NovelToon NovelToon
Aku, Kamu,Dan Duniamu Yang Lain

Aku, Kamu,Dan Duniamu Yang Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:375
Nilai: 5
Nama Author: firsty aulia

Sora Kalani menghabiskan hidupnya di antara detak mesin jam, menunggu satu detik di mana Ezrael Vance akan menoleh ke arahnya. Namun bagi Ezra, Sora hanyalah pelabuhan tenang tempatnya bersandar sebelum ia kembali berlayar mengejar Liora—balerina yang menjadi pusat dunianya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon firsty aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: Jejak di Kota Cahaya ​

​Kereta cepat Eurostar membelah kegelapan malam dengan kecepatan yang menyisakan bayangan kabur di balik jendela. Sora Kalani duduk di sudut gerbong yang hampir kosong, mendekap tas ranselnya yang berisi The Chronos Weaver. Di tangannya, ia memegang selembar tiket fisik—sebuah pengingat bahwa di era digital ini, jejak yang paling sulit dilacak adalah yang berbentuk kertas.

​Pikirannya terus tertuju pada Hael. Suara tembakan dan benturan logam di gudang pelabuhan itu menghantui setiap detik keheningannya. Ia ingin menelepon, namun Hael telah menghancurkan ponselnya sebelum mereka berpisah untuk mencegah pelacakan GPS. "Percayalah pada waktu, Sora," pesan terakhir Hael terngiang di telinganya. "Jika jamnya masih berdetak, aku pun masih ada."

​Sora menatap jam tangannya sendiri. Detaknya masih stabil. Tik. Tok. Tik. Tok.

​Saat fajar menyingsing di cakrawala, menara Eiffel mulai terlihat di kejauhan, berdiri tegak seperti jarum jam raksasa yang menusuk langit Paris yang mendung. Sora turun di stasiun Gare du Nord, menarik napas dalam-dalam yang terasa dingin dan tajam. Ini adalah kota di mana Ezra memamerkan Liora, kota di mana kebohongan Vance tumbuh subur. Tapi baginya, ini adalah kota yang menyimpan detak jantung yang hilang—ibunya.

​Sora segera menyewa sebuah mobil kecil dan berkendara menuju pinggiran kota, ke sebuah distrik bernama Saint-Denis. Di sana, di antara bangunan-bangunan tua yang dindingnya telah ditumbuhi lumut dan ivy, berdirilah L'Orphelinat des Heures Perdues—Panti Asuhan Jam yang Hilang.

​Sesuai namanya, bangunan itu memiliki sebuah menara jam tua yang megah di bagian tengahnya. Namun, jam itu tampak mati. Jarum besarnya membeku di angka sepuluh, sementara jarum kecilnya menunjuk angka satu.

​"Sepuluh satu," gumam Sora. "Tanggal kebakaran itu."

​Sora melangkah masuk ke halaman panti asuhan yang sepi. Seorang biarawati tua dengan wajah yang dihiasi ribuan garis halus menyambutnya. "Anda mencari seseorang, Mademoiselle?" tanya biarawati itu dalam bahasa Prancis yang lembut.

​Sora menunjukkan foto ibunya yang ada di dalam The Chronos Weaver. "Saya mencari wanita ini. Namanya Elena. Saya punya informasi bahwa dia pernah berada di sini sepuluh tahun yang lalu."

​Biarawati itu menatap foto tersebut cukup lama, lalu matanya membelalak kecil. Ia menatap Sora dari ujung kepala hingga ujung kaki. "Mata itu... kamu memiliki mata yang sama dengannya. Tapi Elena bukan penghuni panti ini, Nak. Dia adalah teknisi yang memperbaiki jam menara kami selama bertahun-tahun dalam kesunyian."

​"Dia masih hidup?" jantung Sora berdegup kencang hingga ia merasa bisa pingsan.

​"Dia pergi tiga tahun lalu," jawab biarawati itu, suaranya mengandung kesedihan yang tulus. "Tapi sebelum dia pergi, dia meninggalkan sebuah kotak kecil di ruang mekanisme jam menara. Dia bilang, suatu hari nanti, putrinya akan datang membawa 'kunci yang bernyanyi'. Apakah itu kamu?"

​Sora tidak bisa menjawab. Ia hanya mengangguk pelan, air mata mulai mengaburkan pandangannya.

​Biarawati itu mengantarnya menaiki tangga spiral kayu yang sempit menuju puncak menara. Udara di sana terasa pengap, berbau debu dan minyak mesin lama. Di tengah ruangan, mesin jam raksasa itu berdiri membisu. Sora bisa melihat sentuhan ayahnya di sana—beberapa roda gigi memiliki pola yang sama dengan mesin The Infinite Spring.

​"Dia menghabiskan hari-harinya di sini, menatap ke arah timur, ke arah Indonesia," bisik biarawati itu sebelum meninggalkan Sora sendirian.

​Sora mendekati pusat mesin jam. Ia melihat sebuah lubang kecil di bagian poros pusat yang tertutup oleh simbol bunga lili. Ia mengeluarkan The Chronos Weaver. Begitu mesin itu didekatkan, kristal peraknya mulai bersinar terang, mengeluarkan frekuensi tinggi yang membuat roda gigi di menara itu bergetar.

​KREEEKKKK...

​Mesin jam yang sudah mati selama tiga tahun itu tiba-tiba mulai bergerak. Jarum-jarum raksasa di luar sana berputar dengan cepat, lalu berhenti tepat di waktu sekarang. Dari balik salah satu pemberat jam, sebuah laci rahasia terbuka.

​Di dalamnya, terdapat sebuah rekaman video lama dan sebuah jam saku kecil yang permukaannya terbuat dari keramik putih bersih. Sora gemetar saat menyentuh jam itu. Di bagian belakangnya terukir: "Untuk Sora, agar kamu selalu tahu jalan pulang."

​Sora menghidupkan rekaman video tersebut melalui layar kecil di The Chronos Weaver. Sosok wanita cantik dengan rambut berombak muncul. Wajahnya pucat namun matanya penuh dengan kehidupan.

​"Sora... jika kamu melihat ini, berarti Alistair Vance telah kalah. Maafkan Ibu karena tidak bisa menjemputmu. Ayahmu menyembunyikan Ibu di sini untuk melindungimu. Vance mengancam akan membunuhmu jika Ayah tidak menyerahkan formulanya, jadi mereka membuat kesepakatan: Ibu dianggap mati agar tidak ada lagi sandera, dan Ayah bekerja dalam diam. Tapi Ibu selalu mengawasimu dari kejauhan."

​Wanita itu tersenyum sedih. "Jam saku ini bukan sekadar jam. Di dalamnya ada koordinat tempat Ayahmu menyembunyikan sisa komponen 'Mesin Ketiga' yang sebenarnya. Alistair hanya mendapatkan sampahnya. Harta aslinya ada di bawah perlindungan Hael Arlo."

​Sora tersentak. Hael? Jadi Hael bukan sekadar kolektor yang kebetulan bertemu dengannya?

​"Hael adalah putra dari rekan kerja Ayahmu yang juga dikhianati Vance. Dia adalah pelindungmu sejak awal, Sora. Cari dia. Bersama-sama, kalian bisa mengakhiri kutukan ini selamanya."

​Sora terduduk di lantai kayu menara jam. Ia merasa dunianya kembali jungkir balik. Hael bukan orang asing. Hael adalah bagian dari rencana besar ayahnya. Dan sekarang, Hael sedang bertaruh nyawa di Jakarta demi melindunginya.

​"Hael..." bisik Sora. Amarahnya terhadap Vance kini bercampur dengan ketakutan luar biasa akan keselamatan Hael.

​Tiba-tiba, suara deru mobil-mobil hitam terdengar di halaman panti asuhan. Melalui celah jendela menara, Sora melihat beberapa pria bersenjata keluar dari kendaraan. Mereka bukan polisi Paris. Mereka adalah sisa-sisa pasukan pribadi Alistair Vance yang dipimpin oleh seseorang yang sangat Sora kenal.

​Bastian. Pria itu selamat dari pelabuhan.

​"Sora Kalani!" suara Bastian menggema melalui pengeras suara. "Berikan jam itu, atau panti asuhan ini akan terbakar sama seperti bengkel ayahmu sepuluh tahun lalu!"

​Sora berdiri, menggenggam jam saku ibunya dan The Chronos Weaver erat-erat. Ia tidak lagi gemetar. Ia menatap mesin jam menara yang kini berdetak dengan gagah. Ia menyadari satu hal: ia tidak akan lari lagi. Jika Paris adalah tempat di mana rahasia ini dimulai, maka Paris jugalah tempat di mana ia akan menghancurkan para pencuri waktu ini untuk selamanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!