PROLOG
Seorang gadis yang hidup didesa dengan kedua orang tuanya, menjalani kehidupan yang sangat sederhana, namun penuh dengan kasih sayang.
Meski hidup dengan kekurangan, namun mereka tak pernah mengeluh dan berputus asa.
Hingga pada akhirnya gadis itu bertemu dengan jodohnya dan mengubah kehidupannya dan ke dua orang tua nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alisa sary katriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Pagi telah menjelang, matahari sudah bersinar cukup terang. Jam telah menunjukkan pukul 7.30, tanpa disadari Rendra tertidur diruang kerjanya.
Orang tua Rendra memang sengaja tidak membangunkan anaknya, sebab hari ini adalah hari minggu. Pada hari minggu keluarga Rendra memang libur untuk pergi ke kantor, tidak hanya mereka,seluruh karyawan yang bekerja diperusahaan milik Pak Yudi juga diliburkan, tak ketinggalan pembantu dirumah, pada hari minggu mereka juga bisa bebas tidak melakukan pekerjaan apapun.
Pak yudi dan bu Lestari lebih memilih bersantai di rumah. Dan kejadian semalampun mereka tidak mengetahuinya.
Meskipun mereka tahu, mereka tidak akan menanyakannya pada Rendra karena itu menjadi urusan Rendra, kecuali jika Rendra menceritakannya,mereka pasti akan membantu Rendra mencari solusi ataupun sekedar menasehatinya.
Rendra tiba tiba terbangun dari tidurnya, dia segera keluar dari ruang kerjanya menuju kamar dan segera mandi.
Selesai mandi, Rendra turun mencari kedua orang tua nya.
Ternyata Pak Yudi dan Bu Lestari sedang duduk bersantai di depan kolam renang sambil menikmati teh hangat bersama.
"Selamat pagi ma,pa" sapa Rendra setelah sampai di dekat mereka.
"Pagi juga sayang...udah bangun ya.. sarapan dulu sana, mama tadi udah pesen gofood buat kamu, udah ada di meja makan, mama sama papa tadi udah sarapan duluan" kata bu Lestari.
"Udah keburu laper papa tadi, maka nya ninggalin kamu sarapan" kata pak Yudi menyela.
"Iya..gak papa kok pa. Yaudah Rendra sarapan dulu" kata Rendra seraya melangkah pergi menuju ruang makan.
Sedangkan Sari dan Asih lagi asyik mengobrol didalam kamar, hari ini mereka free tidak mengerjakan tugas apapun, tapi jika sewaktu waktu majikan mereka meminta atau menyuruh sesuatu, mereka tetap siap siaga menjalankan perintahnya.
Rendra sudah duduk dikursi makannya. Dia merasa kesepian jika harus makan sendirian dan dengan makanan sebanyak ini. Di meja makan sudah tersedia berbagai jenis masakan yang telah dipesan bu Lestari lewat gofood. Ada ikan dan ayam bakar, sup iga, Rendang, bebek goreng, dan berbagai macam buah buahan.
Rendra berniat mengajak Sari dan Asih untuk sarapan bersama, karna orang tuanya tadi sudah duluan sarapan.
Akhirnya Rendra memanggil mereka.
"Bi Asih, Sari" panggil Rendra dengan suara agak keras.
Sari dan Asih yang mendengar namanya dipanggil,sontak langsung menghentikan obrolan dan beranjak menuju arah panggilan. Mereka berdua telah berada di ruang makan, berdiri menghadap Rendra.
"Bi Asih Sari temenin saya sarapan, kalian belum sarapan kan?" kata Rendra
Sari dan Asih saling tatap sebelum menjawab pertanyaan Rendra. Mereka bingung harus menjawab apa. Asih yang sudah lama bekerja belum pernah sekalipun diajak makan bersama oleh majikannya, sedangkan Sari juga belum pernah mengalami hal seperti itu.
"Lho kok malah pada lihat lihatan sih, sini saya serius, ayo duduk temenin saya sarapan" kata Rendra yang melihat mereka hanya diam tanpa menjawab apa apa.
"Tapi den" kata Asih yang masih ragu untuk beranjak dari tempatnya berdiri.
"Udah gak ada tapi tapian, ini perintah.. ayo duduk!" seru Rendra seraya menatap mereka berdua.
"Iya den.." jawab Sari dan Asih bersamaan.
Mereka berdua langsung duduk berdampingan dan menghadap ke arah Rendra.
"Ayo bi, sari, jangan malu malu, ambil apa aja yang kalian suka" kata Rendra yang melihat Asih dan Sari malu malu.
"I..iya den.." jawab Sari.
Sari dan Asihpun mulai mengambil nasi dan lauk secukupnya. Mereka bertiga mulai sarapan bersama, meskipun Sari dan Asih makan dengan rasa malu dan canggung, tapi mereka mencoba menikmatinya.
"Sari, kamu betah gak kerja disini?" Kata Rendra memulai pembicaraan.
"Sa...saya betah den" jawab Sari pelan dan sedikit menundukkan kepalanya.
"Jangan gugup gitu dong ngomongnya, santai aja ngomong sama saya, umur kita juga gak beda jauh kan" kata Rendra seraya menatap Sari.
Sari yang mengetahui ditatap oleh Rendra jadi salah tingkah, dan terbatuk batuk karna tersedak makanannya saking groginya.
"Pelan pelan Sari, ini minum dulu" Seru Asih yang langsung menyerahkan segelas air putih kepada Sari.
Sari langsung meneguknya sampai habis.
Rendra yang melihatnya hanya tersenyum tanpa berbicara apa apa lagi.
Setelah mereka selesai makan, Rendra berniat mengajak Sari dan Asih untuk pergi jalan jalan ke mall. Rendra hari ini benar benar ingin melupakan kejadian kejadian yang sudah dialaminya karna Sherly.
"Bi Asih, Sari, setelah ini saya mau ajak kalian jalan jalan ke mall, mau kan?" tanya Rendra.
Sari dan Asih tidak langsung menjawabnya, mereka saling menatap kembali.
"Gimana, ditanya kok pada diem!" Seru Rendra.
"Begini den, saya sebenarnya mau saja jalan jalan, tapi saya tadi sudah janji sama anak saya kalau mau video call dia. Mungkin den Rendra jalan jalannya ajak Sari saja!" kata Asih, yang langsung mencubit pelan pinggang Sari agar dia mengiyakan ajakan Rendra.
"I...iya den saya mau!" jawab Sari yang spontan menjawab iya karna cubitan dari Asih. Sebenarnya Sari ingin menjawab tidak,karna dia sangat malu jika harus menemani majikannya jalan jalan.
"Oke bi Asih, gak apa apa kok.. nanti aku bisa ajak Rio sekalian, dan Sari kamu siap siap dulu, nanti setengah jam lagi kita berangkat ya!" kata Rendra seraya berdiri dari duduknya dan berjalan menuju tangga.
Sari dan Asih membersihkan meja makan bersama,kemudian mencucinya di dapur.
"Mbak Asih, tadi kenapa nyubit saya!" tanya Sari.
"Biar kamu ngeiyain ajakan den Rendra, gak enak Sar kalau kita berdua nolak, coba kalau aku tadi gak terlanjur janji sama anak buat videocall an, pasti aku jawab iya" jawab Asih seraya mencuci piring yang digunakan untuk sarapan tadi.
"Tapi mbak saya malu, masak pembantu jalan sama majikan,apa den Rendra tidak punya teman buat diajak jalan ya mbak?" keluh Sari yang merasa tidak percaya diri.
"Kamu harusnya senang dong Sar,bukannya malah malu. Aku kasih tau ya, selama aku kerja disini, den Rendra belum pernah ngajak jalan aku. Baru kali ini aja ngajak jalan, aku sendiri aja bingung Sar" kata Asih panjang lebar.
"Masak sih mbak.. Tapi saya gak punya baju bagus mbak buat jalan jalan sama den Rendra" kata Sari resah.
"Pakai baju aku aja, aku ada kok baju yang cocok buat kamu!" kata Asih.
Setelah selesai mencuci piring, Asih mengajak Asih pergi ke kamarnya untuk mengambil baju yang akan dipinjamkannya kepada Sari.
Longdress mini diatas lutut,lengan pendek,dengan warna merah maroon polos, dan terdapat pita kecil di bagian perutnya, sangat cocok untuk Sari.
"Nah ini baju aku waktu muda dulu, baju ini dulu kesayangan aku, tapi sekarang mungkin udah gak cocok kali yaa buat aku... nih,kamu pakai ini,buruan dandan sana,apa perlu aku dandanin sekalian!" kata Asih seraya menyerahkan bajunya.
"Gak usah mbak, saya dandan sendiri aja. Ya udah saya ke kamar dulu yaa mbak, nanti keburu den Rendra manggil" Ucap Sari kemudian pergi menuju kamarnya.
Asih hanya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum..
*TUNGGU YAA KELA*NJUTAN CERITANYA, DIJAMIN TAMBAH SERU.
DAN MAKASIH SEBELUMNYA MASIH SETIA MEMBACA KARYA SAYA. MAAF JIKA MASIH ADA KESALAHAN KATA DAN ALURNYA.