Nurul adalah seorang wanita cantik, baik, sabar, juga tegar dalam menghadapi semua cobaan hidupnya. Walau ia sudah terkhinati , dibohongi selama pernikahannya. Namun demi seorang anak yang masih murni dan polos. Nurul tetap berbaik sangka kepada Allah. Rasa sakit dari suaminya Nizam yang sangat ia sayangi. Sempat membuat Nurul kecewa dan terluka. Tapi Nurul berusaha tetap tenang dan berusaha menjadi ibu yang terbaik demi anaknya Sampai akhirnya ia mampu melewati semuanya dengan menjaga hati sang anak untuk menjadi wanita yang berjiwa besar, sukses dan hidup bahagia pada akhirnya. Bahkan Nurul kembali bisa menemukan cinta sejatinya. Yang kembali membawanya hidup bahagia dari seorang pria yang tulus bernama Azka
Akan kah Nizam menyesal .....ikuti ceritanya ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Sedangkan Nizam hanya menghela nafas panjang setelah mengatakan itu pada Agus
" Ngak usah kaget segitunya bro, aku belum memastikan semuanya dengan Nurul. Entah itu benar atau bukan. Itu baru pengakuan pak Ilham padaku waktu itu" jelas Nizam
" Ya kalo pak Ilham bilang begitu. Ya itu jelas Nurul memang sepupunya. Pantas saja kau diawasi olehnya selama ini" kata Agus yang selama ini memperhatikan asisten pak Ilham sering menanyakan Nizam pada ke beberapa temannya. Seakan mencari informasi.
" Huh....ya mungkin saja. Tapi beliau sendiri tidak tahu Nurul berada di mana sekarang" kata Nizam
" Menurutku bukan tidak tahu, tapi sengaja pura pura tidak tahu. Karna kamu sudah menyakiti sepupunya itu. Ya jelas dia tidak terima. Kalo aku yang jadi dia, aku juga akan melakukan hal yang sama" kata Agus dengan mimik serius menatap Nizam.
Membuat Nizam terdiam cukup lama. Karna selama ini dia memang sudah banyak menyakiti Nurul. Bahkan sikapnya berubah setelah dekat dengan Lara. Karna terpengaruh hasutan ibunya dan Lara.
************
Disisi lain Nurul sedang memasuki sebuah ruangan di perusahaan besar siang ini. Ia duduk tenang di kursinya sambil menunggu orang yang akan mengetes dirinya. Cukup lama Nurul menunggu. Sampai dua orang wanita datang. Sambil membawa berkas dan menatap Nurul dari atas hingga ke bawah.
" Apa kau pernah bekerja sebelumnya?" tanya salah satu wanita sambil duduk.
" Belum bu, saya baru ingin bekerja" jawab Nurul tenang.
" Apa gambar gambar ini asli buatanmu sendiri, atau kau menjiplak karya orang lain?" tanya wanita satunya. Seraya menatap Nurul lekat dan penuh selidik.
" Itu memang karya saya sendiri bu. Yang sudah lama saya simpan" jawab Nurul tetap tenang. Walau ia merasa seperti sedang di intimidasi kedua wanita didepannya.
" Baik...atasan kami setuju menerima mu. Tapi ingat jangan merasa sombong dengan karya karyamu ini. Kami akan mengawasimu bekerja selama masa percobaan. Agar tidak ada hasil jiplakan dan curian dari karya anda" kata wanita itu lagi
" Baik Bu" kata Nurul yang merasa yakin ia bisa bekerja dengan baik walau ia seorang karyawan pemula. Tapi Nurul berjanji akan serius berkarya.
" Baik, kalo begitu ikut kami keruang devisi desain !!" Perintah dari salah satu wanita itu
" Baik bu" kata Nurul yang langsung berdiri dari tempat duduknya. Dan Nurul tetap bersikap tenang sembari menenteng tasnya. Lalu mengikuti kedua wanita itu.
" Alhamdulilah aku bisa menyelesaikan" ujar Nurul dalam hati. Sembari melangkah, sambil melihat lihat perusahaan besar yang ia masuki.
" Cukup besar, namun belum sebesar milik bang Bram " Nurul pun bicara dalam hati
Terlihat banyak mata yang memperhatikan Nurul saat memasuki ruangan devisi desain. Bahkan ada yang mecibir Nurul. Karna Nurul berpenampilan sederhana.
" Karyawan baru rupanya. Apa yakin dia bisa bekerja dengan baik" celetuk seseorang saat Nurul melewati meja mereka.
" Alah paling cuma bertahan 3 bulan, seperti yang sudah sudah. Tapi dia lumayan cantik" kata yang lain ikut menimpali.
Sedangkan Nurul tak perduli dengan omongan para karyawan itu. Ia tetap tenang setelah wanita didepannya menunjuk kearah sebuah meja.
" Itu mejamu, Kau duduk disana !! semua orang yang ada dibarisan depan adalah para seniormu" kata wanita itu memberitahu
" Ya bu, saya mengerti " Kata Nurul yang langsung kemejanya. Dan tersenyum ramah kepada semua orang.
" Hallo semuanya, saya karyawan baru. Mohon bimbingannya" kata Nurul ramah. Menyapa para senior yang terkesan sinis. Seakan meremehkan dirinya yang baru masuk. Namun Nurul hanya cuek, karna ia punya skill diatas rata rata. Hanya saja selama ini Nurul menyimpannya dengan rapat
Di ruang lain dilantai 15. Seorang pria yang sempat memeriksa cctv waktu interview bersandar lega. Setelah melihat Nurul diantar ketempat kerjanya.
" Syukurlah ia baik baik saja. Walau penampilan nya sederhana tapi ia tetap cantik seperti dulu. Dia tidak berubah. Bahkan lebih cantik " guman pria itu tersenyum senang.
" Hmm...tuan muda, rapat akan dimulai. Mereka hanya menunggu tuan" kata sang asisten yang masuk tanpa mengetuk pintu.
" Ya kita kesana" kata pria itu langsung beranjak dari kursi kebesarannya. Dan hari ini ia semakin bersemangat untuk memimpin rapat. Apalagi setelah ia tahu jika Alin sudah menjadi bawahannya.
" Hmm....sepertinya tuan terlihat ceria hari ini" kata sang asisten saat bos nya itu tersenyum ramah saat keluar melewati beberapa divisi
" Hmm...rese, diamlah !!" kata pria itu yang tak lain adalah Bian.
*************
Namun di tempat lain Lara terlihat kesal saat tahu Nizam sedang ada meeting. Apalagi ia tak bisa bertemu dengan Nizam, bahkan Nizam tak mau diajak makan siang bersama.Saat ia mengirim pesan. Padahal ia ingin pria itu memperhatikannya. Untuk membayar kesalahannya. Karna Nizam sudah menunda akad nikah mereka.
" Aish...kenapa pake meeting segala sih. Apa dia sengaja menyibukkan diri untuk menghindari ku" kata Lara bergumam seorang diri.
" Kamu kenapa ra, kaya orang ngak mood begitu. Ayo kekantin" ajak seorang temannya Karna sudah jam istirahat siang.
" Kamu duluan aja, aku beresin ini dulu" kata Lara yang sengaja ingin menunggu Nizam keluar dari ruangannya.
Namun hampir setengah jam ia menunggu Nizam belum nampak batang hidungnya. Karna memang rapat belum selesai sama sekali.
" Aish....apa mereka sengaja berlama lama meeting. Atau memang belum selesai, " kata Lara makin kesal. Bangkit dari kursinya lalu berjalan seorang diri menuju kantin. Karna perutnya sudah terasa lapar. Jika ia nekat menunggu Nizam. Ia tidak akan sempat makan siang. Karna Lara tidak berpuasa.
" Huh.....sial sial ..kenapa keberuntunganku makin sial aja akhir akhir ini. Apa ini ulah Nurul. Atau ia main dukun" kata Lara yang berprasangka buruk pada rivalnya itu.
" Ah...awas saja jika pernikahan ku dengan Nizam sampai batal olehnya. Alamat aku kuliti hidup hidup tuh orang" kata Lara.
Disisi lain Nurul terbatuk batuk dimejanya. Saat sedang minum. Karna tiba tiba saja ia tersedak tanpa alasan.
" Astagfirullah ...apa ada orang yang sedang membicarakan ku?" batin Nurul dalam hati sambil melap bibirnya yang basah. Karna tersedak air.
" Kenapa Al, ayo istirahat. Ini jam kita pergi ke kantin" kata seorang teman baru Nurul yang mejanya berada di sebelahnya.
" Hmm...ngak cuma tersedak saja. Apa anak baru boleh kekantin juga?" tanya Nurul sopan
" Iyalah...kenapa kamu puasa?" tanya teman Nurul
" Ya...apa kamu ngak puasa?" Nurul balik bertanya.
" Aku puasa juga, tapi sebagian karyawan disini ada yang ngak. Kita istirahat dikantin aja sambil ngobrol. Setelah itu ke mushola. Oh ya namaku Nina" kata teman baru Nurul memperkenalkan diri.
" Aku Alina, atau kau bisa memanggil nama belakangku Nurul " kata Nurul tersenyum.
" Ok...aku panggil Nana aja ya. Kan namaku Nina. Biar nama kita rada rada mirip gitu" kata Nina tersenyum.
" Hehehe....terserah. Tapi kita bukan kembaran lho" kata Nurul terkekeh karna merasa geli dengan pemberian panggilan nama dari Nina.
" Ngak masalah, tapi kita bisa jadi teman. Lagi pula aku juga anak baru di sini. Aku baru masuk kerja bulan lalu" kata Nina tersenyum.
" O begitu. Ya sudah ayo kita pergi ke mushola saja. Kita sholat dulu. Baru ngobrol di kantin.Sebab ini sudah masuk jam sholat " kata Nurul.
" Ok...." kata Nina terlihat senang. Karna ia punya teman baru.
Lalu keduanya pun pergi ke mushola. Bersamaan dengan Bian yang keluar dari ruang rapat bersama dua asistennya.
Dan tanpa sengaja Bian yang melihat Nurul langsung terpaku menatap Alin saat mereka ingin berpapasan
" Alin....dia" kata Bian berhenti melangkah. Sedangkan Nurul dan Nina yang berjalan sambil ngobrol tak menyadari rombongan orang orang yang baru keluar dari ruang rapat
*****
Maaf telat karna tadi ngantar anak les dulu sekalian jemput
Sudah tua gitu masih plin plan dan gampang disetir ibunya
Pantas lah kau ditinggal istri dan anakmu Nizam
Tar jangan nyesal ya lihat kebahagiaan Nurul 🤭
Aamiin
Aku menunggu kelanjutan kisahnya ini 😍😍
Semoga iman dan takwa tetap terjaga sepeninggal ramadhan mulia
Memang benar ya lelaki peselingkuh ya hobi bohong sana sini
Aku ikut tepuk tangan kalau Nizam dipecat biar kapok
Bila perlu diblacklist semua perusahaan ,sekalian si Lara juga
Wahhh Nurul ,jodohmu lagi otw
Jodoh dunia akhirat sehidup sesyurga
Biar lelaki ga seenaknya sendiri cari cari alasan ini itu
Aku ikut tepuk tangan karena kamu lelaki mencla mencle
mana ada lelaki beristri sesantai itu mau antar teman wanita
Ayo Nurul jaga ketat harga dirimu
Habislah kau disidang abang ipar
Kamu berharga Nurul ,jangan mau diinjak harga dirimu sama suami tukang selingkuh
Nampaknya beda genre lagi ya Thor
BTW aku nungguin lagi squel salah satu kisah Kalimantan Thor ,sampai baca ulang lagi marathon 😍😍