NovelToon NovelToon
Zuraida & Si Kembar

Zuraida & Si Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Ibu Tiri
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kuswara

Hanya karena menolong seorang pria Zuraida difitnah sampai diusir dari desa dan dinikahkan dengan pria itu. Pria yang menjadikannya seorang ibu bagi kedua anak laki-laki.

Bagaimana Zuraida yang dari desa menjalani hidup di kota di tengah rasa tidak suka anak-anak tiri dan pihak keluarga suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kuswara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Anak-anak sudah pindah ke sekolah baru. Hari ini hari pertama mereka sekolah. Hari pertama ditemani mommy dan daddynya serta oma opanya. Zuraida dilarang ikut dan tentu saja lebih baik menurut guna menghindari keributan.

Sean dan Sena bersikeras mengajak Zuraida. Apalah daya suara mereka tak didengar. Arfan juga tak bisa berbuat banyak karena malas untuk ribut.

Harapan baru di sekolah baru. Saat memasuki gedung sekolah sangat berbeda dengan yang sebelumnya. Walau jujur saja ada rasa trauma. Tapi Sean dan Sena merasa lebih baik dan nyaman.

Hanya setengah jam Wilona, Arfan dan kedua orang tuanya berada di sekolah. Mereka langsung pulang. Tapi mama sudah merencanakan sesuatu untuk Arfan dan Wilona.

"Kita ngopi dulu ya di tempat langganan." Ajak mama.

"Aku ikut aja Ma." Sahut Wilona.

"Kalian juga harus ikut," ajaknya pada suami dan putranya.

"Aku ada kerjaan Ma." Tolak Arfan.

"Nggak lama Arfan, sebentar saja. Mumpung mama papa di sini."

"Baiklah Ma." Arfan tak menolak.

Sebuah meja menjadi tempat ngopi mereka berempat. Mama mengambil beberapa photo tanpa sepengetahuan Arfan di mana seolah-olah Arfan dan Wilona hanya pergi berdua saja. Sambil tersenyum mama mengirimkan photo tersebut kepada Zuraida.

Bukan hanya satu photo yang diterima Zuraida. Ada banyak photo Arfan dan Wilona yang dilihat dari sisi mana pun membuatnya cemburu. Zuraida tak tinggal diam. Baru kemarin memaafkan suaminya, masa sekarang harus sakit hati lagi.

Zuraida mengirim pesan pada suaminya.

"Mas di mana?."

Tak lama Arfan membalas pesannya.

"Masih di luar sayang sama mama papa."

Kening Zuraida mengerut. Di photo itu tak terlihat ada orang lain selain Arfan dan Wilona.

Zuraida mengirim pesan lagi.

"Berdua kali sama Wilona."

Dibarengi photo-photo mereka.

Lama Arfan tak membalas. Zuraida dibuat menunggu cukup lama. Sampai akhirnya suaminya pulang dan langsung memeluknya.

"Kok pulang Mas?," tanya Zuraida.

"Sumpah demi Tuhan sayang, aku nggak berdua sama Wilona. Ada mama papa juga."

"Mama kirim sama saya kalian cuma berdua."

"Nggak sayang." Kemudian Arfan melepas pelukannya. Memperlihatkan video sisi yang sama dengan mama papanya.

"Kamu nggak bohong kan Mas?."

"Demi Tuhan nggak sayang."

Lalu Zuraida memasang wajah sendu.

"Kenapa mama melakukan ini pada saya?."

"Tenang sayang ada aku. Mama papa atau siapa pun nggak ada yang bisa memisahkan kita."

Zuraida tak merespon, hanya diam. Entah harus mengatakan apa.

Hati dan pikiran Zuraida sudah kembali tenang. Arfan bisa ke kantor dengan perasaan lega. Ulah Mama dan Wilona benar-benar menguras emosinya. Untungnya Zuraida bisa diterangkan karena memang dirinya tak macam-macam.

Mama dan Wilona kembali gigit jari. Rencananya masih gagal. Mereka berdua melamun, harus apa lagi supaya Zuraida dan Arfan berpisah.

"Tenang masih ada cara terakhir Ma."

"Yakin nggak akan gagal?."

"Aku jamin nggak Ma."

"Kapan mau dieksekusinya?."

"Sabar Ma, menunggu waktu yang pas."

"Oke."

*

Sean dan Sena sudah pintar berbaur dengan murid yang lain. Mereka langsung memiliki teman. Dan sejauh ini tak terlihat adanya tanda-tanda kenakalan dari murid yang lain.

"Uang jajan aman?." Tanya Sean.

"Aman, baru abis tadi di kantin." Jawab Sena.

"Enak-enak ya jajanannya."

"Iya."

"Aku mau minta Zuraida membuatnya di rumah."

"Membuat apa?."

"Pizza mozarella."

"Iya sangat enak. Aku juga suka. Beli di sini aja."

"Nggak ah, bikin aja sama Zuraida."

"Bagaimana kalau mommy marah kamu dekat sama Zuraida?."

"Nggak apa-apa." Jawab Sean santai.

"Emang kamu takut Sen mommy marah karena kamu deket-deket sama Zuraida."

"Nggak juga," jawabnya diakhiri tawa.

Yang menjemput mereka pulang bukan Zuraida. Melainkan mommy. Mommy mengajak mereka ke tempat bermain ditolak. Mampir ke tempat makan biasa juga ditolak. Beli es krim ditolak juga. Alasannya sederhana mereka mau cepat sampai rumah.

Wilona tak lagi mengajak. Mungkin kedua anaknya kelelahan belajar. Setibanya di rumah mereka langsung ke kamar. Merapikan buku dan tas ke tempatnya. Mengganti pakaian kemudian balapan lari ke kamar Zuraida.

"Zuraida..." panggil Sean

"Zuraida..." kini giliran Sena.

Pintu kamar Zuraida terbuka.

"Kamu bisa buat pizza?," tanya Sean.

"Saya belum coba sih jadi belum tahu bisa apa nggak. Kenapa kalian mau buat pizza?."

"Iya Zuraida. Ayo kita buat." Rengek Sean.

"Kita bantu ya Se."

"Iya Zuraida."

Kini kedua anak tirinya merengek. Zuraida mengangguk setuju dengan mereka.

"Hore," keduanya loncat kegirangan lalu masing-masing dari mereka memegangi tangan Zuraida.

Sangat merusak mata Wilona, mama papa Arfan.

"Apa menurut mama anak-anakku menerima Zuraida?."

"Kalau dilihat sih sepertinya iya." Respon mama.

"Bagaimana menurut papa?."

"Iya, papa juga melihatnya begitu."

Wilona sangat marah. Kemarahannya hanya tertuju pada Zuraida. Karena Zuraida, semuanya karena Zuraida.

Kebahagiaan Sean dan Sena di dapur saat membuat pizza mozarella bersama Zuraida dapat dirasakan para pelayan rumah. Berhasil, Ini kali pertama mereka membuat pizza. Tapi rasanya tak kalah enak sama yang di kantin sekolah.

Bukan hanya Sean, Sena dan Zuraida yang memakan pizzanya tetapi semua pelayan dalam menikmatinya.

"Besok kita buat lagi Zuraida." Kata Sean bersemangat.

"Jangan pizza terus," protes Sena.

"Kamu mau buat apa Sen?." Tanya Zuraida sambil tersenyum.

"Aku mau spageti."

"Oke, kita buat dua sekaligus. Pizza dan spageti."

"Hore," seru keduanya.

Kebahagiaan yang tengah dirasakan si kembar justru tak dirasakan Wilona. Ia sangat semakin marah kepada Zuraida. Tak bisa diterimanya anak-anaknya dengan Zuraida. Secepatnya ia harus menjauhkan Zuraida.

Sebuah kejutan dari Arfan untuk istrinya Zuraida. Di depan anak-anak, Wilona dan kedua orang tuanya ia memberikan kejutan itu pada Zuraida.

"Honeymoon, Mas?."

"Iya sayang, selama kita menikah belum honeymoon kan?."

"Terima kasih banyak Mas." Kebahagiaan yang tak bisa disembunyikannya.

"Tapi Sean dan Sena bagaimana?." Tanyanya.

"Ada mommy, opa sama omanya. Pasti mereka akan menjaga Sean dan Sena."

Tak ada yang ikut bahagia selain Sena dan Sean untuk kebahagiaan Zuraida. Yang ada tatapan sinis dari Wilona dan mama pada Zuraida. Arfan sudah ada hati pada Zuraida. Pasti Wilona tidak akan mudah mendapatkannya lagi.

"Iya Zuraida, jangan khawatir kan kami. Bersenang-senang lah sama daddy." Kata Sena.

Zuraida tersenyum.

Untuk sementara waktu rencana Wilona dan mama harus diam di tempat. Mereka harus menunggu sampai Arfan dan Zuraida kembali honeymoon. Keduanya sama-sama berharap tak ada bayi sekembalinya dari sana. Cuma boleh ada Sean dan Sena.

Tak ada yang dipersiapkan Zuraida dan Arfan. Mereka pergi hanya membawa diri saja. Di tempat honeymoon Arfan sudah menyiapkan semuanya untuk mereka berdua.

"Terima kasih ya Mas," kata Zuraida.

"Sama-sama sayang. Mas mau kita selalu bersama."

"Iya, Mas."

"Dan semoga saja secepatnya ada bayi di dalam rahimmu."

"Aamiin."

Bersambung

1
Elina thea
fix~~~ Zuraida wanita paling bodoh kalo sampai kembali sama suami yg suka celap celup kayak Arfan,harusnya si Arfan merasa beruntung nikah sama Zuraida... statusnya aja duda anak dua,eh masih aja suka celap celup sama mantan yg dah membuang dia lagi,ih amit-amit...
Mai_mai
cepat lah ketahuan tentang sena kalo bisa pindah sekolah saja
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor cerita bagus bgt .
𝐈𝐬𝐭𝐲
sena udah salah jalan semoga orang tuanya segera menyadarinya... dan Sena masih bisa di selamatkan kalo bisa pindah dari sekolahan itu...
Soraya
q mampir thor lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!