novel baru lagi ,semoga pada suka ya....
Di dunia ini ,banyak yang bilang wajah kita ada yang mirip di beberapa negara dan saat ini hal itu terjadi.
Aulia harus menjadi pengganti untuk menikahi seorang pria yang buta, dia harus menjadi wanita lain dengan paksaan karena wanita itu tak ingin terkurung di dalam sangkar emas bersama pria cacat.
Walaupun Aulia menolak nya, tapi Delia mencari cara untuk menjebak nya sehingga Aulia hanya bisa menerima nya karena keperawanan dan kehidupan dia di negara itu sudah di genggam oleh Delia.
Tapi apa jadi nya kalau akhirnya pria kaya raya itu tidak benar benar buta ? Apa dia akan menjadikan Aulia istri nya selama nya? Atau hanya pengganti saja ?
Yuk.....mulai baca novel ku ,semoga pada suka ya. Makasih 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pingkan-Rega (keputusan)
🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲
Rega menatap ke arah Pingkan yang menundukan kepala nya ,dia memperhatikan wajah dan bibir Pingkan yang terlihat seksi tapi jelas dia menepis nya karena dia langsung memikirkan wajah kekasih nya yang polos dan lugu juga cantik.
"Ekhm.....kami sudah merasa cocok pa dan kami berniat untuk menikah minggu depan " jawab Rega dengan tegas dan lantang, dia tak akan menunda lagi karena dia ingin menjadikan Pingkan sebagai istri di atas kertas saja agar dia masih bisa berhubungan dengan kekasih nya itu tanpa sepengetahuan dari kedua orang tua nya.
"Ya ampun Ga.....kenapa cepat banget ? Mama mau buat pesta pernikahan yang mewah ,agar mama bisa menunjukan menantu mama yang cantik pada semua orang " ucap mama nya Rega dengan wajah cemberut dan Rega hanya bisa menghela nafas nya dengan kasar, dia sengaja mempercepat pernikahan mereka karena ingin membawa Pingkan pergi keluar negeri untuk merayakan ulang tahun kekasih nya dan mengaku kalau mereka sedang berbulan madu disana .
"Walaupun secepat ini ,pasti mama dan tante bisa mengurus nya kan. Apalagi Pingkan dan Aulia pasti akan ikut membantu nya, semua nya bisa di siapkan dalam waktu dekat ma " ucap Rega membuat mama nya Pingkan tersenyum lebar dan mengangguk, dia senang karena Rega bersemangat mempercepat pernikahannya
"Kenapa cepat cepat hah? Kalian bisa menikmati semua nya dengan baik Ga ,jangan terburu buru begini nanti dikira Pingkan sudah hamil duluan " ucap papa nya Rega dan papa nya Pingkan pun mengangguk
"Pa....om,aku ingin mengambil cuti minggu depan . Ingin membawa istri ku keluar negeri ,aku sudah menyiapkan nya disana. Kami akan berbulan madu ,makanya aku ingin segera menikahi nya dan secepat nya memiliki anak dari nya " jelas Rega membuat wajah Pingkan memerah, dia tak tau kalau Rega sudah menyiapkan semua nya sebegitu detail nya
"Oh....ternyata mau bulan madu toh, kenapa ngak bilang si Ga?" ucap mama nya Rega dengan semuanya, dia memang sangat ingin sekali memiliki cucu karena hampir semua teman nya sudah memiliki cucu
Papa nya Rega hanya diam saja, dia sudah mengetahui kalau minggu depan adalah hari ulang tahun kekasih nya Rega dan dia yakin kalau Rega ingin menemui nya . Saat ini kekasih nya Rega memang masih bekerja di perusahaan milik Rega, sebagai salah satu kepala divisi di sana karena rekomendasi Rega
Papa nya Rega memang menyetujui hal itu karena memang kekasih nya Rega itu terbilang pintar dan cerdas walaupun berasal dari keluarga sederhana ,tapi cara nya yang sok polos dan lugu tak bisa membuat hati nya mencair dan merestui nya untuk menjadi menantu setelah papa nya Rega tau akal bulus Sonia.
"Kalau begitu baiklah ,besok kita akan mulai bergerak dengan cepat menentukan tempat dan dekorasi yang kamu inginkan Pingkan. Kamu bilang saja mau seperti apa dan bagaimana ? Nanti biar mama pake duit Rega " ucap mama nya Rega dengan bersemangat ,dia merasa bahagia memiliki menantu seperti Pingkan yang bisa memberikan kesehatan untuk putra semata wayang nya mengingat Rega yang suka memilih milih makanan .
Pingkan tersipu malu ,dia merasa kalau Rega menyukai nya juga. Semua nya sudah selesai membicarakan mengenai pesta pernikahan Pingkan dan Rega, kedua orang tua pun sudah berdiri dan berniat untuk pulang .
"Saya ijin membawa Pingkan tan, om " ucap Rega pada kedua orang tua Pingkan, aulia berdehem sambil tersenyum . Dia tau kalau kedua nya memang butuh berbicara berdua, apalagi mereka di jodohkan dan mungkin butuh waktu lama untuk saling mengenal satu sama lainnya .
"Boleh kok Ga,jaga Pingkan ya . Ngak pulang juga ngak apa apa kok,mana tau bisa langsung isi kan " jawab mama nya Pingkan dengan tatapan mata bersemangat.
Pingkan dan Aulia langsung melotot, mereka terkejut mendengar ucapan dari mama nya Pingkan. Pingkan malu ,bisa bisa nya mama nya malah ingin dia hamil sebelum menikah.
"Ekhm....manfaatkan kesempatan mbak ,siapa tau pak Rega nya beneran mau buat anak hi hi hi " bisik Aulia dengan senyuman lebar di bibir nya ,dia ikut bahagia dengan pertemuan ini .
Kedua orang tua Rega dan Pingkan sudah berada di dalam mobil masing masing, mereka tertawa dan mobil pun berjalan meninggalkan restauran . Aulia pun berbalik meninggalkan mereka ,dia masih ada shift mengganti kan Pingkan untuk kembali bekerja
Sedangkan Rega sudah berjalan menuju mobil nya ,dia masuk tanpa memperdulikan Pingkan membuat Pingkan terkejut dengan sikap nya Rega tapi dia tetap berusaha untuk tenang dan ikut masuk kedalam mobil hingga mobil itu berjalan dengan cepat di jalanan.
Tak ada suara apa pun yang keluar dari mulut kedua nya, Pingkan juga tak berani mengatakan apa pun mengingat wajah Rega yang dingin saat ini. Suasana di dalam mobil pun sudah seperti beku, hingga akhir nya mobil sampai didepan gedung tinggi yang menjulang.
Apartemen mewah di kota itu, hanya ada belasan saja dan tidak sembarangan orang yang tinggal disini, kini Pingkan hanya bisa mengikuti Rega. masuk kedalam gedung mewah itu.
"Kita akan bicarakan semua nya di dalam ,mengenai perjanjian dan kontrak pernikahan yang akan kita jalankan " ucap Rega membuat Pingkan terkejut dan hanya bisa diam ,dia tak tau kalau ternyata ucapan Rega pada nya pertama kali benar ada nya .
Pingkan pikir Rega sudah melupakan niatan itu karena sudah bertemu langsung dengan nya, kini mereka sudah berada didepan pintu unit milik Rega. Pingkan Seperti merasa sesak di dada nya mendengar pernikahan nya hanya lah kontrak saja, dia tak percaya kalau akan menjalani hal ini tapi dia sudah membuat keputusan sebelum menyetujui permintaan Rega saat itu.
Ceklek
Pintu terbuka dengan password yang sudah di tekan oleh Rega ,dari dalam unit terlihat sangat mewah dan besar. Pingkan baru ini memasuki ruangan apartemen yang mewah dan besar, dia memperhatikan sekeliling nya sambil berjalan mengikuti Rega dari belakang hingga tanpa sadar dia menabrak punggung Rega yang kekar dan lebar .
"Aaakhhh......"
Pingkan yang terkejut dan merasa kesakitan di kening nya ,dia pun mundur dengan cepat ke belakang hingga hampir jatuh dan Rega langsung menarik tubuh nya hingga bibir mereka bertabrakan tanpa sadar .
Kedua mata mereka melotot ,sentuhan dan pelukan dari kedua nya membuat semua nya membeku selama beberapa menit hingga mereka sadar dan menarik diri setelah terdengar suara teriakan dari arah belakang tubuh Rega membuat Rega melepaskan bibir dan tangan nya dari tubuh Pingkan dengan cepat.
"Sayaaaang"
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘