NovelToon NovelToon
Charming The Beast

Charming The Beast

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

Kenzo Arkana adalah definisi hidup dari kekejaman. Sebagai raja penyelundup barang terlarang, ia memerintah dunianya dengan tangan besi dan hati yang membeku. Baginya, wanita hanyalah gangguan tak berguna hingga malam itu, di sudut remang kelab eksklusifnya, seorang wanita lancang bernama Aara datang mengusik ketenangannya.
Aara bukan wanita biasa. Di balik gaun merah yang menggoda dan sikap centilnya, ia adalah agen rahasia elit yang sedang menjalankan misi mustahil: menjatuhkan kekaisaran Kenzo. Ia harus memikat sang "Monster" untuk mencuri rahasia terdalamnya.
Namun, di dunia di mana pengkhianatan dibayar dengan nyawa, siapa yang akan terjatuh lebih dulu? Apakah Aara berhasil menuntaskan misinya, atau justru ia yang terjerat dalam kegelapan Kenzo yang mematikan?
Satu rayuan. Satu misi. Satu taruhan nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akar yang Merambat

Kepulangan dari Singapura disambut oleh aroma petrikor yang khas di perbukitan Lembang. Namun, ketenangan di Puri Pratama kini terasa berbeda. Ada rasa hormat yang bercampur ketakutan dari para pelayan dan penjaga setiap kali Adrian melintas. Bocah itu bukan lagi sekadar "Tuan Muda"; dia adalah entitas yang kekuatannya telah melampaui logika mereka.

Aara berdiri di taman belakang, memerhatikan Adrian yang sedang duduk diam di bawah pohon beringin besar. Adrian tidak bergerak, namun burung-burung di sekitar pohon itu terbang dalam pola yang sangat teratur, seolah-olah mengikuti simfoni yang hanya bisa didengar oleh mereka.

"Dia sedang berlatih sinkronisasi," suara Kenzo terdengar dari balik punggung Aara. Kenzo baru saja kembali dari pertemuan tertutup dengan faksi-faksi Nusantara di Jakarta.

"Dia terlalu kuat untuk usianya, Kenzo," bisik Aara, jemarinya meremas kain kebayanya. "Di Singapura, dia tidak hanya mematikan mesin. Dia seolah-olah menjadi mesin itu. Aku takut jika suatu saat dia tidak bisa membedakan mana dirinya dan mana frekuensi di sekitarnya."

Kenzo memeluk bahu istrinya. "Itu sebabnya kita tidak akan membiarkannya melakukannya sendirian. Baskara menemukan catatan rahasia kakekmu yang lain. Ternyata, Kusuma Pratama tidak hanya membangun gedung dan organisasi. Dia membangun sebuah tempat bernama 'Saraswati'."

Lembah Saraswati bukanlah sebuah tempat di peta. Itu adalah sebuah akademi tersembunyi di lereng Gunung Lawu yang didirikan khusus untuk anak-anak dengan anomali genetik atau kecerdasan luar biasa yang ditemukan oleh jaringan Nusantara selama puluhan tahun.

"Kakekmu ingin menciptakan tempat perlindungan bagi mereka yang 'berbeda'," Kenzo menjelaskan saat mereka berada di dalam ruang kerja. "Saraswati adalah tempat di mana Adrian bisa bertemu dengan orang-orang seperti dia. Orang-orang yang tidak akan menatapnya dengan rasa takut."

Aara menatap koordinat yang muncul di layar. "Jika tempat ini ada, kenapa Miller atau *The Hive* tidak pernah menemukannya?"

"Karena Saraswati dilindungi oleh isolator frekuensi alami dari pegunungan Lawu, dikombinasikan dengan teknologi kamuflase pasif yang bahkan lebih canggih dari bunker Meratus," jawab Kenzo. "Dan yang terpenting, hanya pemegang kunci emas putih yang sekarang ada di leher Adrian yang bisa membuka pintunya."

Perjalanan menuju Gunung Lawu dilakukan dengan jalur darat untuk menghindari deteksi satelit LKS yang masih terus mengawasi wilayah udara. Mereka menggunakan SUV tua yang telah dimodifikasi mesin dan sistem komunikasinya.

Gunung Lawu menyambut mereka dengan kabut tebal dan suasana mistis yang kental. Di sini, teknologi modern terasa bersinggungan dengan legenda lama. Adrian tampak sangat tenang sepanjang perjalanan, matanya terus menatap ke arah puncak gunung.

"Ada banyak suara di sini, Mama," ucap Adrian pelan. "Tapi suaranya sangat tua dan baik. Tidak seperti suara mesin di Singapura."

Saat mereka mencapai sebuah celah di tebing yang tampak buntu, Adrian melangkah maju. Ia memegang liontin emas putihnya dan menempelkannya ke sebuah lekukan di batu yang nyaris tak terlihat.

*Klik.*

Dinding batu itu bergeser secara hidrolik, menyingkap sebuah lembah tersembunyi yang hijau dan bercahaya. Di tengah lembah itu berdiri bangunan-bangunan kayu tradisional yang menyatu dengan laboratorium kaca futuristik.

Di dalam Saraswati, mereka disambut oleh seorang wanita tua yang mengenakan pakaian tradisional Jawa lengkap, namun di telinganya terpasang bio-sensor yang sangat canggih. Ia adalah Eyang Ratri, pengasuh utama akademi tersebut.

"Selamat datang, cucu Kusuma," sapa Eyang Ratri dengan suara yang lembut namun bergetar penuh energi. "Kami sudah menunggumu. Kami sudah merasakan getaranmu sejak kau mendarat di Jakarta."

Adrian membungkuk hormat, sebuah gerakan yang ia pelajari dari Baskara.

Di sana, Adrian melihat anak-anak lain. Ada seorang gadis kecil yang bisa menggerakkan air di kolam tanpa menyentuhnya, dan seorang remaja laki-laki yang sedang memperbaiki mesin tanpa melihat, hanya dengan merasakan getaran bautnya.

Aara merasa hatinya sedikit tenang. Untuk pertama kalinya, Adrian tidak terlihat seperti monster. Di sini, dia hanyalah salah satu dari mereka.

Namun, kedamaian di Saraswati tidak berlangsung lama. Di Jakarta, Sekar dan LKS yang telah kehilangan dana operasionalnya mulai melakukan tindakan nekat. Mereka telah membentuk aliansi gelap dengan faksi pengkhianat di dalam militer yang merasa Nusantara adalah ancaman bagi stabilitas negara.

"Mereka menyebutnya 'Operasi Sapu Jagat'," lapor Baskara melalui saluran terenkripsi Saraswati. "Mereka tidak lagi mengejar hak asuh. Mereka mengirim unit penghancur ke titik-titik koordinat yang mereka curigai sebagai pangkalan Nusantara. Dan Kenzo... mereka sudah tahu tentang Gunung Lawu."

Kenzo mengeraskan rahangnya. "Bagaimana mereka bisa tahu?"

"Ada kebocoran dari salah satu mantan pelayan Kusuma yang tertangkap. Mereka menggunakan interogasi kimiawi yang sangat brutal."

Kenzo menoleh ke arah Eyang Ratri. "Kita harus memperkuat pertahanan. Berapa banyak waktu yang kita punya?"

"Kabut Lawu akan melindungi kita selama beberapa jam," jawab Eyang Ratri tenang. "Tapi jika mereka menggunakan pembom presisi, kita butuh sesuatu yang lebih dari sekadar kabut."

Kenzo dan Aara kembali ke mode tempur. Kenzo mengoordinasikan sistem pertahanan udara Saraswati yang tersembunyi di dalam stupa-stupa batu di sekitar lembah. Aara mengambil alih kendali perang siber, mencoba mengacaukan sistem penargetan rudal LKS dari dalam.

"Adrian, dengarkan Mama," ucap Aara sambil memasangkan alat komunikasi ke telinga putranya. "Kau harus membantu Eyang Ratri melindungi anak-anak lain di bunker bawah. Gunakan frekuensimu untuk menciptakan 'kubah' pelindung. Bisa?"

Adrian mengangguk tegas. "Aku akan melakukannya, Mama. Aku tidak akan membiarkan mereka masuk ke rumah baru ini."

Serangan dimulai saat tengah malam. Suara ledakan rudal yang tertahan oleh kubah frekuensi terdengar seperti guntur yang tak putus-putus. Kenzo menggunakan senapan runduk kaliber besar untuk menembak jatuh drone-drone pengintai yang mencoba masuk ke celah lembah.

Aara bertempur di dunia maya dengan Sekar. "Kau tidak akan pernah menang, Sekar! Kau menyerang tempat yang bahkan tidak ada di duniamu!" teriak Aara sambil melepaskan virus 'Blackout' ke sistem komando LKS.

Di dalam bunker, Adrian duduk melingkar bersama anak-anak Saraswati lainnya. Mereka saling berpegangan tangan. Adrian menjadi "konduktor" bagi energi mereka. Pendaran perak di matanya kini menyatu dengan pendaran biru dari gadis penggerak air dan cahaya kuning dari anak-anak lainnya.

Bersama-sama, mereka menciptakan sebuah perisai resonansi yang begitu kuat sehingga rudal-rudal yang mendekat tiba-tiba kehilangan daya dorong dan jatuh jauh di luar perimeter lembah.

"Luar biasa," bisik Eyang Ratri. "Kusuma selalu bermimpi tentang harmoni ini. Adrian adalah jembatannya."

Di luar, pasukan LKS yang mencoba masuk secara darat mendapati diri mereka terjebak dalam labirin kabut yang diciptakan oleh manipulasi cuaca mikroskopis dari fasilitas Saraswati. Kenzo dan tim keamanannya melumpuhkan mereka satu per satu tanpa perlu membunuh hanya melumpuhkan saraf motorik mereka dengan peluru bius frekuensi.

Setelah serangan berhasil dipatahkan, Aara berhasil melacak lokasi Sekar yang berada di sebuah kapal komando di lepas pantai selatan Jawa.

"Hubungkan aku," perintah Kenzo.

Wajah Sekar muncul di layar, tampak hancur dan penuh amarah. "Kau tidak bisa bersembunyi selamanya, Arkana!"

"Aku tidak bersembunyi, Sekar. Aku sedang membangun masa depan yang tidak bisa kau sentuh," jawab Kenzo dingin. "Mulai hari ini, LKS resmi dianggap sebagai organisasi teroris oleh Nusantara. Aku sudah mengirimkan bukti keterlibatanmu dengan sisa-sisa The Hive ke publik. Selamat menikmati masa tuamu di balik jeruji... jika kau beruntung bisa mencapainya."

Kenzo memutus sambungan.

Matahari terbit di balik Gunung Lawu, menyinari lembah Saraswati yang tetap utuh. Adrian keluar dari bunker, tampak lelah namun bahagia. Ia melihat anak-anak lain mulai bermain kembali di taman.

Kenzo dan Aara berjalan menghampiri putranya. Mereka bukan lagi hanya orang tua dari seorang Alpha. Mereka adalah pelindung dari sebuah generasi baru.

"Kita tetap di sini, kan?" tanya Adrian.

"Kita akan sering ke sini, Adrian," jawab Aara. "Tapi dunia luar tetap butuh kita. Nusantara butuh pemimpinnya."

Kenzo menatap ke arah langit yang kini cerah. "Kita sudah membangun benteng, membangun aliansi, dan mengalahkan hantu-hantu masa lalu. Sekarang, saatnya kita mengajar dunia bagaimana cara hidup dalam harmoni yang baru."

Aara merangkul Kenzo dan Adrian. Di tanah Lawu yang wingit dan suci ini, keluarga Arkana telah menemukan akar mereka yang sesungguhnya. Perjalanan mereka mungkin masih panjang, namun kini mereka tidak lagi berjalan dalam ketakutan. Mereka adalah penjaga fajar bagi Nusantara.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!