NovelToon NovelToon
Sistem Gacha: Jaminan 100%

Sistem Gacha: Jaminan 100%

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: UrLeonard

Tak memiliki apa pun selain namanya, Kenzo bertahan hidup di dunia yang kejam. Bagi orang lain, mimpi adalah sesuatu yang bisa dikejar. Baginya, mimpi hanyalah kemewahan yang selalu direnggut oleh kenyataan.

Hingga suatu hari, sebuah antarmuka emas muncul di hadapannya.

Sistem Gacha.

Jaminan 100%.

Setiap putaran selalu menghadiahkan sesuatu yang nyata. Kemampuan, artefak, teknik, bahkan kekuatan yang sanggup mengubah takdir. Dengan sistem itu, Kenzo tak lagi sekadar bermimpi. Ia akan menapaki jalan menuju puncak dan menyingkirkan siapa pun yang berani menghalangi langkahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

Sunyi kini menggantikan bisingnya sirine polisi yang tertinggal jauh di pusat kota.

Sol sepatu Kenzo menginjak ranting kering, menimbulkan bunyi patahan kecil yang nyaring di tengah keheningan rimba.

Bau tanah basah dan lumut tua menguar pekat.

Di hadapannya, samar-samar di balik kabut tebal, berdiri reruntuhan kuno dari batu basal hitam.

Kenzo menyeka pelipisnya. Ia mengembuskan napas lega.

"Tempat ini cukup terisolasi," gumam Kenzo santai. "Setidaknya untuk mereka melacak tempat ini akan mustahil."

Langkah kaki yang anggun terdengar dari arah kanan.

Errinth mendekat, jemarinya yang lentik sedang menari di atas layar holografis berwarna emas.

"Jika mereka mencoba, yang terlihat hanya kawanan rusa liar, Tuan," sahut Errinth tenang.

Suaranya begitu merdu namun sarat wibawa naga kuno.

"Bagaimana perkembangan transfer asetnya?" tanya Kenzo.

Ia melangkah menuju pelataran reruntuhan batu tersebut.

"Selesai dengan sempurna," jawab Errinth dengan senyum tipis.

Ia menunjukkan data finansial yang bergerak cepat di layar emasnya.

"Dana ratusan miliar milik Adrian telah saya pecah ke dalam 32 perusahaan cangkang. Semuanya telah dikonversi menjadi aset fisik."

Errinth melangkah lebih dekat.

Dengan gerakan lembut, ia merapikan kerah jaket Kenzo yang sedikit miring akibat embusan angin malam.

"Sinode butuh waktu sekurang-kurangnya enam bulan hanya untuk menyadari uang mereka menguap," tambahnya hangat.

Tatapan matanya penuh pengabdian tulus.

Syuuut!

Udara di sebelah kiri Kenzo mendadak robek tanpa suara.

Sesosok gadis kecil bergaun monokrom melompat keluar, langsung memeluk erat lengan kiri Kenzo.

"Kenzooo!" teriak Azzy manja.

Matanya yang hitam kelam melotot kesal ke arah Errinth.

"Ular besar ini curang sekali! Kenapa kau terus menempel pada Kenzo?!" rengeknya, menggembungkan pipi.

Azzy adalah entitas tanpa gender secara hakiki, tetapi wujud fisiknya saat ini sangat kekanak-kanakan dan penuh rasa ingin memiliki.

"Aku yang membawa Kenzo ke sini! Aku yang harus dipuji!"

Errinth tidak terpancing. Ia hanya melipat tangan di dada dengan tenang.

"Kerja otot memang cocok untukmu, Ketiadaan," cibir Errinth halus.

"Namun, mengurus kenyamanan Tuan membutuhkan otak dan kedewasaan. Berhentilah mengganggu."

Aura panas tipis mulai menguar dari zirah merah tua milik Errinth.

"Kurang ajar! Mau kutelan sayapmu itu?!" ancam Azzy.

Bayangan hitam di bawah kakinya mulai bergolak menyerupai lumpur hisap.

"Coba saja kalau kau ingin terpanggang," balas Errinth dingin.

Sepasang mata reptil emas miliknya menyala berbahaya.

"Sudah, cukup," lerai Kenzo cepat.

Ia mendaratkan telapak tangan di atas kepala Azzy, mengusapnya pelan.

"Kalian berdua sangat membantu. Jangan sampai tempat ini rata sebelum kita sempat beristirahat."

Usapan itu bekerja seperti sihir pemadam.

Bayangan hitam di kaki Azzy langsung surut.

Gadis itu menjulurkan lidah ke arah Errinth, merasa menang karena mendapat perhatian fisik dari tuannya.

Errinth hanya menghela napas panjang, memaklumi tingkah kekanak-kanakan rekan barunya itu.

Kenzo mengalihkan pandangan ke bagian terdalam reruntuhan yang gelap.

Di sana, bersandar pada pilar retak, berdiri pria berambut perak panjang.

Mystrul, Sang Penyihir Agung, hanya diam membisu seperti patung lilin sejak mereka tiba.

Sifatnya sangat dingin dan nihilistik.

Bagi Mystrul, tidak ada yang penting di dunia ini selain titah dari pemuda yang berdiri di depannya.

"Mystrul," panggil Kenzo.

Kepala pria berambut perak itu bergerak perlahan, menatap Kenzo dengan takzim.

"Saya mendengarkan, Tuan," sahutnya dengan suara seberat gema di gua es.

"Bagaimana kondisi tempat ini? Layak jadi markas?" tanya Kenzo.

Mystrul mengangkat satu tangan.

Partikel sihir berwarna perak mengalir dari ujung jarinya, merambat ke tanah seperti akar cahaya yang membelah kegelapan.

"Aliran energi murni di bawah tanah ini sangat padat," lapor Mystrul tenang.

"Struktur batu basal ini juga kokoh. Saya bisa membangun pertahanan di sini jika Anda mengizinkan."

"Lakukan," perintah Kenzo mutlak.

"Pastikan tidak ada teknologi atau sihir luar yang bisa mendeteksi keberadaan kita."

"Sesuai kehendak Anda, Tuan."

Mystrul melangkah maju. Sebuah tongkat perak berkilau muncul di genggamannya.

Tanpa suara berisik, lingkaran sihir geometris raksasa mulai terlukis di udara, menyelimuti seluruh area reruntuhan dengan selubung transparan.

Kenzo berjalan perlahan, memilih duduk di atas sebongkah batu basal yang cukup rata.

Ia memperhatikan ketiga pelayannya bekerja.

Errinth kembali sibuk dengan tabletnya, Mystrul terus memperkuat segel pertahanan, sementara Azzy kini duduk di dekat kakinya sambil mengunyah permen.

Ketiganya adalah monster berkelas Platinum yang bisa menghancurkan kota besar dalam semalam.

Namun, di tempat sunyi ini, mereka tampak seperti keluarga kecil yang aneh.

Kenzo menatap telapak tangannya sendiri yang masih bersih dari noda darah.

Kehancuran Nexus Corp hanyalah babak pemanasan.

Musuh yang sesungguhnya, Sinode, masih mengintai dari balik bayang-bayang dunia modern.

Kenzo mengambil satu permen dari kantong Azzy, lalu memasukkannya ke dalam mulut. Rasa manis stroberi langsung menyebar di lidahnya.

Ia hanya ingin menikmati malam yang tenang ini, setidaknya untuk beberapa jam ke depan.

1
Hadi Hadi
up up🤭🤭
Hadi Hadi
lanjut
Hadi Hadi
semangat
Hadi Hadi
bunuh
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
Hadi Hadi
mantap😄😄
Hadi Hadi
mantap💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪💪
Hadi Hadi
up up💪
Yui
aku tunggu insectnya kak/Determined//Determined//Determined/
Ironside: Tidak ada hal seperti itu Kak /Scare/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!