Kirana Aruni menjadi korban atas rencana busuk ibu tirinya setelah terjebak dalam
sebuah malam kelam bersama Edgar Ganendra, pewaris tunggal Ganendra Group,
yang kehilangan kendali akibat dibius musuhnya.
Dianggap membawa aib, Aruni diusir oleh ayahnya atas hasutan ibu tirinya.
Tujuh tahun kemudian, Aruni membesarkan
putra kembarnya seorang diri. Mengetahui perjuangan sang ibu, kedua bocah jenius
itu diam-diam meretas data untuk mencari ayah kandung mereka. Hasilnya mengarah pada satu nama besar, yakni Edgar Ganendra, Presiden Direktur Ganendra Group.
Di sisi lain, Edgar tak pernah berhenti mencari wanita dari malam itu. Ia ingin menebus kesalahannya sekaligus mengungkap kebenaran yang selama ini tersembunyi, bahwa ia bukanlah pria impoten.
Saat si kembar mulai menyusun rencana untuk mempertemukan kedua orang tua mereka, masa lalu yang penuh fitnah dan luka
kembali terbuka.
Mampukah mereka menyatukan kembali keluarga yang telah lama terpisah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 18
Di bawah selimut tebal yang menjadi markas rahasia mereka, jemari Rayyan menari cepat di atas papan ketik. Berbekal ingatan tajam akan teknik yang pernah diperlihatkan Paman Rama, bocah jenius itu berhasil menembus celah keamanan dan masuk ke dalam akun internal milik Hary, asisten pribadi Edgar Ganendra.
Di sana, tertera dengan jelas seluruh dokumen agenda harian sang Presiden Direktur. Mata Rayyan melotot lebar saat membaca baris jadwal untuk hari Selasa.
"Akhirnya aku dapat info juga!" ujar Rayyan tersenyum senang.
"Info apa, Kak?" bisik Zayyan penasaran seraya mendekatkan wajahnya ke layar laptop.
"Edgar Ganendra akan berkunjung ke desa kita karena akan meresmikan peletakan batu pertama di resort baru dekat vila tadi sore, Zay! Sepertinya kakek di kursi roda tadi memang ada kaitannya dengan Edgar Ganendra!"
Zayyan menatap kakaknya dengan raut ragu. "Terus... Kakak mau temui mereka?"
"Tentu saja, Zayyan! Kita harus temui Edgar Ganendra dan memastikan kalau dia itu ayah kita atau bukan!" tegas Rayyan penuh percaya diri. Tanpa membuang waktu, ia segera menutup seluruh program dan mematikan layar laptop nya.
"semoga saja kita nanti bisa bertemu dengan Edgar Ganendra, aku juga penasaran dengannya, apakah kita begitu mirip...tapi kalau sampai Bunda tahu bagaimana Kak?"
"itu urusan gampang, nanti aku akan meminta bantuan Fikri dan teman-teman yang lainnya, dan di hari Selasa kita langsung meluncur ke Vila angker, ok!" ucap Rayyan sambil mengacungkan jempolnya.
"ok, Kak...semoga rencana kita berhasil!" jawab Zayyan penuh harap.
*
*
Di sebuah apartemen mewah di Jakarta, Hary mendadak terbangun saat ponselnya menyala dan membunyikan nada peringatan darurat. Seseorang baru saja menembus protokol keamanan dan masuk ke dalam akun pribadinya.
Hary bergegas membuka laptop kerjanya dan melacak jejak IP address penyusup tersebut.
"Hah? Desa Sukomakmur?!" gumam Hary heran setengah mati sambil mengucek matanya. "Kira-kira siapa yang sudah melakukan ini? Apakah mungkin Pak Dani? Aih... tidak mungkin, Pak Dani mana bisa melakukan hal seperti ini, dia kan gagap teknologi!"
Keesokan harinya di gedung Ganendra Group, Hary masuk ke ruangan kerjanya Edgar untuk menyerahkan berkas laporan anggaran investor yang akan dibahas dalam rapat esok hari. Namun, sebelum keluar ruangan, Hary memutuskan melaporkan peretasan semalam.
"Tuan, semalam ada kejadian aneh. Akun internal perusahaan dan akun pribadi saya sempat diretas oleh seseorang," lapor Hary ragu.
"Apa?! Ada yang meretas akun perusahaan dan akunmu, Hary?" sergah Edgar terperanjat dari kursi kebesarannya. Matanya berkilat marah. "Siapa yang berani melakukan ini, hah?! Kurang ajar sekali! Cepat kau cari tahu siapa pelakunya!"
Hary membungkuk cemas. "Maaf, Tuan... Tapi setelah saya lacak, lokasi server yang semalam meretas akun saya dan perusahaan berasal dari Desa Sukomakmur. Desa yang besok akan Tuan kunjungi."
Edgar mengernyitkan alisnya rapat-rapat. Benaknya dipenuhi rasa tidak percaya. Bagaimana mungkin di sebuah desa terpencil di lereng gunung, ada seseorang yang memiliki kemampuan meretas sistem keamanan perusahaan raksasa miliknya?
*
*
Pagi-pagi sekali, riuh suasana peringatan HUT RI ke-81 sudah terasa di Desa Sukamakmur. Rayyan dan Zayyan sudah tampak gagah berbalut seragam Sekolah Dasar lengkap dengan topi dan dasi. Aruni menyalakan mesin motor matic nya, siap mengantar si kembar karena lokasi sekolah cukup jauh dari rumah, namun searah dengan ruko yang disewanya untuk usaha laundry.
"Anak-anak, nanti sepulang sekolah langsung pulang ke ruko saja, ya. Bunda dan Tante Laras ada di sana!" ujar Aruni setengah berteriak menembus angin pagi.
"Siap, Bunda!" jawab si kembar serempak dengan wajah berseri-seri.
Sementara itu di Jakarta, suasana kantor Ganendra Group tetap sibuk meski di hari libur nasional. Edgar, Hary, dan beberapa karyawan pilihan tetap bekerja demi merampungkan urusan mendesak menjelang peresmian resort esok hari, tentunya dengan imbalan bonus besar.
Namun, rasa penasaran Edgar sudah di ujung tanduk setelah mengetahui peretasan server berasal dari Desa Sukomakmur. Apalagi tadi siang, Tuan Fernando meneleponnya dan bercerita sambil berapi-api bahwa ia bertemu dua anak laki-laki kembar berusia enam tahun yang wajahnya sangat mirip dengan Edgar sewaktu kecil.
Dua petunjuk itu mendadak membuat dadanya Edgar bergelora. Wajah Kirana Aruni, wanita yang dicarinya tanpa hasil selama tujuh tahun terakhir kembali membayang. Ia tidak pernah tahu bahwa sulitnya melacak Aruni adalah hasil kerja rapi Kompol Rama yang memalsukan identitasnya demi melindunginya dari ancaman David.
Edgar bangkit dari kursi kebesarannya saat hari menjelang sore. "Hary, siapkan jet pribadi. Kita berangkat ke Desa Sukomakmur sore ini."
Hary terperanjat. "Tuan yakin akan pergi sore ini?"
"Sangat yakin, Her. Entah kenapa aku merasa ada sesuatu di sana yang tidak ku ketahui. Kosongkan jadwalku selama satu minggu! Aku berharap bisa menemukan apa yang selama ini kucari di sana," tegas Edgar penuh keyakinan.
Hary mengangguk patuh. "Baik, Tuan. Saya akan siapkan semuanya, termasuk persiapan peletakan batu pertama besok."
Setelah Hary keluar, Edgar mengalihkan pandangannya ke arah mejanya, dan meraih pasfoto Aruni berseragam SMA. Jemarinya mengusap lembut wajah cantik dalam foto itu.
‘Semoga firasatku benar, bahwa aku bisa menemukan kalian di Desa Sukomakmur... Tunggu aku di sana, Aruni. Aku pastikan akan menemukan kalian!’ batin Edgar penuh janji.
Dengan menggunakan jet pribadi, Edgar tiba di Desa Sukomakmur lebih cepat dari perkiraan dan langsung menuju vilanya.
Di waktu yang sama, Rayyan dan Zayyan sedang berada di ruko membantu Aruni dan Laras memilah pakaian laundry. Lokasi ruko itu memang tak jauh dari vila mewah Edgar. Di sela tugasnya, Rayyan melangkah keluar ruko dan menatap ke arah lantai dua vila yang dulunya dikira angker.
Di balik kaca jendela lantai dua yang diterangi lampu temaram, berdiri siluet pria tegap yang sangat familiar. Pria itu adalah Edgar Ganendra, yang sedang berdiri menatap indahnya langit malam Sukomakmur yang dihiasi taburan jutaan bintang.
Dari bawah, Rayyan dan Zayyan berdiri berdampingan, ikut mendongakkan kepala menatap hamparan bintang yang sama.
‘Besok kita akan bertemu, Ayah... Ya, aku yakin kau adalah ayahku, Edgar Ganendra!’ bisik Rayyan mantap dalam hati.
Zayyan memejamkan matanya rapat-rapat sambil menyatukan jemarinya.
‘Ayah... semoga kau benar-benar ayah kami, Edgar Ganendra...’ batinnya penuh harap.
Dari dalam ruko, Aruni yang sedang merapikan tumpukan pakaian bersama Larasati menghentikan aktivitasnya sejenak. Ia memandang ke luar pintu, menatap dua putra kecilnya yang sedang memandangi langit malam. Senyum penuh kehangatan mengembang di bibirnya.
‘Rayyan... Zayyan... Terima kasih sudah hadir dalam hidup Bunda. Kalian adalah penyemangatku, dua malaikat kecilku. Bunda sayang kalian selalu...’ batin Aruni haru, tanpa menyadari bahwa takdir besok pagi akan mempertemukan kembali potongan masa lalunya yang terpisah.
Bersambung...
sebenarnya aruni jugaa udah tumbuh cinta tp dia masih takut n trauma..
semangat Edgar kamu harus extra meluluhkan hatinya n jangan lupa waspada n hati-hati sm paman mu..
jangan sampai seperti 7tahun yg lalu..
kamu baru memulai nya jangan di buat kacau hanya karena ular pyton mu tegak..🤭🤭
genjar terus Edgar s aruni nya soalnya s Rama juga suka n kamu ada saingan nya🤣🤣🤣
s kembar emang is the best deh
kamu aja kalah sama anak mu Edgar 🤣