Gea menerima tawaran bara yang mengajaknya menikah,walaupun ini awalnya hanya pernikahan kontrak namun gea berharap akan tumbuh cinta diantara mereka. Atau justru harapan gea harus pupus dengan kehadiran orang ketiga yang menyukai bara? Akankah hidup gea berubah atau justru ia akan semakin merasakan sakit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risti rika safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Sekar menoleh ke arah elsa yang sedang menatap gea,sekar menghela napas panjang.
"Elsa kamu makan siang disini saja ya,tante udah masak juga"ucap sekar
"Okey deh tan aku juga udah kangen sama masakan tante"sahut elsa tersenyum
Bara menatap gea yang sedang mendengarkan obrolan sekar dan elsa.
"Ayo ke kamar kita bersih-bersih dulu"ucap bara
"Iya ke kamarlah mama tunggu dimeja makan ya sayang"sahut sekar mengelus rambut gea
Gea menganggukkan kepalanya,ia berdiri diikuti oleh bara. Elsa menatap bara dan gea yang sudah menghilang.
"Bara sama gea udah kenal lama ya tan?"tanya elsa
"Hmm tante kurang tahu si,intinya saat tante minta bara menikah pagi nya dia langsung bawa gea dan tak lama setelah itu mereka pun menikah"jawab
"Sesingkat itu tan? tante gak cari dulu latar belakang keluarganya gimana?"tanya elsa
"Mereka dari keluarga baik-baik,kamu tidak lihat bagaimana sikap gea? Dia itu wanita baik dan mandiri"jawab sekar
"Mungkin awalnya aja tan,siapa tahu nanti juga kelihatan sikap aslinya bukannya menjelekkan tapi tante juga harus waspada"ucap elsa
"Yang harus diwaspadai itu kehadiran anda yang datang kerumah orang dan memiliki prangsangka buruk kepada orang lain. Cih ngaku nya wanita karir tapi omongan anda sangat minus akhlak"sahut bara
Deg!
Elsa terkejut mendengar kalimat sarkas untuknya,ia menatap bara yang kini menatapnya dengan pandangan tajam. Gea mengelus lengan suaminya,sebenarnya canggung tapi ia harus mulai belajar.
"Jangan meracuni pikiran buruk anda kepada mama saya apalagi sampai menilai istri saya dengan sembarangan"sambung bara lalu menarik tangan gea
Gea menatap tangannya yang sedang digandeng oleh bara,ada rasa nyaman dihatinya. Ia juga merasa senang ketika bara membelanya.
"Kamu jangan sering-sering marah mas nanti kamu cepat tua"ucap gea
"Kamu mengatai suami mu tua?"tanya bara memicing
"Aku gak bilang kamu tua ya itu barusan kamu yang ngomong'jawab gea terkekeh
Bara menarik pinggang gea hingga wanita itu terduduk diatas pangkuannya. Kini mereka sudah sampai dimeja makan namun bara malah bertingkah.
"Mas nanti ada mama"ucap gea panik
Tentu saja gea panik ia tak pernah seintim dengan pria,dan saat ini malah bara yang membuat nya takut.
"Astaga kalian ini kalo mau mesra-mesraan itu dikamar"ucap sekar kesal
Gea langsung turun dari pangkuan bara,bara mendengkus kesal mamanya itu selalu saja mengganggu kesenangannya.
"Apa kamu lohat mama seperti itu,makan dulu hargai tamu disini"sungut sekar
Gea menggeleng pelan sudah tak kaget jika melihat bara dan sekar berdebat,namun hal ini tentu menyenangkan bagi gea yang tak pernah merasakan hal seperti ini dalam hidupnya.
Mereka pun mulai makan siang bersama,elsa sesekali melirik ke arah bara dan elsa yang saling perhatian.
"Jadi benar mereka menikah karena memang sama-sama ada rasa"batin elsa
\~
Ayu dan reo pulang kerumah setelah beberapa minggu ini sibuk dengan pekerjaanya.
"Sepi juga ya pa rumah kalau gak ada gea"ucap ayu
"Udah gapapa ma gea kan udah menikah,justru sekarang kita bisa senang karena tak ada lagi yang marah-marah tidak jelas karena kita selalu sibuk kerja"sahut reo
"Papa udah kirim uang bulanan buat gea?"tanya ayu
"Untuk apa lagi ma,dia udah menikah artinya dia udah jadi tanggung jawab suaminya"jawab reo memejamkan matanya
"Sebenarnya mama kurang setuju sama bara pa,mama udah ada niatan mau jodohin gea sama anak pengusaha terkenal itu. Jika kita besanan sama mereka udah pasti karir kita semakin naik"ucap ayu
"Kamu benar juga ma,ck kita terlalu banyak kerjaan sampai lupa sama perjodohan itu"sahut reo
"Gea juga udah menikah mau gimana lagi,tapi pa kita bisa minta mereka temenan aja"ucap ayu
"Mana baiknya mama aja"sahut reo
Entah seperti apa pemikiran kedua manusia ini,mereka bahkan tak ada merasa bersalah karena telah mengabaikan putri mereka demi uang. Bahkan mereka juga memiliki niat untuk menjodohkan gea dengan laki-laki kaya agar karirnya semakin naik.
\~
Kembali kerumah bara kini pasangan suami istri itu sudah berada didalam kamar,gea sedang duduk dibalkon kamar sambil menikmati angin sepoi-sepoi.
"Saya ingin bicara"ucap bara mengejutkan gea
"Apa mas?"tanya gea
"Jika saya larang kamu untuk tidak berdekatan dengan pria manapun kecuali saya apa kamu bersedia?"tanya bara
"Tidak,biarpun ini hanya pernikahan kontrak aku gak akan nyakitin perasaan kamu"jawab gea
"Kamu tenang saja saya juga tak akan pernah memberi perempuan lain tempat untuk mendekati saya"ucap bara
"Aku percaya sama kamu"sahut gea
"Bagaimana perasaan kamu kepada saya saat ini?''tanya bara
Gea menoleh ke arah bara,ia bingung hendak menjawab seperti apa. Dia saja tak tahu apa yang ia rasakan saat ini.
"Belum mas"jawab gea lirih
Bara menunduk dan tersenyum ia tak akan memaksa gea untuk mencintainya secepat ini. Ingat bara ini baru satu minggu waktu mu masih banyak untuk meyakinkan gea itulah pikir bara.
"Baik,saya paham dan saya tak akan memaksa kamu untuk mencintai saya secepat itu. Kita jalani semua ini mengikuti alurnya,saya yakin kelak kita akan saling mencintai dan menyayangi"ucap bara
"Maaf ya mas aku juga sedang belajar untuk mencintai dan menerima kamu dalam hidup aku,aku hargai semua sikap baik kamu selama ini kepada aku"sahut gea
"Tak masalah jangan terlalu dipikirkan"ucap bara
"Bisa tolong bantu saya untuk menyiapkan keperluan saya besok?"tanya bara
"Bisa dong ayo aku bantu,nanti pulangnya kamu bawain aku oleh-oleh ya"ucap gea sambil berjalan masuk
"Mau oleh-oleh apa? nanti saya akan minta lucky untuk membelinya"sahut bara
"Apa aja aku gak banyak milih kok yang penting enak dan halal saja"ucap gea
Bara menganggukan kepalanya ia duduk disofa karena gea tak ingin diganggu. Bara pun mengirim pesan kepada lucky untuk membeli oleh-oleh buat istri kecilnya. Ia takut lupa jika tak mengingatkan lucky terlebih dahulu.
"Kamu yakin kan cuma dua hari?"tanya gea
"Iya kenapa,apa kamu tak b isa jauh dari saya hm?"tanya bara menggoda
"ih mana ada gitu,aku kan cuman nanya aja soalnya aku bawa baju kamu cuman 2 aja"jawab gea
"Mana baiknya saja jika dulu saya keluar kota tak pernah membawa baju,karena saya lebih suka membeli disana"ucap bara
"Pantesan baju kamu tu banyak banget mas"sahut gea lalu memilihkan pakaian bara dilemari hingga ia pun tak sengaja menjatuhkan selembar foto
Deg!