Menceritakan seorang wanita agen mata-mata bertransmigrasi ketubuh seorang Putri kerajaan dalam novel yang dia baca.
Semenjak kematiannya ditangan musuh, wanita itu masuk ketubuh barunya menjadi seorang putri yang tertindas. Setelah dirinya masuk ketubuh putri yang sering tertindas itu, dia berusaha merubah alur cerita dan mencegah satu kejadian dimana dia meninggal mengenaskan ditangan wanita licik.
Terus simak dan mampir jika kalian berminat membaca cerita ini, maaf kalau ada kalimat atau cerita yang sama karena ini murni ide dan khayalan saya sendiri.
Terimakasih banyak yang bersedia mampir dan singgah sebentar 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu 0325, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 14.
Ibu suri terlihat mengerutkan bibirnya ketika mendengar perkataan menantu bungsunya. Kemudian dengan tatapan serius tanpa pikiran panjang Ibu suri langsung memberi tamparan keras kepipi menantu bungsunya.
"PLAK.."
Tamparan keras yang didapatkan istri perdana menteri, membuatnya jadi terdiam syok. Kedua matanya langsung tertuju pada ibu mertuanya dengan bingung, sambil menyentuh pipi kanannya dia bertanya.
"Ibu, kenapa anda memukul saya. Seharusnya ibu memukul putri dari kakak ipar dia yang bersalah dan membuat saya seperti ini."ucap istri perdana menteri terkejut lalu bertanya pada ibu mertuanya atas tamparan ini
"Apa kamu masih berpura-pura bodoh, sejak kapan kamu menghargai kakak iparmu sendiri setelah menikah. Melihatmu dalam kondisi begini bukankah ini balasan dari kesalahanmu sendiri."ujar ibu suri sambil menunjukkan jarinya kearah menantu bungsunya dengan marah
Mendengar perkataan ibu suri, istri perdana menteri terlihat kecewa saat ibu mertua lebih membela kakak ipar daripada dirinya. Dengan wajah sedih dia menangis tersedu-sedu menatap ibu mertuanya yang pilih kasih antara menantunya.
"Ibu, huhuh... Apa yang ibu katakan. Saya sangat menghargai kakak ipar tanpa ibu sadari. Tetapi Victoria telah kelewatan batas, kenapa saya sama sekali tidak mendapatkan keadilan disini."ujarnya menangis tersedu-sedu sesekali mengusap air matanya yang menetes dua butir
Melihat istrinya sama sekali tidak diperhatikan adil oleh ibunya, Luck melangkah maju lalu dengan penuh kasih sayang menenangkan istrinya.
"Meski harus melawan ibuku, aku akan memberimu keadilan sayang."ucap Lucu berbisik pelan disamping istrinya menenangkan
"Terimakasih, suamiku!."jawabnya sedih memeluk tubuh suaminya yang kekar
Ketika Luck menenangkan istrinya, dia menatap kakak pertama dengan penuh harapan, bahwa bagaimana pun Victoria harus diberi pelajaran atas tindakannya.
Meskipun dia melakukan ini untuk membela ibunya akan tetapi perbuatannya terlalu berlebihan dan istrinya sudah dipermalukan didepan anggota keluarga.
"Kakak pertama, meskipun Victoria melakukan ini demi kakak ipar. Walaupun begitu dia harus menerima hukuman karena telah mempermalukan istriku didepan semua orang. Dan mungkin akan mencoreng nama baikku sebagai perdana menteri kerajaan Langit, tolong kakak pertama beri tindakan."ucap Luck menatap kakaknya penuh permintaan
Setelah terdiam beberapa saat, kaisar telah menepatkan hukuman yang pantas untuk putrinya atas tindakannya. Karena itu dia sudah memikirkan hukuman tersebut dengan matang.
"Baiklah, setelah saya memikirkan saya menjatuhkan hukuman pada Victoria yaitu hukuman cambuk sebanyak sepuluh kali."ucap kaisar setelah memilih hukuman ringan pada Victoria terima
Sejenak nyonya Viona menjadi panik ketika Victoria harus menerima hukuman cambuk sebanyak sepuluh kali. Hingga air matanya tidak bisa dia tahan lagi, lalu menatap putrinya dengan sedih.
"Tidak, putriku tidak bisa dihukum cambuk. Yang mulia fisik Victoria sangat lemah bagaimana anda bisa memberinya hukuman seberat itu untuknya."tolak nyonya Viona dengan sedih tidak ingin putrinya dicambuk atas perbuatan kecilnya
"Itu sudah termasuk hukuman ringan untuknya, jika kamu menolak hukuman ini. Ada satu hukuman sebagai gantinya yaitu tinggal dikandang kuda selama seminggu, apakah kamu menginginkan hukuman kedua untuk putrimu."ucap kaisar menatap istri pertamanya yang begitu ingin putrinya mendapatkan hukuman ringan bukankah ini sudah ringan
Mendengar semuanya nyonya Viona menjadi terdiam dan tidak menjawab sama sekali, bukankah dulu putrinya pernah dihukum tinggal dikandang kuda karena dituduh melukai Bianca.
Pada saat itu Victoria berangkat dalam keadaan baik-baik saja, tetapi setelah seminggu berlalu setelah tahanan selesai. Dia teramat terpukul ketika melihat putrinya penuh dengan luka dan menjadi kurus seperti tulang.
Nyonya Viona tidak tahu apa yang telah terjadi pada Victoria saat tinggal disana pada saat itu, hingga membuat Victoria teramat menderita tanpa dirinya sadari.
"Bagaimana Victoria, apakah kamu bersedia menerima hukuman cambuk sebanyak sepuluh kali."tanya kaisar dengan tegas menatap Victoria bertanya
Victoria mengangkat wajahnya dengan tegap, sorot matanya yang tajam tertuju pada kaisar. Akan tetapi pada saat Victoria ingin bicara suaranya sejenak terhentikan oleh Alesio yang sedari tadi diam menyimak kini turut buka suara.
"Ayah, bolehkah saya bicara sebentar!."ucap Alesio dengan tatapan tenang maju dua langkah kedepan menatap ayahnya
"Apa yang ingin kamu katakan, Alesio?."jawab kaisar mengangguk mengerti mengijinkan
Disisi Alesio, Bianca terlihat mengepalkan tangannya erat ketika kakaknya malah merusak suasana hatinya, untuk Victoria mendapatkan hukuman dari ayah mereka.
Sejak kemarin dia berniat ingin membuat hidup kakak kedua menderita, pada saat itu dia nyaris saja menyingkirkan wanita itu ditengah hutan. Akan tetapi kakak pertamanya malah mencarinya hingga dia pulang dalam keadaan baik-baik saja didalam hutan.
"Kenapa kakak malah merusak momen berhargaku, ketika aku ingin melihat dia kesakitan oleh cambuk itu."batin Bianca kesal melirik kakak pertamanya kesal
Pada saat Alesio ingin bicara, arah pandangannya langsung tertuju pada Victoria yang sama sekali tidak menunjukkan kepanikan atau ketakutan sama sekali terpancar diwajahnya.
Saat ayah mereka menepatkan hukuman cambuk pada Victoria, seakan Victoria telah memperdiksi semuanya dengan baik.
"Ayah, pada saat Victoria melakukannya saya juga ada disana. Dan saat kejadian itu terjadi bibi ketiga lah yang memulai lebih dulu sampai keributan pun terjadi."ucap Alesio
Mendengar penjelasan putra sulungnya, Kaisar sejenak mencoba memahami perkataan putranya. Jika memang benar yang memulai keributan adalah adik iparnya maka kaisar harus adil dalam mengambil keputusan.
"Omong kosong, saya sama sekali tidak memulai keributan itu. Dia lebih dahulu menyakiti saya dengan menyumpal makanan kemulut saya, kenapa Alesio malah menuduh bibi."ujar istri perdana menteri dengan kecewa menatap keponakan laki-lakinya
"Hentikan perdebatan, dikarenakan keterangan Alesio yang cukup meyakinkan. Maka saya tidak akan menghukum cambuk Victoria, tetapi Victoria dilarang keluar kamar selama satu minggu, dan tidak diizinkan siapapun menemuinya tanpa seiring dari saya jika ada yang melanggar maka saya akan tambahkan hukuman pada Victoria."ucap kaisar kemudian memutuskan keputusan setelah mendengar penjelasan putranya
Mengetahui bahwa Victoria tidak jadi dihukum cambuk, Alesio menghela napasnya lega setelah itu dia menyatukan kedua tangannya didekat dada berterimakasih.
"Terimakasih atas kemurahan hati ayah, untuk mengampuni Victoria!."ujar Alesio tersenyum kecil berterimakasih pada ayahnya
Saat melihat bagaimana Alesio membantu Victoria lagi, nyonya Viona menolehkan wajahnya kearah putra tirinya dengan raut wajah senang berterimakasih.
"Terimakasih!."ucap nyonya Viona terdengar samar, namun gerakkan bibirnya mampu diketahui oleh Alesio yang berdiri ditempatnya
Dengan tatapan tenang Alesio menganggukkan kepalanya saat ibu keduanya berterimakasih padanya, dengan sopan dia pun membalasnya dengan senyuman kecil.