NovelToon NovelToon
Sistem Gacha: Jaminan 100%

Sistem Gacha: Jaminan 100%

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: UrLeonard

Tak memiliki apa pun selain namanya, Kenzo bertahan hidup di dunia yang kejam. Bagi orang lain, mimpi adalah sesuatu yang bisa dikejar. Baginya, mimpi hanyalah kemewahan yang selalu direnggut oleh kenyataan.

Hingga suatu hari, sebuah antarmuka emas muncul di hadapannya.

Sistem Gacha.

Jaminan 100%.

Setiap putaran selalu menghadiahkan sesuatu yang nyata. Kemampuan, artefak, teknik, bahkan kekuatan yang sanggup mengubah takdir. Dengan sistem itu, Kenzo tak lagi sekadar bermimpi. Ia akan menapaki jalan menuju puncak dan menyingkirkan siapa pun yang berani menghalangi langkahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35

Tersungkur ia di balik tong sampah besi yang berkarat. Napas Siska memburu, bersaing dengan bunyi air yang menetes dari atap seng di atasnya.

Gaun merah marun berlapis manik-manik miliknya kini kotor penuh lumpur. Sisa kejayaan masa lalu yang hancur bersama runtuhnya Nexus.

Kini ia hanya seonggok sampah di gang kumuh ini.

Siska mendekap mulutnya sendiri. Tangannya menggigil hebat. Ia merasa ada sesuatu yang sedang mengikutinya dari kegelapan.

Sesuatu yang terasa dingin dan hampa.

"K-kumohon..." bisik Siska parau, matanya terbuka lebar menatap ujung gang. "Aku tidak punya apa-apa lagi... Kenzo membenciku... lepaskan aku..."

Ia tidak sadar, menyebut nama itu justru mempercepat ajalnya.

Tap.

Satu langkah kaki terdengar di genangan air. Sangat pelan, namun sanggup membekukan darah Siska seketika.

Sesosok siluet muncul di bawah lampu neon yang berkedip sekarat. Orang itu memakai mantel panjang kelabu dengan tudung yang menutupi wajahnya.

Anehnya, beberapa pejalan kaki di luar gang menembus tubuh sosok itu begitu saja. Seolah ia hanyalah ilusi yang tidak nyata bagi dunia.

Sosok itu melangkah maju. Genangan air yang diinjaknya sama sekali tidak memercik, melainkan langsung memudar dan hilang dari kenyataan.

"K-kau... kau ini apa?!" jerit Siska histeris, menyeret tubuhnya mundur hingga menabrak dinding bata berlumut.

Sosok bermantel itu berhenti tepat tiga meter di depannya. Suaranya terdengar datar dan kaku, bagaikan kaset rusak yang memutar rekaman usang.

"Status terverifikasi. Target: Siska. Klasifikasi: Benang merah utama Kenzo. Instruksi: Eliminasi kausalitas."

"Apa maksudmu?! Aku tidak mengerti!" tangis Siska pecah. Ia merangkak pasrah sambil menyatukan kedua tangannya. "Aku tidak ada urusan lagi dengan Kenzo! Tolong jangan bunuh aku!"

Sosok itu tidak menjawab. Ia hanya mengangkat tangan kanannya perlahan.

Udara di sekitar jemarinya mulai berkerut, menciptakan distorsi aneh yang terasa kosong.

"Masa lalu hanyalah data. Data dapat dihapus. Eksistensi ditolak."

Satu kilatan cahaya abu-abu melesat cepat, langsung menghantam dada Siska tanpa suara benturan sedikit pun.

Siska tersentak. Tidak ada darah yang mengalir. Namun ia menganga lebar, tanpa mampu mengeluarkan teriakan apa pun.

Mulai dari ujung kakinya, warna tubuh Siska perlahan memudar menjadi abu-abu pudar. Kulit dan pakaiannya mengelupas menjadi partikel cahaya statis yang melayang naik, lalu lenyap.

"Ken... zo..." gumam Siska dengan sisa napasnya yang kian tipis.

Dalam hitungan tiga detik, perempuan itu hilang sepenuhnya tanpa sisa. Bahkan darah lecet di kakinya tadi ikut terhapus dari realitas.

Sosok bermantel kelabu itu berbalik. Ia bersiap untuk pergi dari gang sunyi tersebut.

Tiba-tiba, sebuah tabung logam hitam meluncur dari atas atap dan mendarat tepat di depannya.

Tssss!

Asap putih pekat langsung menyembur dengan cepat. Kapsul Asap Termal itu memenuhi gang sempit, memangkas jarak pandang hingga nol.

Dari balik kepulan asap, seorang pria melompat turun dari atas tanpa suara sedikit pun.

Kenzo berdiri tegak dengan jaket tempur hitamnya. Matanya tertutup Kacamata Lensa Aether. Namun, tidak ada kilatan energi apa pun yang terdeteksi di sana.

'Sial, kacamata mahal ini bahkan tidak membaca apa-apa,' batin Kenzo kesal.

Ia melangkah maju, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jaket. Tatapannya tertuju pada sudut kosong tempat Siska berada tadi.

'Terlambat,' pikirnya dingin. 'Perempuan itu benar-benar dihapus.'

"Jadi, ini caramu bermain," ucap Kenzo, suaranya tenang namun menusuk. "Menyasar orang yang berhubungan denganku demi memancingku keluar?"

Sosok bermantel kelabu itu menoleh lambat. Suara mekanisnya kembali terdengar.

"Anomali Utama Teridentifikasi. Kenzo. Konfirmasi visual."

"Siapa kau?" tanya Kenzo. Jemari tangan kanannya di dalam saku sudah bersiap pada pisau perak miliknya. "Apa hubunganmu dengan Sinode!?"

Sosok itu sedikit memiringkan kepalanya.

"Sinode hanyalah sekumpulan manusia bodoh yang bermain dengan materi," jawab sosok itu datar. "Sama sepertimu, Kenzo. Kau memiliki banyak alat padamu. Mengikat monster untuk melindungimu. Namun kau tetaplah Anomali yang dapat tersingkirkan."

Rahang Kenzo mengeras mendengar kata itu. Musuh ini tahu tentang Sistem miliknya.

"Eksistensiku bukan sekadar hadiah," lanjut sosok itu, tubuhnya mulai berkedip layaknya sinyal digital yang rusak. "Aku adalah hukum itu sendiri. Variabel yang akan memperbaiki kejanggalanmu di dunia ini."

Wush!

Dengan refleks mematikan, Kenzo melontarkan pisau perak dari sakunya. Senjata itu melesat membelah rintik hujan, mengarah tepat ke leher lawan.

Namun, pisau itu hanya menembus leher sosok itu begitu saja tanpa hambatan, lalu menancap dalam di dinding bata.

Sosok bermantel kelabu itu sama sekali tidak bergeser.

"Probabilitas tidak bisa melukai kepastian, Anomali. Sampai jumpa di panggung utamanya."

Dalam satu kedipan mata, sosok itu hilang sepenuhnya dari hadapan Kenzo. Bukan berpindah tempat, melainkan seolah keberadaannya dicabut begitu saja dari dunia.

Kenzo berdiri sendirian di tengah kepulan asap yang mulai menipis. Angin malam terasa sangat dingin di kulitnya.

Sambil menatap dingin ke arah dinding bata yang kosong, Kenzo mengukir senyum tipis di wajahnya yang mendingin.

1
Hadi Hadi
up up🤭🤭
Hadi Hadi
lanjut
Hadi Hadi
semangat
Hadi Hadi
bunuh
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
Hadi Hadi
mantap😄😄
Hadi Hadi
mantap💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪💪
Hadi Hadi
up up💪
Yui
aku tunggu insectnya kak/Determined//Determined//Determined/
Ironside: Tidak ada hal seperti itu Kak /Scare/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!