NovelToon NovelToon
RONALD & FANIA

RONALD & FANIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:376
Nilai: 5
Nama Author: WILONAIRISH

Menjalin hubungan yang cukup lama, apalagi setelah satu atap bersama. Membuat seorang Fania merasa bosan dan jenuh pada hubungannya bersama sang suami, Ronald.

Hingga suatu hari kejujuran Fania membawa perubahan baru dalam kehidupan mereka.

Sebagai seorang suami, Ronald yang begitu mencintai Fania akan selalu berusaha memenuhi keinginan istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WILONAIRISH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6

Fania mendudukkan dirinya dengan tenang di ruang makan. Sudah saatnya makan malam, dan Ronald sebentar lagi akan pulang.

Entah mengapa Fania merasa gugup saat ini, ada perasaan membuncah yang ia rasakan dalam dada. Mengingat dirinya akan mengutarakan rasa terimakasihnya kepada suaminya yang telah melindunginya.

"Tenang Fania" gumamnya dalam hati, guna menenangkan hatinya.

Terdengar suara langkah kaki yang terdengar tegas, menambah kegugupan Fania semakin menjadi.

Fania mengangkat pandangannya, kala mendengar suara kursi bergeser dan melihat suaminya duduk di hadapannya dengan mantap.

Fania belum membuka suara untuk mengutarakan niat awalnya. Lebih baik setelah mereka selesai makan saja.

Ronald tampak acuh tak acuh, ekspresinya terlihat datar. Benar-benar bertingkah seolah Fania tak ada di hadapannya saat ini. Fania pun bersikap sama, lagi pula memang kesepakatan mereka begitu bukan. Meskipun ada yang terasa mengganjal dalam dadanya.

Suara dentingan sendok terdengar mengisi keheningan diantara mereka. Fania melihat Ronald sudah selesai terlebih dahulu. Pria itu terlihat bangkit dari duduknya, untuk berlalu ke kamarnya.

Membuat Fania menghela nafas, sepertinya saat ini belum waktunya untuk berbicara pada Ronald. Baiklah, mungkin dikamar nanti. Ia hanya berharap Ronald belum terlelap saat ia selesai nanti.

"Nanti saja aku akan bicara dengannya" lirih Fania pada akhirnya.

Fania menyelesaikan kegiatan makannya, kemudian bangkit perlahan melangkah menuju kamar dirinya dan Ronald.

Sesampainya di kamar, Fania tak melihat keberadaan suaminya itu. Sampai kemudian ia mendengar suara air menyala di dalam kamar mandi.

"Sepertinya masih mandi" gumamnya dalam hati.

Fania menunggu Ronald sembari mengecek pekerjaannya dengan tablet di tangannya. Mendudukkan diri di atas ranjang, bersandar di kepala ranjang.

Fania menoleh dengan cepat, mendengar suara pintu kamar mandi terbuka. Terlihat Ronald keluar dengan bertelanjang dada, handuk melilit di pinggangnya.

Tak bisa dipungkiri, suaminya terlihat sek*i. Fania berusaha memalingkan wajahnya demi menghindari pemandangan menggiurkan itu.

Ronald terlihat melangkahkan kakinya menuju walk in closet. Setelah beberapa saat, Ronald keluar dengan pakaian santai.

Ketampanannya terpancar begitu nyata dengan kaos polos hitam, dan short pant kulit yang melekat pada tubuh kekarnya.

Ronald tampak mendekat ke sisi ranjang yang berlawanan dengan Fania. Pria tampan itu terlihat merebahkan dirinya dan bersiap untuk mengistirahatkan tubuhnya.

Fania yang awalnya sibuk dengan kegiatannya, perlahan meletakkan tablet ditangannya ke nakas di sampingnya. Ini kesempatan untuk berbicara pada suaminya.

Perlahan Fania menoleh ke arah suaminya, melihat wajah pria tampan itu terpejam dengan nyaman. Namun ia tahu pria itu belum terlelap.

"Nald, ada yang ingin aku bicarakan" ujarnya dengan lembut.

Suara lembut yang menembus pendengaran Ronald, membuatnya perlahan membuka matanya. Menoleh menatap wajah cantik yang tengah menatap ke arahnya pula.

"Hm" gumamnya menanggapi Fania.

"Terimakasih karena sudah melindungi ku, menolongku kemarin saat berlibur"

Fania berujar dengan nada lembut, ia benar-benar berterimakasih kepada suaminya. Karena kalau kemarin tak ada pertolongan dari suaminya, entah apa yang akan pria gila itu lakukan.

Ronald mengangguk perlahan merespon ucapan istrinya.

"Apa ada lagi yang ingin kau bicarakan?"

Ujar Ronald dengan nada datarnya. Membuat Fania menjadi canggung. Menggeleng perlahan.

Melihat respon itu, Ronald kembali memejamkan matanya bersiap terlelap menuju alam mimpi.

Fania yang melihat suaminya sudah kembali memejamkan mata. Juga turut serta untuk ikut memejamkan mata.

Beberapa menit kemudian, setelah memastikan Fania terlelap. Ronald kembali membuka matanya. Ia mendekat ke arah Fania, memberikan kecupan hangat di kening istrinya.

"Good night, Sayang" lirihnya.

***

"Apa suamiku sudah berangkat?" tanya Fania yang tampak merapikan rambutnya, sembari mendudukkan diri untuk sarapan. Bertanya pada seorang pelayan yang sedang menyiapkan sarapan untuknya.

Iya menatap sekeliling dan tak menemukan tanda-tanda suaminya masih berada di rumah.

Pelayan itu mengangguk-angguk kepalanya, mengatakan bahwa benar suami dari Nyonya nya sudah berangkat sejak pagi.

"Benar Nyonya, pagi-pagi sekali Tuan sudah berangkat ke kantor" jelasnya pada Fania dengan sopan.

Fania mengangguk paham. Hingga pelayan itu kemudian pamit untuk membereskan kekacauan dapur bekas kegiatan memasaknya.

"Apa ada meeting urgent" gumam Fania dalam hati. Ada secuil rasa penasaran, karena dulu apapun yang Ronald lakukan Fania pasti tahu hal sekecil apapun. Karena memang tak pernah ada rahasia apapun diantara mereka.

Ronald selalu memberikan kabar padanya jika ada meeting mendadak atau urusan urgent lainnya. Namun kali ini, nampaknya tidak. Ronald tak ada mengabarinya sama sekali, membuat jiwa penasarannya menggebu.

Mengingat itu, Fania kembali mengingat kesepakatan mereka sebelumnya. Ronald menerima keinginannya, jadi yang terjadi saat ini tiada kabar dari suaminya. Jelas semua ini karena keinginannya yang Ronald penuhi.

Meski ada rasa mengganjal dan terasa aneh, namun Fania berusaha untuk menepis segala ketidaknyamanan itu. Semua ini keinginannya, memang harus seperti sekarang yang terjadi.

Fania memutuskan untuk berangkat ke butik. Ia hanya perlu fokus pada pekerjaannya saat ini. Lagipula yang terjadi sekarang jelas keinginannya.

Siang harinya, Fania meninggalkan butik miliknya bersama sahabatnya sekaligus asisten pribadinya. Ia ingin makan siang di luar hari ini, untuk menyegarkan pikirannya yang terasa buntu untuk desain pakaian-pakaian yang akan Ia produksi.

"Duduklah, aku akan selesaikan pembayarannya" ujar asisten pribadinya, melangkah meninggalkan meja mereka.

Fania menyempatkan diri untuk mengecek ponselnya, melihat informasi terbaru tentang pekerjaan maupun tentang urusan pribadinya.

Saat netranya fokus pada ponsel dalam genggamannya, Fania menangkap siluet seseorang dalam sudut matanya. Ia mengangkat wajahnya, melihat apa benar perkiraannya.

"Ronald" gumam Fania saat netranya fokus penuh pada pemandangan suaminya yang tengah duduk berhadap-hadapan bersama seorang pria paruh baya. Sepertinya kolega bisnis Ronald.

Fania masih bertahan memandang penuh suaminya. Hingga saat Ronald memandang balik ke arahnya, Fania tertegun.

Ronald hanya memandangnya sekilas, kemudian memalingkan wajah. Seolah mereka tidak saling mengenal, seolah mereka bukan suami istri.

Hingga Fania kembali ingat kesepakatan mereka. Ada desiran tidak nyaman dalam hatinya saat mengingat kesepakatan itu dan sikap Ronald saat ini.

Karena ini kali pertama, Ronald melakukan ini kepadanya. Bersikap seolah tak mengenal dirinya. Membuat Fania hanya mampu mengembuskan nafas kasar.

Dari arah seberang, terlihat asisten pribadinya melangkah mendekat ke arahnya. Dengan pelayan yang membawa pesanan mereka. Membuat Fania fokus pada makanan di depannya.

Mereka menikmati makanan sesekali mengobrol ringan tentang hal-hal seputar hari-hari yang mereka lalui. Hingga pembicaraan mereka terhenti kala asisten pribadi Fania menyadari keberadaan suami Fania.

"Bukankah itu suamimu? Kau tak ingin bergabung bersamanya?" tanya asisten pribadi Fania. Mengingat selama ini, jika terjadi hal-hal seperti ini tentu sahabatnya ini akan ikut bergabung bersama Ronald.

NEXT .......

1
Dian
suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!