NovelToon NovelToon
Aku Bukan Romeo Dan Kamu Bukan Juliet

Aku Bukan Romeo Dan Kamu Bukan Juliet

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Henny

Fiana Adams tak pernah menduga akan jatuh cinta pada pandangan pertama. Pertemuan yang singkat di reuni sebuah SMA telah membuatnya terus memikirkan Arjuna Zefanya Tekins. Siapa sangka keduanya justru tak bisa dipisahkan sejak malam itu walaupun mereka harus menghadapi kenyataan bahwa keluarga mereka adalah orang yang paling berkuasa dan paling bermusuhan sejak zaman dulu. Berbagai tantangan datang dan berusaha memisahkan keduanya. Sampai akhirnya keduanya berada di sebuah pilihan yang sulit. Mempertahankan cinta mereka atau menjaga nama baik keluarga.
Ceritanya di jamin sangat romantis dan bikin baper. Walaupun memang penuh dengan tantangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Pernikahan Yang Diinginkan

Perlahan Arjuna melepaskan Diana yang memeluknya. "Bukan seperti ini, Diana. Masa kan aku harus menikahi mu hanya karena aku sudah melihat tubuhmu?" tanya Arjuna.

"Hukumnya memang sudah seperti itu. Jika kamu tak menikah dengan Diana, maka seumur hidup tak ada lelaki yang mau menikah dengan Diana." kata Sun, teman Diana yang sudah turun dari pohon.

"Benar. Di desa kami ini aturannya memang seperti itu." sambung Moon, teman Diana yang lain.

Arjuna mengusap wajahnya. Ia tiba-tiba menjadi pusing. Apalagi saat menatap wajah Diana yang terlihat begitu sedih.

"Sebaiknya kita bicara dengan pak kapala desa saja." kata Moon.

Arjuna mengangguk. Ia masih baru di sini jadi tak boleh sembarangan mengambil keputusan.

Begitu mereka bertiga tiba di rumah pak kepala desa, kebetulan pak kepala desa dan istrinya sedang berada di sana.

Diana yang sudah berpakaian nampak duduk lesu di lantai. Ibu Inara juga sudah dipanggil.

"Aku tak sengaja melihatnya karena dia terpeleset." kata Arjuna setelah teman Diana menceritakan apa yang terjadi.

"Apa benar begitu?" tanya Rudi.

"Benar, pak. Memang Arjuna tak sengaja melihat tubuh Diana." kata Moon.

Pak Rudi diam sejenak. Ia nampaknya coba memikirkan sesuatu.

"Arjuna kamu memang masih baru di sini sehingga belum banyak tahu aturan yang berlaku di sini. Bagaimana pun kamu sudah terlanjur melihat tubuh Diana. Kamu berkewajiban untuk menikah dengannya."

Arjuna nampak tak bisa menerimanya.

"Tapi paman, pernikahan itu bukanlah suatu permainan. saya tidak mencintai Diana. Memang saya suka melihatnya karena mirip dengan almarhumah istriku. Tapi aku tak bisa menikahinya."

"Nak, Diana mungkin hanya gadis kampung bagimu. Tapi tolong selamatkan nama baik putriku. Tak ada lagi lelaki yang akan menikahinya jika tahu kalau tubuhnya sudah dilihat oleh orang lain." mohon Inara.

Arjuna tak tahu harus berbuat apa. Ia tak tega melihat Diana yang menangis sedih dan Inara yang nampak putus asa.

"Baiklah. Aku akan menikahi Diana." kata Arjuna walaupun dengan berat hati.

"Kalau begitu, aku akan mengumpulkan para sesepuh desa ini. Pernikahannya akan dilaksanakan besok malam. Malam ini, Diana tidak boleh lagi pulang ke rumahnya. Diana akan tidur di rumah ini bersama dengan Arjuna." kata Rudi membuat Arjuna terkejut.

"Aturannya sudah seperti itu, nak. Diana tak boleh lagi kembali ke rumahnya." kata Mia, dengan lembut. Ia segera mengajak Diana ke kamar yang biasa ditiduri oleh Arjuna.

Maafkan aku, Fiana. Aku merasa seperti sudah mengkhianatimu. Batin Arjuna dengan hati yang sedih.

***********

Sepanjang malam, Arjuna tak bisa memejamkan matanya. Ia duduk di sudut kamar sambil terus memandang foto Fiana.

Sedangkan Diana, nampak juga agak gelisah malam itu. Ia menangis sedih sambil tidur membelakangi Arjuna.

Saat pagi menjelang, Arjuna bangun dan segera keluar kamar. Ia kaget saat melihat halaman rumah pak Rudi sudah dipasangkan tenda dan ada beberapa ibu-ibu yang nampak sedang menghiasi tempat itu dengan bunga-bunga.

Ketika hari beranjak siang, para lelaki datang membawa Arjuna pergi. Mereka memandikan Arjuna di bawa air mancur yang ada. Melakukan beberapa ritual dalam bahasa yang tidak Arjuna mengerti.

Setelah itu Arjuna di bawah ke sebuah rumah dan dipakaikan pakaian pengantin. Seperti pengantin. Ada jas, dasi dan sepatu pantofel yang nampak disemir rapi.

Para penduduk sudah berbaris rapi saat Arjuna berjalan menuju ke rumah pak Kades.

Ada tarian dengan lagu-lagu bahasa asing yang tak Arjuna mengerti.

Setelah proses upacara untuk pengantin lelaki selesai, mereka pun membawa Diana turun dari dalam rumah pak kades.

Arjuna terpana. Diana mengenakan pakaian putih khas daerah ini. Rambutnya di sanggul rapi dan diberi hiasan bunga melati. Arjuna justru ingat hari pernikahannya dengan Fiana. Make up natural yang memancarkan kecantikan sejati. Persis seperti make up Fiana saat menikah dengannya.

Hati Arjuna bergetar. Ia bagaikan melihat istrinya sendiri. Saat tangan mereka saling menggenggam, Arjuna bagaikan mengalami Dejavu pada hari pernikahannya dengan Fiana.

Ling nampak hadir di sana dengan wajah yang sedikit cemberut. Bagaimana pun ia menyukai Arjuna. Namun harus pasrah saat temannya justru mendapatkan Arjuna dengan cara yang tak pernah diduga.

Malam itu, ketika upacara pernikahannya selesai, penduduk berpesta dengan gembira. Arjuna kaget saat melihat ternyata dokter Edgar ada di sana juga.

"Rumah ini adalah milikmu. Rumah yang akan kamu tinggali dengan Diana. Sebenarnya rumah ini kusiapkan untuk anak perempuan ku, tapi tak apalah. Nanti aku buatkan lagi rumah untuknya." kata Rudi saat mengantarkan Arjuna ke sebuah rumah yang letaknya tak begitu jauh dari rumahnya.

"Paman, kenapa tidak tinggal di rumah orang tua Diana? Bukankah ibunya hanya tinggal sendiri?"

"Sebenarnya setiap lelaki yang menikah harus memiliki rumah sendiri. Kamu tak ada orang tua di sini, jadi biarkan aku menjadi orang tuamu. Naiklah ke atas karena istrimu sudah menunggu."

Agak ragu Arjuna akhirnya menaiki tangga rumah itu. Begitu ia membuka pintunya, nampak ruang tamu tak begitu luas. Tak ada kursi karena karena memang orang di sini lebih suka duduk di lantai.

Arjuna melihat pintu kamar yang terbuka sedikit. Ketika ia menengok ke dalam, nampak Diana yang sedang duduk sambil tubuhnya di tutupi kain berwarna putih. Rambutnya sudah tak disanggul dan make up nya juga sudah dibersihkan. Gadis itu duduk di tepi ranjang sambil tertunduk.

Langkah Arjuna terasa berat namun ia pun melangkah juga untuk masuk ke kamar.

"Kamu tidurlah di ranjang. Biar aku tidur di luar." kata Arjuna lalu membuka sepatu yang dipakainya.

Pintu kamar yang tadinya terbuka, tiba-tiba tertutup karena ada orang yang menariknya dari luar. Arjuna mencoba membukanya tapi tak bisa.

Saat Arjuna membalikan tubuhnya, ia kaget melihat Diana yang sudah berdiri di depannya. Walaupun wajah gadis itu terlihat agak tegang, namun ia harus melakukan tradisi malam pertamanya. Perlahan ia melepaskan kalian putih yang menutupi tubuhnya. Arjuna langsung terbelalak saat melihat kalau ternyata di balik kain itu, Diana tak menggunakan apa-apa lagi. Tubuhnya nampak sangat menggoda dengan bentuk pinggang seperti gitar spanyol, sepasang benda kenyal yang tergantung menggoda. Arjuna bagaikan melihat tubuh Fiana.

Apa yang harus di lakukan nya?

**************

Dokter Edgar meneguk minuman khas desa ini yang memang mengandung alkohol. Di depannya ada Rudi. Keduanya duduk berdua di teras rumah pak kades itu. Semua penduduk sudah kembali ke rumahnya.

"Menurut dokter, apakah Arjuna akan menyentuh Diana?"

"Bukankah wajahnya sama dengan Fiana?"

"Namun Arjuna menyimpan cinta untuk mendiang istrinya itu."

"Diana cantik, menarik dan seksi. Lelaki mana yang bisa menolaknya? Aku senang karena rencana ku berhasil. Arjuna dijebak dengan adat desa ini. Diana, walaupun membenci Arjuna tapi juga tak bisa melawan karena dia sangat taat pada ibunya. Apakah tadi Arjuna meminum anggur pernikahannya?"

"Ya. Dia bahkan menghabiskannya."

"Aku juga melihat Diana menghabiskan kue yang sudah aku berikan obat itu. Aku yakin, mereka berdua tak akan bisa menahan diri lagi. Penyatuan pasti akan terjadi dan dendamku akhirnya bisa terbalas. Aku berharap Arjuna akan tergila-gila pada tubuh Diana. Itu adalah cara termanis untuk mengikatnya tetap ada di sini."

Rudi menarik napas panjang lalu menghembuskannya perlahan. "Mengapa kamu sampai terlihat sejauh ini? Kamu tahu apa hukumannya jika pihak kerajaan tahu?"

Edgar tersenyum. "Mereka tak akan pernah tahu kalau penduduk di sini semuanya tutup mulut." kata Edgar lalu menghabiskan sisa anggur di gelasnya. "Aku harus segera pergi. Ada banyak pekerjaan besok pagi. Deissy akan membantu aku untuk menjadi dokter istana." lalu Edgar segera pergi dengan mobilnya.

***********

Wah, ada apa lagi nih?

1
Liina Anjani Malick
ada apa ya aku jg bingung bang juna😔🤣
Liina Anjani Malick
makin ke sini makin k sono🤣 jd fiana udh meninggal bnrn😤
Syavira Vira
gemessss
Syavira Vira
lanjut
Gia Nasgia
oh ternyata Edgar dendam dgn orang tua Fiana karena Jordy menikung Edgar🤔 ehh si Juna candu🤭
tintiin21
semakin seru semakin penuh teka teki ini.... 😁😁😁😁
momAriqa
terlove love kak author ❤❤ lanjut kak 🤗🤗
Enny Olivia: makasi ya
total 1 replies
Gia Nasgia
Ihhh kak Hen ternyata kisahnya Arjuna and Fiana penuh teka teki🤭tetap cemungut 🫶💪
Gia Nasgia
Lah giliran Juna yg takut dgn Fiana ehh Diana😂
tintiin21
Dokter edgar masih tanda tanya bgt.. 🤔🤔🤔
tintiin21
ini namanya kado terindah Jun... 😁😁😁
Liina Anjani Malick
jadi gmn moms... 😤teka teki nya bnym syekali... aku udh pusing mikirin kehidupan ku eh jd ikut mikirin idup fiana... astagfirullah🤣
Enny Olivia: makasi tetap membacanya walaupun sudah pusing 😄😄🙏🙏
total 1 replies
Maria Kibtiyah
si edgar punya dendam ma siapa si
Syavira Vira
🥰🥰♥️♥️
Syavira Vira
semangat kak dilanjut 🙏💪👍🏻♥️
Liina Anjani Malick
diana = fiana ya moms😔
Syavira Vira
👍🏻👍🏻💪💪👍🏻♥️♥️♥️
Syavira Vira
lanjuttttt
Syavira Vira
lanjut
Gia Nasgia
Sepertinya Edgar punya rencana lain meskipun menerima rencana Dessy🤔berarti fix Fiana ,itu Diana🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!