NovelToon NovelToon
Dead As A Human, Reborn As The Heir

Dead As A Human, Reborn As The Heir

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Kelahiran kembali menjadi kuat / Perperangan / Summon / Dunia Lain / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: ANWAR MUTAQIN

aku tak pernah menyangka memiliki kesempatan kedua untuk kembali hidup

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWAR MUTAQIN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Volume II — The Weight of Survival Chapter 13 — Resonance of Power

Volume II — The Weight of Survival

Chapter 13 — Resonance of Power

Sub-Bab 1: Malam yang Sunyi, Tekanan yang Berat

Malam itu kota barat tampak tenang. Namun keheningan hanya menipu—gelombang energi iblis dari Antares telah menyusup jauh ke distrik timur. Daniel berdiri di atap gedung yang tersisa, katana di tangan, aura biru Segel Kedua menyelimuti tubuhnya.

Aurelia berada di sisinya, menyalurkan cahaya pelindung tipis di sekeliling mereka. Selena menjaga sisi belakang, memantau jalanan yang gelap dan reruntuhan.

Daniel menatap Aurelia, lalu tersenyum tipis. “Kau selalu membuatku merasa lebih tenang di tengah kekacauan,” katanya lembut.

Aurelia menunduk, pipinya memerah samar di cahaya biru. “Itu karena aku tahu kau bisa… Daniel. Kau membuatku percaya,” jawabnya, suara bergetar namun mantap.

Sekali lagi, Daniel menyadari satu hal: ketenangan batin timnya bukan hanya perlindungan fisik, tapi juga motivasi emosional yang membuat segel kedua bekerja lebih efektif.

Jika aku kehilangan fokus… bukan hanya kekuatanku yang hilang, tapi mereka juga bisa dalam bahaya.

Sub-Bab 2: Iblis Tingkat Strategis

Tidak lama kemudian, suara gemerisik terdengar dari reruntuhan. Bayangan lebih besar dan lebih cerdas dari sebelumnya muncul—iblis tingkat strategis, yang tampaknya telah mempelajari setiap gerakan Daniel dari pertempuran sebelumnya.

Daniel menghela napas, memusatkan energi segel kedua. Setiap tebasan katana kini mengirim gelombang energi biru, menahan musuh sebelum mereka mendekat. Aurelia menyalurkan cahaya di sisi kanan, menciptakan perisai tambahan. Selena menjaga reruntuhan di sisi kiri, menahan efek ledakan energi dari iblis yang mencoba mengacaukan medan.

“Mereka belajar dari kita,” kata Daniel sambil menatap iblis yang mendekat, “tapi kita akan selalu selangkah lebih cepat.”

Pertarungan dimulai. Daniel menebas, menangkis, dan mengalihkan energi dengan presisi, memanfaatkan sinkronisasi tim untuk menciptakan formasi pertahanan dan serangan yang hampir sempurna.

Sub-Bab 3: Menguji Batas Segel Kedua

Saat pertarungan semakin intens, Daniel menyadari satu hal: Segel Kedua memiliki potensi yang lebih besar jika ia berani memaksimakan sinkronisasi emosional dengan Aurelia.

Ia merasakan aura Aurelia, sinergi energi cahaya yang mengalir bersamanya. Dengan satu tarikan napas, Daniel menyalurkan energi segel kedua secara bersamaan dengan cahaya Aurelia, menciptakan gelombang energi biru yang hampir menyelimuti seluruh distrik, menahan iblis yang menyerang dan menghancurkan koordinasi mereka.

Aurelia menatapnya, terkejut. “Daniel… itu… luar biasa!”

Daniel tersenyum tipis, menatap matanya. “Aku… aku hanya melakukan ini karena kau ada di sini,” katanya dengan lembut, suaranya nyaris terdengar hanya untuk Aurelia.

Aurelia menunduk lagi, pipinya memerah lebih dalam. Ada ketegangan manis di antara mereka, tapi mereka tidak bisa terlalu lama fokus pada itu—pertempuran masih berjalan.

Sub-Bab 4: Strategi dan Koordinasi

Daniel mulai menggunakan kekuatan segel kedua secara lebih strategis:

Gelombang energi presisi → menargetkan iblis yang mencoba memecah formasi tim.

Manipulasi medan → reruntuhan dijadikan jebakan dan jalur sempit untuk mengisolasi musuh.

Sinkronisasi tim → Aurelia mengalirkan cahaya, Daniel menyelaraskannya dengan segel, sementara Selena menyeimbangkan medan dengan energi perlindungan.

Strategi ini membuat iblis mulai kehilangan koordinasi, salah langkah, dan mundur. Daniel merasakan bahwa pengendalian segel kedua bukan hanya kekuatan, tapi juga alat taktis untuk mengatur medan dan tim.

Sub-Bab 5: Setelah Badai

Ketika semua iblis mundur, kota kembali sunyi. Daniel berdiri di tengah reruntuhan, tubuhnya lelah tapi aura segel kedua masih bersinar lembut. Aurelia dan Selena mendekat, wajah mereka penuh kekaguman dan rasa aman.

“Kau benar-benar berbeda sekarang, Daniel,” kata Aurelia. “Aku… bangga padamu.”

Daniel menatapnya, tersenyum hangat. “Aku hanya bisa melakukan ini karena kau di sisiku, Aurelia. Aku… aku tidak ingin kehilanganmu,” katanya lembut, suaranya hanya untuknya.

Aurelia menunduk, lalu menyentuh tangan Daniel. “Kau juga tidak akan kehilanganku,” bisiknya.

Selena tersenyum, menambahkan, “Aku percaya kalian berdua akan menghadapi apa pun bersama.”

Daniel menarik napas panjang, menatap langit malam yang tenang, sadar bahwa Segel Kedua telah membuatnya lebih kuat, tetapi tanggung jawab dan kepercayaan tim adalah kunci sebenarnya.

Aku harus terus belajar menguasainya… dan aku harus melindungi mereka, tidak peduli apa yang terjadi.

Malam itu, di reruntuhan kota yang sunyi, Daniel menyadari satu hal: kekuatan baru ini hanyalah awal dari perjalanan panjangnya, dan hubungan yang tumbuh dengan Aurelia memberi energi emosional yang membuat segel kedua bekerja lebih optimal.

Catatan Chapter 13:

Daniel semakin menguasai Segel Kedua, dengan sinkronisasi tim yang lebih kompleks.

Pertarungan dengan iblis tingkat strategis menekankan strategi, koordinasi, dan kecerdikan.

Bumbu romansa: Daniel dan Aurelia menunjukkan ikatan emosional yang mulai tumbuh di tengah pertempuran.

Foreshadow ancaman Antares semakin mendesak, dengan pasukan iblis yang lebih cerdik dan terorganisir.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!