NovelToon NovelToon
Kenapa Aku Yang Dihukum ( Anak Pelakor)

Kenapa Aku Yang Dihukum ( Anak Pelakor)

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

Dunia Isani seakan runtuh saat Yumi, kakak tirinya, mengandung benih dari calon suaminya. Pernikahan bersama Dafa yang sudah di depan mata, hancur seketika.

"Aku bahagia," Yumi tersenyum seraya mengelus perutnya. "Akhirnya aku bisa membalaskan dendam ibuku. Jika dulu ibumu merebut ayahku, sekarang, aku yang merebut calon suamimu."

Disaat Isani terpuruk, Yusuf, bosnya di kantor, datang dengan sebuah penawaran. "Menikahlah dengaku, San. Balas pengkhianatan mereka dengan elegan. Tersenyum dan tegakkan kepalamu, tunjukkan jika kamu baik-baik saja."

Meski sejatinya Isani tidak mencintai Yusuf, ia terima tawaran bos yang telah lama menyukainya tersebut. Ingin menunjukkan pada Yumi, jika kehilangan Dafa bukanlah akhir baginya, justru sebaliknya, ia mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari Dafa.

Namun tanpa Isani ketahui, ternyata Yusuf tidak tulus, laki-laki tersebut juga menyimpan dendam padanya.

"Kamu akan merasakan neraka seperti yang ibuku rasakan Isani," Yusuf tersenyum miring.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

Sani tersenyum saat berhasil membuka pintu, udara yang berhembus dari luar, terasa seperti udara kebebasan, kemerdekaan. Melangkahkan kaki keluar dengan perasaan lega, dan beban di pundaknya, seperti langsung lenyap. Tapi... mendadak ia gelisah, matanya menelisik ke segala arah. Rasanya seperti mustahil Yusuf melepaskannya begitu saja, jangan-jangan, dua bodyguard tadi pagi sudah siap siaga menyeretnya kembali ke hadapan Yusuf.

Ia melihat dua orang tersebut ada di dekat pos satpam, tampak sedang berbincang-bincang dengan satpam. Masih ada satu pintu lagi yang harus dia lewati, semoga saja lancar, tanpa drama apapun.

Sambil menyeret pakaian dan barang-barang lain yang ada di plastik sampah, Sani berjalan menuju pintu gerbang. Belum sampai disana, tiba-tiba pintu dibuka oleh satpam, bukan untuk dirinya, melainkan untuk sebuah mobil yang mau masuk.

Mulut Isani menganga melihat mobil Papanya memasuki halaman rumah. Apa yang membawa Papanya datang ke rumah ini? Ia mematung, sampai mobil Papanya terparkir di carport.

"Sani," panggil Fatur yang baru saja keluar dari mobil. Pria itu berjalan menghampiri Sani sambil tersenyum.

Sani kaget melihat Yumi dan Dafa juga keluar dari mobil tersebut. Kenapa semua orang tiba-tiba kesini?

"San," Fatur menepuk lengan Isani saat tangannya yang sudah terulur, tak segera disambut putrinya.

"Pa," Sani yang gugup, segera meraih tangan Papanya, menciumnya.

"MasyaAllah, rumah Yusuf benar-benar mewah, seperti istana," Fatur berdecak kagum, memperhatikan rumah Yusuf.

"Kamu mau kemana?" Farah memperhatikan ransel yang ada di punggung Isani.

"Ma-mau... " Sani mendadak bingung. Haruskah ia jujur tentang rumah tangganya?

"Ngapain kamu bawa-bawa sampah?" Yumi tersenyum mengejek, tanganya bergelayut mesra di lengan Dafa, seperti sengaja memanas-manasi. "Katanya udah nikah sama sultan, eh... nyatanya kerjaanya masih ngurusin sampah. Jangan-jangan, kamu hanya dijadikan babu oleh suami kamu, gak benar-benar dicintai?"

"Yumi!" sentak Farah.

Yumi berdecak kesal karena Mamanya sekarang membela Sani.

"Dari beberapa hari yang lalu, Papa bilang sama Yusuf ingin main ke rumah kalian, pagi tadi, dia tiba-tiba telpon, minta kami semua main kesini," ujar Fatur.

Sani mengutuk Yusuf dalam hati. Ternyata ini rencana laki-laki itu. Yusuf pasti berfikir, ia tak akan mengaku tentang rumah tangga mereka karena tak mau dibully Yumi.

"Em... aku, aku mau keluar sebentar. Kalian masuk dulu aja, ada Yusuf di dalam," ujar Sani.

"Yaelah, tuh di sana banyak satpam," Yumi menunjuk dagu ke arah gerbang. "Kenapa gak nyuruh mereka aja sih buang sampah? Udah nikah sama orang kaya, tapi kebiasaan miskin masih dibawa terus. Kayaknya kamu emang lebih pantes jadi babu deh, daripada jadi bini sultan," ejek Yumi.

"Ini rumah aku, bisa jaga bicara gak!" Sani memeloti Yumi. Entahlah, dari dulu ia memang cepat naik darah kalau berhubungan dengan Yumi, kakak tirinya itu selalu memancing emosinya. "Dulu di rumah Papa, kamu bisa asal ngomong, tapi jangan harap bisa disini. Rumah ini ada aturannya!" tekan Sani sambil menunjuk ke bawah. "Keluar dari rumahku kalau tak bisa menghargai tuan rumah!"

Yumi langsung kicep, memilih melengos ke arah lain.

"Sani, Sani, maafin Yumi ya," Farah memegang lengan Sani. "Yumi, kalau ngomong itu dijaga," ia menasehati putrinya.

Yumi berdecak kesal. "Sekarang Mama jadi belain dia ya," gerutunya.

"Udah-udah, tujuan kita kesini untuk silaturahmi, jangan malah berantem," Fatur menengahi.

"Sani, kamu gak mau ngajak kami masuk?" Farah tersenyum, tangannya mengusap lengan Sani.

Sani pengen sekali muntah melihat sikap baik Farah. Ia tahu apa alasannya, pasti seperti yang dikatakan Yusuf pagi tadi, tentang Papanya yang butuh kerjaan. Kadang, pengen kasihan mengingat wanita itu adalah korban Mamanya, tapi kalau ingat sikapnya, rasa kasihannya menguap begitu saja.

"San, kita masuk yuk. Yusuf ada di dalam kan?" tanya Fatur

"A, a, aku... " Sani bingung, ia tak mungkin masuk kembali ke rumah tersebut. Ia tak mungkin menjilat ludahnya sendiri. Ini kesempatan terbesar dia lepas dari Yusuf, jangan sampai demi harga diri di depan Yumi dan Dafa, dia menyerahkan diri pada Yusuf. "Aku masih mau keluar, kalian masuk dulu aja."

"Kamu kenapa?" Dafa memperhatikan raut wajah Isani. "Kamu baik-baik sajakan?"

Sani mengumpat dalam hati. Ia dan Dafa cukup lama berhubungan, mungkin karena itu, Dafa bisa membaca ekspresi wajahnya. "Baiklah, emang kenapa?" ia memasang senyum palsu.

Dafa memindai wajah Isani. "Tapi kamu kayak_"

"Apaan sih Yang," protes Yumi, melepaskan tangan dari lengan Dafa. "Masih peduli aja sama dia. Aku cemburu loh," memberengut kesal.

Sani tersenyum miring. "Udah punya bini, sibuk ngurusin bini orang. Aku lebih bahagia daripada kamu, jadi gak usah ngurusin aku. Urus saja bini kamu yang kayak kurang bahagia itu."

"Ya Allah Sani, apa yang kamu katakan." Sani merutuki dirinya sendiri karena telah berbohong.

"Kata siapa aku kurang bahagia?" Yumi langsung nyolot.

"Udah-udah!" Fatur melerai. "Kalian itu saudara, sedarah, jangan bertengkar terus."

"Langsung masuk aja, Pah. Sani masih ada urusan bentar." Sani kembali memegang simpul kantong sampahnya. "Permisi," ia langsung melangkah pergi.

"Ya elah, gak sopan banget. Ada tamu malah disuruh masuk sendiri," gerutu Yumi. "Kalau aja Yusuf gak bilang mau nunjukin video, malas aku kesini."

Deg

Langkah kaki Sani langsung terhenti. Jangan-jangan, video yang dimaksud...

Sani meletakkan kantong sampah berisi barang-barangnya begitu saja. Membalikkan badan, berjalan cepat ke arah rumah.

"Heh Isani, katanya mau keluar?" seru Yumi saat Sani mendahului jalannya.

"Gak jadi," Sani membuka pintu lebar-lebar, mempersilakan mereka semua masuk. Sumpah demi apapun, ia tak rela kalau sampai Yumi dan terlebih Dafa, melihat video mandinya. Laki-laki sialan yang sudah mengkhianatinya itu, haram hukumnya menikmati tubuhnya. Sumpah demi apapun, ia tak rela.

"Sayang, ada tamu."

Tubuh Sani serasa lemas mendengar suara Yusuf. Bangsat itu telah berhasil membuat dia menjilat ludahnya sendiri.

"Pah, Mah," Yusuf mencium tangan Fatur dan Farah. "Mari-mari, silakan duduk." Ia mendekati Sani, merangkul pinggangnya sambil berbisik. "Kamu kembali lagi."

Kalimat yang pelan dan tanpa tekanan tersebut, nyatanya membuat Sani begitu tertekan. Ia merutuki diri sendiri yang ternyata bernyali ciut. Ia hanya berani berkoar-koar di hadapan Yusuf, bahkan sok-sokan mau jadi artis JA V, tapi videonya mau dilihat Dafa saja, dia sudah kalang kabut.

1
Hasanah
uq udah baca smpai 4 bab di menjebab jodoh TPI kerena lihat komentar orang2 pada komen toko2 di novel si Yasa anakx mama Sani dan papa Yusuf akhirx cari novel in dulu baca NNTI lnjutkan yg itu biar nyambung🤣
Ass Yfa
gemesss bngt liat meeeka...Irene dikecap kecup bayaran nya mahal ya
Ass Yfa
Irene cuma buat tameng..manas2i Isani...Irene udag pubya ciwok...suami mungkin
Hasanah
🤣🤣smenjak Inara viral kok jdi jngkel dengan inara
Ass Yfa
Yusuf sengaja tuh ninggalin Sani dimlm pertama...tagihannya blm dibayar juga😒
Ass Yfa
wah...Yusuf nggk tulus dong...cinta beneran apa balas dendam
Ass Yfa
sumpah..nyesek bbgt😭😭
Hasanah
jdi ingat Inara pas baca jdi pelakor itu tidak hrus spek sperti istri sah cukup ngak tau diri sja 🤣TPI Inara Blang ngak perlu cantik ya🤣
Nur HafniOctavia
😎😎😎😎😎😎
mamaqe
asik
Sri Kusrini
terimakasih author atas novelnya aq suka
uty
nah pembaca mulai sekarang kurang2i ngatain anak pelakor di FB 🤣🤣🤣🤣 di cerita ini pada bela kan jd mendingan kita santai2 aja ga usah hujat2 , ngata2in pelakor dan anaknya , kadang kalau di FB suka lupa nih pembaca 🤣🤣🤣
uty
semoga pembaca yg bela pelakor akan kuat jika dalam kehidupannya di recoki pelakor dan memang anak tdk salah , tapi apakah pembaca akan bs kuat jika anak pelakor hrs di rawat oleh pembaca yg membela pelakor kalau iya 👍👍👍👍👍
Henny Permana
yaaa salah kamu juga ucuuuup...nape g bilang ama bini lu dri awal..kalo irene tinggal di apartmen lu...
Henny Permana
wkwk...ci ucuuuuupp kelakuannya...moso kdo g jadi ngasih sih🤣🤣🤣🤣
mommyarayra
si el minta di jambak 🤣🤣
mommyarayra
nuh anak perawan itu nuh 🤣tipis2 dulu lah
Nau Naufal
😭😭😭😭😭😭😭bab ini menguras air mata thor...
Shee_👚
sama aku juga dulu salfok sama namanya pas beli itu🤣
chika aprilia zubaidah
kata bapak nya nuh, komplikasi 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!