NovelToon NovelToon
Peluru Dan Permata: Istri Rahasia Sang Kolonel Kaya

Peluru Dan Permata: Istri Rahasia Sang Kolonel Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mr. Awph

Lana (17 tahun) hanyalah siswi SMA yang memikirkan ujian dan masa depan. Namun, dunianya runtuh saat ia dijadikan "jaminan" atas hutang nyawa ayahnya kepada keluarga konglomerat Al-Fahri. Ia dipaksa menikah dengan putra mahkota keluarga itu: Kolonel Adrian Al-Fahri.
​Adrian adalah pria berusia 29 tahun yang dingin, disiplin militer, dan memiliki kekayaan yang tak habis tujuh turunan. Baginya, pernikahan ini hanyalah tugas negara untuk melindungi aset. Bagi Lana, ini adalah penjara berlapis emas.
​Di sekolah, ia adalah siswi biasa yang sering dirundung. Di rumah, ia adalah nyonya besar di mansion mewah yang dikawal pasukan elit. Namun, apa jadinya saat sang Kolonel mulai terobsesi pada "istri kecilnya"? Dan apa jadinya jika musuh-musuh Adrian mulai mengincar Lana sebagai titik lemah sang mesin perang?
​"Tugas saya adalah menjaga kedaulatan negara, tapi tugas utama saya adalah memastikan tidak ada satu pun peluru yang menyentuh kulitmu, Lana."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Awph, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Dinginnya Tatapan Adrian

Dinginnya tatapan Adrian malam itu menjadi mimpi buruk yang terus berulang dalam tidur Lana yang sangat tidak nyenyak. Ia terbangun dengan napas yang memburu saat cahaya matahari pagi mulai memaksa masuk melalui celah gorden kamar yang tebal.

Begitu ia membuka mata, sosok Adrian sudah berdiri tegak di depan jendela sambil mengenakan seragam kebesaran yang tampak sangat kaku dan sempurna. Pria itu tidak menoleh sedikit pun saat menyadari bahwa istrinya sudah terbangun dari tidurnya yang penuh dengan kegelisahan.

Adrian memegang sebuah map hitam di tangan kirinya sementara tangan kanannya menggenggam gagang pedang upacara yang melingkar di pinggangnya. Atmosfer di dalam kamar tersebut terasa sangat berat seolah seluruh oksigen telah dihisap keluar oleh keberadaan sang kolonel.

"Segera bersiap karena hukuman keduamu akan dimulai tepat saat kakimu menyentuh lantai sekolah," ujar Adrian dengan suara yang sangat berat.

Lana tersentak dan segera bangkit dari tempat tidur dengan perasaan yang sangat tidak menentu serta penuh dengan rasa takut. Ia ingin bertanya mengenai maksud dari perkataan suaminya tersebut namun lidahnya seakan terkunci oleh wibawa Adrian yang sangat dominan.

Lana melangkah menuju kamar mandi dengan bahu yang merosot karena merasa sangat tertekan oleh situasi yang semakin menjepit hidupnya. "Apakah saya harus berangkat dengan pengawalan yang jauh lebih ketat daripada kemarin, Tuan?" tanya Lana saat ia sudah kembali dengan seragam sekolahnya.

Adrian akhirnya memutar tubuhnya dan menatap Lana dengan pandangan yang sangat tajam seolah sedang membedah setiap pikiran rahasia istrinya. Ia melangkah mendekat hingga ujung sepatu bot militernya yang mengkilap menyentuh ujung sepatu kain milik Lana yang tampak sangat sederhana.

Adrian membungkuk sedikit sehingga aroma kayu cendana dari tubuhnya tercium sangat kuat oleh indra penciuman Lana yang sensitif. "Kamu akan berangkat sendiri tanpa pengawalan terbuka, namun jangan pernah berpikir bahwa kamu sedang bebas," bisik Adrian dengan nada yang penuh dengan ancaman tersembunyi.

Lana mengerutkan kening karena ia merasa ada sesuatu yang sangat janggal di balik keputusan Adrian yang tiba-tiba memberikan kelonggaran tersebut. Ia keluar dari mansion dengan perasaan was-was yang luar biasa besar sementara sebuah mobil hitam terus membuntuti dari jarak yang cukup jauh.

Sesampainya di gerbang sekolah, Lana disambut oleh bisik-bisik teman-teman temannya yang nampak sedang mengerumuni sebuah papan pengumuman besar. Seluruh dinding koridor sekolah telah dipenuhi oleh selebaran yang menampilkan foto Lana saat berada di kelab malam tadi malam.

Lana merasa dunianya seakan berhenti berputar saat melihat keterangan di bawah foto tersebut yang menyebutnya sebagai gadis simpanan pejabat. Air mata Lana mulai mengalir membasahi pipinya saat menyadari bahwa reputasinya sebagai siswi teladan telah hancur berkeping-keping dalam hitungan jam.

"Lihatlah siapa yang datang, sang putri malam yang ternyata hanya seorang pencari harta," teriak Maya dengan nada yang sangat penuh dengan kebencian.

Lana hanya bisa menundukkan kepala sambil mendekap tas sekolahnya dengan sangat erat demi menahan rasa malu yang sangat luar biasa. Ia menyadari bahwa kelonggaran yang diberikan Adrian pagi ini adalah cara pria itu untuk membiarkan Lana merasakan konsekuensi sosial atas tindakannya sendiri.

Ia berusaha mencari jalan keluar namun kerumunan siswa justru semakin menutup langkahnya hingga Lana merasa sangat terpojok di dinding kelas yang dingin. Dari kejauhan, ia melihat sosok Adrian yang sedang berdiri di dalam mobil hitamnya sambil terus memantau setiap kejadian melalui gawai canggihnya.

Lana menyadari bahwa permintaan maaf yang gagal semalam akan berlanjut menjadi drama panjang yang menyiksa batinnya di sekolah hari ini. Permintaan maaf yang gagal akan membuat Lana menyadari bahwa Adrian bukanlah pria yang bisa luluh hanya dengan tetesan air mata seorang gadis kecil.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!