NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Di Tanah Anarki

Takdir Cinta Di Tanah Anarki

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:175.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Silvana, seorang dokter dengan karir yang sangat bagus, terpaksa di kirim ke Wilayah Konflik karena menolak cinta dari putra salah satu Petinggi di Rumah Sakit tempatnya bekerja.
Tentu saja Silvana menolak, karena Pria itu tak hanya meminta cintanya, namun juga hampir melecehkannya.
Karena tak ingin berada di lingkungan toxic, ia pun sama sekali tak keberatan ketika di kirim ke Wilayah Konflik yang ada di Negaranya.
Disana, ia bekerja di sebuah Klinik Militer. Selain menangani Prajurit yang terluka, ia juga secara rutin datang ke desa-desa sekitar Markas Militer untuk melakukan pemeriksaan pada warga desa.
Siapa sangka, jika di tempat 'pengasingan' itulah ia justru bertemu dengan pria yang berhasil meluluhkan hatinya.
Bagaimana kisah cinta Silvana?
Apakah perjalanan cintanya berjalan dengan mulus?
Siapakah sosok pria yang berhasil meluluhkan hatinya?
Simak kisah dan keseruannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Kencan Tiba-Tiba

"Masih kuat?" Tanya Komandan Kaivan yang berlari di belakang Sisil.

"Masih, Ndan." Jawab Sisil yang masih kuat mengimbangi joggingnya para Prajurit.

"Eeh, kenapa panggilnya masih Komandan? Kasih panggil mesra lah, Dokter." Goda Riki sambil menaik turunkan alisnya.

"Masih kuat, Sayang." Ujar Sisil yang membuat Riki dan Miko langsung menoleh ke arah Dokter cantik itu.

Riki kira, Dokter Sisil akan tersipu atau malu-malu saat digoda. Ternyata, mereka salah. Dokter Sisil justru meladeni mereka yang menggodanya.

Tak berhenti samapai disana, Dokter Sisil kemudian membalik badannya menghadap ke arah Komandan Kaivan yang ada di belakangnya. Ia berlari dengan posisi mundur saat ini.

"Sayang, semangat, ya." Ujar Sisil sambil tersenyum dan memberikan sinyal heart dengan tangannya. Setelah mengucapkan itu, Dokter Sisil kembali membalik tubuhnya dan berlari seperti semula.

Ucapan Dokter Sisil itu, tak ayal membuat keriuhan di barisan prajurit yang ada didepannya. Mereka semua menyoraki Komandan dan Dokter yang sedang dilanda kebucinan.

"Ko salah orang, Riki. Semakin digoda, semakin gila nampaknya Dokter kita ini." Komentar Miko yang membuat Dokter Sisil tertawa.

"Jan sembarangan ko bilang dia gila, Miko." Tegur Komandan Kaivan.

"Saya cuma gila ke Komandan aja." Sahut Sisil yang membuat Miko dan Riki bersorak geli. Sementara Komandan Kaivan hanya bisa terkekeh mendengar double kill gombalan Dokter Sisil.

"Bisa-bisa saya ikut tertular virus cinta gila kalau seperti ini." Kata Riki.

"Virus gilanya saja, jangan cinta." Kata Komandan Kaivan yang membuat Sisil tertawa.

"Sepertinya kita pindah kedepan saja, Ki. Bisa iri setengah hidup kalo kita disini lama-lama." Usul Miko.

"Tetap di tempat! Jangan mengacak-acak barisan." Kata Komandan Kaivan.

"Hm! Kita berdua mau dibuat pingsan karena melihat keromantisan Komandan dan calon Ibu Komandan ini." Komentar Riki.

Setelah tiga puluh menit jogging santai, mereka semua lalu beristirahat di atas sebuah bukit. Tak jauh dari bukit yang hijau karena rerumputan itu, ada anak sungai kecil dengan aliran air yang sangat jernih.

"Haaah! Segar..." Kata Sisil setelah meminum air jernih yang mengalir itu. Tak hanya Sisil, semua anggota prajurit yang ikut jogging pun meminum air jernih dari sumber mata air itu.

"Kita istirahat lima menit." Ujar Komandan Kaivan sembari melihat jam yang melingkar di tangannya.

"Cuma lima menit, Ndan?" Protes Sisil.

"Kalau terlalu lama, nanti tubuh kita dingin. Berbahaya jika kita tidak pemasan lagi sebelum lari." Jawab Komandan Kaivan.

"Ah! Komandan. Padahal lagi menikmati sinar matahari pagi yang indah ini." Kata Sisil.

"Nanti pergi berdua lagi saja, Dokter." Celetuk Miko sambil cengar-cengir.

"Memang Komandan free?" Tanya Dokter Sisil yang nampak tertarik dengan celetukan Miko.

"Iya, Komandan Free. Lagi pula, ini hari minggu." Jawab Miko.

Mendengar itu, Sisil langsung menoleh ke arah Komandan Kaivan sambil tersenyum. Komandan Kaivan pun hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menatap Kekasihnya yang tersenyum manis.

"Setelah ini siap-siap. Kita pergi jalan-jalan." Ujar Komandan Kaivan yang membuat senyum Sisil semakin lebar.

"Ayo kita selesaikan latihan pagi ini!" Ajak Sisil dengan penuh semangat.

"Ah! Masih ada dua menit lagi, Bu Dokter!" Protes Riki yang membuat Dokter Sisil dan yang lainnya tertawa.

Pagi itu, setelah selesai jogging, Sisil segera mandi dan bersiap. Begitu juga dengan Komandan Kaivan yang hendak mengajak Sisil untuk pergi jalan-jalan.

Setelah bersiap, Komandan Kaivan kemudian mengambil ponselnya dan mendial sebuah nomor yang ada di kontaknya. Tak butuh waktu lama, orang yang di hubungi Komandan Kaivan pun mengangkat panggilan itu.

"Siap, Ndan!"

"Tolong rekomendasikan tempat yang asyik untuk berpacaran, Miko." Pinta Komandan Kaivan.

"Memangnya Komandan belum punya referensi tepat yang akan di kunjungi bersama Dokter Sisil kah?" Tanya Miko sambil mengernyitkan dahinya.

"Belum. Saya mengajaknya secara spontan saja." Jawab Komandan Kaivan yang membuat Miko geleng-geleng kepala.

"Ya Tuhan... Keren sekali Komandan kita. Bagaimana bisa Komandan se-spontan itu? Kalau di medan perang, sudah jelas kita akan tumbang." Komentar Miko.

"saya juga tidak tau. Wajah Sisil yang membuat saya seperti ingin menuruti semua yang dia inginkan." Jawab Komandan Kaivan.

"Cepatlah ko beri tau dimana tempat yang bagus. Ko bilang mau bantu saya, kan." Desak Komandan Kaivan.

Untung saja Miko mengetahui beberapa spot hidden gem di sekitar mereka. Miko pun memberi tau Komandan kaivan dimana tempat yang ia maksud itu.

"Cuma dua jam berjalanan saja, Ndan. Kalau beruntung, di sore hari biasanya ada anak-anak yang mencari lobster laut untuk di jual." Ujar Miko yang di jawab anggukan mengerti oleh Komandan Kaivan.

Setelah mengucapkan terima kasih pada Ajudannya itu, Komandan Kaivan segera mengakhiri panggilan telfonnya. Ia kemudian keluar rumah untuk memanaskan motor trail kesayangannya.

Ya, ia akan menggunakan motor trail untuk menuju ke lokasi yang sudah di rekomendasikan oleh Miko. Dengan menggunakan Motor Trail, waktu tempuh bisa berkurang hampir separuhnya karena medan yang lebih mudah dilalui.

Sembari memanasan motor trailnya, Komandan Kaivan kemudian menghampiri Sisil yang masih berada di rumahnya.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam, Mas. Tunggu sebentar." Seru Sisil dari dalam rumahnya. Tak lama, gadis cantik itu keluar dari rumahnya.

"Bawa apa, Sayang?" Tanya Komandan kaivan yang mengambil alih tas ransel kekasihnya.

"Bawa alat tempur." Jawab Sisil sambil terkekeh.

"Barang kali ada yang butuh pertolongan, nanti. Atau ada yang bisa kita edukasi." Jawab Sisil.

"Saat mau kencan, masih sempet kepikiran kayak gitu. Proud of you, Sayangku." Puji Komandan Kaivan sambil mengusap kepala Dokter Sisil dengan bangga.

"Hal yang mudah dan gak sulit kita lakukan untuk menebar kebaikan, Mas. Selagi bisa, kenapa enggak?" Jawab sisil.

Ia sangat menyadari pentingnya mengedukasi orang-orang yang ada di sekitarnya karena di tempat tinggalnya yang sekarang ini, sangat sedikit orang yang sadar akan kesehatan.

Tak banyak warga yang datang untuk memeriksa kesehatannya di fasilitas medis. Mereka lebih suka mengobati penyakitnya dengan datang ke dukun atau orang pintar yang terkenal disana.

Maka dari itu, Dokter Sisil sangaja rajin mengunjungi orang-orang di rumah mereka sekaligus untuk mengedukasi tentang memeriksakan kesehatan di fasilitas medis. Meskipun kedatangannya kerap kali di tolak, namun ia tak lelah untuk mengedukasi warga-warga di pelosok ini.

"Ready?" Tanya Komandan Kaivan setelah memakaikan helm pada Sisil.

"Let's Go!" Sahut Sisil yang kemudian naik ke atas motor. Tanpa ragu, ia melingkarkan tangannya di pinggang Komandan Kaivan dengan erat.

1
Rahmawati
ya bukan salah komandan juga sih, komandan kan gk pernah kasih harapan ke brisha, dia nya aja yg gila😂
🟢Rafifah
double ya thor
Tosari Agung
walau aku pembaca setia novel kak tapi baru kali ini ada pelakor di novel kakak sikat si pelakor itu kak
This Is Me
Menakutkan banget obsesi berbalut cinta itu
Anonim
Jangan mentang”anak pejabat Brisa,kau sampe nyuruh kelompok kriminal untuk menculik dan memperkaos Dosil,untung aja pimpinan kelompok kriminal itu pernah di tolong Dosil,jd Dosil gak di apa”in
Munas Tuti
lanjuuut thor...moga Brisha di tindak secepatnya, jangan mentang2 anak ketua DPRD..
Humay Uum
🤣🤣🤣🤣🤣salah tetoot bukan swira🤭🤭🤭tauya uler Keket
Munas Tuti
Brisa....Brisha...tega banget kamu
Munas Tuti
kira2 siapa pelakunya yaa....apakah sesuai oerkiraan ?
Rahmawati
oalah ternyata si brisha,., jahat bgt sampai mau habisin nyawa orang
DIFAN2: *"SULUNG"* Sebuah novel yg akan buat dunia pembaca jungkir balik, yuk mampir!
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
oalah dalah, pantesan ada akses ke komplotan kriminal. ternyata anak pejabat si ulet keket
Nice1808
untung ada pak Ghani jadi masalah penculikan sisil cepat trungkap trnyata brisha dgn obsesinya , perkiraan wira si dokter jahat🤭😃😃
bunda aya
ternyata bukan wira
Atik Kiswati
yah.....tebakanku meleset....ku kira si wira.....ternyata....di ulet bulu....
😄😄😄😄
🎃
nah kan ulat bulu mau menggatal
🎃
kukira pelukan ternyata typo pelaku jd peluka 😭
Humay Uum
jadi penasaran nih siap y kira2 orangy 👊🏻
Ayunda
lanjuuuuuuttttt
💟노르 아스마💟
Sama Keq Bayikk Noval😁😁😁
💟노르 아스마💟
Jgn lupa belikan Bayikk juga yam😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!