika mereka mendengar Nayra pergi.

     "Arda, di mana Nayra?" sentak Bu Karina marah, diliputi perasaan was-was yang mulai menggelayuti dadanya.

     "A~anu, Ma. Nayra, per~gi," akunya terbata, suaranya bergetar.

     "Pergi? Pergi ke mana? Maksud kamu pergi ke sini pakai motor listrik atau gimana sih? Jelaskan yang tenang, jangan seperti orang takut seperti itu," sentak Pak Idris memperingatkan.

     Ardana mulai mengatur napas, lalu perlahan menguatkan hati untuk bicara yang sejujurnya. Meskipun resiko terpahit akan ia terima saat ini juga.

     "Nak Arda, tolong jelaskan ke mana Nayra pergi, kenapa dia belum sampai?" Pak Kemal menimpali dengan sikap dibuat tenang.

     Ardana seakan mendapat kekuatan, lalu ia menghampiri Pak Kemal dan tiba-tiba bersimpuh. "Pak, maafkan Arda. Nayra...Nayra pergi."

     Pak Kemal terkejut karena Ardana bersimpuh di hadapannya dengan wajah penuh dosa. Begitu juga yang lain, menatapnya keheranan. Selain itu, kalimat yang diucapkan Ardana mulai dicurigai oleh semua.

     "Pergi ke mana maksudnya?" tanya Pak Kemal masih tenang, sembari mengangkat tangan Ardana supaya berdiri kembali.

     "Maafkan Arda, Pak. Nayra pergi. Nayra pergi dari rumah," ulang Ardana lebih lengkap.

     Pak Kemal dan semua saling lempar tatap satu sama lain. Tatapannya kini bukan lagi tatapan ketenangan, melainkan sebuah ketegangan.

     Pak Idris menghampiri Ardan, wajahnya sudah memerah sejak tadi dilengkapi urat-urat wajah yang mulai menegang. "Apa maksudmu? Jelaskan pergi ke mana dia. Pergi karena emosi atau pergi berlibur, jelaskan?" sentaknya.

    Semua tersentak kaget termasuk Pak Kemal yang berada tidak jauh dari Ardana.

     Bu Karina mendekat, tidak kalah emosi. "Katakan? Pergi ke mana, ke mana mantuku kau buat pergi?" Napas Bu Karina sudah turun naik.

     "Nayra...Nayra pergi entah ke mana? Arda sudah mencarinya ke semua biro perjalanan, tapi tidak ditemukan nama Nayra," sahutnya lemah, wajahnya menunduk.

     "Kurang ajar kamu, ini pasti karena kelakuanmu. Kamu yang sudah membuat dia pergi," tuduh Bu Karina sembari melayangkan telapak tangannya di wajah Ardana keras.

     Wajah Ardana terhempas saking kerasnya tamparan sang Mama.

     "Kamu sengaja memberi Mama kejutan di hari ulang tahun Mama? Ini kejutan terburuk sepanjang hidup Mama. Kamu kurang ajar, kamu keterlaluan," umpat Bu Karina lagi seraya melayangkan tangannya untuk yang kedua kali.

     Ardana tidak beranjak, hanya wajahnya yang bergerak karena tamparan Bu Karina. Ia sudah siap dengan semua resiko terpahit yang akan diterimanya. Ia mengaku salah.

     "Jadi, hari ini ulang tahun Mama? Maafkan Arda, Ma. Arda bahkan lupa dan sudah membuat hari ulang tahun Mama menjadi hari terburuk," gumamnya dalam hati penuh sesal.

1
Deera__
Makassar.. kota yang ingin ku datangi... rindu pada kakakku tercinta nan jauh disna.
Lina Zascia Amandia: Masya Allah, smg cpt bertemu kembali ya Kak... 🥰🥰
total 1 replies
Deera__
Nayra pasti dilindungi kakknya Kak Nayma.
Deera__
gilaaa udh nakall banget kau Tiana dulu. emng kebanyakan pilot itu kang selingkuh, kang modus dan hobbi modal manis doang. banyak intrik dikehidupan Pilot. karna kesibukan kerjanya itu dan sering dikelilingi wanita² cantik lagi seorang pramugari atau pilot wanita
Lina Zascia Amandia: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Deera__
miris hidupmu Nay 😢😢😢😓😓😓
Deera__
Ya Allah ya Rabb... jika sudh lelah dengan semua. GK sanggup bersama ma istrimu lebih baik pulangkan saja Nayra dengan baik² ke kedua orangtua dan kakaknya. Jangan terlalu dalam menggores luka dihati dan hidup istrimu. GK punya hati dan perasaan sedikit saja kamu.
Deera__
astaghfirullah ini namanya udh selingkuh. kurang ajar kau Ardana /Smug//Smug/
Deera__
diihh hueekk.. sok lembut dan perhatian. ma istri dingin cuek angkuh.. ku getok ya kau 🤣🤣🤣/Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/
Agustinar Agustinar
semoga mereka bersatu kembali dan tidak ada masalah
Deera__
emang suamimu itu gendeng dan aneh bin idiot Nay. jadi gk ush dimasukin ke hati. Cukup sekarang btasi diri. jangan berharap lebih. berharaplah dan serahkan semua pada Allah. ku jamin hidupmu tenang dan bahagia.
Deera__
kau waras kan? aneh dipeluk istri kok risih ilfeel. /Slight//Drowsy//Drowsy/
Ririn Danayanti
lanjut dan semangat KK author
Lina Zascia Amandia: Makasih Kak... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Ari Sawitri
kaos kaki hitam warna navy???🤔🤔🤔 kok bingung ya?? jadinya ini kaos kaki warna hitam atau navy?😅😅
Lina Zascia Amandia: Wkwkwkwk.... nanti revisi Kak. Makasih atas kejeliannya... 🙏🙏🙏
total 1 replies
Ari Sawitri
tolol emang.. itu lagi si Tama sok sok mau jd pahlawan kesiangan. egois semua. ya jelas lah klu aku jd mertua nayra akan berpikir itu suami dan anak mereka 🤨🤨😕 bodoh banget
Ari Sawitri
harusnya nayra tegas menolak Tama utk menemani smp bandung .. jd tambah runyam kan😔🤔 kecewa dg sikap nayra yg egois
Ari Sawitri
hah 🤨🤨🤨3 th kamu anggap apa? itu waktu yg lama yg diberikan nayra untuk kamu berubah bahlul😡😡😡 jengkel aku
Ari Sawitri
harusnya pakai kata pergi dr rumah ya .. klu minggat kok kasar ya 😅
Lina Zascia Amandia: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Endjang Setiawan
Seorang Letnan kok mudah dibohongi ya🤭
Novi Anit
menarik
Lina Zascia Amandia: Makasih byk Kak. Lanjut sampai tamat.
total 1 replies
Mama Gezkara
sombong sekali anda pak...
Mama Gezkara
siap kaaakk
Lina Zascia Amandia: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!