NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Tuan Muda Lumpuh

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

“Jadi ini wanita yang akan menjadi istri ku?” Suara nya rendah penuh cemooh. “Ayah benar benar berhasil menemukan wanita yang paling membosankan untuk ku”

Dreven Orsley Dastan, pewaris keluarga Dastan, dikenal sebagai pria kasar, pengacau, sekaligus cassanova yang tak pernah serius pada wanita mana pun. Namun, sebuah kecelakaan membuatnya harus duduk di kursi roda—tanpa sedikit pun mengubah sifat liarnya.

Sampai akhirnya, sang ayah menjodohkannya dengan Elnara Sevana, gadis dingin dan cerdik yang terkenal mampu membungkam siapa pun dengan tatapan dan kata-katanya. Ia bukan wanita yang mudah dipermainkan. Setiap serangan lawan selalu dipatahkan sebelum sempat menjadi ancaman.

Elara diminta untuk melahirkan pewaris untuk keluarga Dastan , dan sebagai gantinya Saham perusahaan.

Elara terkekeh sinis, "Sepertinya tidak adil. Bagaimana jika kesepakatannya begini. Aku rubah putramu menjadi anak anjing penurut dan hadiahnya adalah perceraian untukku. Ini terdengar menguntungkan bagiku"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

"Jujurlah padaku, bagaimanapun juga kau bagian dari Dastan sekarang. Apapun masalahmu aku akan berada di pihakmu, karena kau istri putraku."

Suara Raviel membuat Elara langsung menatap pria paruh baya itu dengan tatapan yang sulit diartikan.

Namun setelah mempertimbangkan beberapa hal akhirnya Elara angkat bicara.

"Ayah mertua, bisakah kau merahasiakan ini? Aku tak ingin orang lain tahu terutama Dreven," katanya dengan serius.

Raviel yang mendengar itu tersenyum tipis, "Jadi kau benar pewaris Astreo Group yang hilang secara misterius itu?"

Elara terdiam, hatinya mencelos mendengar fakta itu disebut begitu saja. Selama ini dia pikir dirinya hanyalah anak yatim piatu dari panti asuhan. Tapi kini, semuanya berubah.

Tatapan Raviel tetap tajam, menunggu reaksinya. Tidak ada gunanya berbohong lagi, karena pria di depannya jelas sudah mengetahui segalanya.

Elara menghela napas pelan, meletakkan cangkir tehnya ke meja dengan hati-hati. "Benar."

Raviel terdiam beberapa saat sebelum kembali berbicara, "Apakah aku harus berlutut pada menantuku sendiri mulai sekarang?"

Elara mendatarkan wajahnya, "jangan membuatku tak nyaman, bahkan statusku saat ini tak berguna."

Raviel terkekeh pelan, "Begitu beruntungnya Dreven menikahi pewaris konglomerat sekaligus keluarga mafia terbesar di negara ini, kebaikan apa yang dilakukan cecunguk itu di kehidupan sebelumnya."

Elara memutar matanya dengan malas, "jika kau bertanya seperti itu maka pertanyaanku malah sebaliknya. Dosa apa yang telah aku perbuat hingga terjebak oleh putramu," katanya dengan ketus.

Raviel tertawa lepas mendengar jawaban Elara. "Setidaknya selera humormu tidak berubah," ujarnya sambil mengaduk tehnya dengan santai.

Elara hanya mendengus, lalu menatap Raviel dengan serius. "Tapi ayah mertua, kau belum menjawab pertanyaanku. Apa kau akan merahasiakan identitasku?"

Raviel meletakkan cangkirnya dan menatap Elara tajam. "Itu tergantung, Elara. Aku ingin tahu alasanmu menyembunyikan identitasmu. Apa yang sebenarnya terjadi?"

Elara menggigit bibirnya. Dia tahu cepat atau lambat seseorang akan menanyakannya. Tapi apakah dia benar-benar siap untuk menceritakan semuanya?

Dia menghela napas panjang, lalu berkata, "Aku tumbuh di panti asuhan tanpa tahu siapa orang tuaku. Aku pikir aku hanyalah anak yatim piatu biasa. Tapi beberapa tahun lalu, aku mulai menerima isyarat aneh—orang-orang yang mengamatiku, dokumen yang tidak jelas asal-usulnya. Dan akhirnya aku tahu, Astreo Group telah mencariku sejak lama. Pendiri Astreo Group adalah kakekku. Dia adalah pria yang disegani—seorang pengusaha sekaligus pemimpin mafia yang diakui negara karena jasanya dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan di masa lalu."

Raviel menyimak dengan saksama, ekspresinya sulit ditebak. "Jadi, kau sebenarnya adalah pewaris sah Astreo Group?"

Elara tersenyum miring. "Di atas kertas, seharusnya begitu. Astreo memiliki aturan ketat—warisan hanya jatuh pada anak perempuan sulung dari garis keturunan utama. Dan aku adalah satu-satunya. Tapi ketika kakekku meninggal, ibu tiriku mengambil alih segalanya. Dia haus kekayaan dan kekuasaan, dan dia tahu aku adalah ancaman terbesar baginya."

Raviel mengetukkan jarinya di meja, berpikir sejenak sebelum berkata, "Dan sekarang mereka mencarimu?"

Elara mengangguk pelan. "Ibu tiriku tidak akan membiarkan aku hidup jika dia tahu aku masih ada. Selama bertahun-tahun aku mengira aku aman di panti asuhan, tapi ternyata mata-matanya terus bergerak. Kini mereka sudah mendekat, dan aku tidak bisa terus bersembunyi."

Raviel menatapnya dalam-dalam. "Kau berencana merebut kembali hakmu?"

Elara tersenyum tipis. "Siapa tahu? Aku sudah lelah lari. Tapi aku belum cukup kuat. Jika kembali sekarang, aku hanya akan memberikan ibu tiriku kesempatan untuk menghancurkanku. Dia bukan hanya haus kekayaan, dia juga kejam dan tidak segan-segan menggunakan segala cara."

Raviel menghela nafas pelan, "Baiklah, aku akan menyembunyikan fakta ini. Dan untuk keselamatanmu aku akan menempatkan beberapa pengawal terlatihku untuk menjagamu saat di luar."

Elara tersenyum, "Aku tak akan keluar, jika mereka sudah berada di kota ini itu berarti setiap sudut tempat tak aman untukku. Aku hanya butuh rumah ini untuk bersembunyi."

Raviel mengangguk pelan, menyandarkan tubuhnya ke sofa. "Baik. Tapi jika kau berubah pikiran, katakan saja. Aku tidak ingin menantu pewaris Astreo Group pertamaku hilang begitu saja."

Elara terkekeh kecil, "Tiba-tiba kau terdengar perhatian, ayah mertua."

Raviel mendecak. "Jangan salah paham. Aku hanya tidak ingin melihat Dreven menangis dan berlutut di pemakamanku nanti karena gagal melindungimu."

Elara tertawa kecil mendengar itu, tapi jauh di dalam hatinya, ada perasaan gelisah yang tak bisa ia abaikan. Jika mata-mata ibu tirinya benar-benar telah menemukannya, berarti waktu bermain petak umpetnya sudah hampir habis.

Sekarang pertanyaannya, apakah dia akan terus bersembunyi... atau mulai melawan?

---

"Kembali?! Kau serius? Kita bahkan belum berkeliling kota ini, bahkan belum berbelanja," kata Kiera kesal saat Dreven mengatakan jika mereka akan kembali malam ini.

"Benar, biarkan saja Elara pulang. Untuk apa mengikuti wanita itu, benar-benar merusak liburan," timpal Rastha.

Dreven melirik tajam ke arah Rastha, membuat wanita itu langsung menutup mulutnya. "Aku tidak meminta pendapat kalian," katanya dingin.

Kiera menghela napas kasar. "Tapi kenapa mendadak? Kau sendiri yang mengajak kami kemari!"

"Ada urusan lebih penting," jawab Dreven singkat. Pikirannya masih dipenuhi dengan pertanyaan tentang Elara. Kenapa dia membeli tanah itu? Dari mana dia mendapatkan uang sebanyak itu? Perusahaan desain interior yang ternyata dia bangun secara diam-diam—itu saja sudah cukup mengejutkan, tapi Astreo Group? Itu sesuatu yang jauh lebih besar.

Dia mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Elara lagi, tapi masih tidak ada jawaban. Rahangnya mengatup rapat.

Tanpa memedulikan protes teman-temannya, Dreven menggerakkan kursi rodanya untuk mengurus penerbangan pulang. Apapun yang disembunyikan Elara, dia akan mencari tahu.

"Dreven benar-benar berubah setelah menikah, tapi mau bagaimana lagi ayo kita kemasi barang kita," kata Andre dengan tenang.

Kiera mendengus kesal, tetapi tidak punya pilihan lain selain mengikuti perintah Dreven.

"Dasar Elara! Sejak dia muncul, semuanya jadi berbeda," gerutunya sambil memasukkan barang-barangnya ke koper dengan kasar.

Andre hanya mengangkat bahu. "Mungkin memang ada sesuatu yang menarik dari Elara sampai Dreven jadi begini."

Rastha melipat tangannya di dada. "Menarik? Dia cuma wanita biasa! Aku yakin dia hanya memainkan perannya dengan baik."

Andre menghela nafas melihat teman-temannya yang mulai emosi, lalu menatap ke arah Leandro yang hanya diam dengan tenang di depan jendela. "Kau tak mengemasi bajumu?"

Leandro tetap diam beberapa saat sebelum akhirnya menoleh dengan ekspresi datar. "Tidak perlu. Aku tidak ikut pulang."

Kiera mengernyit. "Apa? Kenapa?"

Leandro mengangkat bahu. "Ada urusan yang harus kuselesaikan di sini."

"Urusan apa?"

Leandro tersenyum tipis. "Bisnis, tentu saja."

Mereka bertiga langsung ber-oh saja tanpa bertanya lebih lanjut.

Sementara itu Dreven di kamarnya masih mencoba menghubungi Elara, tapi tetap saja gagal.

"Tuan," suara Tony membuat Dreven berbalik dari kursi rodanya.

"Bagaimana?" tanya Dreven dengan dingin.

"Nyonya sudah sampai di mansion dengan aman, bahkan tuan besar berada disana."

"Ayah? Bukankah dia saat ini seharusnya ada di luar kota?"

Tony mengangguk, "lusa sepertinya beliau mendapatkan telepon dari seseorang dan pulang. Namun bukan kembali ke kediaman utama, beliau kembali ke mansion anda."

Dreven tampak terdiam, "aneh, tak biasanya ayah seperti ini," gumamnya penasaran, lalu kembali menatap Tony, "Sewa satu butik untuk aku kunjungi. Elara sepertinya masih kesal karena liburannya terganggu, aku akan membelikan dia beberapa barang sebelum pulang."

Tony sedikit terkejut dengan keputusan Dreven, tapi dia segera mengangguk. "Baik, Tuan. Saya akan mengaturnya."

Dreven kembali melihat ponselnya, panggilannya ke Elara masih tak terjawab. Wanita itu benar-benar menghindarinya kali ini.

"Pastikan butik itu punya koleksi terbaru. Aku tidak mau dia bilang pilihanku buruk," katanya sebelum menggerakkan kursi rodanya ke arah jendela, menatap pemandangan kota yang mulai senja.

Bersambung...

1
꧁𝓘𝓷𝓭𝓪𝓱𝓡𝓪𝓶𝓪𝓭𝓱𝓪𝓷𝓲꧂
Siapa yang wanita ini maksudkan? Elara?🤔
🦋Little Butterfly🦋
sadis banget...
Arni Arlinawati Pratiwi💃
iya tau kok emak.. dia lagi cemburu, hanya saja dia sendiri pun gak sadar sama perasaan nya, ego nya aja yang di duluin.. kan ngenes, makin mnedihkan aja lu drev! udah lum*** juga!!! coy.. coy.. takut kualat emak, 🗿😭
naws
bodo amat. elara juga cuma manfaatin lu biar lepas dari keluarga palsunya kok /Smug/
Arni Arlinawati Pratiwi💃
cembukur nih pasti perkara elara sama leo.. /Facepalm/
Arni Arlinawati Pratiwi💃
nyari penyakit lu drev.. 🗿
Alia Chans
😭😭😭 Elara bisa yok
꧁𝓘𝓷𝓭𝓪𝓱𝓡𝓪𝓶𝓪𝓭𝓱𝓪𝓷𝓲꧂
Dreven kayaknya udah mulai nyaman dengan Elara, tapi gengsi untuk mengakui🤭
Alia Chans: yakin nyaman doang kk🤭🤭
total 1 replies
Syahira🌹
pasti dia tidak Terima saat dia di bilang lemah, egonya pasti sangat tersenggol🤣
Alia Chans: kalo gak ego tinggi gak cowok namanya🤣🤣🤣
total 1 replies
Mingyu gf😘
di keluarga dastan kamu seperti ratu ya
Mingyu gf😘
dihh modus lu😆
Miranda.
kritik sedikit ya thor. mungkin bisa sedikit membantu dan membangun.

karaktermu ini duduk di kursi roda loh. kurang-kurangi memakai kalimat yang merepresentasikan bahwa dia bisa berjalan dong. biar ga cacat logika./Frown/
Alia Chans: emang dia beneran lumpuh kk🤭🤭
total 1 replies
Miranda.
cara menasehatinya nusuk banget yaa/Frown/
My_Lucia
Edeh... deh... apa dia penganut sex menyimpang 🤣
Alia Chans: eitss belum pasti ye👑🔥
total 1 replies
My_Lucia
what?? serem amadt🫣
Miranda.
bapak mertua mulai berharap pada elara nih yee🤭🤭
Miranda.
ehm... logikanya ini gimana thor? menggandeng? mungkin lebih tepatnya "meletakkan tangan elara ke dorongan kursi roda untuk membantunya bergegas"/Slight/
Alia Chans: kan tinggi Elara gak setinggi menara Eiffel juga kk😭😭
dimana " cowok kan, you know lah☺
total 1 replies
Miranda.
eughhh alasan yang tidak begitu logis
naws
punya kekurangan gini, sombongnya masih selangit
Alia Chans: 😭😭😭 masa harus merendah mulu, kan gak Dreven dong🤣🤣
total 1 replies
🦋Little Butterfly🦋
emang boleh/Slight/
Alia Chans: boleh "🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!