NovelToon NovelToon
PENYIHIR SUMMONER

PENYIHIR SUMMONER

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Game / Tamat
Popularitas:6.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ark Vest

Myro Aras hanyalah seorang yang hobi bermain game. Di suatu game online ia adalah pemain terbaik disana tetapi saat sedang melawan suatu bos di dalam game dan berhasil menang, Myro tiba-tiba merasa mengantuk dan tertidur.

Ia terbangun menjadi seorang bayi di dunia yang dipenuhi oleh kekuatan unik dan sihir ini. Tempat dimana kekuatan seseorang yang menentukan segalanya. Myro memutuskan untuk berjalan di jalan seorang penyihir dan berjalan menuju puncak. Disertai bantuan sistem yang memberinya kecurangan dengan bisa membawa kekuatan Myro dari game sebelumnya.

Lihatlah Myro berjalan menuju puncak bersama orang-orang yang mempercayainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ark Vest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26 : MASALAH AKADEMI CAHAYA TERANG

Shar berkata "Artefak yang tuan muda miliki seharusnya ada bersama tuan muda".

Mendengar itu, Myro hanya bisa tersenyum pahit dan berkata "Nampaknya aku tidak bisa mendapatkan artefak yang kumiliki lagi".

Melihat Myro yang tersenyum pahit, Shar segera berkata "Tuan muda, jika anda butuh artefak maka tuan muda bisa mengambil artefak yang kumiliki".

Myro menggelengkan kepalanya dan berkata "Tidak perlu, aku memberikan artefak itu untukmu, Shar. Jadi aku tidak akan mengambilnya lagi. Lagipula, artefak yang kau miliki tidak cocok dengan ku. Artefak tersebut cocok dengan pekerjaan pembunuh. Kecuali alat pemanggilan golem, tapi golem tersebut bisa melindungimu yang sangat berguna untukmu. Jadi kau bisa terus menyimpannya".

Shar segera berkata "Terima kasih tuan muda".

"Baiklah, aku akan segera keluar sekarang. Lagipula sebentar lagi waktunya untuk berangkat menuju Akademi Tumbuhan Sihir", kata Myro.

"Baik, tuan muda", kata Shar lalu seperti biasanya, ia mulai menghilang lagi.

Myro segera membereskan barang bawaan yang ia miliki dan bergegas keluar. Myro segera berjalan menuju lokasi dapur untuk sarapan. Di sana sudah terdapat banyak siswa yang makan sambil berbicara mengenai berbagai macam hal. Tiba-tiba Myro teringat sesuatu dan berkata dalam hatinya "Shar, apakah pesawat luar angkasa Claire sebelumnya terlihat oleh orang lain".

Myro segera mendengar suara Shar "Tuan muda, pesawat luar angkasa itu hanya bisa terlihat oleh kita. Karen pesawat tersebut juga mempunyai kemampuan menghilang. Walaupun tidak sekuat kemampuan menghilang ku, tapi setidaknya orang-orang di balon udara ini tidak bisa melihatnya. Apalagi Claire itu walaupun hanya pedagang, ia juga tingkat dewa. Jadi seharusnya ia bisa membuat pesawat luar angkasa itu tidak terlihat dengan mudah".

Setelah mendengar perkataan Shar, Myro segera berjalan ke arah tempat pengambilan makanan. Sarapan ini disediakan oleh akademi sihir, oleh karena itu Myro bisa mengambil makanannya tanpa harus memikirkan kristal sihir. Tapi, makanan sarapan ini adalah makanan biasa dan tidak berguna untuk kultivasi. Oleh karena itu, makanan ini tidak perlu bayar dan disediakan oleh akademi sihir. Setelah mengambil beberapa makanan, Myro segera berjalan untuk mencari meja yang kosong. Sebuah teriakan segera terdengar oleh Myro "Myro, duduk disini".

Myro menoleh arah suara tersebut dan melihat Vine, Brigitte dan beberapa orang lainnya yang Myro tidak kenal. Myro melihat bahwa orang-orang yang duduk disekitar Vine dan Brigitte memiliki jubah dengan lambang yang berbeda. Itu berarti mereka tidak berasal dari Akademi Tumbuhan Sihir tetapi merupakan kenalan Vine dan Brigitte. Orang-orang yang duduk bersama Vine dan Brigitte melihat Myro dengan tidak senang. Myro bingung kenapa orang-orang tersebut menatapnya seperti itu tapi karena orang-orang di sekitar Vine dan Brigitte terlihat tidak senang maka Myro berkata "Tidak perlu, aku sudah memiliki tempat duduk lain".

Mendengar itu, Vine akan mengajak Myro lagi tapi Brigitte segera mengerti sesuatu dan berkata "Baiklah, lalu sampai jumpa nanti saat kita akan berangkat menuju Akademi Tumbuhan Sihir".

"Ya", kata Myro sambil mengangguk lalu mencari tempat duduk lain.

Myro akhirnya menemukan sebuah meja yang masih kosong dan duduk disana. Saat Myro akan makan, sebuah suara pria terdengar "Apakah kursi ini kosong?".

Myro melihat seorang pria dengan tubuh yang berotot sehingga tidak terlihat seperti penyihir tapi memaki jubah putih dengan lambang pohon yang sama dengan Akademi Tumbuhan Sihir. Pria itu memiliki rambut hitam pendek dan kulit yang sedikit kecoklatan. Saat ini pria tersebut menunjuk

ke kursi kosong di depan Myro. Myro mengangguk dan berkata "Ya, kursi itu kosong. Kau bisa duduk disana".

Pria itu berkata "Terima kasih".

Lalu duduk di kursi depan Myro dan berkata lagi sambil mengulurkan tangannya "Namaku Boldes Piere, murid dari Akademi Tumbuhan Sihir. Walaupun nampaknya kau juga dari Akademi Tumbuhan Sihir, karena jubah yang kita pakai memiliki lambang yang sama".

Myro menjabat tangan Boldes dan berkata "Aku Myro, Myro Aras. Seperti yang kau bilang aku juga dari Akademi Tumbuhan Sihir".

Lalu Myro melepaskan tangan Boldres dan bersiap untuk makan. Saat ini Boldes terkejut dan segera menepuk bahu Myro sambil berkata "Kamu Myro Aras! Murid berbakat yang memiliki kecocokan dengan 5 elemen sekaligus".

Myro memandang Boldes dan berkata "Ya, bagaimana kau bisa tahu?".

"Tentu saja aku tahu. Kau adalah kebanggaan bagi para murid dari keluarga biasa seperti kami. Kau tahu Myro, di akademi sihir bakat adalah yang terpenting. Tapi, beberapa murid dari keluarga bangsawan memiliki kesempatan berhasil menjadi penyihir hebat lebih besar", kata Boldes lalu mulai duduk dan makan.

Myro segera bertanya "Kenapa anak dari keluarga bangsawan lebih besar kemungkinannya menjadi penyihir yang hebat? Bukannya semuanya akan sama tergantung dengan kecocokan elemen".

"Murid dari keluarga bangsawan pasti bisa mendapatkan kristal sihir lebih banyak dari kita. Mereka mendapatkan sumber daya kultivasi dari keluarga mereka yang jauh lebih banyak daripada yang diberikan oleh akademi sihir. Lagipula di akademi sihir, kau harus menyelesaikan misi untuk mendapatkan sumber daya kultivasi. Tapi mereka dari keluarga bangsawan berbeda, mereka bisa mendapatkan sumber daya dari keluarga mereka tanpa perlu melakukan misi yang berisiko kehilangan nyawa dan membuang waktu yang seharusnya bisa dipakai untuk berkultivasi. Yah..... Tapi bukan berarti tidak ada murid yang akan berhasil menjadi penyihir hebat, tapi tanpa latar belakang maka akan sangat sulit. Kau lihat sendiri penyihir senior Ford, karena ia bukan kelompok bangsawan maka saat ia mendapatkan hukuman tidak ada yang mendengarkannya dan ia dengan mudah di singkarkan dari wakil kepala Akademi Kegelapan", kata Boldes.

Myro mengangguk dan berkata "Nampaknya kau benar".

"Oleh karena itu, kita murid biasa dari akademi sihir harus saling membantu agar kita bisa mengalahkan para bangsawan tersebut. Lagipula kau lihat saja di ruang makan ini, tidak ada satupun bangsawan yang makan bersama murid biasa", kata Boldes.

Mendengar itu, Myro tiba-tiba mengerti mengapa orang-orang disekitar Vine dan Brigitte menatap Myro dengan tidak senang. Lagipula, Vine dan Brigitte adalah bangsawan, jadi kenalan mereka sebelumnya juga seorang bangsawan sehingga tidak terlalu senang duduk bersama Myro yang bukan bangsawan.

Setelah itu, Myro dan Boldes mulai menghabiskan makanan mereka sambil berbicara. Myro segera berjalan bersama Boldes keluar dari ruang makan dan segera menuju aula yang saat ini sudah terdapat banyak murid dengan berbagai warna jubah yang berkumpul serta beberapa guru penyihir dari akademi sihir.

Myro dan Boldes berjalan ke arah tempat berkumpulnya murid-murid yang memakai jubah putih dengan lambang pohon pada jubah mereka. Di antara murid-murid tersebut, Luis sedang duduk dan mengawasi para murid. Boldes segera membawa Myro ke arah beberapa murid yang dari Akademi Tumbuhan Sihir yang sedang berkumpul. Boldes segera berteriak kepada mereka "Hei..... Lihat ini siapa yang kubawa. Ini Myro murid berbakat tahun ini dari Akademi Tumbuhan Sihir kita".

Orang-orang itu melihat Boldes yang datang, salah seorang murid perempuan segera berkata dengan terkejut melihat ke arah Myro "Jadi ini adalah murid berbakat itu".

Segera para murid-murid itu berlari mendekati Myro sambil berbicara berbagai pertanyaan. seorang murid perempuan yang berbicara sebelumnya berkata lagi "Aku dengar kau memiliki kecocokan dengan 5 elemen. Apakah itu benar?".

Sebelum Myro sempat menjawab pertanyaan itu, seorang murid laki-laki dengan tubuh kurus dan membawa buku di tangannya bertanya ke Myro juga "Sihir apa saja yang sudah kau pelajari? Pasti sudah banyak sihir yang kau pelajari ya. Bagaiman kalau kita saling bertukar informasi mengenai cara memakai sihir level 0".

Seorang pria dengan tubuh kekar segera bertanya juga kepada Myro "Itu tidak penting. Yang penting adalah seberapa hebat Kepala Akademi sihir kita. Sihir apa yang ia pakai saat mengalahkan penyihir junior untuk membantumu?".

Boldes di samping Myro segera dibuang oleh kumpulan murid tersebut tanpa mereka perhatikan sama sekali. Myro saat ini kebingungan karena banyak sekali orang yang bertanya kepadanya dengan terburu-buru. Boldes yang tersingkirkan hanya bisa tersenyum pahit dan berteriak dengan keras ke teman-temannya tersebut "Hei..... Kalian, aku yang membawa Myro kemari. Lalu sekarang kalian membuang ku begitu saja. Padahal kita sudah saling kenal selama 10 tahun dan sekarang aku mulai meragukan apakah kita benar-benar teman".

Mendengar perkataan itu, murid perempuan yang bertanya ke Myro segera berkata kepada Boldes dengan bercanda "Kami sudah sering melihatmu jadi mengapa sekarang kami harus memperhatikanmu. Aku sudah bosan melihatmu selama 10 tahun".

Murid laki-laki yang memegang buku itu juga berkata kepada Boldes dengan main-main "Kau kan bodoh, jadi percuma saja aku bertanya kepadamu mengenai pengetahuan sihir".

Mendengar itu, Senyuman Boldes menjadi semakin pahit dan menghela nafasnya dengan sedih lalu berkata "Kalian sungguh kejam. Jadi selama ini kalian menipuku selama 10 tahun dan berpura-pura akrab denganku. Lalu saat aku sudah tidak berguna kalian segera membuang ku. Hah..... Kejam sekali".

Setelah perkataan Boldes itu, teman-teman Boldes segera tertawa. Boldes pun segera tersenyum sambil tertawa sedikit. Melihat murid-murid itu Myro tersenyum dan berkata "Kalian sangat akrab ya".

"Tentu saja, lagipula kami sudah saling kenal selama 10 tahun. Kami berasal dari desa yang sama", kata Boldes.

Myro cukup kaget dan berkata "Maksudmu, desa mu bisa memunculkan begitu banyak orang yang cocok dengan elemen".

Boldes mengangguk dan berkata "Biasanya tidak ada yang cocok dengan elemen di desa kami. Habisnya sudah 20 tahun dan tidak ada dari desa kami yang memiliki kecocokan dengan elemen. Tapi tahun ini desa kami memiliki banyak orang yang cocok dengan elemen jadi tahun ini merupakan keberuntungan besar desa kami".

Myro segera mengangguk dan berkata "Ya benar-benar beruntung bisa menghasilkan 5 orang yang cocok dengan elemen".

"Baiklah, biarkan aku memperkenalkanmu dengan teman-temanku", kata Boldes lalu menunjuk wanita yang bertanya ke Myro sebelumnya "Wanita ini adalah Lily Arle sedangkan pria yang membawa buku itu adalah saudaranya Tirse Arle".

Setelah Boldes mengenalkan nama mereka, Lily segera berkata "Ya, kau bisa memanggilku Lily. Selama di Akademi Tumbuhan Sihir kita bisa saling membantu".

Lily memiliki rambut berwarna hitam yang pendek serta mata hitam. Tapi Lily bisa dibilang memiliki wajah yang cukup baik, tapi dibanding Brigitte mungkin masih sedikit kalah. Apakah karena Brigitte adalah seorang bangsawan sehingga memiliki penampilan yang lebih baik?.

Tirse sedikit tersenyum dan berkata "Kau bisa memanggilku Tirse. Kita bisa saling mengajarkan ilmu pengetahuan mengenai sihir".

Tirse memiliki tubuh kurus dan rambut hitam pendek. Sebuah lingkaran hitam terdapat di bawah matanya serta bajunya cukup berantakan. Nampaknya ia adalah orang yang hanya sibuk tentang menambah pengetahuan dan membaca buku sehingga ia kurang tidur.

"Lalu pria kekar ini adalah Kiel Tador", kata Boldes sambil menunjuk seorang pria kekar yang juga bertanya kepada Myro sebelumnya.

"Kau bisa memanggilku Kiel, jika itu pertarungan maka kau bisa mengandalkan kekuatanku", kata Kiel dengan percaya diri terhadap kekuatannya.

Kiel memiliki rambut hitam pendek dan tubuh yang kekar. Kiel juga memiliki sebuah pedang yang cukup besar di punggungnya. Lagipula memang ada beberapa penyihir yang membawa senjata jadi Kiel tidak terlalu mencolok akibat pedang besar di punggungnya

Boldes lanjut menunjuk seorang wanita yang hanya diam disana tanpa berbicara dan bertanya ke Myro sebelumnya seperti orang yang lain. Boldes berkata "Wanita ini adalah Fianna Jidse, meskipun ia jarang berbicara dan agak dingin tapi ia memiliki sifat yang baik".

Fianna hanya sedikit mengangguk kepada Myro. Fianna memiliki rambut hitam yang cukup panjang. Ia memiliki kulit putih dan penampilan yang tidak kalah dengan Brigitte. Myro berpikir lagi dalam hatinya nampaknya yang membuat Brigitte memiliki penampilan yang baik bukan hanya karena ia bangsawan tapi karena ia memang memiliki wajah yang baik sama seperti Fianna ini.

Myro segera tersenyum dan berkata "Kalau begitu aku akan memperkenalkan diriku, namaku Myro Aras kalian bisa memanggilku Myro".

Saat Myro baru saja selesai berkata, seorang penyihir dengan jubah putih dan lambang tingkat sihir yang dilapisi cahaya menandakan ia dari Akademi Cahaya Terang segera lari dengan cepat menuju kepala Akademi Cahaya Terang yang saat ini sedang berada di sekitar murid-murid dari Akademi Cahaya Suci. Setelah itu penyihir itu segera membisikkan sesuatu ke kepala Akademi Cahaya Terang. Kepala Akademi Cahaya Terang segera berkata dengan terkejut ke arah penyihir yang datang kepadanya "Apa? Buku sihir terlarang kita hilang. Bukankah itu dijaga oleh 7 penyihir senior dari akademi kita. Semua penyihir senior dari akademi kita menjaga buku tersebut kecuali aku yang berada disini. Kita sudah sangat berhati-hati karena Akademi Kegelapan kehilangan buku sihir terlarang mereka. Bagaimana mungkin masih hilang?".

Mendengar perkataan kepala Akademi Cahaya Terang, seluruh orang di ruangan itu segera menjadi heboh. Kepala Akademi Cahaya Terang segera menyadari bahwa perkataan yang ia katakan terlalu besar. Tetapi ia sudah mengatakannya jadi tidak berguna untuk menyesal. Kepala Akademi Cahaya Terang segera menghilang dengan cepat bersama penyihir Akademi Cahaya Suci yang datang tersebut.

Boldes segera berkata "Sebelumnya buku sihir terlarang Akademi Kegelapan yang hilang sekarang buku dari Akademi Cahaya Terang. Siapa yang bisa begitu hebat dalam mencuri?".

Myro segera berkata dalam pikirannya "Shar kau tidak mencurinya kan?".

Tapi, suara Shar sama sekali tidak menjawab Myro. Myro segera berkata lagi dengan bingung di pikirannya "Shar?".

Segera suara seorang siswa terdengar sangat keras di ruangan sambil menunjuk ke arah dinding yang bisa melihat keluar balon udara "Lihat, monster apa itu".

Seluruh orang di ruangan tersebut segera melihat ke arah luar balon udara dan segera menjadi terkejut. Saat ini Buaya yang sangat besar dan ikan hiu yang juga berukuran besar mungkin lebih besar daripada balon udara terlihat cukup jauh dari balon udara. Hiu besar itu terbang di langit dan dengan ganas menggigit seorang samurai yang juga berukuran sangat besar, setara dengan ikan hiu dan buaya tersebut. Samurai itu segera mengayunkan katana nya dan menghentikan ikan hiu itu.

Buaya yang berjalan di tanah tidak bisa terbang seperti ikan hiu tetapi buaya tersebut segera bergerak dengan sangat cepat dan berhasil menggigit samurai tersebut. Para murid dan penyihir di balon udara itu sangat terkejut melihat pertarungan yang begitu kuat. Bahkan kepala akademi sihir tidak berani mendekati pertarungan itu karena mereka sudah bisa merasakan tekanan yang kuat dari balon udara ini. Jika mereka menuju ke sana maka para kepala akademi sihir ini yakin bahwa mereka akan mati.

Darah keluar dari kaki samurai yang digigit oleh buaya tersebut. Tapi samurai itu tidak jatuh dan tetap memegang katana nya dengan kuat untuk menahan hiu itu. Lalu samurai itu mengangkat kakinya yang digigit oleh buaya lalu membantingnya ke tanah. Samurai itu terus melakukannya berulang-ulang tapi buaya itu tidak melepaskan gigitannya dan menjadi semakin kuat.

Myro yang melihat kejadian itu berkata dengan terkejut di dalam hatinya "Tidak mungkin, aku tahu buaya dan ikan hiu itu adalah artefak belati milik Shar. Tapi jika aku tidak salah, samurai tersebut juga berasal dari artefak di The World Online. Itu pasti artefak "Zirah samurai : Benkei". Hanya orang itu yang memiliki artefak Zirah Benkei. Apakah mungkin ia juga ada di dunia ini?".

The World Online memiliki keunikan tentang masalah artefak. Setiap artefak hanya memiliki sebuah dan tidak ada yang lain. Jadi artefak belati Shar "Sura" sang ikan hiu dan "Baya" sang buaya hanya dimiliki oleh Shar dan orang lain tidak ada yang memilikinya. tidak ada lagi artefak belati ikan hiu "Sura" dan buaya "Baya" yang lain. Jadi Myro dapat menduga siapa yang dilawan Shar sekarang. Karena hanya ada seorang saja yang memiliki Zirah Benkei dan Myro pernah melawan orang tersebut di The World Online.

1
Kangee
WKWKWK... raja 300😁
Weed25
Wkwkwkwk Locke berasa kek jadi cacing pita dan amoeba wkwkwkwkw
Weed25
padahal dulu udah menguasai 5 elemen, Tumbuhan, Api, Tanah, Cahaya dan Dimensi, tapi kenapa sekarang baru kuasai tanah lagi?
Weed25
si Dewa mlh nyantai2
Weed25
Ticer kah
Weed25
Kenapa Ford ini g direkrut aja sama Myro si, authornya emang tega
Weed25
Locke ini manfaatin anak buahnya sebagai batu pijakan ke tempat tinggi, dalam dunia nyata sama halnya dengan Penjilat yang ada di perusahaan, ngorbanin rekan kerja agar dia bisa baik jabatan, good job Locke, akhirnya kebusukan mu terungkap wkwkwk
Weed25
Pendeta Orc wkwkwkwkkwwk, aku ngakak pas baca ada Orch dengan tulisan Myro wkwkwkwk,norak banget sragamnya
Weed25
Padahal setahun lagi mau pecah itu penghalang, eh skrng mau latian fisik 5 tahun??
Weed25
Cewek semua anjrr, bergantung banget sama cewe
Weed25
dahlah bubarin aja itu pengikut2, bukannya bersatu lawan musuh malah pada ribut sendiri2 perkara Myro.
Weed25
makanya g usah sok jadi misterius
Weed25
Sebuah Harpy, Sebuah Elf besok2 sebuah manusia kah? monster itu sebuah kah??? seekor baru bisa si
Weed25
Jadi sekarang Locke bunuh itu Myro, kan dirimu udah senior
Weed25
lah kan Ente pengguna elemen Tanah, napang bangun rumah2 dari elemen tanah itu sekalian bangun tembok kota, kan bisa ngendaliin batu2 bjirr
Weed25
Dih disamain sama Kera wkwkkw
Weed25
Dan anehnya, orang seantero Federasi g denger apa budek apa gimana dah itu telinga, Padahal Lean udah teriak kenceng Tuan Tertinggi Myro, gitu masi nanyaa
Weed25
kenapa Ford ini tidak dijadiin pelayan Myro aja si, kasian dia
Weed25
keknya Suny2 ini tidak suka Vine Conti berteman dengan Myro
Weed25
nah kenapa g membawa Ford aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!