NovelToon NovelToon
KATA BUMI : Penguasa Diatas Penguasa

KATA BUMI : Penguasa Diatas Penguasa

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Tamat
Popularitas:96
Nilai: 5
Nama Author: maulidiyahdiyah

Dentang waktu yang terus berputar, menyisakan kesunyian di gelap malam. Deru nafas yang memburu buatnya lupa akan kelamnya dunia.

Sunyi bukan sepi yang melanda, luka bukan duka yang datang. Un All Neat Each Time !
...

Derap langkah kaki di sudut kasino.
"Hei bung!, serahkan dia padaku, i'm sure you quiet". Sarkasnya
"Oh,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maulidiyahdiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari Pecahan 33745

Dua hari berlalau sejak hari dimana aku mabuk karena Bogang yang mengajak saat itu, aku termangu menatap layar pc yang menampilkan deretan bahasa inggis bercampur pemrograman, beberapa file hasil retasan hacker rahasia Mansion Pradipta berhasil membuatku kebingungan.

E E T A S >< 3 3 7 4 5

EUROPAN

ESLY

TOKYO

AMERICAN

STRENGTH

F I N A L L Y

Jujur aku tidak bisa menelaah ini sendiri, aku butuh bantuan, dan aku tidak bisa berpacu pada kode ‘33745’ saja, lagaknya aku harus mengetahui seluk beluk Pradipta. Kemudian aku menyambar jaket merah di sebelahku, dan melangkah menuju garasi mansion. Kuambil remote mobil seadanya, alhasil mobil bermerek ‘Bugatti Mistral’ produksi Prancis berbunyi, apakah aku akan dikatakan pamer jika memakai mobil ini, aish. Aku mengendarainya menuju tempat dimana aku bisa mengetahui banyak hal tentang Pradipta, yah seperti itu harapanku, membutuhkan empat jam perjalanan menuju Kota Bogor.

“Itu dia”. Gumamku tatkala sudah melihat gedung empat puluh lima lantai dengan tulisan E.C Group. Kubanting setir memasuki gerbang utama. Satpam yang bertugas memintaku menunjukkan kartu anggota atau kartu karyawan, mungkin karena aku datang di jam sibuk karyawan.

“Kaisar Pradipta”. Timpalku, sontak matanya membelalak lebar, ia mungkin terkejut sampai gagap untuk berucap. Kejamnya dunia menuntut kita untuk berbuat lebih dari kemampuan, menjadikan kita selalu mendobrak batas mutlak. Tentang dihargai harus berkasta tingi, tentang disayangi harus memiliki wajah rupawan, tentang kekayaan yang selalu terasa kurang, apa jadinya orang-orang dengan kasta rendah, mereka hanyalah batu pijakan para penguasa.

Usai melewati satpam yang cukup kurang ajar akupun memarkirkan mobil itu di parkiran VIP tepat di sebelah mobil Audy milik papa. Seluruh atensi menatapku dengan berbagai tatapan, aku hanya menghiraukan mereka, langkah kaki panjangku menuju lift khusus untuk keluarga Pradipta, bahkan CEO dan CFO tidak bisa untuk menaiki lift tersebut. Banyak sudah perusahaan di mengatas namakan E.C Grouptertanamdi berbagai sektor, entah perbankan,dll.

Saat akan memasuki ruangan milik papa, aku terkejut melihat seseorang yang sempat kutemui di Jerman, dan dia berada di jajaran Dieter Walter. Aku berpas-pasan dengannya, ia sosok pria tinggi, berkaca mata dengan surai pirang.

“Dia siapa?”. Tanyaku kepada papa dengan dahiku mengernyit.

“S.O baru”. Singkat papa, aku melongo tak percaya, deru nafasku kian meningkat, papa sangat bododh dengan mudahnya menerima karyawan baru tak jelas sepertinya, “Dia jahat”. Gerutuku.

“Baiklah, sekarang beri aku seluruh sandi ruang rahasia E.C Group”. Kedua netra tajamku menatap nyalang papa.

“Kamu siapa?, kenali dirimu”. Ucap papa santai sembari menyeruput segelas teh chamomile. Mendengar ucapanya mampu membuatku mengepalkan tangan kuat-kuat hingga buku-buku tanganku memerah. Aku sudah muak dengannya, muak dengan segala caranya, juga muak dengan segala ucapannya.

Mataku menyapu seluruh isi ruangan megah papa, sampai tak sengaja kedua mataku menangkap papan catur tergeletak di pojok santai papa.

‘CKRIK’

Aku mengambil gambar sebab catur tadi tampak usai dimainkan namun belum dirampungkan.

“Untuk apa kamu mengambil gambar?”. Tanya papa, aku sedikit tersentak mengetahui papa sudah berdiri di belakangku.

“Belajar bermain catur”. Jawabku asal. Papa berbalik badan menuju ruang bacanya. “Let’s play weiqi with me”. Tukas papa.

***

Tiga jam berlalu hingga aku mengerang frustasi, lagi-lagi aku kalah dalam bermain weiqi, permainan menguras otak asal Negeri Tirai Bambu ini membuatku kalah telak berkali-kali dari papa.

“Kamu belum mengetahui banyak”. Ujar papa diiringi kekehan remehnya. Kedua alisku berkerut, kebingungan melanda diriku. Memangnya apa yang belum ku ketahui, aku sudah mendapatkan kode rahasia. Toh, aku anaknya mengapa tidak langusng diberi tahu?.

“Ruangan ini akan menjadi milikmu, tapi kualitasmu berada jauh dibawah S.O baru tadi”. Marah pastinya mendapa penghinaan yang lugas dari sosok ayah kandung. Mataku memerah menahan amarah. Papa melepas jasnya sembari matanya menatapku penuh arti yang tidak kuketahui apa itu.

“Selagi kamu berada disini, bantulah papa menangani batu sandungan” Lanjutnya dengan santainya papa membaringkan tubuhnya di sofa, dia sangat seenaknya sendiri, memanfaatkanku untuk mengerjakannya.

‘TOK, TOK, TOK’

Suara ketukan pintu yang samar-samar terdengar di telingaku, untuk memastikan aku beranjak dari dudukku melihat siapa yang datang ke ruangan papa, setelah itu aku duduk di kursi kebesaran papa.

“Masuk”. Titahku, detik berikutnya pintu itu terbuka menampakkan sosok pria bertubuh dempal dengan setelan jas hitam. Namun ia menarik perhatianku karena lencana yang ia sematkan di jasnya. “Akhirnya datang”. Batinku, ternyata ini yang dimaksud batu sandungan oleh papa.

“Silahkan duduk”. Perintahku yang masih setia mendudukkan tubuhku di kursi kebesaran papa. Mungkin pria dempal itu menatapku asing,  terlihat dari wajahnya dengan kedua alis yang menyatu, tetapi akan kupastikan dia tidak meremehkanku.

“Terimakasih, tapi dimana Tuan Aksa?”. Dia tidak mengikuti perintahku malah berbalik tanya kepadaku, melihat tampangnya sudah membuatku menghela nafas. “Dia orang keras kepala”. Tebakku dalam hati sembari menyalakan segulung nikotin andalanku.

“Apakah keluarga Pradipta hanya Tuan Aksa saja”. Pria dempal itu terdiam sejenak sebelum akhirnya bertekuk lutut dengan mengatakan ribuan kata maaf yang menurutku hanya seklebat angin lewat.

“Tuan muda, maafkan saya lancang, saya tadi lupa mungkin karena aura wibawa tuan muda yang sangat kuat”. Sahutnya.

Kini aku menyimpulkan satu kata lagi untuknya yaitu ‘Penjilat’, akhirnya aku berjalan menghampirinya.

“Ada perlu apa?’. Tanyaku singkat namun bisa membuatnya menteskan banyak keringat di pelipisnya. Kuamati pria itu sampai dirinya berada di ujung ketakutannya, kedua mata Si Pria Dempal tersebut berkali-kali menatap ke arah kanan dan kiri.

“Kami butuh dukungan keluarga Pradipta, u-untuk menyelesaikan kondisi sat ini”. Yups, dialah penguasa di bawah naungan penguasa.

Kalau seperti ini mereka merangkak melewati jalan terjal untuk mencari dukungan, meneriaki keadilan, dan kesejahteraan di depan masa. Namun, tatkala berjaya mereka lalai akan apa yang dia katakan, nyatanya manusia akan lupa pada semuanya saat di titik tertingginya.

“Apa kamu yakin kami akan membantu?”. Tanyaku yang mengandung sedikit penolakan, akan tetapi responnya berada diluar dugaanku, Si Pria Dempal itu memeluk kakiku dan memohon agar aku membantunya.

“Ini salahmu, memangnya apa rencanamu?”. ujarku, namun dia semakin menjadi-jadi sampai menarik-narik celanaku.

“Lalu apa profit untukku?”. Mendengar ucapanku dia berhenti dan beralih menatapku penuh harap, seolah mereka di setujui.

“Kami akan selalu melancarkan semua aktivitasmu, mulai dari pengiriman barang, penyerbuan dan identitas di hadapan publik”. Jelasnya, aku dibuat terkekeh, inilah yang membuat Pradipta mudah melancarkan aksinya, yah karena ini, karena manusia-manusia yang tidak pernah diharapkan oleh bumi.

“Sekali kalian berulah, jangan harap uang kalian dapatkan dengan mudah, ingat dan camkan itu!, seluruh asetmu berada di bawah genggamanku”. Tegasku. Dia terlihat sangat senang, terlihat dari tatapannya seperti ada harapan untuk membahagiakan Sang Kesayangan, tanpa berpikir apa resiko yang dia hadapi.

Itulah dunia, terkadang kebahagiaan ada karena kesedihan orang lain.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!