NovelToon NovelToon
Ning Moza

Ning Moza

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:517
Nilai: 5
Nama Author: blue_era

Ning Moza yang mendapatkan biasiswa sampai ke jenjang atas dan semuanya terasa tiba tiba ketika Gus Alvaro hadir mengkhitbahnya dan menghalalkan dalam ikatan sakral. Dan masalah seketika menjadi ombak dalam iktan sakral, dengan hadir nya masa lalu keduanya. Gus Alvaro dan Ning Moza.
Bagaimanakah kisah tentang Ning Moza dan Gus Alvaro?!.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue_era, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

36

NING MOZA

Teriknya matahari membuat ku harus berteduh di gazebo belakang koperasi pondok putri

"mbak" panggilnya seseorang yang suaranya tak asing lagi bagiku. Kiano. Ya kiano

"ada apa?" kataku

"mbak Moza nggak papa?" tanyanya dengan duduk di tangga gazebo sedangkan aku tengah duduk di tangga gazebo bagian atas.

"iya mbak nggak papa"

"mbak bukannya kiano membela mas varo tadi kiano hanya ingin memberitahu mbak bahwasannya mas_"

"kiano mbak nggak mau denger"kataku dengan memotong perkataan kiano

"Tapi mbak ini penting jauh lebih penting mbak_"

"Maaf Kiano, mbak nggak mau dengar semua itu .Mbak permisi dulu Assalamualaikum"

Aku memang tidak ingin mendengar penjelasan apapun untuk saat ini, Namun langkahku terhenti ketika kiano justru Menghadang langkahku

"Mbak Moza dengerin Kiano dulu"

"Sekali lagi mbak minta maaf Kiano, Mbak nggak bisa bertahan di samping mas Varo lagi Mbak sudah meminta mas Varo untuk menceraikan Mbak"

"Apa Mbak ? Mbak Moza nggak boleh nyerah"

"Dulu Mbak memang nggak suka sama Mas Varo, tapi ketika mas Varo berhasil membuat mbak nyaman, dan Mbak pelan-pelan menerima pernikahan ini. Namun semua usaha Mbak nggak ada hasilnya, semua sia-sia. Mbak sudah mencoba membuka hati untuk Mas Varo.sekarang setelah Mbak bisa menerima, justru Mas Varo sendiri yang membuat Mbak nggak percaya"kataku dengan terisak

"Tapi aku harap Mbak lebih baik dengan penjelasan Mas Varo Mbak" tegasnya kiano dengan menatapku

"Assalamualaikum Gus, Ning" ucap kang santri di tengah percakapan kami

"Waalaikumsalam "jawab kami bersamaan

"Wonten nopo Kang? "tanya kiano dengan mengajak Kang Santri sedikit menjauh dariku

"Sak derengipun ngampuntene sampun ganggu Gus. badhe Matur wonten tamu teng dalem Gus sedang cari Gus Alvaro. kan Gus Alvaro nembe tindakan Gus, sedangkan Abi sama Umah jeh baru saja Berangkat diantar Kang Danu kadose pripun Gus? "jelasnya Kang santri itu dengan sopan

percakapan mereka masih bisa kudengar

" Ya sudah rawuhi pinarak rumiyen Kang Saya nanti ke sana" kata kiano

"masalahnya niku tamunya Estri Kang mboten ngagem jilbab" kata Kang santri itu lagi membuat Kiano mengerutkan keningnya

"Ndak papa .kan tamu itu ndak mandang siapa atau bagaimana cara berpakai kan? Bukankah abi selalu ngendikan seperti itu?"

"Njiheh mpun kalau begitu bade pamit rumiyen. Assalamualaikum" pamit nya Kang santri itu lalu berjalan meninggalkan kami

"Monggo Mbak ada tamu di rumah,ndak ada yang di rumah "Kata kiano dengan menghampiri ku

"kamu duluan saja" kataku seadanya

Lalu Kaano melangkahkan kakinya pergi meninggalkan ku.

*****

'Setelah kepergian Kiano beberapa menit yang lalu.lalu kulangkahkan kakiku menuju ruang tamu namun suara tangisan seorang perempuan membuatku berlari terbirit-birit untuk cepat sampai ruang tamu

"Kiano ada apa ?"Tanyaku setelah sampai di ruang tamu

"Duduk dulu mbak" katanya mempersilahkanku untuk duduk tanpa basa-basi aku menuruti kata Kiano dan aku duduk di samping kiano

"Aku nggak tahu Mbak tiba-tiba waktu kiano tanya langsung nangis dengan histeris" jelasnya kiano "Coba Mbak Moza yang nanya" katanya

"Mbak Maaf, ada yang bisa kami bantu?"dengan hati-hati ku bertanya dengan seorang wanita yang tengah menangis dengan terisak

"Kalian jahat!!kalian jahat!!"katanya dengan menangis.Aku mulai mendekatinya dengan duduk disampingnya ku usap punggungnya dengan halus agar tangisnya meredá namun tiba-tiba ia menatapku lalu berdiri

jangan Setahu gue !!"katanya dengan marah

Aku dan Kiano terkejut kami saling tatap karena bingung bagaimana caranya menanyai tamu wanita ini?ditenangkan jadi marah

"Mbak sebaiknya telepon mas Varo saja" bisiknya kiano dengan menghampiriku

"Kamu aja, HP Mbak di kamar" kataku dengan setengah berbisik

"Ya sudah "kata kiano lalu dengan cepat Kiano. menelpon Mas Varo

"Mbak duduk dulu ya" tawarku alhamdulillah wanita itu menurut namun masih menangis

Setelah telepon kiano tersambung dengan mas Varo.kiano langsung memberi tahukan pada Mas Varo

"Assalamualaikum "

"....."

"Ini ada tamu Mas tapi nggak tahu datang-datang langsung nangis kayak kuntilanak "

"....."

"perempuan "

"....."

"Iya Mas cepet balik ya "

"....."

"ya Assalamualaikum"

Setelah menelepon Mas Varo kiano dengan cepat memasukkan ponselnya dan berdiri di sampungku yang tengah duduk disamping wanita itu.

Suara deru mobil milik Mas Varo terdengar dari ruang tamu aku sedikit lega karena ada Mas Varo, pasalnya kiano tidak bisa menghadapi seorang perempuan karena tidak terbiasa apalagi dengan sikap dingin dan cuek nya.

"Assalamualaikum "ucap Mas Varo

"Waalaikumsalam" jawab ku dan Kiano bersamaan

Sayang ada apa ?"tanya Mas Varo saat ku cium punggung tanganya

"Aku sama mbak Moza nggak tahu Mas tiba-tiba nangis histeris" jawab kiano

Wanita itu perlahan mengangkat kepalanya dan tatapannya tak lepas dari mas Varo

"Genta "panggilnya wanita itu dengan ingin memeluk Mas Varo, namun Mas Varijustru memundurkan langkahnya dengan menggenggam jemari ku.Aku hanya diam

"Kenapa dengan kamu Genta?!"teriaknya Bella "Siapa wanita itu !?"

"Maaf bel "tutur mas Varo" aku sudah menikah "lanjutnya mas Varo

" Hah?!menikah?!.Apa kamu sudah gila Genta?!"kata wanita itu dengan tertawa hambar

"Kamu bohong !!kamu bohong Genta!!"teriaknya dengan menatapku penuh dengan kebencian yang terpancar dari matanya

"lo, lo Sudah berani rebut Genta dari gue!!"bentaknya wanita itu

"Bella cukup !!Apa maksudmu?!" bentuknya ya mas Varo tak kalah lebih keras

"Genta dia udah rebut kamu dari aku gen! "katanya dengan lirih

"Kamu salah kalau kamu bilang istriku merebut aku darimu justru aku yang meminta istriku untuk menjadi teman hidup dunia dan akhirat ku bersama anak-anakku nanti "tegasnya mas Varo dengan menggenggam tanganku sangat erat karena tanganku yang terasa dingin

"Enggak dia penghancur !!!"teriaknya dengan menatapku yang penuh dengan amarah dan kebencian

Dengan cepat mas Varo menarik lenganku ketika bila ingin menghampiriku aku bersembunyi di belakang punggung Mas Varo yang tegap

"Jangan pernah sekali-kali kamu pegang istriku !!"tegasnya mas Varo dengan setengah membentak Bella

"KENAPA HARUS DIA?! AKU SUDAH LAMA MENCINTAI KAMU!!"teriaknya dengan menangis histeris

"aku tidak peduli bila pergi dari sini atau mau aku paksa!!"marahnya Mas Varo yang sudah sangat Jengah dengan Billa

"Ingat aku nggak bakal tinggal diam Genta!!buat lo Jangan harap hidup lo tenang!!"ancamnya Billa dengan menunjuk ku

*****

Setelah kepergian Bella Mas Varo menghampiriku dan menatapku lau memelukku tubuhku erat.tubuhku terasa sangat lemas, ku mencoba mundur kan langkahku untuk melepaskan pelukan Mas Varo.

Dan akhirnya Mas Varo melepaskan pelukannya,awalya mas Varo tidak mau, namun aku memberontak

Saat Mas Varo hendak memelukku air mata ku sudah tak mampu ku tahan lagi hingga air mataku tanpa sungkanya mengalir deras

Jangan sentuh aku Mas!!"kataku dengan menekankan di setiap kata

"Sayang Mas bisa jelasin "kata Mas Varo hendak meraih tanganku yang sempat ku hindari

Kamu harus denger mas Sayang. jangan salah paham" katanya nya dengan mencoba meraih tanganku lagi namun selalu kuhindari

"Sudah berapa wanita yang datang kesini mas sudah dua wanita dan itupun kedatangannya sama menginginkan mas Varo" kataku dengan meremas jemariku karena dadaku yang terasa sakit

Kiano hanya diam dengan menundukkan kepalanya yang tengah duduk di ruang tamu

"Yang dengerin dulu" pintanya dengan menatapku Sayu ya "mas nggak pernah meminta mereka buat dateng kesini Yang"

"Mas Varo memang tidak meminta bila datang tapi mas Varo yang membawa Syifa kesini dan meminta restu Abi sama Ummah iya kan?!"

Lalu kulangkahkan kakiku meninggalkan Mas Varo dan Kiana

Yang" panggilnya mas Vare dengan menyusulku ke kamar

Sampai nya dikamar kurebahkan tubuhku diatas ranjang dengan keadaan tengkurap karena kepalaku yang tiba-tiba pusing

"Sayang "pintannya " mas bisa jelasin Yang" Lanjutnya mas Varo dengan mendudukan tubuhnya di pinggiran kasur

Aku tidak menggubrisnya sama sekali

"Yang kamu dengerin Mas dulu " aku hanya diam

"Sayang please dengerin Mas jelasin semuanya ini semua itu hanya salah paham"

Lalgiagi aku tetap tidak menggubris nya

"Yang udah ya? mau jalan-jalan ?atau mau belanja? atau mau makan ?yang atau mau_"

Cukup.cukup Mas !!jangan membuatku tambah marah" kataku dengan Posisiku yang masih tengkurap

"Aku kurang apa di mata mas Varo?" kataku dengan terisak

"Apa Mas Varo lebih suka dengan Billa dan Syifa?" tanyaku dengan mendudukkan tubuhku

"Astagfirullah yang kamu nggak kurang apa-apa kamu sudah sangat perfect di mata Mas msiapa yang bilang Mas lebih suka dengan Billa dan Syifa?sayang kamu bisa dengerin? Mas jelasin semuanya biar kamu nggak salah paham.Oke? "

"Nggak perlu karena semuanya udah jelas lalu Syifa itu apa Mas Dan bila itu apa!

"Sayang Syifa dan Billa itu teman Mas waktu SMA "

Memang kalau teman harus ya dengan menikahi Syifa? dan Bella yang bilang aku yang mau rebut mas. Apa itu teman. Teman seharusnya saling support temannya mendukung pilihan temannya bukan malah menghina istri temannya" kataku dengan nafas yang tidak beraturan

"Yang makanya, Sayang dengerin Mas dulu ya? "

"nggak perlu, nggak perlu di jelasin karena semuanya sudah jelas "

"Ok.Mas akan tetap meminta dan menunggu kamu sampai kamu mau dengerin penjelasan Mas "katanya dengan tegas

*****

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!