NovelToon NovelToon
Gema Di Langit Verona

Gema Di Langit Verona

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / Duniahiburan / Mafia / Cintapertama
Popularitas:213
Nilai: 5
Nama Author: SHEENA My

Sepuluh tahun yang lalu, sebuah ledakan di tepi Sungai Adige menghancurkan kejayaan keluarga Moretti dan meninggalkan Elena Moretti sebagai satu-satunya pewaris yang menanggung noda pengkhianatan. Kini, Elena kembali ke Verona bukan untuk menuntut warisan, melainkan untuk mengubur masa lalunya selamanya.
​Namun, Verona tidak pernah melupakan.
​Langkah Elena terhenti oleh Matteo Valenti, pria yang kini merajai langit Verona. Matteo bukan lagi pemuda yang dulu pernah memberikan mawar di balkon rumahnya; ia telah berubah menjadi sosok berdarah dingin yang memimpin bisnis gelap di balik kemegahan kota kuno itu. Bagi Matteo, kembalinya Elena adalah kesempatan untuk menuntaskan dendam keluarganya.
​Elena dipaksa masuk ke dalam kehidupan Matteo—sebuah dunia yang penuh dengan aturan tanpa ampun, pertemuan rahasia di gedung opera, dan darah yang tumpah di atas batu jalanan yang licin. Namun, saat "gema" dari masa lalu mulai mengungkap kebenaran yang berbeda tentang kematian orang tua mereka,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SHEENA My, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di jantung Menara Gading

​Roma di malam hari tampak seperti hamparan emas yang berkilau, namun bagi Elena Moretti, kemegahan itu hanyalah lapisan tipis yang menutupi busuknya kekuasaan di bawahnya. Gedung Kementerian Kehakiman berdiri kokoh di distrik Prati, sebuah monumen batu travertin yang megah dengan barisan pilar-pilar tinggi yang seolah menantang siapa pun untuk mempertanyakan otoritas di dalamnya. Malam ini, gedung itu dijaga lebih ketat daripada penjara mana pun di Italia. Ratusan personel polisi militer berseragam lengkap dan agen keamanan swasta dari "The Black Wing" membentuk perimeter berlapis demi mengamankan acara pelantikan Kepala Keamanan Nasional yang baru—jabatan yang dirancang khusus untuk Isabella Valenti.

​Di dalam sebuah van teknisi listrik yang terparkir dua blok dari lokasi, Elena sedang mengenakan setelan hitam taktis yang dirancang khusus agar tidak memantulkan cahaya. Elena memeriksa mikrofon kecil yang terpasang di kerah bajunya, lalu memastikan pisau kerambitnya berada dalam jangkauan tangan yang mudah. Wajah Elena tampak tenang, namun detak jantungnya berdegup dengan ritme yang penuh perhitungan.

​Matteo duduk di depan deretan layar monitor di dalam van, jemarinya bergerak dengan kecepatan luar biasa di atas papan ketik. Cahaya biru dari monitor memantul di mata Matteo, memperlihatkan fokus yang mematikan. "Luca sudah berada di posisi di ruang generator bawah tanah. Lorenzo berhasil memberikan akses masuk melalui jalur pipa pendingin udara di sayap timur. Kau punya waktu sepuluh menit sebelum sistem pengenalan wajah melakukan re-boot otomatis."

​Elena menatap layar yang menampilkan denah gedung. Maksud dari penyusupan ini bukan untuk meledakkan gedung, melainkan untuk menyusup ke ruang arsip digital pusat dan menyiarkan data asli pengkhianatan Dewan Tujuh langsung ke seluruh stasiun televisi nasional saat pidato pelantikan Isabella berlangsung. Itu adalah satu-satunya cara untuk menghancurkan legitimasi mereka secara permanen.

​"Aku berangkat," ucap Elena singkat. Elena tidak menunggu balasan romantis; di titik ini, komunikasi mereka telah berubah menjadi sinkronisasi batin yang tidak membutuhkan kata-kata.

​Elena keluar dari van, bergerak seperti bayangan di antara gang-gang sempit Roma. Dengan bantuan tali pelontar karbon, Elena memanjat dinding belakang gedung kementerian yang tidak terpantau oleh lampu sorot utama. Gerakan Elena sangat efisien, setiap tarikan ototnya adalah hasil dari latihan bertahun-tahun dan amarah yang telah lama dipendam. Begitu sampai di balkon lantai empat, Elena menggunakan alat pemotong kaca laser untuk membuat lubang kecil yang cukup untuk tangannya masuk dan membuka kunci dari dalam.

​Udara di dalam gedung terasa dingin dan berbau kertas tua serta pembersih lantai yang tajam. Elena merayap di langit-langit koridor, memanfaatkan pipa-pipa besar untuk menghindari patroli keamanan yang lewat setiap tiga menit.

​"Matteo, aku sudah di sektor empat," bisik Elena pada mikrofonnya.

​"Bagus. Belok kiri di ujung koridor. Ada pintu dengan akses kartu magnetik. Aku akan membukanya dalam hitungan tiga... dua... satu... sekarang," jawab suara Matteo di telinga Elena.

​Pintu itu terbuka dengan bunyi klik halus. Elena masuk ke dalam ruang arsip pusat—sebuah ruangan melingkar yang dipenuhi dengan server yang berkedip-kedip. Di sinilah jantung dari seluruh rahasia kotor Italia disimpan. Elena segera menuju terminal utama, memasukkan perangkat peretas yang diberikan Matteo.

​"Proses pengunggahan dimulai," kata Elena sambil memantau bar kemajuan di layar terminal. "Butuh waktu lima menit untuk menembus enkripsi lapis terakhir."

​"Tahan posisimu, Elena. Luca baru saja melaporkan ada pergerakan mencurigakan di jalur generator. Sepertinya Isabella tahu kita tidak akan tinggal diam," suara Matteo terdengar sedikit cemas.

​Sementara itu, di aula utama gedung, suasana sangat meriah. Musik klasik mengalun lembut, dan para pejabat tinggi Roma menyesap sampanye mahal sambil menunggu kedatangan Isabella Valenti. Sergio Donati berdiri di atas podium, memberikan pidato pembukaan yang penuh dengan kata-kata manis tentang "keamanan" dan "stabilitas". Isabella berdiri di sampingnya, mengenakan gaun merah darah yang elegan, wajahnya yang kaku memancarkan aura kemenangan yang mutlak.

​Di ruang arsip, bar kemajuan di layar Elena sudah mencapai 85%. Tiba-tiba, lampu di ruangan itu berubah menjadi merah terang dan suara sirine yang memekakkan telinga meledak di seluruh gedung.

​"Elena! Keluar dari sana! Ini jebakan!" teriak Matteo melalui earpiece. "Sistem terminal itu sengaja dibiarkan terbuka untuk memancingmu! Isabella tidak pernah kehilangan datanya sepenuhnya, dia hanya memindahkannya ke server bayangan!"

​Pintu ruang arsip terbanting menutup dan terkunci secara otomatis dengan lempengan baja tambahan. Elena berbalik, senjatanya sudah terhunus, namun ia tidak melihat siapa pun. Hanya ada suara tawa yang bergema melalui pengeras suara di sudut ruangan—suara Isabella.

​"Kau pikir kau bisa mengalahkan seorang Valenti di rumahnya sendiri, Elena?" suara Isabella terdengar begitu dekat dan tajam. "Maksud dari keberadaanmu di sini bukan untuk menghancurkanku, tapi untuk menjadi kambing hitam atas ledakan yang akan menghancurkan gedung ini sebentar lagi. Besok, dunia akan mengenalmu sebagai teroris yang membunuh para pemimpin Italia karena dendam pribadi."

​Elena mencoba menembak engsel pintu baja itu, namun pelurunya hanya memantul sia-sia. "Matteo! Kau dengar itu? Mereka akan meledakkan tempat ini!"

​Tidak ada jawaban dari Matteo. Yang terdengar hanyalah suara statis yang berisik. Sinyal komunikasi Elena telah diputus sepenuhnya. Elena melihat ke arah monitor terminal, dan alih-alih proses pengunggahan data, layar itu kini menampilkan hitungan mundur bom yang tersembunyi di dalam unit server: 01:30... 01:29... 01:28...

​Elena berlari ke arah jendela, namun jendela itu telah ditutup oleh tirai baja antipeluru yang turun dengan cepat. Elena terjebak. Di tengah kepanikan itu, Elena mendengar suara cakram logam yang berputar di bawah lantai ruangan. Sebuah pintu rahasia terbuka di tengah ruangan, dan dari sana muncul sosok yang sama sekali tidak Elena duga.

​Bukan Isabella, bukan pula penjaga bersenjata.

​Seorang pria dengan setelan jas hitam yang rapi, memegang sebuah remot kontrol ledakan di tangannya. Wajahnya sangat mirip dengan seseorang yang Elena kenal baik di masa lalu. Pria itu menatap Elena dengan senyum yang sangat tenang, sebuah senyum yang sering Elena lihat di foto-foto lama milik ayahnya.

​"Ayah?" bisik Elena, suaranya bergetar hebat. Senjatanya nyaris terjatuh dari tangannya. "Tidak... itu tidak mungkin. Ayah sudah meninggal sepuluh tahun lalu."

​Pria itu melangkah maju, cahaya merah dari hitungan mundur bom menyinari separuh wajahnya, menciptakan bayangan yang mengerikan. "Kematian hanyalah sebuah cara untuk menghilang dari permainan yang sudah tidak bisa dimenangkan, Elena. Maksud dari semua ini adalah untuk melihat apakah kau cukup kuat untuk melanjutkan apa yang kumulai... atau apakah kau harus ikut hancur bersama gedung ini."

​Pria itu menekan sebuah tombol di remotnya, dan hitungan mundur di layar server melompat dari satu menit menjadi sepuluh detik.

​10... 9... 8...

​Elena terpaku di tempatnya, otaknya mencoba memproses kenyataan gila yang baru saja ia lihat. Apakah ayahnya benar-benar hidup? Ataukah ini hanya permainan psikologis tingkat tinggi yang dilakukan Isabella menggunakan teknologi hologram atau operasi plastik? Dan di mana Matteo? Apakah Matteo juga bagian dari pengkhianatan ini, ataukah Matteo sudah tewas di dalam van?

​5... 4... 3...

​Elena melihat pria itu menghilang kembali ke dalam lubang di lantai saat pintu baja mulai bergetar karena ledakan kecil di koridor luar. Di saat terakhir sebelum angka di layar mencapai nol, Elena melihat sebuah pesan masuk di ponsel taktisnya yang tergeletak di lantai. Pesan itu berasal dari nomor yang tidak dikenal, berisi satu kalimat yang menghancurkan seluruh dunianya:

​"Matteo tidak pernah mencintaimu, Elena. Dia adalah orang yang menarik pelatuk pada malam kematian ayahmu."

​2... 1...

​Sebuah ledakan dahsyat mengguncang ruangan tersebut, namun bukan ledakan api, melainkan ledakan cahaya putih yang membutakan segala indra Elena. Dunia Elena berubah menjadi putih total, dan suara terakhir yang ia dengar adalah suara pintu yang terbuka dengan paksa dan langkah kaki seseorang yang berlari ke arahnya sambil meneriakkan namanya dengan suara yang tidak ia kenali.

​Siapakah pria yang mengaku sebagai ayahnya itu? Benarkah Matteo adalah pembunuh ayahnya yang sebenarnya? Dan apakah Elena masih memiliki waktu untuk mencari kebenaran sebelum seluruh hidupnya benar-benar hangus menjadi abu di Roma?

1
May Tales
waw
Panda: terimakasih udh mampir kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!