NovelToon NovelToon
EMBER

EMBER

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Dua hari menjelang pernikahan megahnya, Cinderella Huntington harus menelan kenyataan pahit: sang tunangan mengkhianatinya bersama adik kandungnya sendiri.
Dijatuhi tuduhan tak adil dan selalu dituntut mengalah oleh keluarganya, Cinderella memilih pergi melintasi dinginnya malam untuk meluapkan amarah dan rasa sakitnya hingga mengakhiri hidup.

Namun takdir berkehendak lain. Ia terbangun dalam raga Marcella Ember Vitiello—gadis 18 tahun yang tewas mengakhiri hidup akibat pengabaian orang tuanya.

Di tengah keputusasaan, takdir mempertemukannya kembali dengan Draxler Lutolf Ashford—pemuda 19 tahun berparas tampan yang ia kira hanyalah mahasiswa biasa.

Cinderella bertekad membalas setiap ketidakadilan.

Bisakah ia benar-benar menghapus jejak Draxler dari hidupnya ketika takdir pria muda itu ternyata jauh lebih rumit dari yang pernah ia bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#24

Kaca gelap limousine mengisolasi keheningan di dalam kabin dari riuh jalanan kota California. Mobil mewah itu meluncur mulus membelah arus lalu lintas, meninggalkan area Grand Palace Hotel jauh di belakang.

Di atas jok kulit yang dingin, Cinderella—dalam raga Marcella Ember Vitiello—duduk kaku dengan punggung menegak sempurna.

Tangannya yang mengenakan sarung tangan sutra hitam memegang erat kacamata di pangkuannya. Wajahnya yang memancarkan ketegasan dingin pimpinan eksekutif di depan Draxler beberapa saat lalu, kini perlahan retak.

Sebulir air mata hangat meluncur mendadak menyusuri pipi mulusnya.

Hanya sebulir.

Namun sebelum jejak basah itu sempat membasahi gaun blazernya, jemari lentur Ember dengan cepat mengusapnya hingga kering. Tatapannya kembali tajam, memantul pada kaca jendela yang kelam.

Cinta?

Ember terkekeh lirih—sebuah tawa sunyi yang sarat akan kepahitan yang menghujam dada.

Logika dingin Cinderella Huntington—sang mantan pimpinan korporasi yang kenyang pengkhianatan—selalu berbisik bahwa cinta adalah racun paling mematikan di muka bumi.

Namun, selama sembilan bulan mengandung Cinderella Vitiello kecil di dalam rahimnya, gejolak emosional milik raga asli Ember yang ia huni telah mengambil alih seluruh sudut hatinya secara perlahan tapi pasti.

Berulang kali Cinderella Huntington di dalam otaknya menegaskan bahwa ia tidak boleh jatuh cinta, bahwa semua pria sama saja, dan bahwa hidupnya hanya ditujukan untuk pembalasan dendam.

Namun hatinya—hati yang kini berdetak di dalam dada Marcella Ember Vitiello—tetap bertahan pada satu nama tunggal yang tak tergantikan: Draxler Lutolf Ashford.

Hanya Draxler.

Sejak hari pertama jiwa Cinderella terlempar ke dalam raga ini hingga detik ini.

Namun, kenyataan tak memberi ruang. Demi meruntuhkan dinasti Huntington yang kotor dan merebut kembali apa yang menjadi haknya, ia membutuhkan amunisi finansial raksasa dalam waktu singkat.

Ia merekam penyatuan panas pertama mereka di hotel tujuh tahun lalu, memanfaatkannya sebagai skenario pemerasan bernilai sepuluh juta dolar, lalu menggunakan setiap sen uang tersebut untuk menyapu bersih saham-sahar rahasia Huntington Group dari pasar gelap.

Sebuah manuver yang menjadikannya penguasa... sekaligus mengunci dirinya dalam status sebagai wanita paling hina di mata keluarga Ashford.

Pandangan Ember menerawang menembus kabut ingatan masa lalu.

Kenangan tujuh tahun lalu mendadak berputar liar dalam kepalanya.

Flashback — 7 Tahun Lalu

Sebuah ruangan pertemuan tertutup yang amat privat di pinggiran kota California. Hawa dingin dari pendingin udara terasa menusuk hingga ke tulang.

Di seberang meja kayu jati berukir, berdiri dua sosok agung yang memancarkan kekuasaan dan aura intimidasi tingkat tinggi: Kaetos Ashford—sang kepala keluarga Ashford yang legendaris—serta istrinya, Parrie Ashford Ashford, wanita anggun yang menjadi jantung dari dinasti tersebut.

Di atas meja, sebuah tablet menampilkan salinan bukti transfer bernilai sepuluh juta dolar yang baru saja dicairkan dari rekening perantara internasional, beserta dokumen kesepakatan penutupan skandal video pemerasan.

Ember—yang saat itu masih dalam penampilan mewahnya seusai meninggalkan kamar hotel—duduk bersedekap dengan wajah datar tanpa dosa sedikit pun.

Parrie menatap gadis muda di hadapannya dengan manik mata yang memancarkan campur aduk antara duka, kebingungan, dan keprihatinan yang mendalam.

Sebagai seorang ibu yang membesarkan putra kembarnya dengan prinsip kehormatan yang kaku, Parrie tahu persis siapa Draxler.

"Marcella Ember Vitiello..." suara Parrie terdengar amat lembut namun bergetar hebat.

"Aku mengenal putraku sejak detik pertama ia lahir ke dunia. Draxler bukanlah pria kekanak-kanakan yang tidak bertanggung jawab. Dia tidak akan pernah membawa seorang gadis random ke tempat tidurnya, apalagi menyerahkan dirinya jika tidak ada perasaan yang amat dalam di hatinya."

Parrie mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap lurus ke dalam manik mata Ember, mencoba mencari sedikit saja celah kejujuran atau paksaan di sana.

"Pikirkan ulang keputusanmu, Nak," mohon Parrie dengan ketulusan seorang ibu. "Jika kau mengalami kesulitan keuangan, jika kau dalam ancaman, atau jika kau memiliki masalah... katakan padaku. Jangan hancurkan hidupmu dan hidup putraku dengan skandal pemerasan kotor seperti ini. Jika kau jujur, aku sendiri yang akan merestui hubungan kalian."

Ember menatap wanita agung di hadapannya. Hatinya menjerit perih.

Untuk sepersekian detik, ia ingin bersujud di kaki ibu dari pria yang dicintainya, menjelaskan seluruh trauma pengkhianatan keluarga Huntington dan alasan di balik keputusasaannya.

Namun, bayangan wajah Jonah, Siena, dan kekejaman panggung bisnis Huntington seketika menampar kesadarannya.

Jika ia menerima uluran tangan keluarga Ashford, ia hanya akan menyeret Draxler ke dalam neraka perang darahnya, merusak nama besar Ashford, dan membuat Draxler dipandang sebagai pria yang dimanfaatkan oleh wanita berdarah dingin.

Ember menegakkan punggungnya, menyunggingkan senyum sinis yang paling kejam yang bisa dirancangnya.

"Nyonya Ashford yang terhormat..." sahut Ember dengan intonasi dingin tanpa ampun.

"Jangan membodohi diri Anda sendiri dengan dongeng moralitas. Putra Anda... Draxler... dia hanyalah pemuda lugu yang sangat mudah dibodohi. Dia percaya pada tangisan air mataku, dia percaya pada kepolosanku di atas ranjang, dan dia dengan sukarela masuk ke dalam perangkap yang kubuat."

Wajah Parrie perlahan memucat, terkejut luar biasa oleh ketajaman kata-kata gadis di hadapannya.

"Sejak hari pertama aku mengejarnya di kampus, tujuanku hanya satu," lanjut Ember tanpa kedipan, melemparkan kata-kata yang memotong seluruh jembatan harapan.

"Aku membutuhkan uang dalam jumlah raksasa. Dan cara tercepat untuk mendapatkan sepuluh juta dolar tanpa perlu bekerja seumur hidup adalah dengan menjebak pewaris dinasti Ashford menggunakan rekaman kami. Saya memanfaatkan putra Anda, Nyonya. Dan saya sangat puas dengan hasilnya."

Keheningan yang mematikan melingkupi ruangan itu. Kaetos Ashford mengepalkan tangannya di balik jasnya, matanya berkilat penuh amarah yang tertahan.

Parrie berdiri perlahan dari kursinya. Tubuh wanita anggun itu bergetar oleh kemarahan dan rasa patah hati yang mendalam atas pengkhianatan yang dialami putranya.

PLAK!

Sebuah tamparan keras mendarat mulus di pipi mulus Ember.

Wajah Ember terlempar ke sisi kiri. Rasa panas dan perih seketika menjalar di kulit pipinya, namun ia tetap mempertahankan tatapan datarnya tanpa mengalirkan satu tetes pun air mata.

Parrie menatap Ember dengan napas memburu dan mata yang berkaca-kaca oleh amarah.

"Aku bersumpah..." desis Parrie dengan suara berat yang dipenuhi kutukan seorang ibu, "...kau akan menyesal setengah mati telah menghancurkan hati putraku! Kau akan membusuk dengan perasan darah dan air mata Draxler!"

Ember merapikan rambutnya yang sedikit berantakan, menyunggingkan senyum pemicu kebencian terakhirnya. "Terima kasih atas uangnya, Nyonya Ashford. Selamat tinggal."

Ember berbalik dan melangkah keluar dari ruangan itu dengan dagu terangkat tinggi, membiarkan punggungnya dihantam oleh kebencian abadi dari keluarga Ashford.

Flashback End

Bip.

Suara bisikan halus mesin limousine menyadarkan Ember dari ingatan kelam masa lalunya.

Ember membuka matanya kembali. Jejak tamparan Parrie tujuh tahun lalu seolah masih meninggalkan sensasi panas yang samar di pipinya. Namun, semua penderitaan, caci maki, dan kebencian dari seluruh isi dunia terasa sepadan saat ia mengingat apa yang ia miliki di rumahnya saat ini.

Sebuah senyum tulus yang amat langka terbit di bibirnya.

Ia mendapatkan Huntington Group, ia telah membalaskan dendamnya pada orang-orang kotor yang menghancurkan hidupnya di masa lalu... dan yang terpenting, dari malam penyatuan itu, Tuhan memberikannya karunia terindah yang tidak pernah ia duga sebelumnya: Cinderella Vitiello.

1
Agus Tina
Bagus sekali ceritanya thor, sukaaaaa 🤍🤍🤍🤍
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak🫶 sehat selalu 😍
total 1 replies
Agus Tina
Setepah kematian Cinderela aku berharap perusahaan ayahnya gulung tikar, kebenaran bahwa Cinderelalah itak dibalik kesuksesan perusahaan mereka terkuak ke publik ...
Yusry Ajay
semangat berkarya Thor 🤗🤗
Yusry Ajay
mkasih uda up Thor 🤗🤗
Rosdianah 🌷: terimakasih kak readers 🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
hu.... menegangkan thor...
Asriani Rini
Bagus banget ceritan aku suka sekali
Yusry Ajay
lanjut Thor kurang up nya...
Asriani Rini
Lanjut Thor
Heni Utami
sangat best
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak😍
total 1 replies
Anonim
kereen abis
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Si penny end,, ember nya crazy up please,, 🤭
Rosdianah 🌷: besok mulai double bab kak🙏🏻
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
cerita keluarga ashford emang gak pernahh gagal,di tunggu cerita nya Dominic thor🤭
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
masih nyimak Thor 🤔🤔🤔
Yusry Ajay
pkoknya semangat selalu Thor 🤗🤗🤗
Rosdianah 🌷: sehat selalu ya kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
lanjut Thor 🤗🤗🤗
Rosdianah 🌷: siap kak
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat up Thor 💪💪
Yusry Ajay
kyknya ada yg mulai jatuh cinta nih🤗🤗
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤭
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat menata hidup kembali ember💪💪
Debu Nakal
typo kah thor
Debu Nakal
typo kah thor
Rosdianah 🌷: tidak kak.. First time Author buat novel Transmigrasi 🙏🏻
Cinderella Dan Ember itu satu🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!