NovelToon NovelToon
Hotnews: I Love You

Hotnews: I Love You

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Action
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

Andrean Wibisono dikenal sebagai jurnalis paling perfeksionis, disiplin, dan menegangkan —menurut para rekan kerjanya. Hidupnya diatur oleh data dan struktur berita yang rapi.

Masalah hidup Andrean muncul setiap kali dia harus berurusan dengan Alena Maharani yang santai, spontan, percaya insting, dan entah bagaimana selalu selamat meski hobi sekali mepet deadline. Bagi Andrean, Alena adalah clickbait berjalan yang selalu santai menghadapi apapun, sedangkan bagi Alena, Andrean adalah robot jurnalistik yang siap mengingatkan Alena tentang kode etik jurnalistik dalam situasi apapun.

Ketika sebuah proyek liputan spesial memaksa mereka menjadi partner, bencana pun dimulai. Bagaimana kelanjutan kisah dua jurnalis yang saling bertolak belakang ini? Simak dalam Hotnews: I Love You

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Antara Aji dan Alena

Ruang CEO, Phoenix Digital Group

"Saya sudah menekan isu pemalsuan minyak goreng itu. Grafik pemberitaannya sudah menurun drastis selama dua hari ini," lapor Aji pada Rangga Dewanta, CEO PDX.

"Bagus. Jangan sampai publik mencium keterlibatan pemerintah apalagi kita dalam kasus ini," kata Rangga.

"Baik,"

"Bagaimana kanal berita online yang memberitakan kasus ini?" tanya Rangga.

"Artikelnya berhasil di-takedown melalui laporan konten menyesatkan," lapor Aji. Rangga manggut-manggut.

"Kerja bagus,"

"Ada satu masalah lagi," kata Aji. Rangga mengerutkan alisnya. Wajah yang tadinya sumringah berubah mendung.

"Artikel berita pemalsuan minyak goreng itu ditulis oleh salah satu mantan PR kita, Alena Maharani," lapor Aji.

"Ah! Lena! Dia beruntung sekali masih bisa hidup tenang setelah keluar dari sini," komentar Rangga.

"Dia pikir, dengan menjadi jurnalis bisa melawan kita? Naif. Naif sekali Alena," kata Rangga sambil tersenyum kecut.

"Pantau terus pergerakan media, terutama Alena dan kawan-kawannya. Kalau sampai dia tau kita terlibat, dia akan terus mencari cara untuk mengungkap semua ke publik," perintah Rangga pada Aji.

"Baik,"

"Kamu boleh keluar," kata Rangga. Aji menundukkan kepalanya lalu keluar ruang CEO.

Saat di depan pintu ruang CEO, Aji merogoh ponselnya. Diusapnya layar ponselnya mencari sesuatu dalam gallery foto. Jempol Aji berhenti ketika menemukan foto yang dicari. Fotonya bersama Alena beberapa tahun yang lalu, saat keduanya makan malam setelah bekerja keras seharian menangani kasus yang mereka sebut Behavioral Optimization System.

Saat itu Alena tidak terlalu peduli tentang apa yang dia lakukan. Alena selalu menjalankan misi dengan baik. Namun, tragedi dua tahun yang lalu sepertinya membuat Alena tertekan. Aji tak pernah menyangka bahwa kasus yang mereka sebut miskonfigurasi sistem, memberikan dampak besar bagi mental Alena.

"Gue nggak sanggup lagi, Ji," keluh Alena.

"Gue nggak bisa kerja kek gini," lanjut Alena.

"Tenang, Lena. Awalnya gue juga kek lo. Tapi, lama-lama gue biasa. Lo cuma harus bertahan," kata Aji menenangkan.

"Nggak bisa, Ji. Ini bukan yang pertama kalinya data pengguna aplikasi PDX bocor dan kita menutupinya sebagai kesalahan sistem. Padahal dari pihak kita memang sengaja memberikan keamanan minim pada pengguna. Lo tau itu kan? Ini disengaja. Bukan kesalahan sistem," kata Alena. Aji hanya diam.

"Lo tau udah berapa teknisi dan programmer yang cabut dalam sebulan ini? Lo nggak bisa pungkiri bahwa yang mereka rasain dan apa yang gue rasain itu sama," lanjut Alena.

"Dan lo lupa janji kita?" tanya Aji. Alena mengerutkan kedua alisnya.

"Gue nggak lupa, Ji. Gue inget. Inget banget," kata Alena lirih.

"Tapi, sorry. Gue nggak bisa tepatin janji gue ke lo. Sorry tentang semuanya," kata Alena, matanya mulai berkaca-kaca.

"Gue cabut. Gue bakal serahin surat pengunduran diri gue besok," kata Alena lalu pergi meninggalkan Aji sendirian.

Keesokan paginya Alena benar-benar memberikan surat pengunduran diri dengan alasan kesehatan yang tak bisa dia katakan. Aji sungguh berharap Alena akan berubah pikiran. Dari detik Alena keluar dari PDX hingga saat ini, Aji sama sekali tak pernah lagi berhubungan dengan Alena.

'Gue rasa... lo bener-bener nggak akan kembali lagi, Len,'

***

Cafe Ruang Tunggu

20.10. Andrean mengetuk-ngetukkan jari jemarinya di atas meja. Sudah sepuluh menit berlalu sejak jam delapan malam. Alena belum juga menampakkan batang hidungnya di cafe tempat mereka janjian.

'Dia nggak mengidap penyakit alzheimer kan?'

"Sorry, telat," kata Alena.

"Kalo nggak telat bukan lo namanya," kata Andrean datar.

"Yaelah, An. Cuma sepuluh menit doang,"

"Sebelas,"

"Oh oke, selisih satu menit,"

"Lo tau apa yang bisa kita lakuin dalam sebelas menit?" tanya Andrean dengan nada dingin dan datar. Alena menaikkan kedua bahunya lalu memanggil pelayan cafe.

"Lattenya satu ya, Mas," kata Alena.

"Baik. Ditunggu ya, Kak,"

Alena kembali fokus pada Andrean.

"Gimana?" tanya Alena.

"Apa?"

"Apa yang bisa kita lakuin dalam sebelas menit?"

"Hhh... Sudahlah. Lain kali jangan telat," kata Andrean menyerah.

"Eh? Padahal gue serius mau dengerin lo. Siapa tau bisa jadi artikel. Lumayan buat nambah wawasan netizen," kata Alena. Andrean mendengus kesal.

"Jadi? Lo mau bahas apa?" tanya Alena.

"Ehem..." Andrean merubah posisi duduk santainya menjadi serius.

"Permisi, pesanannya, Kak. Latte satu. Silakan menikmati," kata pelayan cafe, ramah.

"Makasih, Mas,"

Andrean menghela nafas panjang.

"Mulai," kata Alena setelah menyeruput lattenya.

"Soal yang kemarin kita bahas," kata Andrean membuka pembahasan. Alena mengangguk.

"Kita nggak bisa gerak kalau belum ada bukti. Jadi kita harus nunggu kabar dari Renald dulu.

"Gue tadi telat karena gue nyari kontak mantan programmer PDX yang bisa kita tanyai terkait sistem keamanan aplikasi PDX yang sering terjadi kebocoran data pengguna," kata Alena.

"Dapet?"

"Makanya gue telat. Nih," kata Alena sambil memberikan ponselnya.

Andrean dapat melihat riwayat pesan singkat antara Alena dan programmer yang Alena maksud.

Lo masih inget kasus miskonfigurasi sistem PDX, Don? -Alena

Masih, Len. Eh, apa kabar?

Baik. Lo?

Baik juga, alhamdulillah.

Jadi, apa sebenernya penyebab kasus dua tahun yang lalu?

Gini, Len. Enskripsi yang gue dan temen-temen bikin itu AES-GCM (Galois/Counter Mode). Enskripsi itu cuma buat nampung data pengguna skala sedang. Gue udah ajuin dua tipe enskripsi sebenernya waktu meeting sama Pak Rangga. Satu lagi ada AES-256 (Advanced Encryption Standard) yang emang cocok untuk sistem keamanan dengan skala masif.

Pak Rangga bilang kita cukup pake yang AES-GCM. Tapi pas gue tau data pengguna ternyata nggak bisa pake enskripsi itu, gue bilang ke Pak Rangga perlu penanganan sebelum terjadi kebocoran data. Kata Pak Rangga nggak perlu karena selama ini nggak ada keluhan apapun dari pengguna.

Sampe kejadian kasus itu gue kewalahan buat upgrade system dan cek status keamanan data pengguna sekaligus, dimana waktu itu sudah lebih dari enam puluh persen data pengguna bocor.

Andrean menatap Alena.

"Sayangnya kita nggak punya bukti konkret untuk membuktikan kata-kata Doni ini," kata Alena seolah tahu apa yang ada dalam pikiran Andrean.

"Ah! Sial! Seandainya kita punya printout proposal pengembangan aplikasi itu, semua bisa dibuktikan," kata Andrean.

"Itu aja nggak cukup kuat, An. Jangan lupa, lawan kita PDX. Mereka ahli manipulasi. Bukti yang kita bawa bisa dibalik sebagai senjata mereka jika kita nggak teliti dan hati-hati," kata Alena mengingatkan.

Andrean terpekur. Liputan investigasi kali ini tidak seperti liputan investigasi sebelum-sebelumnya. Lawan yang mereka hadapi bukan lagi kriminal kelas teri.

'Kali ini nggak bisa pake strategi yang biasa,"

***

1
Nanaiko
Aaaa bersambung😅
Nanaiko
Bisa tidak yaa sehari updatenya 5 bab sekalian, Thor? hehehe
ceritanya menarik, selalu dinanti.
🥰❤
Purnamanisa: kapasitas author sehari nulis cuma 3 bab kak 😅😅😅 2 bab disini, 1 bab di I Love You, Miss!!!🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!