NovelToon NovelToon
Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah menaklukkan Turnamen Alam Dewa dan mencapai ranah Ascendant, Zhao Xuan dan raksasa perunggu Long Chen kembali ke Benua Fana Tianyun tempat di mana legenda mereka berdua dimulai. Tujuan utama mereka adalah Lautan Kematian, sebuah wilayah terlarang yang menyimpan artefak legendaris.

Namun, turunnya Kunci Asal telah mengubah keseimbangan Benua Tianyun. Energi kuno yang bocor dari Lautan Kematian memicu kebangkitan berbagai warisan rahasia di benua fana. Para jenius lokal tingkat puncak yang merasa diri mereka tak tertandingi mulai bermunculan. Di saat yang sama, pasukan elit dari "Tujuh Penghancur Surga" diam-diam telah menyusup dan memanipulasi sekte-sekte raksasa benua fana untuk menggali Lautan Kematian.

Bagi Zhao Xuan dan Long Chen, Benua Tianyun kini tak ubahnya seperti taman bermain yang terbuat dari kaca tipis. Mereka harus menekan kekuatan destruktif mereka agar tidak menghancurkan benua tersebut, sambil menghadapi arogansi para jenius fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26

Hutan Roh di dalam Alam Rahasia Kuburan Leluhur Iblis tidak memiliki jalan setapak. Seluruh wilayah ini diselimuti oleh kabut abu-abu pekat yang mengandung miasma penyesat jiwa. Pepohonan setinggi gunung saling melilit, menutupi langit layaknya kanopi raksasa yang memenjarakan siapa pun di bawahnya.

Tiga sosok melesat menembus bayangan pepohonan raksasa itu.

Zhao Xuan memimpin di depan, langkah kakinya tidak menyentuh tanah, melayang seringan ketiadaan. Di belakangnya, Pangeran Iblis Ye Sha mengikuti dengan kewaspadaan penuh tingkat Nirvana Awal.

Dan di barisan paling belakang, seorang pemuda iblis bersayap api yang tubuhnya dipenuhi luka namun wajahnya memancarkan euforia yang tidak wajar berlari sambil membawa sebuah buntelan besar berisi ratusan Kristal Qi Merah. Itu adalah Gu Tianxue, jiwa monster tua yang kini merasuki tubuh jenius faksi Mo Yan, bertindak layaknya pelayan paling setia.

"Tuanku!" seru Gu Tianxue dari belakang, napasnya terengah-engah namun senyumnya selebar telinga. "Hamba telah memungut semua kristal dari monster tingkat Soul Transformation yang Tuan bantai di sepanjang jalan! Apakah Tuan lelah? Haruskah hamba memijat kaki Tuan dengan teknik pemijatan rahasia klan Gu?"

Zhao Xuan bahkan tidak menoleh. "Tutup mulutmu, atau kucabut lidah iblismu itu."

"BAIK, TUANKU! KEBISUAN ADALAH EMAS!" jawab Gu Tianxue cepat, langsung mengunci rapat mulutnya dengan kedua tangan, matanya berbinar-binar penuh kekaguman.

Ye Sha yang terbang di samping Zhao Xuan hanya bisa memijat pelipisnya. Melihat seorang ahli tua yang dulunya begitu arogan kini menjadi penjilat tanpa harga diri benar-benar membuat mentalnya diuji.

Tiba-tiba, Zhao Xuan menghentikan langkahnya di atas sebuah dahan pohon purba yang lebar. Matanya yang gelap menatap lurus menembus kabut tebal di depan mereka.

"Hukum ruang di depan sana melengkung karena tarikan energi fisik murni," gumam Zhao Xuan. Roda Bintang di Dantian-nya bergetar pelan, merespons fluktuasi yang luar biasa padat. "Ada pusaka kuno pembentuk fisik yang baru saja terbuka segelnya."

Ye Sha memfokuskan panca inderanya. Aroma darah yang luar biasa manis dan memabukkan tercium samar di udara, membuat darah iblis di nadinya mendidih kegirangan.

"Zhao Xuan... aroma ini... ini adalah Kolam Darah Purba!" seru Ye Sha dengan mata terbelalak. "Di legenda Alam Rahasia, kolam ini terbentuk dari tetesan darah Leluhur Pertama Alam Iblis yang gugur! Merendam diri di dalamnya bisa memperkuat tulang dan meridian secara lansung, bahkan bisa memicu evolusi garis keturunan!"

Zhao Xuan menyeringai tipis. "Pantas saja banyak tikus yang berkumpul di arah sana. Ayo kita lihat panggungnya."

WUUUSSSSH!

Ketiganya melesat menembus tirai kabut tebal. Di balik kanopi pohon-pohon raksasa yang saling menyilang, terhampar sebuah lembah kecil yang tersembunyi.

Di tengah lembah itu, terdapat sebuah cekungan batu giok alami yang berisi cairan berwarna merah delima yang mendidih pelan. Uap yang mengepul dari kolam tersebut membentuk ilusi naga dan harimau purba yang saling berkejaran. Itulah Kolam Darah Purba!

Namun, lembah itu sama sekali tidak sunyi.

Pertarungan Pertarungan Bebas yang luar biasa kacau dan brutal sedang berlangsung di sekitar kolam tersebut!

Lebih dari tiga puluh jenius iblis dari berbagai faksi saling membantai. Berbagai pusaka tingkat tinggi bertabrakan, menciptakan ledakan cahaya yang menyilaukan mata. Kabut beracun berwarna ungu pekat berbenturan dengan ilusi cermin yang memutarbalikkan kenyataan.

"Serahkan kolam ini pada faksi Gui Sha! Racun kami akan melelehkan tulang kalian jika kalian berani melangkah lebih dekat!" raung seorang jenius iblis bertubuh ramping yang memancarkan aura Soul Transformation Puncak.

"Mimpi di siang bolong! Faksi Tian Mo yang menemukannya lebih dulu! Kalian semua sudah terjebak dalam Formasi Ilusi Cermin Neraka ku!" balas seorang pemudi iblis berwajah pucat, memutar payung kertasnya yang memancarkan energi Ascendant Awal setengah langkah.

Para jenius dari faksi Xue Hai dan Mo Yan juga tidak mau kalah, menerjang maju dengan pedang darah dan tombak api mereka. Sayembara ini menghalalkan segala cara selain pembunuhan, sehingga mereka saling melumpuhkan dengan teknik-teknik paling kejam yang menargetkan meridian lawan.

Zhao Xuan berdiri di dahan pohon raksasa, mengamati pertarungan itu.

"Mereka saling menggigit demi sebuah kolam kecil," cemooh Zhao Xuan.

Di belakangnya, Gu Tianxue langsung mengambil inisiatif. Merasa bahwa ini adalah saat yang tepat untuk menunjukkan kegunaannya, Gu Tianxue melepaskan buntelan kristalnya, membusungkan dada iblisnya, dan melompat turun ke tengah-tengah medan pertempuran.

"MINGGIR KALIAN, SEMUT-SEMUT KOTOR!"

Raungan Gu Tianxue yang menggunakan tenaga Qi Ascendant Awal dari tubuh iblis itu menggelegar layaknya guntur, menghentikan sementara pertarungan puluhan jenius di bawah sana.

Seluruh mata menoleh ke arah Gu Tianxue yang mendarat dengan gaya sok jagoan, berkacak pinggang di depan Kolam Darah Purba.

"Kolam Darah Purba ini kini telah resmi menjadi milik Tuanku yang agung, yang tampan, dan yang tiran, Tuan Zhao Xuan!" deklarasi Gu Tianxue dengan nada sombong yang luar biasa menyebalkan. "Bagi kalian yang tahu diri, letakkan senjata kalian, serahkan cincin penyimpanan kalian, tampar pipi kalian sendiri sepuluh kali, lalu merangkaklah keluar dari lembah ini! Jika tidak, Aku akan membiarkan Tuanku mencabut tulang punggung kalian!"

Keheningan sesaat melanda lembah itu. Para jenius iblis saling bertatapan dengan bingung.

"Bukankah... bukankah dia Mo Jiao dari faksi Mo Yan?" bisik salah satu jenius faksi Xue Hai. "Mengapa sayapnya buntung dan dia bersikap seperti pelacur murahan yang menjajakan tuannya?"

"Dia pasti sudah gila karena menghirup kabut ilusi!" dengus pemudi dari faksi Tian Mo. "Dan siapa itu Zhao Xuan? Pangeran Ye Sha? Faksi pemberontak miskin itu berani ikut campur saat para naga sedang bertarung?!"

Seorang raksasa dari faksi Gui Sha yang bersenjatakan gada beracun melangkah maju. "Pangeran Ye Sha atau bukan, siapa pun yang menghalangi jalan menuju Kolam Darah Purba akan kuhancurkan meridiannya!"

Raksasa iblis itu melesat maju, mengayunkan gada beracunnya langsung ke arah kepala Gu Tianxue.

Gu Tianxue menjerit panik. "T-TUAAAAAAN! TOLONG HAMBAAAAA!" Jiwa monster tuanya yang licik langsung menjatuhkan diri ke tanah, melindungi kepalanya dengan kedua tangan, sepenuhnya melupakan harga dirinya sebagai mantan kultivator elit.

ZRAAAAAASH!

Sebelum gada beracun itu menyentuh sehelai rambut pun di kepala Gu Tianxue, sebuah sayatan ruang berwarna perak melesat dari atas pohon.

Sayatan ketiadaan itu membelah gada tingkat bumi tersebut layaknya membelah tahu yang lunak, dan terus melesat memotong kedua lengan raksasa iblis faksi Gui Sha itu dari sikunya!

"AAAAAAARRRGHHH!" Raksasa itu menjerit histeris, darah iblis berwarna hijau menyembur dari kedua lengannya yang buntung. Ia terjerembap ke tanah, bergulingan menahan rasa sakit yang merobek kewarasannya.

Di atas dahan pohon, Zhao Xuan perlahan melangkah turun di udara. Ia tidak terbang menggunakan Qi, melainkan memadatkan ruang di bawah sepatunya, melangkah turun layaknya menuruni anak tangga tak kasat mata. Ye Sha mengikuti di belakangnya dengan aura Nirvana yang ditekan keras-keras untuk menyembunyikan kartu as mereka.

"Seekor anjing hanya boleh dipukul oleh majikannya," suara Zhao Xuan bergema sangat pelan, namun menekan Lautan Kesadaran seluruh jenius di lembah itu hingga mereka nyaris memuntahkan darah.

Melihat Zhao Xuan yang melangkah dengan arogansi mutlak, puluhan jenius dari empat faksi Raja Iblis menghentikan permusuhan mereka seketika. Mereka menyadari bahwa ancaman terbesar baru saja turun ke gelanggang.

"Kau pemuda manusia yang menantang Tuan Yao Feng di altar tadi!" seru jenius dari faksi Xue Hai. "Kau pikir dengan satu trik ruang kau bisa menantang kami semua?! Saudara-saudara, lupakan Kolam Darah untuk sementara! Kita lumpuhkan manusia sombong ini, rampas tokennya, dan bagi rata isinya!"

"Sepakat!"

Terdorong oleh keserakahan dan harga diri yang terluka, lebih dari tiga puluh jenius tingkat Soul Transformation Puncak hingga Ascendant Awal setengah langkah menerjang maju secara serentak ke arah Zhao Xuan!

Berbagai jurus, hujan jarum beracun, badai api hitam, dan ilusi penjerat jiwa membentuk sebuah jaring kematian absolut yang menutupi langit lembah tersebut. Menghadapi serangan gabungan dari puluhan elit Alam Iblis, bahkan seorang ahli Ascendant Menengah biasa pun harus menghindar!

Namun, Zhao Xuan tidak mundur setengah inci pun. Ia mengangkat sebelah tangannya, kelima jarinya terbuka lebar.

"Seni Bintang Ketujuh..."

Mata hitam legam sang Tiran berkilat oleh pusaran galaksi. Ia mengepalkan tangannya dengan sangat kuat.

"...Penghancuran!"

KABOOOOOOOOOOOM!

Bukan Qi yang meledak, melainkan ruang itu sendiri yang hancur! Gravitasi di dalam radius seratus tombak seketika berlipat ganda sepuluh ribu kali lipat dalam satu milidetik!

Semua serangan energi dari para jenius iblis itu langsung hancur berkeping-keping, tertekan hingga menjadi titik debu.

Namun kengerian sesungguhnya baru saja dimulai.

Tiga puluh jenius iblis yang sedang melayang di udara menerjang Zhao Xuan seketika merasakan tubuh mereka tertimpa gunung besi.

KRAK! KRAAAAK! BRAAAK!

Mereka semua terhempas ke tanah dengan kecepatan meteor! Tulang-tulang rusuk mereka patah, meridian mereka hancur, dan organ dalam mereka retak parah. Darah muncrat dari mulut tiga puluh elit iblis itu secara serempak. Jeritan kesakitan mereka menciptakan simfoni penderitaan yang luar biasa memilukan.

Hanya dengan satu kepalan tangan, Zhao Xuan telah meratakan seluruh kompetisi tanpa mencabut satu pun nyawa mereka, mengeksploitasi celah aturan Sayembara Takhta Darah dengan presisi dan kekejaman absolut.

"B-B-Bawahan rendahan... tidak berguna..." erang pemudi faksi Tian Mo yang tulang belikatnya hancur lebur, menatap Zhao Xuan dengan mata dipenuhi teror mutlak. Pemuda manusia ini bukanlah peserta sayembara... dia adalah monster yang turun untuk memanen mereka!

Zhao Xuan menurunkan tangannya, berjalan santai melintasi lautan tubuh iblis yang mengerang kesakitan.

"Gu Tianxue," titah Zhao Xuan tanpa menoleh.

"HADIR, TUANKU!" Gu Tianxue yang tadi tiarap langsung melompat kegirangan, matanya berbinar-binar melihat puluhan mangsa yang telah dilumpuhkan.

"Lucuti mereka. Ambil semua Cincin Penyimpanan, Kristal Qi Merah, dan Token Sayembara mereka. Jika ada yang melawan, patahkan giginya."

"DENGAN SENANG HATI, TUANKU!"

Gu Tianxue tertawa terbahak-bahak, berlari layaknya anak kecil di ladang permen, menjarah setiap cincin spasial dari jari-jari jenius iblis yang hanya bisa menangis putus asa melihat kekayaan leluhur mereka dirampas habis-habisan oleh anjing penjilat ini.

Zhao Xuan tidak memedulikan tangisan mereka. Ia melangkah maju hingga tiba di tepi Kolam Darah Purba. Ia menyentuh cairan merah delima yang mendidih itu. Energi kehidupan kuno meresap masuk ke pori-porinya, mencoba memurnikan fisiknya.

"Energinya sangat murni, namun jumlahnya hanya cukup untuk dua orang sebelum mengering," gumam Zhao Xuan, menganalisis kedalaman kolam.

Ia menoleh ke arah Ye Sha. "Turunlah. Gunakan kolam ini untuk mengkonsolidasikan ranah Nirvana Awal mu yang masih goyah. Fisik iblismu akan menyerap ini jauh lebih baik."

Ye Sha membungkuk hormat dalam-dalam. "Kebaikan kau tidak akan pernah kulupakan." Tanpa ragu, Ye Sha melompat masuk ke dalam kolam. Desisan keras terdengar saat darah purba itu mulai membakar dan menempa ulang tulang-belulangnya.

Zhao Xuan melepas jubah atasnya, memperlihatkan tubuh pucatnya yang dipenuhi luka-luka samar sisa pertempuran dengan Kaisar Siluman. Ia melangkah masuk ke sudut lain kolam tersebut. Cairan darah purba itu langsung bergejolak, berusaha menembus kulit sang Asura.

Zhao Xuan memejamkan mata, membiarkan energi purba itu mengalir masuk, memperbaiki kerusakan tersembunyi di dalam meridiannya dan memperkuat fondasi Roda Ketujuhnya.

Di luar kolam, di tengah rintihan para jenius iblis yang cacat dan dirampok, Gu Tianxue duduk bersila di atas tumpukan cincin penyimpanan dan token, menjaga kolam layaknya anjing peliharaan yang paling setia.

1
Solihin Syamsuddin
Semoga lekas sembuh….
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣😍😍😍😍😄👍👍👍
Markinyo
kenapa tidak menguraa harta sekte & kerajaan yg telah menyerang? itu kn rampasan perang?
Ahmad Nasir
katanya dah jadi dewa... dikit-dikit kalah, dikit-dikit mau mati...🙄😏😏😏
saniscara patriawuha.
sikattttt....
saniscara patriawuha.
sikattttt.,
saniscara patriawuha.
serappppp sampeeee keringggg...
saniscara patriawuha.
sikatttty manggg guuuu,, tunjukann kejantananmuuu...
saniscara patriawuha.
sikattttt dannn serapppppppp....
saniscara patriawuha.
mangapppp manggg otorrrr,,, gasssss
eka suci
syafakillah Thor, semoga cepat sembuh 🤲🏻 biar bisa beraktifitas normal n crazy up lagi💪
eka suci
semakin naik ranah yg dibutuhkan pun semakin sulit tapi bukan berarti tidak bisa💪
saniscara patriawuha.
zrasssdsssss....
saniscara patriawuha.
gasssddd deuiiii...
saniscara patriawuha.
jarahhhh harta sektenya...
saniscara patriawuha.
hancurrrkannnn sudahhhhh
saniscara patriawuha.
istirahat dulu....
saniscara patriawuha.
gassddd pokokerr
Sang_Imajinasi
2 BAB UNTUK HARI INI YA PARA READER, KARENA AUTHOR DEMAM JADI TIDAK FOKUS UNTUK MEMBUAT LANJUTAN NYA. DOAKAN AUTHOR CEPAT SEMBUH SUPAYA BISA CRAZY UP 🤭
saniscara patriawuha.
gasssdd polllll...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!