NovelToon NovelToon
Pengulangan Sang Master

Pengulangan Sang Master

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Kultivasi Modern
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Mo Tianxia pernah berdiri di puncak dunia.

Sebagai seorang kultivator yang telah mencapai Absolute Realm, tidak ada lagi lawan yang mampu menandinginya dan tidak ada lagi batas yang mampu menghalanginya. Namun, setelah mencapai segala sesuatu yang bisa dicapai, yang tersisa baginya hanyalah kebosanan.

Dalam sebuah keputusan yang tidak masuk akal bagi siapa pun, Mo Tianxia menghancurkan jiwanya sendiri dan memulai kembali kehidupannya dari nol.

Kini, ia terbangun dalam tubuh yang lemah dengan kultivasi paling dasar.

Tidak ada kekuatan absolut. Tidak ada kedudukan tinggi. Tidak ada nama besar.

Hanya pengetahuan tentang jalan yang pernah ia tempuh.

Dengan sikap tenang dan pengalaman yang jauh melampaui usianya, Mo Tianxia kembali melangkah di jalan kultivasi. Sekte, turnamen, dunia rahasia, para jenius, dan berbagai ancaman mulai muncul di hadapannya.

Namun kali ini, tujuannya bukan menjadi yang terkuat. Ia hanya ingin menikmati kembali perjalanannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Kehidupan sebagai disciple luar dimulai jauh lebih awal dari yang dibayangkan sebagian besar kandidat baru.

Lonceng bangun dibunyikan sebelum matahari sepenuhnya terbit, memaksa seluruh disciple luar—baru maupun lama—untuk berkumpul di lapangan latihan utama untuk sesi pemanasan bersama.

Wang Dazhi, yang jelas belum terbiasa dengan jadwal seketat ini, menguap lebar sambil berjalan sempoyongan menuju lapangan.

"Kenapa harus sepagi ini," gerutunya pelan.

"Karena tubuh paling mudah menyerap Qi alami saat fajar," jawab Mo Tianxia, yang sudah terlihat segar seolah tidak kekurangan tidur sama sekali.

"Kau tahu itu dari mana?" Tanya Wang Dazhi penasaran.

Mo Tianxia hanya tersenyum tipis sebagai jawaban.

Sesi pemanasan dipimpin oleh Liu Yang, diikuti dengan penjelasan tentang jadwal harian yang akan dijalani seluruh disciple luar: pagi untuk latihan fisik dasar dan teknik pedang, siang untuk pelajaran teori tentang Qi dan meridian, sore untuk latihan bebas, dan malam untuk meditasi pribadi.

...-----...

Siang hari. Kelas teori berlangsung di sebuah aula terbuka, di mana seorang elder muda menjelaskan dasar-dasar sistem meridian dan bagaimana Qi mengalir melalui tubuh manusia.

Mo Tianxia duduk di barisan belakang, mendengarkan dengan sopan meski setiap kalimat yang diucapkan sang elder sudah ia pahami jauh lebih dalam sejak ribuan tahun lalu.

'Penjelasan yang cukup dasar,' pikirnya, menahan diri untuk tidak terlihat bosan. 'Tapi mungkin ini baik untukku. Mengingat kembali dasar-dasar dari sudut pandang yang berbeda kadang membuka pemahaman baru.'

Ia memang benar. Meski materinya sederhana, cara elder muda itu menjelaskan konsep aliran Qi sedikit berbeda dari yang pernah Mo Tianxia pelajari di kehidupan sebelumnya—perbedaan kecil dalam istilah dan pendekatan yang, anehnya, memberinya sudut pandang baru terhadap sesuatu yang sudah sangat ia kuasai.

'Menarik,' pikirnya. 'Bahkan hal yang sudah kupahami sepenuhnya masih bisa menawarkan sesuatu yang baru, jika aku mau melihatnya dari sudut yang berbeda.'

Di sisi lain aula, Su Yueling duduk sendirian, seperti biasa menjaga jarak dari disciple lain. Sesekali matanya melirik ke arah Mo Tianxia, meski buru-buru ia alihkan pandangan begitu menyadari dirinya sedang memperhatikan.

...-----...

Di sore hari. Sesi latihan bebas memberikan kesempatan bagi disciple luar untuk berlatih sesuai kebutuhan masing-masing, diawasi oleh beberapa disciple senior yang siap membantu jika diperlukan.

Mo Tianxia memilih area yang agak terpencil, tempat ia bisa berlatih teknik pedang dasar sekte tanpa terlalu banyak diperhatikan.

Ia mengangkat pedang kayu latihan, memulai rangkaian gerakan dasar yang telah diajarkan pagi itu.

Gerakannya sengaja ia buat sedikit kaku—cukup baik untuk terlihat sebagai pemula yang berbakat, namun tidak terlalu sempurna hingga dicurigai.

Namun bahkan dengan kehati-hatian itu, seseorang tetap memperhatikan. Chen Feng, yang kebetulan sedang berkeliling mengawasi sesi latihan bebas, berhenti di kejauhan, mengamati Mo Tianxia berlatih.

'Gerakannya terlihat seperti pemula,' pikirnya, menyipitkan mata. 'Tapi ada sesuatu yang aneh dengan cara ia mengatur napas di setiap akhir gerakan. Itu bukan sesuatu yang diajarkan pagi ini.'

Ia melangkah mendekat, memilih untuk mengamati lebih dekat tanpa langsung menegur.

Mo Tianxia menyadari kehadirannya, namun tidak menghentikan latihannya.

"Elder Chen," sapanya sopan, tetap melanjutkan gerakan.

"Terus saja," kata Chen Feng, berdiri di tepi area latihan dengan lengan terlipat. "Aku hanya mengawasi."

Mo Tianxia melanjutkan rangkaian gerakannya, sengaja menambahkan sedikit kesalahan kecil di tengah-tengah—kesalahan yang wajar bagi seorang pemula, namun cukup untuk membuatnya terlihat lebih meyakinkan sebagai anak yang benar-benar baru belajar.

Chen Feng mengamati dengan seksama, namun tidak menemukan sesuatu yang bisa ia jadikan bukti konkret atas kecurigaannya.

'Mungkin aku terlalu berpikir berlebihan,' pikirnya akhirnya, meski keraguan itu tidak sepenuhnya hilang. 'Tapi aku akan terus mengawasinya.'

Ia berbalik pergi, meninggalkan Mo Tianxia melanjutkan latihannya sendirian. Setelah memastikan Chen Feng benar-benar pergi, Mo Tianxia menghela napas pelan.

'Elder itu cukup tajam,' pikirnya. 'Aku harus lebih berhati-hati ke depannya.'

Ia melanjutkan latihannya hingga matahari mulai terbenam, kali ini benar-benar berlatih dengan sungguh-sungguh—bukan untuk menyembunyikan sesuatu, melainkan karena ia menikmati sensasi tubuh kecilnya perlahan menjadi lebih kuat, langkah demi langkah, sesuatu yang sudah lama tidak ia rasakan.

1
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
tekad nyaa lebih besar daripada yang lain pastiii
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
yaaa karna jiwa nyaa dahh buyut buyut makanyaa gak gampang ditebakk
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
mantapp kasih paham bossss 💅
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
ternyata gak di dunia nyata gak didunia novel sama ajaa 😌
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
anak yang terlampau pintar dan dewasa sampai orang tua yang lain pun merasa heran
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
nama yang emang sudah ditakdirkan
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
ternyata mc nyaa anak pungut 😌
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ: manaa adaa /Curse//Facepalm/
total 2 replies
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
Apakah terlahir kembali untuk menyambut masa kejayaannya lagi 😌
^_^
mo tianxia emangnya gk pernah jadi bayi dulunya sebelom jdi penguasa dunia?
^_^
ada yang hrus dibicarain justru di sini, kalen punya uang kagak buat rawat anak orang ini?
^_^
klo minta ke Dewa Othor pasti dikabulin, kalen salah aja caranya
^_^
lgi pda maen petak umpet ges
^_^
gak ngerti novelnya bahas apa, tpi gk tau pen baca aja ^_^
Nnoyre: gak apa apa sih/Joyful/
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!