NovelToon NovelToon
Pendekar Elang Hitam

Pendekar Elang Hitam

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Balas Dendam / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: bang deni

Keluarganya di rampok oleh pemdekar Aliran hitam, ayah dan ibunya terbunuh sedangkan ia terjatuh di lembah Bangkai, Seekor Elang hitam raksasa menyelamatkan nya, di bawah asuhan Elang Hitam Dia tumbuh menjadi pendekar sakti dan menumpas kejahatan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kotaraja Karang Setra

Selama beberapa hari Jaka beristirahat di goa itu memulihkan tenaga dalamnya, dari Ki Ageng Surya juga ia mendapat nasehat dan pengetahuan tentang Rimba persilatan, di luar goa Elang Hitam sesekali datang membawa jamur atau binatang buruan, membuat jaka dan Ki ageng Surya tak perlu mencari makanan sendiri

" Kakek, mengapa mereka bermain curang dengan senjata gelap dan suka membokong?' tanya Jaka saat mereka duduk di dalam goa

" Bagi pendekar golongan putih hal itu memang tabu, tetapi bagi golongan hitam hal itu di anggap hal yang biasa, bagi mereka kemenangan adalah yang utama tak penting dengan cara curang atau tidak asal menang" jawab Ki Ageng Surya

" ternyata begitu, kemarin memang aku yang ceroboh karena mengira mereka tak akan melakukan hal curang" ucap jaka yang kini mengerti akan keadaan rimba persilatan

"aku melihat kau mempunyai dendam pada perguruan Macan Hitam?" tanya Ki ageng Surya

" ya kek, mereka merampok keluargaku, membuat aku terjatuh ke jurang, sedangkan kedua orang tuaku entah bagaimana kabarnya" jawab Jaka lirih

" Pantas saja kau menurunkan tangan keras pada murid perguruan Macan Hitam, lalu apa rencanamu sekarang?" tanya Ki ageng Surya lagi

" Aku akan meneruskan perjalanku kek, sambil mencari kabar orang tuaku" jawab Jaka

" Boleh aku tahu siapa kedua orangtuamu?" tanya Ki Ageng Surya yang penasaran siapa kedua orang tua jaka

" ayahku Mahesa Adipati Tanjung, sedang ibuku Mayang" jawab Jaka sambil mengenang wajah kedua orang tuanya

" Apaaa! kau anak mahesa, berarti kau cucu Raja Arya Jaya?" Ki ageng Surya kaget mendengar siapa orang tua jaka

" Iya kek, apa kakek mengenal ayahku?" tanya Jaka

" AKu tak mengenal ayahmu tapi aku pernah mendengar tentang ayahmu dulu, Jaka baiknya kau temui kakekmu Raja Arya Jaya, dia akan memberitahumu apa yang terjadi pada kedua orang tuamu" sahut Ki ageng Surya, ia tahu Mahesa dan istrinya telah tewas di tangan Lingga, si Macan Hitam, namun ia tak tega memberitahukan hal itu pada jaka , ia menyuruh jaka ke kakeknya agar nanti tak gelap mata dan nekat menyerang Perguruan macan Hitam seorang diri

" Kalau begitu besok aku akan ke kota raja saja" putus Jaka setelah mendengar saran dari Ki Ageng

" Ya istirahatlah besok juga aku akan mengumpulkan para ketua perguruan, agar besatu melawan perguruan Macan Hitam, sudah waktunya mereka di musnahkan " ucap K Ageng Surya

" Baik kek, aku akan bergabung setelah menemui kakekku Raja Arya Jaya" sahut Jaka

Ke esokan harinya Jaka dan Ki Ageng berpisah , jaka mengambil arah selatan di mana Kotaraja berada, sedangkan Ki ageng ke arah timur menuju perguruan Bangau Putih untuk memulai pergerakannya melawan perguruan Macan Putih

" Kakek aku permisi. terima kasih atas wejangan dan pertolongan kakek" ucap Jaka saat berpisah

" Sama sama , hati hati di jalan dan selalu waspada" sahut Ki ageng Surya mengingatkan

" Iya kek" jawab Jaka, ia memberi hormat pada Ki ageng surya lalu melesat dengan ilmu tenaga dalamnya , sedangkan Elang hitam terbang jauh di angkasa mengawasi Jaka tanpa sepengetahuan Jaka

" Berhenti!" satu bentakan keras membuat lari Jaka terhenti,

" Ada apa paman?" tanya jaka , sambil melihat siapa yang menyuruhnya berhenti, di depan Jaka berdiri lima pria paruh baya berdiri menghalangi jalannya

" Ini wilayahku, jika kau ingin lewat maka kau harus membayar" bentak seorang pria yang mempunyai tubuh tinggi besar, wajahnya tampak bengis dengan muka penuh brewok dan ada luka melintang di mata kirinya membuatnya terlihat garang

" maaf paman aku tak punya uang, lagian jalan ini kan milik kerajaan Karang Setra, bukan milik kalian" jawab Jaka , ia tahu dari penampilan dan wajah mereka , mereka pastinya gerombolan perampok

" kalau begitu tinggalkan saja nyawamu!" bentak pria itu langsung menyerang Jaka, dengan jari jari membentuk cakar macan

"Hiaaaat"

Wuuut

Jaka langsung mendidih darahnya melihat jurus yang di keluarkan penyerangnya, karena ia tahu itu salah satu jurus perguruan Macan Hitam ia dengan cepat melompat keatas lalu dengan gerakan menukik seperti elang menyambar mangsa ia balas menyerang

Craaaak

Aaaaargh

Lelaki yang menyerang itu menjerit saat serangan Jaka mengenai lehernya , ia terpental dan tewas seketika

"Kurang ajar!"

"Serang bersama sama" teriak salah satudari empat lelaki itu marah melihat teman mereka tewas di tangan jaka, mereka menghunus pedang mereka dan langsung menyerang Jaka dari empat penjuru

Hiaaaat

hiaaaat

swiiing

sriiiing

melihat musuh menyerang dengan pedang, Jaka juga menghunus pedangnya, sinar kehitaman menyelubungi pedang Elang yang Jaka pegang,

Wuuut

traang

traaang

traaang

" Ah"

keempat lelaki itu berteriak kaget karena pedang di tangan mereka kutung saat bertemu dengan pedang Hitam Jaka, Jaka yang baru menggunakan pedang itu juga terkejut tak menyangka jika pedangnya sangat tajam, hingga mampu memotong pedang lawan dengan mudah

Hiaaaat

setelah termangu beberapa saat Jaka melesat kembali menyerang mereka

Swiiiing

Craaash

craaaash

Aaaaargh

serangan pedang Jaka menebas leher dua lelaki musuhnya , namun Jaka tak berhenti di sana dengan gerakan seperti elang ia menyerang dua lelaki yang tersisa

Hiaaaat

traaaang

traaaang

craash

aaaargh

Kedua lelaki itu berusaha menangkis dengan pedang kutungnya tetapi pedang Jaka menerabas dan mengenai dada mereka, membuat mereka menjerit kesakitan fan tewas menyusul teman temannya

Jaka menyarungkan pedangnya kembali, dan dengan pedang kutung milik salah satu lelaki itu jaka membuat lubang untuk mengubur mereka

Criing

saat Jaka mengangkat mereka satu keping emas terjatuh

" ternyata mereka banyak uangnya juga" gumam Jaka saat memeriksa kelima mayat itu, Jaka mengambil semua keping yang ada di tubuh mereka menurutnya mereka telah tewas, lebih baik di ambil nantinya akan di bagikan pada yang membutuhkan

Setelah menguburkan kelima musuhnya dalam satu lubang , Jaka melanjutkan perjalannya menuju Kotaraja Karang setra

setelah dua hari perjalanan Jaka tiba di Kota Raja Karang Setra, melihat gerbang kota raja ia teringat akan masa kecilnya di mana ia datang bersama ayah dan ibunya dengan kereta kuda

" Berhenti!" saat akan masuk penjaga menahan Jaka

" ada apa paman?" tanya Jaka

" anak muda kau lupa mengisi daftar masuk" penjaga itu menunjuk ke meja tempat pendatang melapor

" maaf paman aku tak tahu" jawab Jaka sambil tersenyum malu karena memang dirinya yang menyelonong masuk , sedangkan oarang lain mengisi daftar pendatang dulu

" apa kau baru ke kotaraja kali ini?" tanya petugas jaga itu

" Iya paman, aku baru kali ini datang ke kotaraja" jawab Jaka

" nah isilah , petugas jaga itu menyodorkan buku daftar tamu pada Jaka

Jaka mengambil buku itu dan menulis namanya

" Jaka wisesa!" petugas itu kaget saat melihat nama yang di tulis Jaka

" Iya paman itu memang namaku, Kenapa paman?" tanya Jaka heran

" tidak apa apa, masuklah, tetapi ingat jam sepuluh malam jangan berkeliaran di luar" ucap petugas itu memberitahukan larangan keluar malam di Kota raja

" Ya paman, terima kasih" sahut Jaka sambil berjalan masuk

" Kau berjaga sendiri dulu aku harus melapor pada senopati" ucap petugas yang melayani Jaka tadi.

Jaka masuk dengan santai, ia kagum akan keindahan kota raja yang indah dan ramai

1
Dania
semangat tor
Lili Aksara
Wah, kok nggak ada yang heran sama elang itu ya, entah terkesima apa gimana gitu. Lanjutkan, unik ini novelnya, soalnya tokohnya dilatih sama burung elang.
pendekar angin barat
nah gitu donk .nhrs kejam ma penjahat..
Bagaskara Manjer Kawuryan
berasa baca kitab perndekar rajawali sakti 😁
Blue Angel: hampir mirip kak
total 1 replies
erick
hanya kena racun sdh keok... memalukan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!