NovelToon NovelToon
"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

Status: tamat
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Arkan Alesandro Knight adalah seorang King Mafia dari organisasi Black Eclipse yang memiliki reputasi mematikan, namun ia menyimpan satu rahasia konyol: ia menderita Mysophobia akut. Baginya, kuman lebih berbahaya daripada peluru. Hidupnya yang steril dan kaku berubah total ketika ia terjebak dalam sebuah perjodohan dengan gadis pilihan ayahnya, Evelyn Valentina Grant.

​Evelyn tampil sebagai sosok "My Nerdy Wife"—gadis culun dengan kacamata tebal, daster bunga-bunga yang aneh, dan sifat ceroboh yang luar biasa. Namun, di balik penyamaran konyolnya, Evelyn sebenarnya adalah Queen EVG, seorang peretas kelas dunia dan pemimpin organisasi spionase yang sangat tangguh. Ia sengaja berakting bodoh untuk melindungi identitasnya sekaligus memata-matai Arkan.

penasaran dengan cerita mereka jangan lupa mampir yapp🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Pagi hari di kediaman keluarga Grant biasanya dimulai dengan kemewahan yang tenang, namun hari ini, atmosfer di ruang tengah terasa seperti medan perang mode. Mammy Violet, dengan ambisinya sebagai mantan model dan desainer eksklusif, telah membentangkan koleksi terbarunya di atas manekin-manekin perak.

"Arkan, Sayang! Sebelum kalian kembali ke vila Alpen, kau wajib mencoba mahakarya Mammy!" seru Mammy Violet dengan mata berbinar. "Ini adalah jas 'The Arctic Wolf'. Terbuat dari bulu sintetis super halus yang dirancang khusus untuk pria dengan otoritas tinggi sepertimu!"

Arkan Alesandro Knight berdiri mematung. Matanya melebar menatap sebuah jas panjang yang dipenuhi bulu-bulu putih lebat yang tampak sangat... berdebu di matanya. Baginya, jas itu bukan mahakarya, melainkan sebuah apartemen mewah bagi jutaan tungau, bakteri, dan partikel kulit mati yang beterbangan.

"Nyonya Grant, saya sangat menghargai niat Anda. Namun, sistem imun saya memiliki... protokol ketat terhadap serat hewan tiruan," ucap Arkan, suaranya terdengar tercekat. Ia mundur selangkah, tangannya sudah meraba botol semprotan di saku celananya.

"Oh, jangan konyol! Bulu ini sudah dicuci dengan uap murni!" Mammy Violet tidak menerima penolakan. Ia segera menarik lengan Arkan menuju ruang ganti besar yang dikelilingi cermin. "Evelyn! Cepat bantu suamimu memakai ini! Mammy ingin melihat siluetnya!"

Evelyn, yang sedang asyik mengunyah biskuit di pojok ruangan, tersedak. Ia menatap Arkan yang wajahnya sudah sepucat kertas tisu. *Gawat. Kalau Arkan dipaksa pakai itu, dia bisa pingsan karena serangan panik higienis!*

"I-iya, Mammy! Sini, biar Eve yang bantu Tuan Arkan. Tuan kan... agak malu kalau ganti baju sendiri," cicit Evelyn sambil berlari kecil, menyeret Arkan masuk ke dalam ruang ganti dan menutup pintu geser itu rapat-rapat.

Di dalam ruang ganti yang sempit dan dipenuhi cermin, udara terasa mendadak tipis. Arkan bersandar di dinding, napasnya memburu. Jas bulu itu tergantung di kaitan pintu, tampak seperti monster yang siap menerkamnya.

"Tuan Arkan, tenang. Tarik napas... buang... udaranya bersih kok, Eve sudah semprot pakai parfum bayi tadi," bisik Evelyn, mencoba menenangkan pria setinggi 180 cm yang kini tampak sangat rapuh.

"Evelyn... keluarkan aku dari sini," gumam Arkan. "Bulu-bulu itu... aku bisa melihat mereka bergerak. Mereka akan masuk ke pori-poriku..."

Evelyn menatap Arkan dengan iba. Ia tahu trauma ini nyata bagi Arkan. Tanpa pikir panjang, Evelyn mendekat dan memegang kedua bahu Arkan. "Lihat Eve, Tuan. Fokus ke mata Eve. Nggak ada kuman di sini. Semuanya steril."

Arkan menatap mata di balik kacamata tebal itu. Dalam jarak sedekat ini, ia tidak melihat kuman. Ia melihat pantulan dirinya yang sedang kacau, dilindungi oleh seorang gadis yang selama ini ia anggap lemah.

Tiba-tiba, suara Mammy Violet terdengar dari luar. "Arkan? Evelyn? Kenapa lama sekali? Apa perlu Mammy masuk untuk membantu?"

"JANGAN, MAMMY! Tuan Arkan... anu... kancingnya nyangkut di bulu!" teriak Evelyn panik.

Evelyn segera mengambil jas bulu itu. Ia harus membuat Arkan memakainya sebentar saja agar Mammy puas. "Tuan, tolong. Pakai ini cuma tiga puluh detik. Habis itu kita lari ke mobil. Oke?"

Arkan menggeleng kuat-kuat. Namun, saat Evelyn mencoba memakaikan jas itu ke lengan Arkan, kaki Evelyn tersangkut karpet tebal di ruang ganti.

"Aaakh!"

Brukk!

Evelyn jatuh tepat ke pelukan Arkan. Tubuh mereka bertabrakan, membuat mereka terjepit di antara dinding dan rak pakaian. Jas bulu itu jatuh menutupi kepala mereka berdua, menciptakan tenda bulu kecil yang sangat privat.

Hening.

Aroma sabun bayi dari tubuh Evelyn dan aroma antiseptik dari tubuh Arkan bercampur di bawah selimut bulu itu. Arkan membeku. Jantungnya berdegup sangat kencang, bukan karena takut kuman, tapi karena dada Evelyn menempel tepat di dadanya.

Arkan bisa merasakan napas Evelyn yang hangat di lehernya. Anehnya, rasa geli dari bulu jas yang biasanya akan membuatnya berteriak, kini tidak terasa. Fokusnya teralih sepenuhnya pada gadis di pelukannya.

"T-tuan... maaf... Eve nggak sengaja," bisik Evelyn. Suaranya terdengar serak dan sangat dekat di telinga Arkan.

Arkan tidak melepaskannya. Sebaliknya, tangannya yang masih gemetar perlahan melingkar di pinggang Evelyn, menariknya lebih erat. Arkan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Evelyn, menghirup aroma sabun bayi itu dalam-dalam untuk menenangkan pikirannya.

"Tetaplah seperti ini sebentar," gumam Arkan pelan. "Aromamu... lebih baik daripada disinfektan manapun."

Evelyn terpaku. Sang Queen Mafia yang biasanya dingin dan tak tersentuh kini merasa wajahnya panas seperti direbus. Ia bisa merasakan otot-otot Arkan yang kencang mulai rileks dalam dekapannya.

Apakah ini efek 'Alergi Pria Tampan' yang dibilang Abang? batin Evelyn bingung.

Di luar pintu, Lana Knight sedang menempelkan telinganya ke kayu pintu sambil menahan tawa. Ia mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan ke grup keluarga (yang tidak ada Arkan di dalamnya): "Update dari Alpen: Pangeran Higienis sedang melakukan 'dekontaminasi' romantis di ruang ganti. 10/10 akan ada keponakan dalam waktu dekat."

Tiba-tiba, pintu geser terbuka sedikit. Mammy Violet melongok masuk. "Kalian sedang ap—"

Mammy Violet terdiam. Ia melihat tumpukan bulu di lantai yang bergerak-gerak, dan kaki Arkan serta Evelyn yang terlihat tumpang tindih.

"MAMMY! JANGAN LIHAT!" teriak Evelyn sambil menyembul keluar dari balik jas bulu dengan rambut acak-acakan dan kacamata miring ke kiri.

Arkan muncul di belakangnya, wajahnya kembali dingin dan datar, meski telinganya masih semerah tomat. Ia memegang jas bulu itu dengan dua jari, seolah-olah memegang limbah nuklir.

"Nyonya Grant, jas ini... sangat hangat," ucap Arkan dengan nada robotik. "Saya akan membelinya. Tapi tolong, kirimkan langsung ke pabrik pengolahan tekstil saya untuk dibersihkan dengan radiasi sinar gamma terlebih dahulu."

Mammy Violet mengerjapkan mata, lalu tersenyum lebar. "Oh! Tentu saja, Sayang! Apa pun untuk menantuku yang unik ini!"

Setelah berhasil "melarikan diri" dari rumah keluarga Grant, mereka kini berada di dalam mobil menuju vila. Arkan duduk di pojok kanan, Evelyn di pojok kiri. Keheningan di antara mereka sangat canggung.

Evelyn mencuri pandang ke arah Arkan. Pria itu terus menatap tangannya yang tadi memeluk pinggang Evelyn. Arkan mengambil selembar tisu basah antiseptik, namun ia hanya memutarnya di jari-jarinya tanpa menyeka kulitnya.

"Tuan Arkan... tangan Tuan kotor ya habis pegang Eve?" tanya Evelyn pelan, merasa sedikit sedih.

Arkan menoleh. Ia menatap telapak tangannya, lalu menatap Evelyn. Dengan perlahan, ia membuang tisu basah itu ke tempat sampah mobil tanpa menggunakannya.

"Tidak," jawab Arkan pendek. "Hanya... mencoba mengingat suhunya."

Evelyn memalingkan wajah ke jendela, menyembunyikan senyum lebarnya. Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Lensa kontak di matanya tiba-tiba berkedip merah.

Bip! Bip!

[PESAN DARURAT: EDWARD]

"Queen, Dmitri Volkov baru saja mendarat di Zurich. Dia membawa dokumen pertunangan lama kalian ke kantor Black Eclipse. Dia ingin bertemu Arkan."

Evelyn mengepalkan tangannya di bawah daster pinknya. Dmitri Volkov. Pria licik yang dulu ingin menggunakan kekuasaan EVG untuk kepentingan politiknya di Rusia. Pria itu tahu persis siapa Evelyn Valentina Grant di balik kacamata nerdy ini.

"Evelyn," panggil Arkan tiba-tiba.

"Ya, Tuan?"

"Siapa Dmitri?" tanya Arkan, matanya menatap tajam ke arah tabletnya yang baru saja menerima notifikasi dari Samuel.

Evelyn membeku. Bagaimana Arkan bisa tahu secepat itu?

"D-dmitri? Siapa itu Tuan? Apa itu merk sabun cuci piring baru?" Evelyn mencoba tertawa bodoh, tapi suaranya bergetar.

Arkan mematikan tabletnya dan mendekat ke arah Evelyn, mengurung gadis itu di sudut kursi mobil. "Dia baru saja mengirimkan pesan ke sekretarisku. Katanya, dia ingin menjemput 'miliknya' yang sedang dipinjam oleh keluarga Knight."

Arkan menarik dagu Evelyn agar menatapnya. "Aku tidak suka ada kuman asing yang mencoba mengklaim barang milikku, Evelyn. Apalagi kuman bernama Dmitri."

Evelyn bisa merasakan aura membunuh yang dingin dari Arkan. Kali ini, Arkan tidak terlihat seperti pria yang takut debu, melainkan seperti King Mafia yang siap menghanguskan siapa saja yang berani menyentuh dunianya.

"Tuan... Eve cuma milik Daddy dan Mammy..." cicit Evelyn.

"Dan sekarang, kau berada di bawah yurisdiksi kesterilanku," balas Arkan dengan nada posesif yang mutlak. "Samuel, siapkan unit pembersihan di kantor pusat. Kita akan menyambut tamu dari Rusia ini dengan cara yang sangat... higienis."

Perang antar mafia akan segera pecah, dan kali ini, kuman dari masa lalu Evelyn benar-benar menantang kesabaran sang Pangeran Disinfektan.

1
Hikam Sairi
🤣🤣🤣🤣
Hikam Sairi
😩😩😩😩
Hikam Sairi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 Gatot Misi wortel layu nya 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!