NovelToon NovelToon
Pernikahan Bisnis

Pernikahan Bisnis

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Pernikahan megapahit antara Raden Mas Arya Sena Soerjoatmodjo dan Lilianne Prameswari Djojodiningrat murni dirancang demi menyatukan kerajaan bisnis dua keluarga old money. Tanpa cinta, Arya yang dingin dan angkuh memandang ikatan ini sebatas transaksi bisnis, sementara Lilianne tumbuh sebagai putri manja yang impulsif dan gemar berfoya-foya. Tinggal di bawah satu atap justru menyulut perang dingin dan benturan ego antara tradisi serta kebebasan. Namun, saat intrik korporasi mulai mengancam dinasti mereka, Arya dan Lilianne terpaksa bersatu, perlahan meruntuhkan tembok gengsi dan membuka hati satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 11

****

Keesokan harinya, pendar keemasan fajar memancar dari balik tirai kamar utama. Lilianne terbangun lebih awal dengan tekad yang sudah membatu. Rasa dongkol atas sikap Arya semalam belum surut sedikit pun. Hari ini, ia menolak menjadi pihak yang mengalah. Sebagai putri klan Djojodiningrat yang berdarah bangsawan Eropa-Jawa, Lilianne paham betul cara mengambil kendali—bukan dengan amukan tak berkelas, melainkan dengan ketegasan kekuasaan yang mutlak.

Setelah mengenakan silk robe berwarna krem lembut buatan Paris dan merapikan rambut blonde alaminya, Lilianne menginstruksikan staf untuk mengumpulkan seluruh pekerja mansion di area foyer lantai dasar pada pukul tujuh pagi tepat.

Suara dentang high heels milik Lilianne berbunyi nyaring dan teratur di atas marmer saat ia melangkah turun dari tangga melingkar. Di bawah, belasan pelayan, koki, hingga pengawal sudah berbaris rapi dengan kepala menunduk. Namun, netra hijau jernih Lilianne menyapu barisan itu dan langsung mendapati satu presensi penting yang menghilang.

Dahi Lilianne berkerut dalam. Ia menyilangkan kedua tangannya di dada, menatap jajaran staf dengan pandangan mengintimidasi.

"Di mana kepala pelayan kalian?" tanya Lilianne tajam. Suaranya terdengar sangat tenang, tetapi membawakan tekanan yang berat.

Belasan pelayan di barisan terdepan saling bertukar pandang secara canggung. Suasana di foyer mendadak hening dan mencekam. Seorang pelayan muda berinisial Maya tampak gemetar pelan, menggenggam jemarinya erat-erat.

"Saya bertanya sekali lagi, di mana Widya?" ulang Lilianne, kini dengan nada suara yang turun satu oktav—tanda bahaya yang sangat jelas.

"M-maaf, Ibu..." Maya akhirnya memberanikan diri angkat bicara dengan suara terbata-bata. "Mbak Widya... sedang berada di kamar Bapak untuk membantu Pak Arya."

Mendengar jawaban itu, netra hijau Lilianne membelalak sempurna. "Apa? Apa maksud kalian?"

Maya menunduk semakin dalam, ketakutan setengah mati melihat perubahan raut wajah sang nyonya rumah. Pelayan-pelayan di sebelahnya pun tak ada satu pun yang berani bersuara atau mengangkat kepala.

"Jawab pertanyaan saya, atau kalian semua saya berhentikan pagi ini juga!" gertak Lilianne tanpa jeda. Kekuasaan penuh yang terpancar dari suaranya membuat udara di foyer seolah membeku.

Maya menelan ludah dengan susah payah sebelum menjawab pasrah. "M-maafkan kami, Ibu... Mbak Widya memang sudah terbiasa melakukan tugas itu sejak lama. Mulai dari menyiapkan pakaian kerja Bapak, memasangkan dasi dan jas, menyisir rambut, hingga mengurus seluruh kebutuhan pribadi Pak Arya di dalam kamar setiap pagi..."

Deg.

Darah Lilianne serasa berhenti mengalir sejenak sebelum mendidih hebat ke sekujur tubuhnya. Mukanya memerah padam oleh perpaduan antara rasa malu, keimbasan gengsi, dan amarah yang meluap-luap. Bahkan aku yang berstatus sebagai istri sahnya tidak tidur satu kamar dan tidak pernah mengurus hal sepribadi itu... lalu seorang kepala pelayan dengan leluasa masuk ke area privat suamiku setiap pagi?! batin Lilianne murka.

Tangan Lilianne mengepal erat di balik lipatan silk robe-nya. Rasa marah itu begitu memuncak hingga ia ingin melangkah naik ke lantai atas, mendobrak pintu, dan melabrak keduanya saat itu juga.

Namun, tepat sebelum langkah kakinya bergerak, kilau berlian murni yang melingkari jari manisnya memantulkan sinar lampu kristal. Lilianne menghentikan pergerakannya. Ia menatap cincin pernikahan bernilai fantastis itu sejenak.

Tidak, bisik Lilianne pada dirinya sendiri. Aku ini Lilianne Prameswari Djojodiningrat. Aku tidak akan merusak tangan manisku atau merendahkan derajatku dengan melabrak pelayan murahan seperti wanita kelas bawah.

Lilianne hembuskan napas perlahan, menetralkan ekspresi wajahnya hingga kembali dingin dan tak tersentuh. Senyuman miring yang teramat anggun namun sarat akan intrik berbahaya perlahan terukir di bibir merahnya. Jika Arya pikir dia bisa memainkan permainan dingin ini, maka Lilianne akan membalasnya dengan skenario yang jauh lebih elegan dan mematikan.

Ia mendongak, menatap para pelayan yang masih ketakutan. "Kalian semua boleh kembali bekerja."

"B-baik, Ibu," jawab mereka serentak seraya membungkuk lega dan menyebar cepat.

Lilianne berbalik arah menuju kamar rias pribadinya. Di kepalanya, sebuah rencana matang dan berkelas sudah tersusun rapi. Ia teringat pada sosok ibu mertuanya—Raden Ajeng Gayatri Soerjoatmodjo. Wanita sepuh yang sangat dihormati di klan Soerjoatmodjo itu adalah sosok menjunjung tinggi tata krama, adat istiadat, serta wibawa dinasti. Jika ada satu orang yang memiliki otoritas penuh di atas Arya Sena dan seluruh penghuni mansion ini, orang itu adalah Gayatri.

Dua jam kemudian, sebuah mobil Aston Martin DBS Superleggera berwarna Royal Maroon meluncur mulus keluar dari pelataran mansion. Lilianne sendiri yang duduk di balik kemudi supercar bernilai puluhan miliar tersebut. Penampilannya pagi itu betul-betul mendefinisikan seorang nyonya bangsawan muda—mengenakan dress bernuansa soft beige karya rumah mode Italia, kacamata hitam oversized, serta perhiasan berlian yang berkilau di bawah terik matahari Jakarta.

Mobil eksotik itu membelah jalanan elite kawasan Menteng hingga akhirnya berhenti tepat di depan kediaman utama keluarga besar Soerjoatmodjo. Bangunan bergaya klasik Jawa kolonial yang anggun itu berdiri megah, dikelilingi taman rimbun dan penjagaan ketat.

Pengawal pribadi keluarga Soerjoatmodjo segera menyambut kepulangan sang nyonya muda dengan bungkukan hormat penuh keseganan.

"Selamat pagi, Ibu Lilianne. Mari saya antarkan," sapa seorang pengawal senior.

Lilianne melangkah masuk menyusuri lorong utama kediaman Soerjoatmodjo yang sarat akan benda-benda seni bernilai tinggi. Di area paviliun belakang yang menghadap ke kolam teratai, Raden Ajeng Gayatri sedang duduk anggun di sofa ukir, menikmati teh melati hangat seraya membaca majalah bisnis internasional.

"Ibu Gayatri..." sapa Lilianne dengan nada suara yang sengaja dibuat paling halus, santun, dan sedikit tersirat rasa canggung yang manis.

Gayatri mendongak. Begitu melihat menantu cantiknya berdiri di sana, raut wajah tegas sang ibu mertua mendadak luluh oleh senyuman hangat. Gayatri meletakkan cangkir porselennya ke tatakan.

"Oalah, Lilianne... menantu Ibu yang paling cantik," puji Gayatri hangat seraya mengulurkan tangannya. "Kemari, Nduk. Kenapa tidak memberi kabar dulu kalau mau datang?"

Lilianne melangkah mendekat, menyalami tangan Gayatri dengan penuh khidmat sebelum duduk di sofa samping sang ibu mertua. "Maafkan Lilianne ya, Ibu Gayatri... Lilianne datang mendadak karena merindukan suasana rumah ini dan ingin bersilaturahmi."

Gayatri terkekeh lembut, membelai pelan rambut emas Lilianne. "Panggil Ibu saja, Nduk. Kamu ini sudah resmi jadi anak Ibu, tidak perlu seformal itu. Bagaimana harimu di rumah Arya? Apa anak itu memperlakukanmu dengan baik?"

Pertanyaan itu adalah umpan sempurna yang sudah ditunggu-tunggu oleh Lilianne.

Lilianne menundukkan kepalanya sedikit, mengelus jemarinya sendiri dengan raut wajah yang mendadak berubah agak muram dan ragu-ragu—sebuah gestur akting kelas atas yang sangat natural.

"Mas Arya sangat baik dan bertanggung jawab, Ibu..." ujar Lilianne pelan, menjeda kalimatnya seolah sedang menimbang-nimbang kata. "...hanya saja..."

Gayatri menyipitkan matanya tipis, menyadari perubahan nada suara menantunya. "Hanya saja kenapa, Lilianne? Katakan pada Ibu. Jangan ada yang disembunyikan."

Lilianne mendongak, menatap mata Gayatri dengan manik hijaunya yang jernih dan tampak polos.

"Lilianne hanya merasa agak bingung dan canggung dengan tata kelola di mansion Mas Arya, Bu," tutur Lilianne dengan suara amat halus. "Sebagai menantu dari keluarga besar Soerjoatmodjo yang sangat menjunjung tinggi martabat, Lilianne ingin belajar menjadi istri yang baik dan menjaga nama baik Mas Arya. Tapi... sepertinya keberadaan Lilianne di sana justru mengganggu."

Dahi Gayatri berkerut dalam. "Mengganggu bagaimana maksudmu, Nduk?"

"Di mansion, Widya—kepala pelayan di sana—masih mengurus seluruh kebutuhan pribadi Mas Arya hingga ke dalam kamar setiap pagi. Mulai dari menyiapkan pakaian, memasangkan dasi, bahkan mengurus kamar saat Mas Arya sedang ada di dalam," Lilianne mendesah pelan dengan raut cemas yang dibuat-buat. "Lilianne bukannya ingin mencampuri tugas pelayan, Bu. Tapi... Lilianne merasa tidak enak hati. Bukankah hal-hal sepribadi itu seharusnya menjadi wilayah kehormatan seorang istri? Lilianne takut jika ada tamu atau media yang tahu, hal itu bisa merusak reputasi nama besar keluarga Soerjoatmodjo..."

Setiap kata yang meluncur dari bibir Lilianne teratur rapi, menembus tepat pada titik sensitif martabat klan Soerjoatmodjo yang sangat dijaga ketat oleh Gayatri.

Seketika itu juga, raut hangat di wajah Gayatri menguap sepenuhnya, berganti menjadi ketegangan dingin yang amat tegas. Cangkir teh di tangan Gayatri diletakkan dengan denting keras ke atas meja porselen.

"Jadi Widya masih melakukan kebiasaan lama itu?" suara Gayatri berubah berat dan sarat akan dominasi seorang matriark bangsawan.

Lilianne menunduk pura-pura merasa bersalah. "Maafkan Lilianne kalau Lilianne salah bicara, Bu..."

"Kamu tidak salah sama sekali, Lilianne," pangkas Gayatri tegas. Beliau memegang kedua tangan Lilianne, menatap menantunya dengan pandangan penuh dukungan mutlak. "Kamu adalah Nyonya Soerjoatmodjo yang sah. Kekuasaan tertinggi di rumah itu ada di tanganmu, bukan di tangan seorang kepala pelayan. Ibu sendiri yang akan bertindak."

Sudut bibir Lilianne yang tersembunyi dari pandangan Gayatri terangkat sangat tipis. Perang dingin baru saja mendapatkan amunisi tertinggi, dan Lilianne tahu pasti: di balik topeng cantiknya, jebakan elegan ini akan memicu guncangan besar di mansion Arya Sena.

Bersambung....

1
Ariany Sudjana
betul sekali nasehat ibumu itu Lilianne, Arya itu konglomerat, banyak pelacur murahan yang mengincar, jangan sampai rumah tangga kamu hancur karena kehadiran pelacur murahan
Heresnanaa_: siapp, lili akan jadi lebih baik lagi😂😚
total 1 replies
Anonim
crazy up thor
Heresnanaa_: ❤️ hehe
total 1 replies
Mita Paramita
😍😍😍
Mita Paramita
Arya jadi suami siaga 😍😍😍
Helen@Ellen@Len'z
up byk ya 💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪thor 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Anonim
crazy up thor
falea sezi
sesuai janji q kirim bunga tuh🤭 lanjut banyakkk Thor
Heresnanaa_: wahhh, terimakasih Kaka, stay tune ya 🥹😚
total 1 replies
falea sezi
lanjut q kirim hadiah
Heresnanaa_: wahhh, maaciw kakak, stay tune ya beb🙏😚
total 1 replies
falea sezi
cantik tp otak kosong🤣 lu nyingkirin widya g mau kesaing🤣 tp lu g mau gantiin tugas dia layani laki lo🤣🤣 aneh gt ini cwek manja bisa nya apa shoping doank😒
falea sezi
nah gini🤣 aduin ke bumertua🤣 emank babu g tau diri si widya
falea sezi
harusnya di belikan buat anak yatim🤣 biar suami mu kagum 🤭
falea sezi
g suka cwek sombongnya kayak lily ini 🤣🤣 berharap dia itu lemah lembut cegil tp bukan sok jd cowok penasaran🤣
falea sezi
nyimak dlu klo bagus q krim bunga🤭
Mita Paramita
so sweet 😍😍😍
Mita Paramita
Liliane masih syok udah di unboxing paksa 😭 tinggal Arya nih yang mesti ngejar cinta Liliane
Arix Zhufa
up
Mita Paramita
akhirnya Arya unboxing Liliane 😍😍😍
Mita Paramita
Widya backstabbing 🤣🤣🤣
i got you 🔥🔥🔥
Mita Paramita
nice statement Liliane 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!