Kaniya, seorang wanita muda yang berani, menolak perjodohan yang diatur oleh orang tuanya. Dia kabur dari rumah dan mencari perlindungan di perusahaan tempatnya bekerja. Di sana, dia bertemu dengan atasannya, Agashtya, yang juga kabur dari perjodohan orang tua. Mereka berdua bekerjasama untuk menjaga rahasia masing-masing, tapi suatu malam, mereka tak sengaja tidur bersama.
Beberapa bulan kemudian, mereka berdua terkejut ketika mengetahui bahwa orang yang dijodohkan oleh orang tua mereka tak lain adalah mereka sendiri. Kaniya dan Agashtya harus menghadapi kenyataan bahwa mereka telah jatuh cinta, tapi adakah kesempatan bagi mereka untuk bersama? Dan apa yang terjadi ketika adik mereka, Bintang dan Shanaya, juga saling jatuh cinta satu sama lain?
Kaniya dan Agashtya duduk di ruang kantor, mencoba memahami situasi mereka.
"Apa bapak percaya ini?" tanya Kaniya, suaranya hampir tidak terdengar
Agashtya menggelakkan kepalanya. "Saya tidak tahu apa yang harus dikatakan. Aku tidak pernah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Wilis , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persiapan Pertunangan
Agashtya tak bisa menghalangi keinginan dadi maa, mereka pun hanya bisa berpasrah dengan keinginan dadi maa yang mengajak mereka semua untuk segera berangkat ke Indonesia saat ini juga.
"Mom...tolong bujukin dadi maa supaya menghentikan keinginannya..." bujuk Agashtya sedikit harap-harap cemas
"Hah...lagian kamu sih pake bilang mau kenalin dadi maa sama cewek yah...ya udah lah mommy pun gak bisa bantu, tapi beneran ada kan ceweknya? Kalau gak ada kita tetap pada perjanjian awal kamu harus menikah dengan putri om Bhaskara..." jawab bu Arunika pasrah
"Gak bisa gitu dong mom..." bantah Agashtya tak rela jika harus menerima perjodohan
"Gak bisa gitu gimana? Ya udah ayo kita siap-siap balik ke Indonesia tapi kami mau ketemu sama cewek kamu itu kalau kamu ngarang doang kami sudah hubungi keluarga om Bhaskara buat ngadain sambutan pertunangan..." ucap bu Arunika tak terbantahkan
Agashtya pun menjadi lemas seketika, sementara Bintang yang memperhatikannya dari kejauhan hanya menahan tawa karena dirinya sudah mengetahui bahwa akan ada kejutan untuk Agashtya dan Kaniya nantinya.
Semua anggota keluarga Wijaya/Vijaya usai berkemas masing-masing kini sudah siap dengan tas koper masing-masing menuju ke dalam mobil masing-masing. Hanya paman Sabeer dan saudara sepupu Agashtya dan Bintang yang tak lain adalah Yashraj Vijaya.
Paman Sabeer dan Yash tidak ikut dikarenakan terikat oleh pekerjaan masing-masing. Sehingga yang ikut hanya dadi maa, bibi Sharmila, paman Gaurav, Sanchiwali, istri paman Sabeer yang tak lain adalah bibi Rushali dan putri bungsunya Ruhi.
"Challo Agashtya...Apa yang kau tunggu?" sahut dadi maa dengan semangat menggebu-gebu ingin segera terbang ke Indonesia
"Ayolah bhai, kepalang tanggung hihihihi..." ujar Bintang yang berada disisi Agashtya sejak tadi
Dengan berat hati Agashtya pun menuruti keinginan dadi maa. Pak Narendra dan bu Arunika memasuki mobil milik paman Sabeer dikarenakan hari ini paman Sabeer yang sedang libur ngantor sehingga ada waktu untuk mengantar kakaknya ke bandara.
Sementara dadi maa, Agashtya, Bintang, berada dimobil Yash dan Yash yang baru pulang kerja langsung dimintai untuk mengantar mereka ke bandara. Dimobil satunya lagi terdapat bibi Sharmila, paman Gaurav, dan Sanchiwali yang mobilnya disopiri oleh pak Amrish sopir pribadi keluarga mereka.
Sebuah lengkungan bulan sabit tergurat jelas dibibir tipis dadi maa yang tak lagi muda. Sementara Agashtya masih dengan pikirannya yang rumit dan Bintang pun dengan setia selalu merangkul pundak kakaknya itu agar tetap tenang.
Bahkan Bintang tak ada raut wajah cemas atau benar-benar ingin membantu kakaknya itu sehingga membuat Agashtya sedikit curiga namun enggan untuk menanyakannya karena kacau dengan isi kepalanya sendiri. Bagaimana tidak, pasalnya Bintang sudah mengetahui sebuah kebenaran akan hubungan kakaknya dan calon kakak iparnya.
...****************...
Alex yang berada dikediaman keluarga besar Wijaya/Vijaya petang ini disibukkan dengan segala hal yang sudah dititahkan oleh nyonya besar dan tuan besarnya. Ia dan beberapa art dirumah itu tampak saling sibuk dengan tugas masing-masing termasuk juga art muda yang bernama Naomi.
"Mbak Naomi, mbak dan bik Astuti tolong koordinir bagian urusan dapur dan urusan rumah ya, Pak Karta kata tuan besar kemungkinan mereka sampe bandara besok sekitaran jam setengah 12an siang jadi bapak disuruh jemput ke bandara jam 11an, kalau saya sendiri masih sama tugas bagian kantor sama disuruh jadi koordinator kalian semua jadi mohon kerjasamanya ya pak, mbak, buk..." ujar Alex santun
"Siap mas Al..." sahut pak Karta
"Ok siap mas Al pokoknya ditangan Naomi semuanya beres ya gak buk..." sahut Naomi pada bi Astuti
"Iya betul, pokoknya jangan khawatir nanti urusan rumah dan persiapan untuk hidangan seserahan aman..." timpal bi Astuti
"Ok siip mantapsss...Kalau begitu saya keluar dulu untuk cariin souvenir seserahan, oh ya bi As boleh ikut saya sebentar soalnya saya kan juga masih lajang jadi kurang paham ya apa aja itu souvenir seserahan..." ujar Alex santun
"Oh boleh boleh banget mas Al, monggo..." sahut bi Astuti penuh semangat
Alex dan bi Astuti pun melenggang meninggalkan ruang tamu kediaman keluarga Wijaya menuju ke mobil inventaris milik Alex. Tak lama kemudian mobil itu pun melaju dengan santai menuju toko souvenir kado pernikahan, kado ulang tahun dan seserahan paket lengkap.
Setibanya di depan toko yang disarankan oleh bu Arunika, Alex pun mengambil kartu black card yang diberikan secara khusus oleh pak Narendra untuknya. Alex memberikannya pada bi Astuti karena dirinya tidak paham soal urusan berbelanja.
"Bik As, ini black card nya ya. Pinnya tanggal ulang tahun saya..." ucap Alex santun
"Lho lah piye to? Saya gak paham lho beginian mas..." jawab bi Astuti dengan ekspresi bingung
"Ya sudah kalau begitu, bibik cari dan pilih souvenir untuk seserahan yang bagus nanti kalau sudah panggil saya soalnya saya gak paham apalagi ini seserahan untuk adat India mana saya paham bik. Saya tunggu disini sambil ngerjain kerjaan kantor yang seharusnya dikerjain sama mas bos Agashtya..." ujar Alex bijak
"Ok aman mas Al, kalau begitu saya ke dalam dulu ya..." ujar bi Astuti ramah
"Iya bik..." sahut Alex yang kemudian duduk di kursi tunggu yang sudah disediakan oleh owner toko
Dengan sigap Alex pun mengeluarkan tablet nya dan mulai mengerjakan beberapa dokumen penting mengenai pengontrakan masa kontrak para aktor dan aktris film terbaru garapan Agashtya. Sementara bi Astuti sibuk memilih souvenir seserahan yang akan diberikan pada Kaniya esok lusa.
...****************...
Di sisi lain dikediaman keluarga Prasetya pun disibukkan dengan para art yang mulai mengerjakan sebagian olahan kue kering untuk suguhan acara penyambutan keluarga besar pihak lelaki. Tak hanya itu bahkan bu Anindika pun menitahkan Ardian untuk mengantarnya berbelanja pakaian seragaman untuk acara besok malam.
Berbeda dengan Kaniya yang galau gundah gulana di dalam kamar sejak tadi. Dirinya mengurung diri dikamar sembari menangis seorang diri. Gadis mana yang mau jika di jodohkan dengan pemuda yang sama sekali belum dikenalnya sama sekali terlebih ada seseorang yang dicintainya.
"Kak Agashtya...kamu dimana dan lagi apa sekarang? Aku butuh kamu kak, tapi sejak kemaren kamu gak aktif..." gumam Kaniya sembari menatap ikon kontak whatsapp di ponselnya
Sementara itu Shanaya yang berada di kamarnya pun tengah menyusun rencana untuk membantu kakaknya keluar dari problemanya saat ini. Pasalnya Shanaya sendiri juga belum tahu jika Kaniya dengan calon kakak iparnya itu tengah menjalin ikatan yang rumit.
"Nah ide bagus, ya...besok gue harus cari cara buat ngelariin kak Kaniya, semoga aja Bintang bisa bantu besok..." gumam Shanaya yang berjalan mondar-mandir dikamarnya sembari tersenyum cerah saat mendapatkan ide yang menurutnya adalah solusi tepat
Bersamboo dulu... 🤭🌷🌹
Visualnya Kaniya yang lagi galau karena ditinggal Agashtya ke India malah mau dinikahin sama pemuda yang dia gak kenal siapa orangnya... 🤭
btw thor belum mau tamat kan yh? kok kyk bau2 mau ending gituh?