NovelToon NovelToon
MEKANIK DARI LEMBAH BESI

MEKANIK DARI LEMBAH BESI

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: T28J

(𝙎𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙜𝙖𝙢𝙗𝙖𝙧 𝙙𝙞𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙪𝙖𝙩𝙖𝙣 𝘼𝙄)
𝙂𝙖𝙢𝙗𝙖𝙧 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙚𝙢𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙢𝙖𝙞𝙣𝙖𝙣 𝙏𝘾𝙂 𝙪𝙣𝙞𝙠 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧-𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙙𝙞𝙢𝙖𝙞𝙣𝙠𝙖𝙣. 𝙄𝙠𝙪𝙩𝙞 𝙩𝙚𝙧𝙪𝙨 𝙥𝙚𝙩𝙪𝙖𝙡𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙑𝙖𝙡𝙩𝙝𝙚𝙧𝙞𝙖 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙧𝙩𝙪-𝙣𝙮𝙖.

⚙⚙⚙

Mengisahkan tentang seorang mekanik muda bernama Arven yang ditakdirkan untuk menjadi Host Titan Gear bernama Astraeus. Kisah masa lalu dan masa kini akan terkompresi menjadi satu dalam mengungkap kehancuran peradaban Astreya. Unsur Action, Misteri, Politik, Perang Kerajaan akan menjadi fokus cerita ini.

Mari bergabung bersama Arven dalam petualangannya di dunia Valtheria.

—T28J

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T28J, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BRAKENFORD ARC 24 - REGENERASI MONSTER

...Setiap luka adalah akhir bagi manusia....

...Namun baginya… itu hanya jeda....

...⚙⚙⚙...

Debu tebal menggantung diam di udara. Suasana sunyi tanpa suara maupun dentuman. Reruntuhan bangunan di sekitar berderak pelan, seolah seluruh medan perang menahan napas menanti sesuatu yang mengerikan.

"Ayah..." Liora terpaku di tengah jalan. Dadanya naik turun dengan cepat. Matanya terus menatap sosok di depannya yang berdiri tanpa gerakan dalam kehampaan.

Di atas menara, Rogan menggertakkan gigi hingga rahangnya mengeras. "Sial..."

THOOM...

Man-Slayer mulai melangkah. Pijakannya berat, menghantam tanah dengan pasti. Makhluk itu tidak terburu-buru, namun arah geraknya kini lurus menuju desa, tepat ke arah mereka.

"SEMUA PEMANAH! FORMASI-!"

Rogan mendadak bungkam saat sepasang mata merah itu mengunci tepat ke posisinya. "Terlambat..." bisiknya pelan.

Di bawah, Bram menghentakkan kaki maju satu langkah, lalu satu langkah lagi. Tangannya mencengkeram gagang tombak, bahunya menegang, matanya lurus menatap musuh.

"Bram!" teriak Rogan. "Tahan posisi!" bentak Rogan lagi.

Bram tetap melangkah. "Kalau kita diam..." suaranya rendah dan bergetar, "...semua orang akan mati."

Liora memejamkan mata sesaat untuk menstabilkan napasnya yang sesak. Tangannya yang gemetar memegang Valkyra kini menguat. Ia melangkah maju dan berhenti tepat di samping Bram. "Kita tidak punya pilihan."

Bram mengangguk pelan tanpa mengalihkan pandangan.

Di atas menara, Rogan menarik tali busurnya hingga melengkung tajam. Tatapannya yang ragu berubah menjadi dingin dan fokus. "Kalian berdua... kalau begitu jangan mati sia-sia. Akan ku bantu dari atas."

Liora menatap ke atas menara sekilas, "terima kasih, Rogan."

Man-Slayer berhenti. Kepalanya miring, mengamati tiga manusia yang justru maju menantangnya.

Bram memutar kedua tombaknya, membelah udara. "Liora."

"...ya."

"Jangan terlalu dekat."

"...kau juga."

Rogan menarik napas dalam dari ketinggian. "Formasi segitiga... jangan pernah berdiri di satu garis lurus."

Tanpa aba-aba, sosok Man-Slayer meluncur ke depan.

"AWAS!!" teriak Rogan.

Udara terbelah keras. Bram menghentak tanah, melesat maju menjemput serangan.

CLANG...

Gagang tombak Bram menahan hantaman keras. Tubuhnya terdorong mundur dengan kasar hingga kedua tumitnya menggores tanah, menciptakan dua jejak kasar di permukaan.

"Kuat sekali"

"JANGAN DITAHAN!" teriak Rogan.

Man-Slayer memutar tubuhnya secepat kilat. Serangan kedua menyambar dari samping.

"Bram!"

WHOOSH...

Liora meluncur dengan Valkyra dalam mode Storm Spear-nya, menusuk lengan Man-Slayer. Arah serangannya melenceng sedikit. Bram langsung menjatuhkan tubuhnya serendah mungkin. Cakaran monster itu melintas tepat di atas kepalanya dan menghantam permukaan tanah.

BOOOOM...

"Fokus!" balas Liora singkat.

Dari atas menara, Rogan menembakkan tiga anak panah sekaligus. "Kalian benar-benar gila..."

THACK... THACK... THACK...

Tiga anak panah melesat serentak menuju mata, leher, dan sendi musuh. Tangan Man-Slayer bergerak secepat kilat mematahkan dua panah di udara, namun satu panah berhasil menancap tepat di lehernya.

GRRRRRR...

"LANJUTKAN BRAM!"

Bram menancapkan kedua tombaknya kuat-kuat ke tanah.

KLIK-KRRK...

Mekanisme pegas terkompresi penuh, terkunci rapat menahan tenaga dahsyat.

"Aku tidak akan mundur!"

⚙ DUAL LANCER : ⚙

KRAAK...

Pegas meledak lepas seketika. Dorongan kuat mengangkat tubuh Bram melesat ke udara seperti peluru yang ditembakkan. ia memutar tubuhnya cepat.

⚙ BLOODSPRING DRIVE!!! ⚙

DUAK...

Dua kakinya menghantam dagu Man-Slayer dengan akurat. Kepala raksasa itu terangkat paksa ke belakang. Tubuhnya goyah sedikit mundur.

"KENA!" teriak Rogan penuh harap.

Namun, tidak ada jeda, tidak ada ruang untuk merayakan. Dalam sepersekian detik setelah kepalanya terangkat, sepasang mata merah itu kembali fokus dan terbakar amarah. Lengannya langsung menyapu ke depan dengan kecepatan yang brutal.

"-Sial!"

Bram refleks menyilangkan kedua tombaknya di depan dada untuk bertahan. Benturan itu mendarat berat, seperti ditimpa dinding besi yang jatuh dari langit. Tangan Bram bergetar hebat dan tubuhnya langsung terlempar jauh.

BOOOOM...

Ia menghantam tanah dengan kekuatan penuh, meluncur jauh ke belakang sambil menyeret dan menghancurkan puing serta batu di sepanjang jalurnya. Gerakannya baru berhenti setelah menabrak keras tumpukan reruntuhan di ujung jalan. Debu membumbung tinggi menutupi sosoknya.

"BRAM!" teriak Liora panik.

Tubuh Bram menghantam tanah hingga permukaan di bawahnya hancur berantakan. Bram terbatuk, napasnya seolah terhenti, namun jemarinya tetap mengunci gagang tombak.

"Belum..." desisnya menahan sakit.

Getaran di udara berubah menjadi lebih dingin dan mematikan. Bram perlahan bangkit dengan darah mengalir tipis dari dahi yang membasahi matanya. Liora kembali menarik anak panah, sementara Rogan tetap membidik dari atas.

Bram menarik napas dalam. Matanya mengunci sosok raksasa di depan. "Sekali lagi..." suaranya rendah dan berat, "kita lakukan bersamaan." Ia mengeratkan cengkeraman pada gagang senjata. "Liora. Rogan..."

Liora sudah bergerak bahkan sebelum kalimat itu selesai. Tubuhnya melesat di antara puing, ringan, nyaris tak menyentuh tanah. Debu terbelah di belakangnya, api berpendar saat ia menembus udara seperti bayangan. "Kalau dia masuk desa... kita semua selesai." Valkyra di tangannya berubah bentuk. Angin mulai berputar liar mengelilingi bilah senjatanya.

Rogan tidak menjawab. Matanya sudah mengunci target. Tangannya bergerak cepat menarik tuas pengunci. Roda gigi berputar kasar, menggeram seperti mesin tua yang dipaksa hidup kembali. "JANGAN BIARKAN DIA LEWAT!!"

KLIK-CLACK...

Turret terkunci. Suaranya berubah dingin dan mematikan.

Di bawah, Man-Slayer berdiri diam di tengah puing. Kepalanya sedikit miring seolah menghina mereka.

Lalu...

BOOM...

Tanah meledak di bawah kakinya. Tubuhnya melesat maju.

"AYO!" teriak Bram.

Rogan menarik pelatuk.

THACK... THACK... THACK...

Hujan panah logam menyapu lurus ke depan, membentuk garis kematian yang tak terputus. Namun Man-Slayer hanya mengangkat satu lengan. Setiap panah hancur sebelum menyentuh kulitnya. Bukan ditangkis, tapi dihancurkan oleh tekanan tubuhnya sendiri.

"Dia bahkan tidak peduli..." desis Rogan.

Di tanah, Bram sudah bergerak lebih dulu. Dari sisi kiri, tubuhnya melesat rendah, dua tombak berputar cepat di tangannya, memotong angin dengan suara tajam.

Di sisi berlawanan, Liora menarik napas. Valkyra terbuka sempurna. Dua bilah bersinar dingin dalam mode Twin Gale. Ia melesat dari kanan. Menyilang dengan Bram dan menyerang.

"RAAAH!"

Bram menusuk lebih dulu. Tertahan kokoh oleh lengan monster.

Liora langsung masuk menyusul. Tebasannya dihentikan di udara. Cakar hitam menjepit bilahnya rapat. Percikan api meledak deras di antara mereka.

Man-Slayer memutar tubuhnya. Bram langsung menarik mundur. Sapuan lengannya menghantam tanah, menghancurkan titik tempat Bram berdiri sepersekian detik lalu.

Liora tidak berhenti. Ia meloncat ke atas reruntuhan, lalu jatuh kembali dengan tebasan silang mematikan.

"Di sini!!"

Benturan itu mendarat keras. Kaki Man-Slayer bergeser setengah langkah mundur. Tanah di bawahnya retak dalam menahan beban.

Di atas menara, Rogan tidak berhenti menembak. Ia mencoba menutup ruang gerak raksasa itu. Namun, Man-Slayer menghentakkan kakinya kuat-kuat ke tanah. Gelombang kejut meledak keluar. Panah-panah terpental di udara seperti dedaunan kering tertiup badai.

"Tidak efektif..." bisik Rogan, napasnya berat.

"Dia bukan manusia, Rogan" gumam Bram pelan.

Dan dalam satu detik, Man-Slayer lenyap.

"DATANG!!" teriak Rogan.

BOOM...

Ia muncul tepat di tengah Bram dan Liora. Tanah hancur seketika. Cakar raksasa menghantam ke bawah.

"KE KIRI!!"

Bram dan Liora bergerak berlawanan arah.

BOOM... BOOM...

Detik berikutnya ledakan menyusul tepat di belakang punggung Liora.

"Dia mengunci Liora!" teriak Bram.

Man-Slayer tidak mengejar dua target, sekarang di fokus ke satu musuh. Ia muncul kembali tepat di depan Liora. Serangan menyapu luas ke depan. Liora menunduk. Angin tajam lewat di atas kepalanya, hampir memotong rambutnya.

Langkahnya mundur. Terlalu lambat. Monster itu sudah kembali berdiri di depannya lagi.

"DIA TERUS KE LIORA!!"

THACK... THACK... THACK...

Rogan menekan lagi dari atas. Tidak ada satu pun yang berhasil menembus pertahanan kulitnya.

Bram masuk menyerang dari samping.

"Fokus ke sini!!"

Dua tusukan cepat, yang pertama ditahan mudah.

Yang kedua berhasil menggores paha. Darah gelap menyembur keluar.

Gerakan Man-Slayer terhenti sepersekian detik. Man-Slayer meraung marah.

GRRRAAAAAHH...

"Bram, menjauh dari sana!" teriak Liora.

Bram mundur dengan cepat, mengerti apa yang akan dilakukan Liora.

Liora sudah bergerak. Kakinya menapak mantap di antara puing. Napasnya ditarik. Valkyra di tangannya bergetar.

Klik-KRAK...

Mekanisme berubah. Bilahnya terlipat, rangka melengkung memanjang, tali energi terbentuk.

⚙ VALKYRA - WIND ARCH MODE : ⚙

Ia mengangkat busur itu tinggi. Menarik tali energi hingga batas maksimum. Di ujungnya, energi Aether berkumpul padat. Membentuk lingkaran cahaya hijau kebiruan yang berdenyut kencang. Semakin lama semakin besar dan padat.

Liora menahannya, ia mengunci timing. Matanya menyipit tajam. Targetnya bukan tubuh Man-Slayer, tapi langit.

WHOOSH...

Panah energi tersebut dilepas. Bukan sekadar melesat, tapi menembus membelah udara lurus ke atas. Langit terbelah oleh garis cahaya yang mematikan.

⚙ SKYFALL EXECUTION!!! ⚙

DUUUUUM...

Panah itu meledak di ketinggian. Langit seolah terbuka karena ledakan itu. Cahaya hijau kebiruan menyebar luas. Lalu ratusan panah biru turun dari langit seperti hujan petir yang tak terhindarkan.

Man-Slayer mendongak ke atas, tapi terlambat.

CLANG... CLANG... CLANG...

Puluhan panah energi menghujam tubuhnya serentak. Semua tertancap dalam dan mengunci pergerakan.

ARRRRGHH...

Tubuh raksasa itu bergetar hebat. Dipaksa berhenti. Dipaksa menahan badai serangan itu.

Liora tidak menurunkan busurnya. Tatapannya tetap tajam membara. "Belum selesai."

Energi di setiap panah mulai berdenyut serempak.

"MELEDAKLAH!"

BUUUM... BUUUM... BUUUM...

Semua panah meledak serempak. Petir biru meledak keluar dari setiap titik tusukan.

ZZZTTTT...

Arus listrik menjalar liar ke seluruh tubuh. Mengikatnya seperti rantai energi hidup. Mengunci otot, menekan tulang., dan melumpuhkan sistem saraf.

GRRRRRAAAAAHH...

Tubuhnya kejang hebat. Getarannya menghancurkan tanah di bawah kakinya hingga pecah berantakan.

Liora menarik napas keras. Tidak memberi jeda sedikit pun. "BRAM! ROGAN!" Matanya menyala tajam. "SEKARANG!!" teriaknya membelah kebisingan medan perang.

Di puncak menara yang bergoyang, Rogan menyipitkan mata. Jemarinya mencengkeram tuas pengunci turret ballista tambang yang besar.

"Baiklah," gumamnya pelan. "Mari kita lihat apakah ini cukup untuk monster sepertimu."

CLICK-CLACK...

Roda gigi raksasa berputar kasar. Logam tua mengerang menahan beban. Di rel peluncur, sebuah proyektil besar terkunci rapat. Bukan panah biasa, melainkan kepala bor logam tambang yang penuh gigi tajam spiral.

Rogan menarik napas panjang.

⚙ SIEGE ARCHITECT : ⚙

⚙ IRON DRILL BOLT!!! ⚙

THOOOOOM...

^^^*gambar buatan AI^^^

Udara terbelah keras. Suaranya menghantam gendang telinga seperti petir yang meledak di dekat kepala. Proyektil itu melesat layaknya meteor besi, memecah hambatan udara hingga menciptakan dentuman keras. Man-Slayer yang sedang terjebak mencoba berpaling, namun bor berputar itu menghantam tepat di tengah topeng tulangnya.

SPINNNNN...

Percikan api dan serpihan tulang putih meledak ke udara saat bor itu berusaha menggali jalan menuju otak sang monster. Tubuh masif Man-Slayer terhuyung, dipaksa mundur satu langkah besar oleh momentum yang luar biasa.

Bram tidak menyia-nyiakan satu detik pun. Kakinya menghentak tanah keras. Tubuhnya merendah dan otot-ototnya menegang penuh. Ia menarik napas pendek lalu mengunci posisinya. Genggamannya mengeras pada gagang senjata.

⚙ DUAL LANCER : ⚙

Kedua tombaknya terangkat tinggi. Ia menggesekkan kedua bilahnya menyilang di depan dada, lalu membuka lebar ke samping. Percikan api meledak deras dari gesekan logam itu. Api itu membentuk setengah kurva menyala di masing-masing sisi bilah. Menyala terang dan membungkus seluruh ujung tombak. Sekarang keduanya terbakar merah membara.

Bram melangkah maju. Ia melesat secepat kilat. Lebih cepat dari serangan sebelumnya. Kedua tombaknya diseret rendah di tanah, menggores keras permukaan batu, menciptakan jejak api panjang yang membelah medan perang.

Di depan, Man-Slayer masih terikat rapat oleh arus listrik biru. Tubuhnya kejang hebat menahan sengatan. Namun sepasang mata merahnya tetap menyala tajam dan sadar sepenuhnya.

Bram melompat tinggi. Tubuhnya terangkat bebas ke udara. Kedua tombaknya disilangkan rapat di depan tubuh.

⚙ X-FIRE TORNADO!!! ⚙

WHOOOOOSH...

Tubuhnya berputar cepat, semakin lama semakin cepat. Api meledak keluar dari putaran itu, membentuk pusaran raksasa yang menyala dan melahap segala sesuatu di sekitarnya. Angin dan api menyatu sempurna. Menjadi satu kekuatan penghancur yang terfokus pada satu titik.

Namun di tengah sengatan listrik yang melumpuhkan, Man-Slayer bergerak sedikit Tubuhnya bergeser miring hanya beberapa inci dari posisi semula.

SHRRRRKK...

Putaran dahsyat Bram menghantam telak di sisi kanan dada monster itu. Namun kekuatannya tetap menembus masuk. Kulit batu hitam itu terbelah lebar. Darah hitam pekat menyembur keluar, mendidih dan mendesis panas.

Bram mendarat dengan satu lutut menopang berat badan. Api masih menyala terang di ujung tombaknya. Serangan itu tepat sasaran.

Waktu seolah melambat saat Man-Slayer berhenti bergerak. Matanya menyala dengan intensitas yang lebih mengerikan.

Bram masih dalam posisi mendarat. Napasnya berat. Api di tombaknya mulai meredup sedikit. “Ada yang salah.”

Liora yang masih dalam posisi membidik perlahan menurunkan busurnya. Tatapannya mengeras. “Kenapa dia tidak jatuh…?”

Di atas menara, Rogan membeku. “Jangan bilang…”

Tiba-tiba, otot-otot di tubuh Man-Slayer mulai menggeliat dengan cara yang menjijikkan. Daging hitam merayap seperti parasit hidup, menutup sobekan di dadanya dalam hitungan detik. Topeng tulangnya yang retak perlahan menutup dan mengeras kembali.

"Dia... beregenerasi?" bisik Bram, suaranya gemetar oleh rasa frustrasi.

...⚙⚙⚙...

A/N : jika kalian suka dengan cerita ini, like, vote, dan support author dengan mengirimi hadiah ya...

—T28J

1
Raihan
bagus cerita kak


bantu support juga ya Novel ku baca 😄😄
Alia Chans
lanjut👈
Almeera
hadir kak 🌹🌹
Mystic Novel
nah seperti ini, mungkin bisa di konvert ke kata yang lebih sederhana dan bukan puitis, soalnya ini genre fantasi...

tapi cerita dan dunianya bagus kok, terus semangat ya
Mystic Novel
Thor, karena ini cerita fantasi, narasinya kalau bisa lebih sedikit di sederhanakan, karena pembaca susah nebak suasana dan dunianya.
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
seram kalo bisikan
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
wow bagusnya
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
memasuki sepatu sambil lari 🤔
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
yah serius lah /Facepalm/
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
keren ini /Good/
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
mantap ada transformers /Good/
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
wah nasibnya gimana?
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
titan yang ada "attack on titan"
Oto,'Pemuja Hati'
Jadi keingat dengan dunia game dengan menggunakan sistem kartu.. m😌
Oto,'Pemuja Hati'
Aku masih terkagum-kagum dengan gambarnya.. m🥹 Terlalu konsisten.. m🥰
SANG
Oke Thor💪👍 tetap semangat ya💪👍
SANG
Jempol untukmu dek👍👍👍👍👍👍👍
SANG
Bunga untukmu thor/Rose//Rose//Rose//Rose//CoolGuy/
SANG
Go go go go...💪👍
Muqimuddin Al Hasani
belum ngerti maksud kartunya
T28J: sudah rilis bab pemberitahuannya a'. How to Play Card-nya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!