Ada tiga remaja putri bersahabat mereka adalah Tari, Tiara , dan Karin mereka mempunyai pasangan masing-masing. dan pasangan mereka adalah sahabatan juga termasuk geng brotherhood pasangan Tari adalah Ramdan, pasangan Tiara adalah Bara dan pasangan ketiga ada Karin sama Boby.. karena ada sesuatu hal ketiga cowok itu membuat pasangan mereka kecewa dengan kejadian yang berbeda - beda namun dia antara 3 pasangan itu hanya Tari dan Ramdan yang bertahan karena Tari memberikan kesempatan kembali kepada Ramdan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tatie Hartati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6 : Pulang Jalur Berdua
Beres rapat hati Ramdan begitu tenang, nyaman dan damai, pastinya dia tidak lupa untuk bersyukur kepada Allah SWT karena telah memberikannya kelancaran rapat dan juga telah memudahkan lidahnya ketika melantunkan ayat suci Al-Qur'an. Setelah melihat aula rapi seperti awal, Ramdan dan Arga pun keluar dari aula. Mereka jalan berdua menuju parkiran. Di parkiran sudah ada Tari yang sedang duduk di atas motor Ramdan. Melihat Ramdan datang, Tari awalnya senang namun tiba-tiba dia panik dan juga malu ingin rasanya Tari pindah sekolah bahkan mungkin pindah planet sekalian. Tari berbisik di dalam hatinya " aduh kenapa Ramdan bareng sama Kak Arga sih, aduh aku harus cari ide nih " batin Tari sambil mengerutkan keningnya karena sedang berpikir mencari cara agar Arga tidak curiga .
Pas Ramdan dan Arga sudah ada di depan Tari, maka langsung saja Tari melancarkan aksinya dengan tenang meskipun dia deg-degan
" Eh Ndan ini buku punya kamu, makasih banget ya udah minjemin aku buku catatannya, " Kata Tari
"Iya sama-sama. Santai aja lagi kan tadi kamu gak nulis karena kamu di suruh nulis di papan tulis kan, kamu sengaja nungguin? Padahal kan bisa besok lagi di kelas atau kenapa ga tadi aja sih waktu di kelas " Kata Ramdan mengerti aksi Tari
"Iya Ndan tadi aku lupa,ya udah kalau gitu aku duluan ya" Kata Tari
"Iya waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh " Kata Ramdan
" hehehehe, maaf lupa salamnya " kata Tari malu banget
" Eh Tari kenapa gak barengan aja sih sama Ramdan?" Tanya Arga
" Enggak dong Kak, kan kita itu beda arah masa iya barengan " Kata Tari
" Iya arah rumah emang berbeda tapi tujuan kan tetap satu hati " Goda Arga
" Ish apaan sih kak" Kata Tari sambil pergi ke luar gerbang meninggalkan Ramdan dan juga Arga
" Ndan jangan lupa ya cari cara biar cepat go publik, jangan hanya mencari cara memecahkan rumus teori phytagoras" Goda Arga
" Aduh ada - ada aja sih kak" kata Ramdan
" kalau gitu gue duluan yah, yakin jok mu mau kosong aja nih " ledek Arga sambil keluar gerbang dengan motor ninjanya. Arga ke luar gerbang dia hanya memberikan senyuman yang jahil saat lewat di depan Tari yang sedang berdiri di luar gerbang. Tari berdiri sambil senyum - senyum sendiri, tak berapa lama datang sebuah motor ninja warna hitam dan di pengendaranya juga memakai Hoodie hitam
"Ayo cepetan naik, nanti keburu sore " Kata Ramdan sambil memberikan helm cadangan yang selalu dia bawa
" Makasih ya Ndan" Kata Tari sambil tersenyum manis membuat pabrik gula langsung bangkrut
" sama-sama ya" kata Ramdan
Tari pun naik ke atas motor Ramdan, dengan senangnya mereka tertawa terbahak-bahak sehingga mereka tidak menyadari kalau jauh di belakang mereka ada sepasang mata yang sedang menjadi CCTV berjalan mungkin. Ya dia adalah Arga Pradipta si ketua OSIS. Tadi Arga pura-pura pulang duluan padahal dia diam bersembunyi di bawah pohon palm yang ada di halte sebelah sekolah SMA Kusuma Bangsa. Rupanya Arga ingin menjadi agen rahasia buat sang Waketosnya yang sudah menjadi partner dari mulai Ramdan kelas X. Saat di lampu merah, Ramdan menepikan dulu motornya dia parkirin di tempat yang kosong. Ternyata Rambut menuju pada penjual Martabak , dia membeli 2 bungkus martabak manis dan 1 bungkus martabak telor. Sambil menunggu pesenan Tari dan Ramdan duduk bersebelahan di samping motor namun masih ada jarak
"Ndan masyaallah banget tadi suara kamu membuat hati yang mendengarnya sangat tenang lho" Kata Tari
"Alhamdulillah, jangan berlebihan Tari, aku juga masih belajar memperbaiki diri. Ingat meskipun kita pintar akademik namun semua itu sia - sia kalau kita melupakan Yang Maha Esa" Kata Ramdan sambil sedikit melirik Tari
" Iya betul Ndan, makasih kamu udah mengingatkan aku dan juga makasih ini minumnya" Kata Tari sambil tersenyum manis
"Sama-sama cantik, makasih juga kamu selalu ada mensupport aku, maaf aku belum bisa mnjadi partner yang terbaik untuk kamu" Kata Ramdan
" Ndan kamu salah, kamu itu paling the best di mata aku, kamu tahu gak persamaan kamu sama martabak?" Tanya Tari pada Ramdan
" Hah? Kok di samain sama martabak sih, emang apa persamaannya?" Ramdan penasaran
" Ya karena sama - sama manis dan spesial "Kata Tari
" Hwaduhhh Tari auto aku jungkir balik nih kalo ga lagi di jalan " Kata Ramdan
" Oh iya Ndan aku penasaran, ada hubungan apa ya Wulan sama Bara?aku gak mau Tiara di sakitin apalagi orang ketiganya itu masih teman satu kelas juga" Kata Tari
" Kamu tenang aja Tari, aku akan mencari tahu soal itu" Kata Ramdan serius. Ramdan sok- Sok an mau jadi agen rahasia orang dia sendiri saja sedang jadi target dari intelijen sekolah
" Hmm makasih yah kamu selalu bantu aku " Kata Tari sambil sedikit melirik pada Ramdan
Saat lagi asyik bercanda, pesenan Ramdan beres. Setelah membayarnya Ramdan langsung mengajak Tari pulang. Perjalanan ke rumah Tari tidak memakan waktu lama hanya sekitar 20 menit mereka sampai. Begitu Tari turun dan Tari memberikan helm kembali, Ramdan langsung memberikan 1 bungkus martabak manis
"Tari, ini buat kamu di rumah, hati - hati ya kamu di rumah sendiri. Pokoknya kamu gak boleh keluar rumah tanpa izin dari aku, oke??? Jangan ngebantah. Kalau kamu ada apa-apa di rumah langsung hubungi aku karena Hp aku selalu nyala 24 jam . Aku pulang dulu ya. Dan satu lagi jangan lupa nanti shalat asar dan selipkan nama aku di dalam do'amu Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh bidadari surgaku" Kata Ramdan
"Hah, waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh "Kata Tari gugup karena ucapan Ramdan membuat dirinya salting
Setelah Ramdan pergi, Tari pun langsung masuk ke dalam rumah dan mengunci gerbang serta pintu rumah.
Sementara itu di basecamp brotherhood anak-anak brotherhood telah hadir semua kecuali sang ketua geng ( Bara, Boby, Pajar, Alvin, Kevin, Elang, Sagara dan Revan)
" Eh ngomong-ngomong ini Ketua kita ke mana ya? Kok belum datang" Kata Bara
" Masih di jalan kali atau kalau enggak dia lagi di Mesjid dulu" Kata Alvin
"Yeah itu mah emang kan kita gengnya seperti itu, yah walaupun gue jujur masih bolong - bolong sholatnya, eh kapan kita ada santunan lagi, " Kata Elang
"Entahlah gue juga kurang tahu, tapi gue salut lho sama si bos, setiap santunan ke jalanan pasti pake uang pribadi dia, kadang ke kita - kita juga suka traktir, mantap tuh tabungan ketua Geng Brotherhood " Kata Alvin
" Gila dia dapat uang jajan berapa ya dari orang tuanya itu perharinya " Kata Kevin
" udah gitu kalau lagi santunan kita di larang bikin video ataupun Foto bersama " Kata Alvin
" Makanya kaum hawa pada rebutan ingin menjadi pendampingnya termasuk sepupu gue si Bela aduh itu tergila-gila sama bos kita namun sayang hatinya bos kita sudah terkunci oleh satu nama yaitu Tari "Kata Elang
Tiba-tiba ceklek suara pintu Basecamp terbuka dan muncullah sosok yang menjadi bahan perbincangan mereka
" Udah pada ngumpul aja nih di sini, oh iya nih ada martabak ingat ada yang manis dan ad yang asin, Eits bentar dulu kalian udah pada shalat asar belum?" Tanya Ramdan
"Belum " Jawab teman-temannya
" Ya udah sana shalat asar dulu, aku udah tadi di jalan" Kata Ramdan
Teman temannya pada sholat asar terlebih dahulu. Beres shalat mereka langsung bercanda tawa
" Bos kapan kita ada santunan lagi?" Kata Revan sambil makan martabak manis
"Belum tahu, gue sibuk banget sekarang ini palingan nanti kalau ada waktu luang" Kata Ramdan
" Gimana bos sama sang pujaan hati baik-baik saja?maaf waktu itu pasti Tari marah besar ya sama kamu gara-gara sepupu gue" Kata Elang
" Baik - baik saja dong aku adalah tipe laki-laki yang selalu minta maaf jadi kejadian kemarin udah clear. Dan aku bukan tipe cowok yang mau nyakitin perasaan cewek apalagi kalau misalnya nyakitin perasaan ceweknya itu demi cewek baru dan masih temennya juga " Kata Ramdan sambil melirik ke arah Bara. Namun yang di lirik sedikit cuek tapi ya emanikena ke hatinya Bara sih
" Wih mantap deh bos gue. Eh bos emang ada ya cowok yang selingkuh sama teman dekatnya lagi?" Tanya Revan
" Banyak sih enggak tapi ada. gue rasa itu cowok gak punya hati nurani dan ga pantes di sebut cowok yang baik" Kata Ramdan
" Bentar bos kenapa tiba-tiba kau bilang seperti itu emang ada apa? " Tanya Sagara
" Gak ada apa-apa " Kata Ramdan
Karena sudah mau Maghrib temannya satu persatu pulang tinggal Ramdan dan Bara yang masih di basecamp. Bara sudah siap - siap pakai jaket, sedangkan Ramdan masih duduk
"Bos kamu gak pulang?" Tanya Bara
" Enggak aku mau di sini, kamu mau ke mana? pulang atau kerumah Tiara? Oh iya kok sekarang gue gak pernah lihat lagi pasangan yang paling mesra se SMA Kusuma Bangsa? Kalian baik - baik aja kan?" Sindir Ramdan
" Baik - baik aja kok kan kamu tahu orang kita satu geng" Kata Bara
" oh enggak cuma mastiin aja takutnya cowoknya main di taman sama cewek lain " Kata Ramdan
Deg Bara langsung keringet dingin semuanya kenapa Ramdan bisa tahu yah , jangan - jangan dia liat lagi waktu di taman. Bara lebih baik ketangkep sama guru BK dari pada ketangkep sama ketua gengnya
"Udah gue mau balik duluan, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" Kata Bara cepat -cepat bahkan tak berani menatap Ramdan
" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, langsung pulang kau jangan mampir dulu ke rumah cewek apalagi mampir ke rumah Wulan" Kata Ramdan
Muka Bara langsung merah seketika karena menahan malu, untung aja teman-temannya udah pada pulang.
Di Basecamp tinggallah Ramdan seorang diri. Dia ambil ponselnya dan chat Tari terlebih dahulu
Ramdan : Kamu udah shalat dan makan?
Tari : udah dong. kamu coba buka chat grup geng receh deh itu rame banget tentang kita
Ramdan : Kan geng receh emang isinya geng aku dan geng kamu
Karena penasaran dengan apa yang dikatakan Tari maka Ramdan langsung membuka chat grup geng receh
Pajar : ( send fto Tari dan ramdan) eh ini aku ada yang kirim tadi
Alvin : sejak kapan Bos jadi Ojek Online gratis
Karin : Pantesan tadi aku ajakin bareng dia gak mau
Tiara : what ??Pajar itu kamu dapat dari agen rahasia? Fix ini kalian @Ramdann @ Tari harus cepat go publik nih
Tari : ( sambil menutupi mukanya pake bantal) eh itu tadi gak sengaja, aku lagi nunggu bis di depan gerbang pas kebetulan Ramdan keluar
Alvin : Ah alasan aja kalian
Ramdan : Eh ini grup Wa ya bukan grup gibah ayo cepetan bubar kalian , dari pada gibah mendingan kerjain tuh tugas matematika biar ga di hukum sama pak Satria
Boby : Bilang aja kalau kalian mau lari dari kenyataan bahwa kalian sudah terlanjur tertangkap sama agen rahasia
Tari : Boby..........mulutmu ya
Tari dan Ramdan pun akhirnya skakmat sama teman - temannya. Ramdan langsung berpikir pasti ini yang kirim fto Ramdan dan Tari itu adalah sang ketua OSIS Arga. Ramdan pun senyum - senyum sendiri meskipun rasanya besok dia kesekolah mau pake topeng aja deh biar ga malu.
Yuk yang suka cerita di bab ini komentar dong biar aku semangat launching bab selanjutnya. Siapa yang kesal sama sikap Bara ? Tulis di komentar ya