NovelToon NovelToon
SULUNG

SULUNG

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Action / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: DIFAN2

Sebuah kisah tentang dua dunia yang berpijak pada bumi yang sama, antara kehidupan moderen dan primitif yang akhirnya akan bersatu karena Cinta dua manusia yang saling bertemu dalam gelombang ketidak sengajaan.

Kisah dengan semua yang bercampur aduk, antara logika, cita-cita, cinta dan perburuan yang seru dan menegangkan, degan bumbu tawa yang tak disengaja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DIFAN2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelarian

Cahaya fajar Alas Purba menembus celah-celah anyaman serat pohon di dinding gubuk, membawa hawa dingin yang langsung membangunkan Hera Grahansa. Profesor muda itu mengerjap-erjempar, memijat pelipisnya yang masih berdenyut pusing.

Dia terduduk di atas hamparan kulit rusa kering yang menjadi alas tidur daruratnya semalam.

Hera melirik ke arah ranjang besar di sudut gubuk. Kosong. Kulit beruang tebal di atasnya sudah tertata rapi. Sulung, sang Panglima klan yang sedingin es itu, sudah tidak ada di dalam gubuk.

Hera langsung menegakkan tubuhnya, matanya berkilat penuh rencana. Watak keras kepalanya seketika mendikte otaknya: Ini kesempatan emas untuk kabur. Dia memeriksa tas ransel kecilnya dengan cepat. Semua kantung aluminium foil berisi sampel Dream Flower masih aman tersimpan di dalam.

"Aku harus kembali ke pita merah sekarang juga," gumam Hera pada diri sendiri sembari menyampirkan ranselnya.

Dengan langkah kaki seringan mungkin agar sepatu bot gunungnya tidak menimbulkan suara berisik di atas lantai papan kayu, Hera berjalan mengendap-endeng menuju pintu gubuk. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu mendorong pintu kayu tebal itu perlahan.

Sreeet

Pintu terbuka. Angin pagi yang luar biasa dingin langsung menerpa wajah Hera, menerbangkan rambut panjangnya yang acak-acakan. Namun, pemandangan di luar pintu seketika membuat nyali akademisnya menciut sejenak. Kabut putih tebal bergulung-gulung tepat di bawah pelataran kayu gubuk, membuat tempat itu benar-benar terlihat seperti melayang di atas karpet awan raksasa.

Hera menatap tangga akar alami yang meliuk memutari batang pohon masif tersebut. Semalam dia bisa memanjat naik karena terpaksa dan dalam kondisi gelap gulita. Sekarang, melihat ketinggian puluhan meter di bawahnya yang curam tanpa pembatas pengaman, lututnya mendadak terasa lemas seperti jeli.

"Ayo, Hera. Kamu ini ilmuwan, jangan kalah dengan rasa takut ketinggian," bisik Hera menyemangati dirinya sendiri.

Dia mencengkeram jalinan akar gantung pertama dengan erat, lalu mengayunkan kaki kanannya ke bawah untuk mencari pijakan anak tangga berikutnya.

Namun, embun pagi telah membuat permukaan kulit kayu purba itu menjadi luar biasa licin.

Sreeet

"Ah!"

Kaki sepatu bot gunung Hera terpeleset dari pijakan akar yang basah. Pegangan tangannya pada akar gantung atas terlepas begitu saja karena panik.

Tubuh Hera langsung terayun bebas ke luar pelataran, meluncur jatuh bebas menuju jurang kabut di bawah pohon tertinggi itu. Kematian terasa sudah berada tepat satu jengkal di depan matanya. Hera memejamkan matanya rapat-rapat, menjerit histeris memecah keheningan pagi Alas Purba.

"Tolooong!"

Bugh!

Sentakan keras menghentikan laju jatuh tubuh Hera di udara secara mendadak.

Hera tidak merasakan hantaman tanah atau rasa sakit patah tulang. Alih-alih jatuh, pinggangnya mendadak dicengkeram oleh sebuah lengan yang luar biasa besar, keras, dan kekar. Hera membuka matanya dengan napas memburu yang pendek-pendek.

Sulung sudah berdiri di anak tangga akar bagian bawah dengan keseimbangan tubuh yang tidak masuk akal. Dia baru saja kembali dari arah hutan bawah dengan membawa seekor burung buruan besar di tangan kirinya.

Tangan kanannya dengan sigap melingkar di pinggang Hera, menahan bobot tubuh wanita kota itu di tepi jurang ketinggian seolah Hera hanya seringan kapas.

Mata elang Sulung menatap lurus ke dalam manik mata Hera yang dipenuhi sisa ketakutan. Tatapannya tetap datar, dingin, dan tidak berubah.

"Mau melompat dan mati?" tanya Sulung pendek dengan nada suara yang sangat kering tanpa riak emosi.

Sulung mengayunkan lengannya, mengangkat tubuh Hera kembali ke atas pelataran kayu gubuk dengan satu tarikan bertenaga, lalu melepaskan cengkeramannya begitu kaki Hera kembali menapak lantai papan dengan stabil.

Hera terengah-engah, memegangi dadanya yang berdegup liar

Namun, begitu menyadari bahwa pelariannya digagalkan dengan cara sekonyol ini oleh pria berpakaian kulit binatang tersebut, rasa malunya langsung berubah menjadi gelombang dongkol yang luar biasa. Watak keras kepalanya kembali meledak penuh gengsi.

"Aku tidak mau melompat dan mati, tahu!" semprot Hera dengan muka merah padam, membetulkan posisi jaket gunungnya yang berantakan dengan gusar. "Aku itu mau kabur! Mau pulang ke duniaku! Dan kau... kenapa kau tiba-tiba muncul seperti hantu dari bawah sana?!"

Sulung melangkah melewati Hera, berjalan masuk ke dalam gubuk tanpa memedulikan omelan cempreng wanita tersebut. Dia meletakkan burung buruannya di atas meja kayu pendek dengan bunyi brakk yang solid.

Hera menghentakkan kakinya kasar, mengikuti Sulung masuk ke dalam gubuk dan berdiri di depan pria itu dengan tangan terlipat di dada.

"Hei, Tuan! Dengar tidak sih? Aku mau pulang! Antarkan aku kembali ke pita merah sekarang juga! Aku tidak bisa lama-lama terjebak di dalam gubuk burung raksasa ini!"

Sulung membalikkan badannya perlahan. Dia menatap Hera lama dengan pandangan datarnya yang khas, seolah-olah sedang menghadapi anak kecil yang sedang merengek meminta mainan.

Aura dominannya yang pekat merayap naik, memenuhi ruangan temaram.

"Pita merah sudah ditutup oleh hutan," ucap Sulung dingin, suaranya yang berat memberikan tekanan intimidasi yang nyata. "Kau tidak bisa pulang sebelum Bulan Purnama Merah tiba dalam tiga minggu. Jika kau nekat keluar dari pohon ini sendirian lagi..."

Sulung melangkah satu jengkal lebih dekat, membuat Hera secara refleks memundurkan kepalanya sedikit karena tertekan oleh postur tubuh tinggi tegap pria itu.

"Maka aku tidak akan menangkapmu lagi. Jaga tingkahmu di wilayahku, Wanita luar. Alas Purba tidak memiliki belas kasihan pada mahluk yang bodoh dan keras kepala," desis Sulung, menatap lurus ke dalam mata Hera untuk menegaskan bahwa ucapannya adalah sebuah peringatan final yang tidak bisa dinegosiasikan dengan hukum modern kota.

Hera mengatupkan bibirnya rapat-rapat, mendengus kencang melalui hidungnya dengan perasaan kesal yang sudah mencapai ubun-ubun.

Dia tahu dia kalah telak secara fisik dan situasi, namun matanya tetap menatap Sulung dengan pandangan menantang yang berapi-api, menolak untuk kelihatan tunduk pada aturan rimba sang Panglima klan misterius tersebut.

1
FiaNasa
namanya sungsang,,apa waktu lahir kedunia dia dalam keadaan sungsang kah😄,,,hemmm...suka dg karakter sungsang ini,,kek nya dia pria jenaka n sangat menghargai wanita..kau hoda lah terus kakak mu yg pintu kulkas 2 pintu itu sungsang😂😂😂bolehlah kugoda juga si sungsang ini🤣🤣🤣🤣
FiaNasa
kok masih pada ragu akan kemampuan Hera ya padahal Hera lo.sudah banyak membantu para prajurit n rakyat alas purba
falea sezi
sulung ini jin apa demit thor secara klo. manusia kn g mungkin ya 🤭
DIFAN2: ikut i terus alur ceritanya kak,👍🙏
total 1 replies
falea sezi
mampus jd orng gk percaya mistis
FiaNasa
Hera,,,jika kau tidak bisa bersama sulung,,biar AQ saja yg menggantikan nya,,,,waddawwww🤣🤣🤣
FiaNasa: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
FiaNasa
ternyata endingnya dipending😂😂😂padahal degup jantung kalian berisik smpai terdengar ketempatku,,kupikir jafi😂😂😂😂😂
FiaNasa: kehabisan stok sabar🤣🤣🤣
total 2 replies
FiaNasa
wadidawwwww...fuananssss....fuanasssss....merinding sebadan²😂😂
DIFAN2: 😄😄😄😄😄😄😄
total 3 replies
FiaNasa
haredanggggggg🤣🤣🤣🤣
FiaNasa
tenang saja,,nanti Hera juga diantar pulang kok sama sulung
E F
dr bab brp thor?????
E F: heehhe
okey thor💪😍
total 2 replies
neni nuraeni
lnjut💪💪💪 kak thor
FiaNasa
mas sulung bener² udah posesif sama Hera,,udah jatuh cinta ...tidakkah kau merasakan getaran² cintahhh Dimata sulung her,,jgn kau abaikan cintanya mas sulung,klau kau tidak sanggup mencintainya .biar AQ saja yg mencintainya 🤣🤣🤣meledakkkkkk🤣🤣🤣
E F
lanjutty💪🙏😍
FiaNasa
sudah deh deh an beruntung mas sulung segera pulang
FiaNasa
kau pasti bisa melawannya Hera,,ayo tunjukkan kemampuanmu
E F
lanjutttt thor💪🙏😍
DIFAN2: Siap kak 👍
total 1 replies
Luna
next kak
DIFAN2: ditunggu ya kak 🙏
total 1 replies
FiaNasa
part menegangkan...
FiaNasa
pak tetua adat..klau lumutnya kurang ditempatku banyak Lo,,disawah²
FiaNasa: mau berapa kilo😄😄
total 2 replies
FiaNasa
kok AQ jadi curiga ya,,jgn² authornya ini ahli fisika😄
FiaNasa: pasti nya ini😄😄
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!