NovelToon NovelToon
Cinta Berlabuh Satu Pelabuhan

Cinta Berlabuh Satu Pelabuhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mutiara Wilis

Kaniya, seorang wanita muda yang berani, menolak perjodohan yang diatur oleh orang tuanya. Dia kabur dari rumah dan mencari perlindungan di perusahaan tempatnya bekerja. Di sana, dia bertemu dengan atasannya, Agashtya, yang juga kabur dari perjodohan orang tua. Mereka berdua bekerjasama untuk menjaga rahasia masing-masing, tapi suatu malam, mereka tak sengaja tidur bersama.

Beberapa bulan kemudian, mereka berdua terkejut ketika mengetahui bahwa orang yang dijodohkan oleh orang tua mereka tak lain adalah mereka sendiri. Kaniya dan Agashtya harus menghadapi kenyataan bahwa mereka telah jatuh cinta, tapi adakah kesempatan bagi mereka untuk bersama? Dan apa yang terjadi ketika adik mereka, Bintang dan Shanaya, juga saling jatuh cinta satu sama lain?

Kaniya dan Agashtya duduk di ruang kantor, mencoba memahami situasi mereka.

"Apa bapak percaya ini?" tanya Kaniya, suaranya hampir tidak terdengar

Agashtya menggelakkan kepalanya. "Saya tidak tahu apa yang harus dikatakan. Aku tidak pernah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Wilis , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjalanan Yang Panjang

  Agashtya dan Bintang memandang keluar dari kaca jendela mobil, mata mereka yang lelah tapi bahagia memandang pemandangan sekitar. Kota Aligarh, yang terkenal dengan universitasnya yang prestisius, AMU (Aligarh Muslim Universitas), menyambut mereka dengan hangat.

"Wow, ini dia," ujar Agashtya, suaranya yang penuh kegembiraan

"Kota yang penuh dengan sejarah dan ilmu pengetahuan..."

Bintang tersenyum, matanya yang indah memandang ke seberang jalan.

"Dan itu, AMU," ucapnya, menunjuk ke arah universitas yang mega h

   Mereka berdua memandangnya dengan rasa penuh kekaguman, menikmati pemandangan sekitar. AMU, dengan arsitektur yang unik dan indah, berdiri kokoh di seberang jalan, seolah-olah menyambut mereka.

"Kita harus ke sana, suatu hari nanti..." ujar Agashtya, suaranya yang penuh semangat

 "Aku pengen lihat lebih dekat, kalau bareng Kaniya pasti lebih spesial..."

Bintang mengangguk, "Aku juga. Aku pengen tahu apa yang membuat universitas itu begitu terkenal..."

   Mereka berdua masih memandangi jalanan yang mereka lalui. Hanya tinggal satu kota lagi yang belum mereka lalui yaitu ibukota raja Kansha, paman Sri Krishna.

    Mereka pun merasa kagum dengan semua infrastruktur yang menampilkan bangunan-bangunan kuno seperti kuil, temple atau candi dan masih banyak lainnya.

    Jalan-jalan yang mereka lalui dipenuhi dengan aroma sejarah yang kental, membuat mereka semakin penasaran dengan apa yang akan mereka temukan selanjutnya.

    Tak lama kemudian, perjalanan mereka pun tiba di kota Mathura, salah satu kota yang sangat bersejarah. Mereka melangkah keluar dari kereta, mata mereka yang lelah tapi bahagia memandang pemandangan sekitar.

"Mathura, kota kelahiran Krishna," ucap Agashtya, suaranya yang penuh dengan kekaguman

 "Rasanya aku gak sabar pengen lihat semua yang ada di sini..."

Bintang tersenyum, matanya yang indah memandang ke sekeliling. "Kita harus ke Kuil Krishna Janmabhoomi, katanya tempat itu bagus banget, sekaligus kita mendoakan kesehatan dadi maa..."

Agashtya mengangguk, "Aku juga udah gak sabar. Challo..."

Bintang menatapnya dengan mata yang misterius, "Aku dapet informasi tentang sebuah artefak kuno yang disembunyikan di kota ini. Haan jee, challo bhai... (Ya, ayo kak...)"

   Mereka berdua kemudian menuju ke Kuil Krishna Janmabhoomi, langkah-langkah mereka yang khusyuk membawa mereka ke dalam suasana yang penuh dengan kesucian. Mereka berjalan melewati gerbang utama, mata mereka yang khusyuk memandang ke arah kuil yang megah.

    Bintang berhenti sejenak, matanya yang indah memandang ke arah patung Krishna yang berada di dalam kuil. Dia mulai mendoakan kesehatan Dadi Maa, suaranya yang lembut terdengar seperti bisikan angin.

   Sementara itu, Agashtya berdiri di sebelahnya, matanya yang khusyuk memandang ke arah patung Krishna. Dia mendoakan keselamatan dan kesehatan Kaniya dan calon buah hatinya, suaranya yang lembut terdengar seperti doa yang tulus.

"Semoga Kaniya dan calon buah hatiku selalu dalam perlindungan para dewa yang Agung," ucap Agashtya, dengan penuh harapan

Bintang menatapnya, senyum yang hangat tersebar di wajahnya, "Aku yakin doa kita akan dikabulkan," ujarnya, penuh dengan keyakinan sembari menepuk bahu kiri Agashtya

   Pendeta kuil yang berpakaian sederhana namun khusyuk mendekati mereka, wajahnya yang teduh memancarkan ketenangan.

"Beta, tum prarthna mein kya maangte ho? (Apa yang kalian minta dalam doa, nak?)" tanyanya, lembut

Bintang dan Agashtya saling menatap, kemudian Bintang menjawab, "Hum Daadi Maa ke achhe swasthya ke liye praarthana karte hain... (Kami mendoakan kesehatan nenek kami...)"

Agashtya pun menjawab lagi, "Main apni patni aur hone wale bachche ki suraksha ke liye prarthna karta hoon...(Aku berdoa untuk keselamatan istri dan buah hatiku...)"

Pendeta kuil mengangguk, "Bhagwan tumhari iccha poori kare...(Semoga Tuhan mengabulkan keinginan kalian...)" ucapnya dengan gerakan yang lembut

    Pendeta kuil memberikan sindur merah pada dahi mereka, manisan sebagai simbol keberkahan, percikan air doa untuk membersihkan jiwa, dan pemberkatan melalui asap dupa yang harum. Suasana kuil semakin khusyuk, seolah-olah para dewa sendiri hadir di tengah-tengah mereka.

    Mereka berdua keluar dari kuil, langkah-langkah mereka yang santai tapi masih dipenuhi dengan rasa khusyuk. Mereka menuju mobil taxi yang menunggu di luar, pikiran mereka masih terfokus pada doa yang baru saja mereka ucapkan.

"Gimana, rasanya lega?" tanya Bintang, matanya yang indah memandang Agashtya

Agashtya tersenyum, "Lega sih lega, tapi aku masih khawatir dengan Dadi Maa dan Kaniya. Semoga dia cepat sembuh dan untuk Kaniya semoga dia disana baik-baik saja..."

Bintang mengangguk, "Aku juga harap begitu. Tapi, kita harus tetap positif thinking, kan?"

   Mereka berdua masuk ke dalam mobil taxi, melanjutkan perjalanan menuju kota Agra. Pemandangan di sekitar mereka berubah dari kota Mathura yang bersejarah menjadi jalan tol yang lurus, tapi pikiran mereka masih terfokus pada tujuan mereka.

"Hum Agra ja rahe hain...(Kita menuju kota Agra...)" ucap sopir taxi, memecah kesunyian

Bintang mengangguk, "Haan jee, ja rahe hain Agra. Ke Taj Mahal... (Ya tuan, kita ke kota Agra. Dimana Taj Mahal berada...)

    Agashtya tersenyum dengan pandangan lurus ke depan menatap jalanan. Mereka berdua memangku jendela mobil, mata mereka yang lelah tapi bahagia memandang pemandangan di sekitar. Bangunan-bangunan kuno, kuil-kuil, sungai yang jernih, dan pegunungan yang hijau membentang di depan mereka, membuat mereka merasa seperti berada di dalam film.

"Wah, indah banget," ucap Agashtya penuh kekaguman.

Bintang tersenyum, "Iya, India memang indah. Aku gak bosen lihat pemandangan kayak gini..."

Agashtya mengangguk, "Aku juga. Aku ngerasa kayak lagi mimpi ini..."

    Mereka berdua tersenyum, menikmati pemandangan yang terus berubah di depan mata mereka. Jalan tol yang lurus membawa mereka semakin dekat ke kota Agra, tapi mereka tidak sabar untuk melihat apa yang akan mereka temukan selanjutnya.

Sopir taksi pun berkata dengan penuh semangat, "Yamuna shehar mein aapka swaagat hai...(Selamat datang di kota Yamuna tuan-tuan...)"

     Agashtya dan Bintang fokus memandang pemandangan di depan, mata mereka tertuju pada plakat jalan tol yang bertuliskan beberapa kota lagi yang akan dilalui setelah Yamuna.

"Fathenagar, Agra, Gwalior..." Agashtya membaca dengan suara pelan

Bintang mengangguk, "Kita akan sampai di Agra dalam beberapa jam lagi, kayaknya..."

Sopir taxi mengangguk, "Ji sir, hum do baje pahunch jaayenge... (Iya tuan, kita akan sampai jam 2 siang nanti...)"

Agashtya tersenyum, "Setelah itu kita langsung kerumah sakit untuk mengunjungi dadi maa, Bin sampaikan pada Pak Serajee..." titah Agashtya yang mulai sedikit lelah

"Mistar seraajee, ham aspataal ja rahe hain... (Pak Serajee, kita ke rumah sakit utama ya...) ucap Bintang santun

Pak Serajee pun bertanya, "Mahoday, yah kaun sa aspataal hai? mahaatma gaandhee aspataal, ujaala aspataal aur kaee any aspataal hain...(Rumah sakit mana, Nona? Ada Mahatma Gandhi Hospital, Ujala Hospital, dan masih banyak lainnya...)"

Bintang berpikir sejenak, "Hmm... taajamahal ke sabase najadeek sthit mukhy shahar ka aspataal, mahoday. krpaya hamen usakee siphaarish karen? (Hmm, kami ingin ke rumah sakit yang paling dekat dengan Taj Mahal, Pak. Bisa tolong rekomendasikan?)"

Pak Serajee mengangguk, "Jee haan, mahoday. main esen medikal kolej aspataal kee siphaarish karata hoon. yah taajamahal ke najadeek hai aur isamen utkrsht suvidhaen hain... (Baik, tuan. Saya rekomendasikan ke SN Medical College Hospital, itu dekat dengan Taj Mahal dan fasilitasnya juga bagus...)"

Bintang dan Agashtya pun menurut saja. Bintang kemudian mengecek pesan WhatsApp dari Pak Narendra, dan matanya melebar ketika membaca pesan tersebut.

"[Bintang, Dadi Maa dirawat di SN Medical College Hospital...]" isi chat whatsapp dari pak Narendra beberapa menit yang lalu

Bersambooo dulu.... 🤗🥰🌹

Visualnya Kota Aligarh... 🌹

Visualnya Aligarh Muslim Universitas (AMU)... 🏫

Visualnya Benteng Kota Mathura (Kota Kelahiran Sree Krishna)... 🙏🥰🌹

Visualnya Kuil Krishna Janmabhoomi... 🙏🌹

Visualnya Agashtya dan Bintang Saat Berdoa Di kuil Krishna Janmabhoomi... 🙏🌹

Visualnya Kota Tepi Sungai Yamuna... 🇮🇳🌹🚣

Visual Plakat Jalan Menuju Agra dan Kota Disekitar Agra... 🇮🇳🌹

Visualnya Kuil Sungai Yamuna... 🇮🇳🌹

1
Yogitha Ratnajyoti ❤
mkin seru nih thor 😍🔥
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih... 🙏😍🌹
total 1 replies
Yogitha Ratnajyoti ❤
knp hrs bohong soal identitas dirinya sih greget dehhh
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...😆🙃🤭
total 1 replies
Yogitha Ratnajyoti ❤
wah agashtya nya ganteng thor 😍
Yogitha Ratnajyoti ❤: owh...
total 2 replies
Yoyoh Tania
si alex udh plng tau aja yh thor, korban dracin dia mah 🤭
Mutiara Wilis 🌹: Iya kak, dia suka nonton melolo kali wkwkwk... 😆🙃🤭
total 1 replies
Yoyoh Tania
ngefans nih sm karakter alex gokil orgnya 🤭
Yoyoh Tania
Kaniya unik tapi gesit yh kk thor 🤭
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...iya kak...🤭
total 1 replies
Yoyoh Tania
izin mampir yh kk thor, cmngutz 💪🔥
Mutiara Wilis 🌹: Monggo, silahkan kak, makasih kak 🙏😍🌹
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih paman 🙏
total 1 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Mutiara Wilis 🌹: Belum ada ide lagi om 🙏🙃
total 1 replies
fatih faa
visual kaniya mana thor
Mutiara Wilis 🌹: Ada kak di bab bagian hasil casting
total 1 replies
Luvita Sari
Si alex gokil ya thor asal nyelonong aja kayak tronton 🤣🤭
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...iya 😆🙃
total 1 replies
Ana Maria
seru nih thor lnjt
Mutiara Wilis 🌹: Makasih kak 🙏🤭🌹
total 1 replies
Luvita Sari
hdir thorrr
Luvita Sari: Urwell kak
total 2 replies
Anonymous
rajin banget thor, Shanaya belum tamat, eh ini ada yang baru😍
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih, boleh asal santun 🙏😅
total 3 replies
Desti31
Ciee karya baru nih🤭
Mutiara Wilis 🌹: Wkwkwk iya double biar gak kehilangan ide tengah jalan di selang seling 😆🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!