NovelToon NovelToon
WANITA YANG TIDAK LAGI SAMA

WANITA YANG TIDAK LAGI SAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:889
Nilai: 5
Nama Author: aina susiyanti77

Di tinggal meninggal dunia oleh suami bukan keinginanku. namun terkadang ketika sebuah pilihan datang manusia tidak dapat menolaknya.

Saat pak Burhan dan Bu Salma menemui ku, agar aku menikahi anaknya Prasetio yang sudah beristri aku tidak punya jalan lain kecuali menerimanya.

karena keterbatasanku dalam mencari nafkah, dan demi menolong Prasetio yang kata ibunya butuh pendamping lantaran istrinya sakit parah.

Disinilah letak kesalahanku, tetapi ternyata justru kesalahanku ini adalah petunjuk terang tentang kematian ibuku.


Suatu hari tak sengaja aku menemukan selembaran dokumen, yang tercantum nama ayahku di lemari Pak Burhan, akhirnya sejarah kelam masa lalu terbongkar, aku tahu siapa sebenarnya suamiku Prasetio, Pak Burhan, Prilia istri pertama suamiku, ibunya Prilia, dan Bu Salma ibu mertuaku.

Ada apa sebenarnya di balik kematian ibuku?
Bagai mana selanjutnya hubunganku dengan Prasetio setelah semua terkuak?

Simak kisah panjangku dalam WANITA YANG TIDAK LAGI SAMA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aina susiyanti77, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7 : Kartu As Diatas Meja

Setelah penjelasan panjang lebar dari Bu Aminah aku pamit untuk pergi menemui Pak Baskoro, beruntung nomor ponsel yang sudah aku dapatkan itu sekarang sudah berpindah ke kontak ku.

Aku men-scrol layar ponselku mencari sebuah nama Pak Baskoro.

Tidak memakan waktu lama nama itu sudah aku temukan, ku klik tombol berwarna hijau itu lalu terdengar nada sambung dari sebrang sana... "Alhamdulillah masih aktif. '' Aku berseru gembira.

" Haloooo dengan siapa ini? apa ada yang dapat saya bantu? " Terdengar di dalam ponsel ku suara laki laki sekitar usia lima puluh tahun.

" Iya Pak saya Maya, saya anak almarhum Pak Hendra Wijaya, saya ingin bertemu bapak ada perihal penting yang ingin Saya sampaikan. " Jawabku.

"Sebentar Pak Hendra Wijaya mana ya?" Suara dalam ponsel itu sedikit terdengar penasaran.

"Pak Hendra yang dulu pernah tinggal di Palembang, dan saat Beliau masi hidup memiliki banyak perkebunan sawit di daerah pedalaman Pekan Baru, kantornya saat ini berada di Pekan Baru bernama CV Abadi Permai yang di urus seorang bernama Prasetio. " Aku menjelaskan panjang lebar.

"Sebentar.... kamu siapa?! " Jawab Pak Baskoro dalam ponselnya.

"Saya Maya Pak....?! " Jawabku.

"Subhanallah kamu Maya anak Pak Hendra dari Ibu yang bernama Pratiwi?! "

"Iya pak. " Jawabku pelan, pernyataan Pak Baskoro barusan yang seakan menegaskan tentang istri dari ayahku membuat ku sedih. Yaaa ayahku memang punya istri lain dan anak dari istrinya itu sudah sangat semena mena terhadapku selama ini.

"Maya datanglah ke kantor Saya sekarang juga, kamu tahu kan alamat kantor saya?!

"Tidak pak." Jawab ku pelan.

"Baik lah nanti bapak sher lok aja, kamu naik apa ke mari Maya?"

"Saya naik Taxi online Pak. " Oke Saya tunggu. " terdengar jawaban dari sebrang lalu telpon pun terputus.

Aku menarik nafas sangat lega harapan baru seakan sudah tergambar di pelupuk mataku.

Setelah memesan taxi Grab Car melalui aplikasi, dan memberikan titik tungguku selang berapa menit taxi itu pun tiba tepat di depanku. Aku segera membuka pintu mobil lalu menyebutkan alamat kantor Pak Baskoro.

Sesampai di kantor yang mewah itu aku memberikan pesan Whatsap, yang langsung di jawab, "tunggu lah di bawah nanti akan ada yang menjemputmu. "

Aku membalas pesan itu dan menyebutkan ciri ciri agar tidak keliru orang yang menjemput. Aku duduk di ruang lobi tak lama kemudian ada seorang pemuda kira kira seumuran denganku, datang menghampiriku.

​

​"Mbak Maya, ya?" tanyanya sopan sambil mengamati wajahku.

​"Iya, benar. Saya Maya," jawabku mengangguk.

​"Saya utusan Pak Baskoro, Mbak. Beliau sudah menunggu di atas dan meminta saya untuk langsung menjemput Mbak Maya. Mari, ikuti saya."

​Pria itu mengarahkan ku menuju deretan pintu lift di sudut lobi. Ia menekan tombol panggil, lalu tak lama kemudian pintu lift terbuka. Kami melangkah masuk, dan ia menekan tombol angka tiga.

​Lift melaju halus membawa kami naik menuju lantai tiga, tempat Pak Baskoro sudah menantikan kedatanganku.

​ Sebelum masuk ke ruangan aku mengetuk pintu terlebih dahulu, ku lihat laki -laki berusia lebih kurang lima puluh tahun duduk di belakang meja, dengan amplop coklat berukuran besar berada di depannya.

"Maya ya?!" Sapanya sopan dan ramah saat melihat kehadiranku di depan pintu ruangannya.

Aku menganggukkan kepala dan tersenyum ke arahnya. "Mari mari silahkan Maya." Sambutnya.

Aku masuk ke dalam " silahkan duduk Maya". Ujarnya. aku menarik kursi yang ada di hadapan meja Pak Baskoro. Kami berjabat tangan karena Beliau sebaya ayahku pastinya jadi aku memberi hormat dengan mencium tangannya

"Hmmmm Jadi ini Maya anaknya Pak Hendra? " Pak Baskoro memulai percakapan "

"Iya Pak! "

"Begini Maya sepuluh tahun yang lalu tepat nya tanggal tiga Agustus dua ribu enam belas, ayahmu Pak Hendra Wijaya datang menemui Beliau menyerahkan dokumen penting yang semuanya asli tentang kepemilikan hak milik lahan perkebunan sawit yang di kelola oleh CV ABADI PERMAI yang saat ini kantornya berada di Pekan Baru. " Pak Baskoro menceritakan riwayat penyerahan dokumen penting itu.

"Saat itu ayahmu berkata bila suatu saat nanti ada anaknya yang bernama Maya Arisanti datang pada Saya, agar sekiranya Saya memberikan apa yang Beliau serahkan hari itu, dan apa bila terjadi apa apa atas dirinya, misal Beliau meninggal dunia, maka pemilik asli CV Abadi Permai itu mutlak milikmu. " Pak Baskoro memberikan penjelasan secara rinci.

"Ketika itu ayahmu bilang kalau semua pengurusan perusahaan di serahkan pada Pak Burhanudin selaku managernya, dan Beliau ingin hidup tenang di kota Palembang itulah wasiat ayahmu Maya. "

"Salinan sertifikat asli kepemilikan perkebunan dan rumah di Pekan Baru serta yang berada di kawasan komplek Bukit Hijau sudah tersimpan sangat aman semua atas namamu. "Jelasnya lagi tanpa basa basi.

" Ayahmu seorang pria yang baik Maya, sepertinya Beliau sudah memperhitungkan dan berpikir panjang tentang masa depanmu, dia sangat takut bila dokumen ini jatuh pada orang yang tidak bertanggung jawab. "

" Saya sudah siapkan Surat Pemberitahuan Audit Aset dan Somasi Resmi untuk segera diserahkan ke pihak Pras yang sedang mengelola CV itu saat ini bila kamu perintahkan.

Bagai mana Maya apa surat surat ini akan segera kau bawa pulang, atau menunggu segala sesuatunya Saya sempurnakan. ''Pak Baskoro memegang amplop bewarna coklat yang dari tadi ku lihat ada di atas meja.

"Nanti saja Pak saat ini Saya ingin menyelesaikan dulu urusan Saya, biar semua dokumen tetap di sini dulu, karena menurut hemat Saya sementara waktu ini Dokumen ini lebih aman berada di tangan Bapak. "

"Heeeem baiklah kalau begitu, Saya akan menyimpan kembali dokumen penting ini. "

"Iya Pak, silah kan bapak simpan." Jawab ku dengan sopan.

"Pak kalau begitu Saya mohon pamit dulu. " Ujarku seraya berdiri dari atas kursi, aku menyalami Pak Baskoro, sebelum melangkah menuju ke luar ruangan.

"Kalau ada apa apa jangan segan segan untuk menghubungi saya segera Maya. " Ucap Pak Baskoro.

"Baik Pak. " Jawabku seraya tersenyum kemudian menghilang dari pandangan mata Beliau.

Aku menarik nafas lega ku pikir akan banyak mengeluarkan biaya demi menemui pengacara itu, namun ternyata segala sesuatu sudah di atur oleh ayahku dahulu, serupiah pun aku tidak keluar apa-apa kecuali ongkos taxi.

Setelah turun dari lift lantai tiga yang langsung menuju ke lobi aku kembali men-scrol ponselku, jariku segera mencari aplikasi GRAB CAT taxi online, lalu mengklik driver yang sedang aktif dan memberikan titik alamatku. Tak selang berapa menit taxi dengan warna kuning menghampiriku,

Aku membuka pintu dan masuk ke dalam mobil, lalu memberikan alamat rumahku. Rasa tenang yang ku rasakan saat ini seakan membuat ragaku ringan bagai melayang di atas awan.

Bersambung

1
Night Watcher
pak burhan?
Aina Senja: Trimakasi kk koreksinya🙏🙏😍
total 1 replies
Night Watcher
satu halaman diulang😇
Aina Senja: iya salah kirim kk, mau perbaikan tapi lagi di audit jadi belum berani kotak katik dulu, sebelum turun kontrak🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
kok nasi?
kyknya pribahasanya ; "karena setitik TINTA, rusak susu sebelahnya"
atau sudah ganti di era digital?
Aina Senja: hoho iya iya😍😍trimaksi kk
total 1 replies
Night Watcher
tadi pas prilia yg menyeret langkah kakinya mundur, lantainya kayu.
sekarang prasetyo yg berlutut, lantainya keramik.😇😇😇😇😇
Aina Senja: trimakasi kk, ini dia yg ku tunggu komen yg membangunkan tidurku 😍😍😍
total 1 replies
Night Watcher
mulai bosan,
Night Watcher
ngapain masih ngurusin karung bangkai yg nyimpen & ngelindungi para penyakit itu mayaaa..?!!
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
kamu kuat maya. kamu tidak salah. mereka sendiri yang mengundang mu. kamu datang dengan niat tulus
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
kasihan kamu. padahal kamu datang bukan sebagai pelakor
Aina Senja: trimakasi kk sudah mau mampir😍
total 1 replies
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
oh akhirnya aku paham. memang tak selamanya istri kedua itu di utamakan
Aina Senja: begitulah nasib istri ke dua🥲🥲
total 1 replies
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
kok bisa Thor. aku masih belum paham?
Aina Senja: yg mana kk?
total 1 replies
Night Watcher
jangan kelamaan susahnya.. mulai trik² menjatuhkan lawan & nikmati sedikit² kebahagiaan.
Aina Senja: siap bosku
total 1 replies
Night Watcher
coba mampir... mudah²an cerita sengsaranya gak kesuwen..
Aina Senja: sangat tersanjung dengan hadirnya dirimu😍😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!