NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:12.5k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Di usianya yang sudah genap dua puluh tujuh tahun Sandi Atmojo belum sedikitpun memikirkan tentang pernikahan sehingga kedua orang tuanya jadi khawatir putranya tersebut akan memilih hidup Single seumur hidup. Untuk mencegah hal itu sampai terjadi, sang mamah terus memaksanya untuk mencari calon istri, namun jawaban Sandi tetap sama, yaitu belum berniat menikah sebab belum memiliki calon. "Jika kamu tidak sanggup mencari calon istri, biar mama yang akan mencarikan calon istri untuk kamu." Pada akhirnya sandi tak dapat menolak lagi, dan membiarkan mamah mencarikan calon istri untuknya. Akan tetapi, Sandi tak menyangka jika pilihan mamahnya adalah seorang wanita yang berstatus single Mommy.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24.

Kini mereka telah meninggalkan sekolah taman kanak-kanak, di mana baru saja Sesil di daftarkan. Namun, pikiran Sandi seolah tertinggal di ruangan yang mampu membuat hatinya bertanya-tanya. Pasalnya, dalam akta kelahiran Sesil tercantum anak dari seorang ibu.

"Apa sebelum menikah denganku, Vania belum pernah menikah dengan pria manapun? Kalau benar begitu, berarti selama ini Vania berbohong tentang papah kandungnya Sesil yang telah meninggal dunia." Batin Sandi seraya melirik sejenak pada Vania yang kini duduk di bangku samping kemudi.

Vania terlihat biasa saja. Dari sikap Vania saat ini bisa dipastikan wanita itu tidak kepikiran jika tadi Sandi memperhatikan setiap kata yang tercantum di akta kelahiran putrinya.

Sandi mengemudi dalam diam, tak sepatah katapun yang terucap dari mulut Sandi sejak dari sekolah hingga kini mobilnya tiba di rumah untuk mengantarkan Sesil kembali.

"Makasih ya, pah. Sesil sayang sama papah." Sebelum hendak turun dari mobil, Sesil menge-cup pipi Sandi.

"Sama-sama, sayang." Fakta tentang akta kelahiran Sesil sama sekali tidak mengurangi rasa sayang di hati Sandi pada bocah perempuan tersebut.

Setelah menyalami ayah dan ibunya, Sesil turun dari mobil dan ikut bersama dengan mbak Atun masuk ke dalam rumah. Sandi kembali melajukan mobilnya menuju hotel.

Ingin sekali Sandi menanyakan kebenaran tentang ayah kandung Sesil pada Vania, namun Sandi memilih menahan rasa ingin tahunya tersebut. Setelah berpikir, Sandi memutuskan untuk mencari tahu sendiri ketimbang menanyakannya langsung pada istrinya itu. Bukan apa-apa, Sandi khawatir Vania malah tersinggung nantinya.

Hingga tiba di hotel, baik Sandi maupun Vania tak terlibat obrolan apapun.

*

"Saya sudah mendapatkan informasi penting tentang pak Harto selama beliau menjabat sebagai manajer hotel, tuan." Asisten pribadi Sandi meletakkan beberapa lembar kertas ke meja kerja tuannya.

Tanpa membuang waktu, Sandi langsung meraih lembaran kertas tersebut dan mulai membacanya. Di sana tercatat semua kecurangan yang pernah dilakukan oleh pak Harto selama menjabat sebagai manajer hotel. Rupanya selama ini pria itu telah banyak berbuat curang. Sebenarnya, kecurangan yang dilakukan oleh pak Harto ketika hotel masih berada di bawah kepemilikan pihak lama, tidak merugikan bagi Admodjo Group. Akan tetapi, perbuatan pak Harto kepada Vania kemarin menjadikan kecurangan yang telah dilakukan oleh pria itu sebagai point bagi Sandi untuk memberhentikan pria itu dari jabatannya.

"Terima kasih atas kerja kerasmu." Ucap Sandi pada asisten pribadinya dan pria itu menunduk hormat.

"Ohiya, Ada tugas baru untukmu."

"Katakan saja, tugas apa yang harus saya kerjakan selanjutnya, tuan!."

"Cari informasi tentang latar belakang istriku, termasuk urusan pribadinya sebelum menikah denganku!."

"Baik, tuan."

Sesaat kemudian asisten pribadi Sandi mendapat laporan melalui sambungan intercom meja resepsionis hotel, bahwa telah terjadi keributan di lobby.

"Baik, saya ke sana sekarang." Kata pria yang akrab di sapa asisten Tino tersebut pada security yang menghubungi nomor kontaknya. Bukannya tidak bisa mengatasi keributan yang terjadi, tapi security bingung sebab keributan tersebut melibatkan para pegawai hotel.

"Ada apa?." Tanya Sandi melihat perubahan pada mimik wajah asisten Tino.

"Telah terjadi keributan di lobby, tuan."

"Pergilah, dan segera selesaikan! Saya tidak suka ada tamu yang membuat onar! Bila perlu suruh mereka segera meninggalkan hotel ini, jika tidak mau mengikuti peraturan yang berlaku!." Sandi paling tidak suka dengan tamu yang suka seenaknya sendiri, apalagi sampai menuding pegawainya tak becus memberikan pelayanan hotel demi membenarkan sikap mereka.

"Masalahnya, bukan tamu hotel yang terlibat keributan Tuan, melainkan pegawai hotel. Dan_."

"Dan apa?." potong Sandi.

"Dan salah satunya adalah istri anda, Nyonya Vania." Asisten Tino adalah satu-satunya pegawai Sandi yang mengetahui tentang pernikahan Sandi dan Vania.

"Istri saya?." Cicit Sandi, dan Asisten Tino mengangguk membenarkan. Sandi langsung beranjak dari tempat duduknya dan berlalu menuju lobby.

"Jangan sekali-kali melayangkan tuduhan tanpa bukti, nona Atika!." Sejak tadi Vania sudah berusaha untuk menahan rasa geram dihati akibat tudingan buruk dari salah seorang rekan kerjanya tersebut, namun bukannya membiarkan Vania berlalu wanita itu justru meneriaki Vania dengan kata wanita murahan.

"Halah.... sudah jelas-jelas kemarin kamu berusaha untuk menjebak pak manager, masih berani minta bukti. Memang sih, tidak ada maling yang mau mengaku." Sebagai wanita yang sudah sejak lama terobsesi pada manager hotel, membuat Atika langsung percaya begitu saja dengan omongan pak manager kemarin sore kepadanya. Entah skenario seperti apa yang ingin dimainkan oleh pak manager hingga ia menyampaikan berita bohong kepada Atika. Ya, pria itu mengaku dihadapan Atika bahwa kemarin siang Vania berusaha menjebaknya dengan memasukkan obat perangsang ke dalam minumannya, untungnya saat itu ia segera menukar minuman miliknya dengan milik Vania sehingga keadaan berbanding terbalik.

"Mending jual diri bisa dapat uang, daripada menjebak seorang pria demi belaian." Kesabaran Vania sudah benar-benar habis. Ia melayangkan tamparan keras ke wajah Atika.

Plak.

Sandi yang baru saja tiba di lobby kaget setengah mati menyaksikan hal itu. Ia tidak menyangka jika istrinya yang biasanya lembut bisa berubah menjadi singa demi mempertahankan harga dirinya.

"Saya bukan tipikal wanita murahan seperti yang anda pikirkan, Nona Atika. Dan satu lagi yang perlu anda camkan baik-baik di otak anda, saya adalah wanita bersuami dan pria idaman hati anda itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan suami saya." Kata Vania saking marahnya dengan tudingan Atika.

Deg.

Tanpa sadar Sandi mengulum senyum mendengar ucapan istrinya itu.

"Ehem...." Sesaat kemudian Sandi terdengar berdehem cukup keras hingga berhasil memancing perhatian semua orang ke arahnya, termasuk Vania.

"Tuan Sandi." Semua yang ada di sana kompak menyerukan nama pimpinan hotel Admodjo Group tersebut.

"Mas Sandi." Vania berseru dalam hati. "Sejak kapan mas Sandi berdiri di sana? Apa tadi dia mendengar perkataanku? Agh......" Vania mengerang dalam hati. Belum lenyap dari ingatannya tindakan memalukannya kemarin pada pria itu, kini dengan bodohnya Vania kembali melontarkan kalimat lancang yang mungkin saja didengar oleh Sandi.

"Bukankah sudah jelas peraturan di hotel ini melarang keras para pegawainya berselisih paham, lalu mengapa bisa terjadi keributan di sini?." Tanya Sandi dengan nada pelan namun tegas.

"Keributan ini tidak akan terjadi jika nona Atika tidak melayangkan tudingan buruk pada nona Vania, tuan." Ujar salah seorang pegawai hotel yang sejak tadi menyaksikan keributan yang terjadi antara kedua rekan kerjanya tersebut.

Atika menatap tajam pada wanita itu, tak terima dirinya yang disalahkan.

"Apa benar begitu, nona Atika?." Sandi menatap Atika dengan tatapan sulit ditebak.

"Saya memang melakukannya, tuan. Namun, tetap saja Vania bersalah karena dia telah menampar saya." Atika memasang wajah seolah-olah dirinya korban kekerasan Vania dan berharap Sandi akan berpihak padanya.

Sandi lalu menoleh pada Vania. Menyadari tatapan Sandi mampu membuat jantung Vania berdegup kencang. Bukan karena berbunga-bunga, tapi khawatir dirinya dianggap telah melakukan tindakan kekerasan fisik kepada rekan kerjanya. Vania lantas menundukkan pandangan.

"Kenapa hanya menampar, tidak merobek mulutnya?."

"Hah?." Vania sontak mengangkat pandangannya, menatap pada suami sekaligus bosnya tersebut.

Mana dukungannya sayang-sayangku...🥰🥰😘😘🙏🙏

1
secret
thorr kok blm up sii😭
Syarifah
🤭🤭🤭
Lusi Hariyani
nah gitu dong sandi cr th ttg istrimu
secret
ga habis2 si manajer tuaa bikin ulah, liat aja bntr lg kena depakk
Lia siti marlia
cie cie yang di kasih dukungan sama pak bos plus suami ayo vania robek tuh mulut c wanita lemes 🤭🤭🤭
Felycia R. Fernandez
Naah lho...
Sandi pasti akan dukung Vania.
lagian apa urusannya sama Atika kalau pun ada kejadian jebak menjebak antara Vania dan Harto.
Atika melabrak seolah dia istri sah Harto 😆😆😆😆
Felycia R. Fernandez
naaah kan...
Nurminah
double up thor
Felycia R. Fernandez
Pasti bingung ini tentang data2 diri Sesil...mana akte kelahiran nya??
Lusi Hariyani
kpn terungkap y kakak klo sesil mmg ank kandung sesil
Nurminah
lanjutkan
secret
ehh ehh pmksdd ayo mandii😂😂 lanjuuttt thorrr, semangaaattt
Lia siti marlia
eh eh jangan mau di ajak mandi bareng vania entar kelar mandinya sampe zduhur lagi 🤭🤭keburu sesil ngamuk deh😄
Lusi Hariyani
jujur vania sm sandi
Lia siti marlia
hahaha vania panik di berondong pertanyaan sama anaknya dan mamah mertua 🤭 eh sandi malah senyamsenyum ce ile yang abis gali harta karun 😄😄😄😄
Nittha Nethol
lanjut thor upnya biar GK lupa sama ceeitanya
secret
huhuuu bacanyaa kecepetan apa yaa, tau2 dah abiss ajaa😭 ihhh gemeeshh bgt sm kalian yg suka ngmg dlm hati, gmna mau tau perasaan masing2🤭
Nurminah
double up thor
Ariany Sudjana
heh Natalie, kamu bilang Vania murahan? bukannya kamu yang pelacur murahan yah🤣🤣😂😂 Vania itu perempuan baik-baik, dan dia jalan sama suaminya, yang sah dan satu-satunya, dan kamu kalah kelas dibanding Vania, kelas kamu itu hanya pelacur murahan 🤣🤣😂😂
secret
ga dong vaniaa, justru sandi dah mulai kepicut aplg klo dah tau kebenaran nnti yakinn bkl bucinnn😁
ditunggu lagiii upnyaaa thorrrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!