NovelToon NovelToon
Istri Kepala Desa

Istri Kepala Desa

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Perjodohan / Cintapertama / Tamat
Popularitas:60.3k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Di usia 23 tahun, Laras harus memikul beban berat sebagai istri Kepala Desa yang disegani. Di balik potret keluarga harmonis, ia berjuang sendirian mengurus rumah dan dua balita yang masih menyusu, sementara perutnya kian membesar dengan anak ketiga.

​Sebagai anak tunggal, sang suami menuntut Laras terus melahirkan demi garis keturunan, tanpa peduli pada raga Laras yang remuk karena kelelahan. Di siang hari ia menjadi pengabdi warga, dan di malam hari ia dipaksa tetap "siaga" melayani suami. Laras terjebak dalam pengabdian yang membunuh perlahan: antara cinta, tuntutan tradisi, dan batas akhir kekuatannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 26

***

Laras mendekat, memperhatikan wajah suaminya. Ada lingkaran hitam di bawah mata Bagas. Napasnya terdengar berat. Laras mengelus pipi suaminya dengan lembut, merasa sangat bersalah sekaligus sangat dicintai.

"Mas... bangun, Mas. Pindah ke kamar," bisik Laras pelan.

Bagas tersentak, matanya terbuka dengan refleks yang cepat. Ia langsung berdiri tegak saat melihat Laras berdiri di depannya. "Ras! Kenapa bangun? Perutnya sakit lagi? Ada yang kontraksi?" tanyanya panik, tangannya langsung meraba perut Laras.

Laras terkekeh kecil, air mata haru menggenang di matanya. "Enggak, Mas. Laras cuma mau pipis. Mas kenapa tidur di sini? Pindah ke dalam, Mas. Kasihan punggungnya."

Bagas menghela napas lega, ia menyandarkan keningnya di bahu Laras sejenak. "Mas tadi mau selesaikan laporan ini sebentar supaya besok pagi bisa temani kamu sarapan tanpa diganggu telepon. Ternyata Mas ketiduran."

"Sudah, lanjut besok saja. Ayo ke dalam," ajak Laras.

Sesampainya di kamar, Bagas membantu Laras berbaring kembali. Namun, saat Bagas hendak menarik selimut, Laras menahan tangannya. Tatapan mata mereka bertemu. Ada gairah yang berbeda malam ini bukan gairah yang menuntut, melainkan gairah yang lahir dari rasa syukur dan rekonsiliasi yang matang.

Bagas menyadari perubahan tatapan Laras. Ia merayap naik ke atas ranjang, memposisikan dirinya di samping Laras. "Ras... kamu sungguh tidak apa-apa?"

Laras mengangguk pelan, jemarinya membelai rahang Bagas yang mulai ditumbuhi janggut tipis. "Laras ingin melayani Mas malam ini. Laras ingin Mas tahu kalau Laras juga mencintai Mas."

Bagas mengecup bibir Laras dengan lembut, sebuah ciuman yang panjang dan penuh emosi. Ia sangat berhati-hati, mengingat perut Laras yang sudah sangat besar. Bagas membantu Laras merubah posisinya agar tetap nyaman, memastikan bantal-bantal menyangga punggung dan panggul istrinya dengan sempurna.

"Pelan-pelan ya, Mas... ahh," rintih Laras saat Bagas mulai menciumi lehernya, memberikan sensasi hangat yang menjalar ke seluruh tubuh.

Laras memejamkan mata, tangannya meremas pundak Bagas yang kokoh. Di bawah cahaya lampu tidur yang temaram, keintiman itu terjalin dengan ritme yang sangat hati-hati namun mendalam. Setiap sentuhan Bagas terasa seperti permohonan maaf, dan setiap sambutan Laras terasa seperti pernyataan maaf yang tulus.

"Nngghhh... Mas Bagas... pelan saja..." rintih Laras dengan suara serak, napasnya memburu beradu dengan deru napas Bagas di ceruk lehernya.

Bagas mengerang rendah, mencoba menahan dirinya agar tidak menyakiti janin di dalam sana. "Kamu... kamu sangat cantik malam ini, Laras... ahh, Mas mencintaimu... sungguh mencintaimu..."

Suasana kamar menjadi panas meski di luar udara dingin menusuk. Desahan-desahan halus Laras bersahutan dengan rintihan kenikmatan yang keluar dari bibirnya yang masih sedikit pucat. Perut besar itu menjadi saksi bisu bagaimana dua manusia ini saling merengkuh kembali jati diri mereka sebagai sepasang kekasih.

"Ahhh... nggghhh... Mas... kencang sekali..." rintih Laras saat mereka mencapai puncak penyatuan rasa itu. Tangannya mencengkeram sprei kuat-kuat, tubuhnya melengkung kecil menikmati gelombang kenikmatan yang menyergap.

Bagas melepaskan erangan kepuasan yang panjang, membenamkan wajahnya di antara rambut Laras yang harum minyak zaitun. Mereka terengah-engah dalam pelukan yang sangat erat, seolah-olah dunia di luar sana tidak lagi penting.

Malam itu, di kamar utama rumah dinas Sukamaju, tak ada lagi sekat antara sarjana dan lulusan SMA, tak ada lagi sekat antara Kepala Desa dan pengurus rumah tangga. Yang ada hanyalah Bagas dan Laras—dua jiwa yang akhirnya benar-benar menyatu dalam cinta yang telah teruji oleh air mata dan kerja keras.

"Tidurlah, Sayang. Mas di sini," bisik Bagas sambil mengelus perut Laras yang kini kembali tenang. Laras tersenyum dalam dekapannya, perlahan tenggelam dalam mimpi paling damai yang pernah ia miliki selama lima tahun ini.

****

Bersambung...

1
falea sezi
suami kok. bisa nya nyusain istri doankk🤣🤣 buang suami. gini ya ibu2 dripada qm. di jadiin mesin pencetak anak doank kapan bisa ngurus diri sendiri😒
falea sezi
makanya jangan hamil. terus bodoh🤣🤣🤣 ngapain mau jd babu ngurus anak doank
falea sezi
😒 suami. egois istri di. jdiin mesin pencetak anak.. istrinya jg bodoh kan ada kb kenapa g kb
Ari Sawitri
ini emang desa nya terpencilkah? kok ga dibawa ke RS sakit? kok lahiran dirumah? dan apa tetangga atau saudara tdk ada? kenapa spt mereka hidup sendiri dan sangat terpencil desa??🤔🤔
Ari Sawitri
bayar pembantu lah .. kepala desa kok istrinya kayak babu gt .. semua dikerjakan sendiri. mana anaknya banyak dan masih kecil kecil lagi ...🤨 kebangetan juga sih Bagas ini ke istri nya
TutyAzis
parahhh
Rista Awwalina
yg k 5, cewek ni. jd ksayangan abang² ny
Siti Musyarofah
lanjut dong Thor biar aku gak pernah komen tp setia baca
Siti Musyarofah
pak kades hiper amat y
istri sakit masih aja ngadon
Siti Musyarofah
yg penting gak d ganggu mertua atau ipar
vania larasati
lanjut
M Y L I F E
lah kok tamat thor?? anak ke 5nya blom lahir loh😊
Sri Udaningsih Widjaya
Ceritanya bagus kak
Rista Awwalina
aneh ih, kan bs minta antar k klinik utk lahiran. keras kepalanya mmbahayakan anak dan diriny sendiri.
Rista Awwalina
jujur, agak bingung kenapa milih lahiran d rumah? pdhal kan kontraksi sdh lama, bs lgsung k rumkit bgtu Bagas pulang. Beresiko sekali..
Ranita Rani
la cwonya gk punya otak dan si cweny jg goblok gk karuan,,,bakti yo bakti tp yo ra segitunya ras,,,,otakmu yg cerdas itu mbok ya d gunakan,,,bikin yg baca kisahmu jd greget,,,,
Ranita Rani
cerai ja
Ranita Rani
ora dadi bojone kades ra patek en drpd awakq sakit semua,,,nek q mending ckp skian ja
Apis
thor ko pernikahannya masih 5 taun aj sich udah ada saka dan mau launcing anak ke 4 trs Gilang dah SD
Apis
ada part yg katanya laras usianya 24 taun Gilang dah SD kan waktu Gilang umur 4 taun laras umur 23 jd harusnya laras umurnya antara 26/27 kalo Gilang dah SD bukan 24 thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!