NovelToon NovelToon
SARANG

SARANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Single Mom / Janda / Bullying di Tempat Kerja / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:455
Nilai: 5
Nama Author: Shikacikiri

"Sudah ku katakan namaku Sarah bukan sarang! " seru Sarah pada polisi yang membawanya itu.

Meski belum fasih bahasa korea, tapi dia mengucapkan dengan jelas apa yang dia katakan.

Dia masih saja harus menjelaskan pembetulan ejaan namanya pada mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shikacikiri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

Selanjutnya, mereka pergi ke taman bermain yang terbengkalai.

Lagi lagi Sarah tak mau ikut, kali ini Ki Yong menariknya.

"Ikut! " ucap Ki Yong.

Sarah menurut, berjalan di belakangnya pelan tanpa melihat tempat lain selain tempat pijakannya.

Ji Min memperhatikan nya, kemudian menjahilinya dengan menarik jaketnya, sehingga dia terkejut dan secara spontan menarik jaket Ki Yong.

"Tidak! " seru Sarah terkejut.

Ki Yong langsung memeluknya, mengira dia akan jatuh ke belakang.

Jae Suk menganga melihat mereka, kemudian dia langsung memukul kepala Ji Min.

"Berhenti bercanda" ucapnya kesal.

"Maaf" jawab Ji Min sembari meringis kesakitan.

"Hati hati" ucap Ki Yong setelah melepaskan nya.

"Ahhh, terimakasih Ki Yong, refleks mu bagus, sangat cepat" ucap Sarah kagum.

Meskipun dia masih terkejut dan sibuk menepuk nepuk dirinya sendiri untuk tidak takut lagi.

Kemudian dia menatap Ji Min dan menunjukkan ekspresi kesal padanya.

Ki Yong berjalan lagi, kali ini dia senyum, sekarang posisinya berada sebagai penyelamat nya dari kejahilan Ji Min.

"Kenapa hanya kalian berdua yang datang ke sini? " tanya Ji Min di tengah taman.

Ki Yong memperhatikan seisi taman bermain itu dengan melihat sekeliling.

"Produser Go bilang, aku pembuka jalan, dia perekam jalan" ucap Sarah menunjuk Ki Yong.

Ki Yong pun mengangguk.

"Jadi kau yang membuat kami mau bercerita dan menunjukkan tempat tempat ini, sedangkan dia yang merekam semua yang ada di sini? " Jae Suk menyimpulkan.

"Dia tidak bawa kamera" ucap Ji Min mencari.

"Apa kau tidak merasa dimanfaatkan? " tanya Jae Suk pada Sarah.

"Tentu saja, tapi kan aku menerima uang dari mereka" jawab Sarah menjelaskan hubungan mutualisme mereka.

"Lalu kami? " tanya Ji Min.

Sarah menatap Ki Yong.

"Semua sudah di atur, tenang saja" jawab Ki Yong.

Dia memandang semua tempat seperti sedang merekam.

Jae Suk menunjukkan tempat dimana saja mereka menemukan semuanya.

Hari itu sungguh melelahkan bagi mereka.

**

Sarah mandi dan memakai baju yang Ji Min berikan, semuanya hanya kaus dan celana panjang. seperti yang selama ini dia pakai.

Ki Yong menatapnya. Sarah sadar sedang ditatap.

"Kenapa? " tanyanya risih.

"Baju mu jelek" ucap Ki Yong.

"Ini baju dia yang baru semua, tidak jelek, hanya memang semua yang kamu pakai itu bermerk, jadi pandangan mu lain" ucap Sarah.

"Aku sudah tawarkan untuk membeli di toko itu, malah ga mau" ucap Ki Yong sembari berbaring.

"Jelas lah ga mau, orang baju perempuan semua" ucap Sarah juga berbaring.

Ki Yong bangun menatapnya.

"Kamu ini perempuan" ucap Ki Yong menunjuk.

"Iya tapi aku ga suka baju perempuan" ucap Sarah bermaksud mengatakan bahwa dia lebih suka baju seperti yang sekarang dia pakai.

Ki Yong mengerutkan dahinya. Tapi kemudian menghela.

"Iya, aku lupa, kamu itu ibu ibu" dia kembali berbaring.

Sarah kesal, dia melempar bantal padanya. Ki Yong bangun lagi untuk membalas. Tapi Sarah diam saja.

Ki Yong tetap melempar, ingin membuat situasi yang menyenangkan. Namun Sarah mengambil bantal itu kemudian berbaring memakainya dan membelakangi Ki Yong.

"Hanya begitu? " gumam Ki Yong.

Dia bangun dan mendekat perlahan, tapi Sarah benar-benar kelelahan, dia tertidur dengan cepat.

"Cepat sekali dia langsung tidur" ucap Ki Yong kemudian tersenyum.

Tak lama, He Jin mengirim pesan.

- Gimana? -

- Masih observasi, besok ke gudang tempat penjualan organ -

- bukan... kamu sudah pastikan kalau dia itu black rose? -

- apa ini, sudahlah, black rose pun tak pernah muncul setelah menerima uangnya, kenapa kamu jadi mengingatnya -

- jelas itu dia, lihat saja, aku akan buktikan -

"Apa ini? Kenapa dia bersikeras kalau Sarah itu penulis black rose" gumam Ki Yong.

Tapi dia menatap punggung nya, jadi ikut terpikirkan.

***

Hari berikutnya.

Kali ini Sarah bangun terlambat, Ki Yong sudah siap dan rapi.

"Wah, nyenyak sekali ibu ini tidur" ucap Ki Yong.

Sarah terbangun dengan rambut acak acakan. Dia malah duduk terdiam menatapnya.

"Cepat mandi, hari ini pakai ini. Jangan pakai pakaian Ji Min" ucap Ki Yong seraya memberikan tas cukup besar padanya.

Sarah mengintip isinya.

"Cepat! " seru Ki Yong.

Sarah terperanjat dan langsung pergi ke kamar mandi.

Setelah menunggu beberapa saat, Sarah memunculkan kepalanya dari kamar mandi.

Ki Yong sedang membuka file yang akan dia kirim ke He Jin.

"Stth.... " panggil Sarah padanya.

"Hmm" Ki Yong tak menoleh, karena masih memeriksa.

"Kau tidak salah memberikan baju ini? " tanya Sarah.

"Tidak, cepat kita harus kejar pesawat malam ini, kita harus ke penjara besok pagi" ucap Ki Yong masih tanpa menoleh.

Sarah keluar, dia memeluk jaketnya yang kebesaran.

Ki Yong sadar Sarah tak bergeming, akhirnya dia menoleh dan melihat apa yang Sarah kenakan.

"Astaga! " Ki Yong terkejut.

Dia salah memberikan bajunya, dia menepuk dahinya.

"Kita sedang buru buru dan kamu .... "

Ki Yong memberi tas lainnya.

"Kan tadi nanya! " Sarah mengambil tasnya dan kembali ke kamar mandi.

Kali ini lebih cepat dia sudah keluar. Ki Yong tersenyum karena sudah memilihkan pakaian yang pas untuknya.

"Ayo! " ucap Ki Yong lalu pergi.

Sarah mengikuti setelah menutup pintu.

Mereka pergi lagi, tapi hari ini dengan Jae Suk saja, karena Ji Min harus melakukan pengintaian.

"Aku suka dia, badannya tegap dia pasti sering olahraga" ucap Ki Yong sembari menyetir.

"Sudah ku katakan dia itu istimewa" Sarah bangga sendiri.

Ki Yong tersenyum, kali ini tak masalah jika Sarah membanggakan nya, dia hanya adik baginya, sama seperti Seon Yu.

Jae Suk memperhatikan raut wajahnya.

"Ku dengar kalian satu kamar" ucap Jae Suk.

"Ada dua ranjang di dalamnya" ucap Sarah membetulkan.

"Kenapa tidak tinggal di kamar lama mu saja, masih kosong di sana" ucap Jae Suk.

"Malam ini kami kembali" ucap Ki Yong.

"Hmmm, harus ke penjara" timpal Sarah.

Jae Suk menatap Sarah.

"Kau pergi ke sana? " tanyanya.

"Hmm" angguk Sarah.

Jae Suk menghela, Ki Yong melihat raut wajahnya dari spion. Tatapannya beralih pada Sarah yang memperhatikan sisi jalan.

"Kau tidak merekamnya? " tanya Ki Yong mengingat sosial media sarah hanya berisi perjalanan dan sunting suaranya sendiri.

"Aku tidak merekam jalan dalam kenangan buruk" ucap Sarah.

"Ahhh, itu yang mau aku bicarakan, He Jin bilang terserah padaku dan kamu" Ki Yong mendapatkan materi untuk berbincang selama perjalanan.

Jae Suk memasang wajah cemas nya.

"Apa itu? " tanya Sarah pada Ki Yong.

"Judul yang akan kita tentukan, dia tertarik dengan tajuk tulisan mu, bad memories. Tapi apakah cocok? " Ki Yong mulai meminta pendapat nya.

"Itu memori buruk untuk ku, apa tidak untuk mu oppa? " tanya Sarah pada Jae Suk.

Ki Yong dan Jae Suk terkejut mendengar cara Sarah memanggilnya begitu.

Mereka berdua menatapnya dengan mata membulat dan mulut sedikit menganga.

...****************...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!