NovelToon NovelToon
Ranting Kaku Yang Di Peluk Badai

Ranting Kaku Yang Di Peluk Badai

Status: sedang berlangsung
Genre:Kaya Raya / Romantis / Perjodohan
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Violet Aolani, mahasiswi tengil yang tak kenal kata mundur, nekat mengejar Arden Elio Bayu, CEO kaku yang hidupnya sedingin es. Di mata Arden, Violet hanyalah anak kecil yang mengganggu; namun bagi Violet, Arden adalah takhta yang harus ia taklukkan. Ini adalah kisah tentang "badai" muda yang meruntuhkan tembok beku sang penguasa korporat dengan keberanian yang nyaris lancang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu yang tak berizin

Suasana kampus sedang ramai karena acara festival kewirausahaan. Violet tampak berdiri di tengah stan, tertawa lepas bersama seorang pria tampan bernama Rayyan, ketua BEM sekaligus putra pemilik bank ternama. Rayyan tampak begitu perhatian, bahkan sempat merapikan helai rambut Violet yang tertiup angin.

"Vi, kamu beneran jenius ya. Konsep startup sosial kamu ini pasti menang di kompetisi nasional nanti," puji Rayyan dengan tatapan yang sangat memuja.

Violet tersenyum manis—senyum tulus yang jarang ia perlihatkan saat sedang mode "cegil" di depan Arden. "Makasih, Ray. Itu juga berkat masukan kamu semalam di telepon."

Dari kejauhan, di dalam mobil sedan hitam yang terparkir agak tersembunyi, Arden mengamati pemandangan itu dengan tangan yang mencengkeram stir hingga memutih. Ia datang ke kampus dengan alasan "ingin memberikan sertifikat magang yang tertinggal", tapi melihat kedekatan Violet dengan pria yang seumuran dan tampak serasi dengannya, Arden merasa dadanya seperti dihantam godam.

"Sembilan belas tahun... Memang seharusnya dia bersama pria seperti itu," gumam Arden ketus, namun ia tidak beranjak pergi. Ia justru merasa panas melihat Violet tertawa sebegitu lepasnya.

Di Kediaman Keluarga Bayu

Malam harinya, Arden dipanggil pulang ke rumah orang tuanya. Tuan Bayu dan istrinya sudah menunggu di ruang makan dengan wajah yang tidak bisa dibantah.

"Arden, Mama dengar dari Tuan Aolani kalau Violet sudah tidak magang lagi karena kamu terlalu kaku padanya?" tanya sang Mama dengan nada kecewa.

"Dia harus fokus kuliah, Ma. Itu keputusannya sendiri," jawab Arden singkat sambil mengaduk makanannya tanpa selera.

"Papa tidak mau tahu," Tuan Bayu memotong dengan tegas. "Besok malam adalah perayaan ulang tahun pernikahan kami yang ke-30. Papa sudah mengundang keluarga Aolani. Dan tugas kamu adalah menjemput Violet secara pribadi. Ajak dia ke sini."

Arden terdiam. "Pa, dia mungkin sedang sibuk dengan... teman-temannya."

"Teman atau pria bernama Rayyan itu?" sindir Tuan Bayu yang ternyata memantau media sosial. "Kalau kamu membiarkan permata seperti Violet lepas hanya karena gengsi besarmu itu, jangan menyesal kalau suatu saat dia jadi menantu di keluarga pemilik bank itu."

Misi Penjemputan

Keesokan sorenya, Violet baru saja selesai kelas saat sebuah mobil mewah yang sangat ia kenali berhenti tepat di depan gedung fakultasnya. Kehadiran mobil itu tentu saja membuat heboh mahasiswa lain, termasuk Rayyan yang sedang berjalan di samping Violet.

Arden turun dari mobil. Kali ini ia tidak memakai jas, hanya kemeja hitam yang lengannya digulung, memberikan kesan maskulin yang lebih santai namun tetap berwibawa.

"Tuan Bos?" Violet mengerutkan kening, mencoba tetap bersikap formal dan dingin. "Ada apa ya ke kampus saya?"

Arden menatap Rayyan sekilas dengan tatapan dingin yang seolah mengatakan 'menjauhlah', lalu kembali menatap Violet. "Orang tua saya mengundang kamu ke acara ulang tahun pernikahan mereka malam ini. Papa minta saya menjemput kamu."

Rayyan berdehem, mencoba melindungi Violet. "Maaf Pak, tapi malam ini Violet sudah ada janji untuk membahas proyek kami di perpustakaan."

Arden melirik jam tangannya, lalu menatap Violet dengan tajam. "Pertemuan keluarga jauh lebih penting daripada diskusi perpustakaan, bukan begitu, Nona Aolani?"

Violet ingin sekali menolak, tapi ia juga tidak enak pada orang tua Arden yang selalu baik padanya. Ia menoleh ke Rayyan. "Ray, maaf ya, sepertinya kita tunda dulu diskusinya. Aku harus pergi."

Rayyan mengangguk kecewa, sementara Violet masuk ke mobil Arden. Di dalam mobil, suasana sangat hening.

"Tuan Bos nggak usah repot-repot jemput sebenarnya. Aku bisa berangkat sendiri bareng Rayyan nanti," ucap Violet sambil melihat ke arah jendela.

Arden mendengus dingin. "Rayyan? Sepertinya kamu cepat sekali menemukan 'mainan' baru setelah berhenti dari kantor saya."

Violet menoleh, matanya berkilat marah. "Dia bukan mainan, Tuan. Dia pria yang menghargai keberadaan saya, bukan pria yang menganggap saya sebagai 'gangguan berisik'. Jadi tolong, jangan bicara seolah Tuan peduli."

Arden terdiam. Ia ingin membalas, tapi ia sadar bahwa kata-katanya sendiri di pesawat waktu itu telah menjadi senjata yang kini berbalik menyerangnya. Ia baru menyadari, melihat Violet yang "dingin" dan berpaling pada pria lain jauh lebih menyebalkan daripada melihat Violet yang "cegil" dan berisik.

"Pakai gaun yang paling cantik nanti malam," ucap Arden pelan saat mobil hampir sampai di apartemen Violet untuk ia bersiap. "Karena malam ini... aku tidak ingin orang-orang melihatmu sebagai anak magang lagi."

Violet tertegun. Arden baru saja menggunakan kata 'aku', bukan 'saya'. Apakah es di kutub utara itu akhirnya benar-benar mulai retak?

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!